RSS

24 Hal Yang Perlu Dan Tabu Dilakukan Disaat Imlek

Budaya-Tionghoa.Net | Ada 24 hal yang biasa dilakukan dan tabu untuk dilakukan untuk perayaan Imlek ini seperti :kembang api , lampion , memasang kuplet , membersihkan rumah , menyapu , berkunjung dan saling soja , melepas sepatu , memberikan angpao , menangis , berhutang , keramas , potong rambut ,  berpakaian merah , benda tajam , perenungan , kertas merah dipintu , bertukar jeruk , merusak ,  membunuh , makanan imlek etc. Pembahasan dilengkapi dengan detail penjelasan dan ditambah lagi detail tambahan link yang bisa ditelusuri lebih jauh. Read the rest of this entry »

 
 

Menentukan Pergantian Tahun Baru

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam menentukan masa pergantian tahun atau snio (chinese zodiac), ada dua pendapat yang berbeda. Pertama , pergantian tahun terjadi pada Chinese New Year (Tanggal 1 bulan 1 penanggalan Imlek). Kedua , Pergantian tahun terjadi pada lichun (awal musim semi) yang jatuh sekitar 4 Februari pada kalender Gregorian. Menurut saya, pendapat kedua (pergantian tahun jatuh pada lichun) lebih masuk akal. Karena posisi bumi terhadap matahari relatif sama pada waktu lichun.

Ada dua istilah untuk menyebut satu tahun yaitu [1] Sui = jarak antara dongzhi dengan dongzhi tahun berikutnya (Dongzhi jatuh sekitar tanggal 22 Desember pada kalender Gregorian). [2] Nian = jarak antara tahun baru imlek (zhengyue chuyi) dengantahun baru imlek berikutnya.

Sui lebih digunakan untuk merujuk kepada umur seseorang. Pergantian Sui memang terjadi pada Festival Dongzhi (festival musim dingin). Festival ini salah satu perayaannya adalah memakan tangyuan, sup cenel bulat berwarna-warni yang manis). Dulu waktu kecil sering diberitahu mama saya bahwa setelah makan tangyuan, kita akan bertambah umur setahun dan menjadi lebih dewasa.||| BACA SELENGKAPNYA

 
Leave a comment

Posted by on January 21, 2012 in Adat & Tradisi

 

Tags: , ,

Tahun Baru Imlek: Hari Raya Agama atau Budaya ?

David Kwa  | Terlebih dahulu mohon maaf, owe hendak memberikan sedikit pendapat.Kalender Tionghoa yang kita pakai dalam agama Tionghoa kita dikenal sebagai Imlek 陰曆. Imlek berasal dari dialek Hokkian, artinya ‘kalender lunar’ (im= lunar atau bulan; lek = kalender). Dalam ‘dialek’ Mandarin Imlek adalah YINLI. Dengan demikian tahun baru imlek artinya “tahun baru yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi”. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 21, 2012 in Adat & Tradisi

 

Tags:

Ciong Dalam Aplikasinya

Ciong Dalam Aplikasinya

Ivan Taniputera  | Karena mendekati tahun baru Imlek saya bermaksud menulis artikel ini. Banyak orang menanyakan pada tahun ini, shio apa saja yang ciong. Sebagai informasi, apa yang dimaksud shio sebenarnya adalah cabang bumi tahun yang berlangsung.

• Cabang bumi Zi adalah shio tikus.
• Cabang bumi Chou adalah shio kerbau.
• Cabang bumi Yin adalah shio harimau.
• Cabang bumi Mao adalah shio kelinci.
• Cabang bumi Chen adalah shio naga.
• Cabang bumi Si adalah shio ular.
• Cabang bumi Wu adalah shio kuda.
• Cabang bumi Wei adalah shio kambing.
• Cabang bumi Shen adalah shio kera.
• Cabang bumi You adalah shio ayam.
• Cabang bumi Xu adalah shio anjing.
• Cabang bumi Hai adalah shio babi.

Demikianlah hubungan shio dengan cabang bumi. Cara penghitungan dan teori ciong ini ada bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan memperhitungkan kedudukan antara cabang bumi tahun kelahiran. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on January 19, 2012 in Metafisika

 

Tags: , ,

Sutradara Tiongkok Generasi Kelima

Huang Zhiwang | Sutradara generasi kelima [5th generation] adalah sebuah grup sutradara dari periode tahun 80-an sampai awal 90-an. Secara umum terdidik setelah Revolusi Kebudayaan. Yang termasuk dalam generasi kelima ini adalah Chen Kaige, Huang Jianxin , Tian Zhuangzhuang , Wu Ziniu , Zhang Yimou , He Ping , He Qun , Hu Mei , Huang Jianxin , Ning Ying , Peng Xiaolian , Wang Xiaoyen , Xia Gang , Zhang Jianya.Menurut George Semsel , para sutradara generasi kelima merupakan suatu periode perfilman Tiongkok dari film bisu , film yang mulai bersuara [1920-1930an] , film dari periode 1949 sampai Revolusi Kebudayaan dan sampai ke generasi kelima yang dibentuk oleh lulusan Beijing Film Academy di tahun 1980an. Cara lain untuk mendefinisikan perbedaan generasi adalah tujuan dari para sutradara. Generasi pertama digambarkan sebagai era 4 Mei , dimana kaum intelektual peduli terhadap reformasi sosial dan kultural selama era Republik. Generasi kedua adalah film yang dikategorikan sebagai Sosialis-Realisme yang terinspirasi oleh Uni Soviet dengan ciri perayaan pahlawan dari negara sosialis dengan mempersalahkan kehidupan pra-revolusi. Generasi keempat dan ketiga secara umum berfokus pada melodrama dan memproduksi film secara konsisten dengan memperkuat ideologi negara. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 30, 2011 in Seni & Literatur

 

Tags: ,

Arsitektur Rumah Hakka

Jamal Senjaya | Ada tiga tipe dusun dalam  perumahan Hakka yaitu Rumah Phoenix 五鳳樓 , Rumah Bundar土樓,圓屋 , Piang Fong  平房 (artinya rumah Petak). Ada tiga tipe perumahan yang saya percaya kalau itu menandakan tiga tahapan migrasi suku Hakka. Ini dapat didukung dengan distribusi statistik dari tipe-tipe rumah yang berbeda sepanjang jalur migrasi.

Saat Suku Hakka pertama pindah ke Fujian, mereka adalah para petugas istana kekairasan. Mereka mampu membangun rumah-rumah yang sangat besar (rumah Phoenix) yang bermodel seperti istana kekaisaran. Kecuali para penduduk disahkan oleh Kaisar, sepertinya tidak mungkin mereka dapat membangun rumah-rumah dengan model  dengan dekorasi yang menawan, tanpa membahayakan hidup mereka dari pelanggaran terhadap istana kekaisaran. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 30, 2011 in Adat & Tradisi

 

Tags: ,

Puisi Alam [5] : Xin Qiji , Lu You ,Su Shi , Ouyang Xiu , Wei Zhuang ,, Bai Juyi ,

Zhou Fuyuan | Puisi alam tidak hanya digubah dalam bentuk Sanjak, juga dalam bentuk Syair. Bentuk Syair dimulai ada pada dinasti Tang, berkembang pada masa Lima dinasti, dan mencapai puncak perkembangannya pada dinasti Song. Karena mengacu pada melodi nyanyian, struktur syair sangat bervariasi, panjang pendek tak menentu, gayanya pun beraneka ragam. Tidak seperti dalam sanjak, jumlah kata dalam larik sebuah syair, umumnya tidaklah sama. karena umumnya syair memiliki bentuk yang lebih panjang dibanding sanjak, Pola pengungkapannya bertahap, cara bertuturnya lebih intens, sesuai untuk mencurahkan perasaan. Dibandingkan bahasa sanjak yang deskriptif, bahasa syair lebih sugestif.   Pada awal perkembangannya, Syair alam umumnya pendek2, demikian juga dengan syair alam dinasti Song, obyek alam  yang digarap juga obyek yang dekat, suasananya terasa intim. kehadiran subyek penyair sangat terasakan.  kita bisa melihat dari beberapa contoh syair dinasti Tang dan Song di bawah ini ||| Continue Reading

 
Leave a comment

Posted by on December 30, 2011 in Seni & Literatur

 

Tags: , ,

Kisah Dong Yu : Membaca Dan Belajar Adalah Dua Hal Yang Menyenangkan

Xie Zheng Ming | Membaca dan belajar adalah dua hal yang menyenangkan,hanya saja tidak semua orang bisa langgeng melakukannya.Banyak orang begitu selesai masa sekolah lantas menjadi alergi terhadap bahan bacaan. Salah satu alasan populer mengapa mereka malas membaca adalah: Seharian sudah lelah bekerja, sehingga tidak ada waktu. Semoga kisah berikut membuka wawasan kita. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2011 in Tokoh & Ceritera

 

Tags: ,

Benarkah Anak Yang Menunjuk Bulan Akan Dipotong Telinganya ?

Tanya: Anak2 sering dinasehatkan orang tua untuk tidak sembarangan menggunakan jari menunjuk ke bulan, apalagi bila bulan sedang sabit karena nampak seperti pisau karena akan dipotong telinganya oleh bulan. Apakah ini benar adanya?

Rinto Jiang | Ini ada ceritanya, di zaman dulu, orang2 percaya bahwa dewi bulan itu sangat buruk rupanya. Karenanya ia merasa bahwa bila ada orang yang menunjuk kepadanya, maka orang itu pasti sedang membicarakan keburukan rupanya. Makanya, ia akan memotong telinga orang yang menunjuk kepadanya, baik sengaja maupun tidak.

Dari sinilah, kemudian muncul kepercayaan bahwa seseorang akan dipotong telinganya bila menunjuki bulan, dipotong bukan dalam arti kehilangan telinga, namun cuma terluka sedikit di bagian bawah telinga, terutama dekat bagian pertemuan juntai telinga dengan sendi tulang rahang.

Saya sendiri ingin mencerita pengalaman saya. Seingat saya, setua ini saya cuma pernah 1 kali menjadi korban “potongan” sang bulan. Namun bila ditanya apakah benar ini dikarenakan saya sebelumnya berani2nya menunjuki bulan? Terus terang saja, saya sudah lupa. Namun ada satu hal yang sangat saya pastikan, bahwa saya sering menunjuk ke bulan tanpa sengaja, namun pada akhirnya tidak menjadi korban potongan telinga sang bulan.

Bagi, saya bulan tidak ada hubungannya dengan telinga kita yang terluka. Biasanya, jenis luka pada telinga tersebut bukan luka sabetan pisau atau benda tajam, melainkan adalah luka infeksi yang memang lumrah terjadi pada anak kecil di zaman dulu. Di zaman dulu, kebersihan dan higienis memang merupakan hal yang mewah. Apalagi telinga memang merupakan bagian tubuh yang sering tidak mendapat ||| READ MORE

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2011 in Adat & Tradisi

 

Tags: , ,

Dokumen : Di Zi Gui 弟子規 – Pedoman Menjadi Murid Dan Manusia Yang Baik [Download PDF]

Author // Hendri Irawan

Budaya-Tionghoa.Net | 弟 子規  Dì Zǐ Guī, secara harafiah berarti pedoman hidup seorang murid yang baik. Penulis memilih untuk menafsirkan dan menyadurnya dengan judul PEDOMAN HIDUP BERBUDI  PEKERTI dikarenakan pedoman hidup ini berlaku universal dan yang dimaksud dengan murid sebenarnya adalah semua manusia yang mau belajar demi memperbaiki kualitas diri.

Pedoman ini ditulis oleh seorang sarjana bernama 李毓秀 Lǐ Yùxiù. Beliau hidup di periode 康熙 Kāngxī (1662-1723 CE) dinasti 清 Qīng. Awalnya tulisan ini diberi nama 訓蒙文 Xùn Méng Wén artinya Tulisan Untuk Mendidik Anak. Kemudian oleh賈存仁Jiǎ Cúnrén direvisi dan dirubah namanya menjadi 弟子規  Dì Zǐ Guī. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2011 in Filsafat & Religi

 

Makna Beberapa Huruf Hanzi

IVAN TANIPUTERA | Hari ini saya kebetulan tertarik membaca buku mengenai makna dan asal muasal huruf Hanzi. Berikut ini saya memilih beberapa huruf Hanzi yang sekiranya menarik. Semoga kita dapat lebih mengerti bagaimana pembentukan aksara Hanzi tersebut. Dengan memahami asal muasal aksara Hanzi tersebut, mempelajarinya akan lebih mudah dan menyenangkan. Pilihan pertama saya adalah huruf shi yang berarti waktu. Mengapa aksara Hanzi yang berarti “waktu” seperti di bawah ini?


Apabila dicermati, aksara di atas terbentuk dari 日 ri (matahari) dan 寺 si (kuil Buddhis).  Di zaman Tiongkok kuno orang menghitung berjalannya waktu berdasarkan posisi matahari dan saat itu, berlalunya jam demi jam diumumkan melalui dentingan lonceng di kuil Buddhis. Jadi gabungan aksara “matahari” dan “kuil” berarti “jam” atau “waktu.”

Berikut ini adalah aksara “fen” yang berarti “tepung.”

Aksara ini terbentuk dari 米 mi (beras) dan 分 fen (membagi). Gabungan kedua aksara ini menandakan bila kita “membagi” atau “menggiling” beras, maka akan diperoleh tepung.

Berikut ini adalah aksara “dan” yang berarti “berdiskusi.”

Aksara ini terbentuk dari 言 yan (perkataan) dan 火 huo (api) yang ditumpuk menjadi satu. Ini menandakan bahwa dalam berdiskusi orang cenderung terbawa ||| READ MORE

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2011 in Dialek & Keragaman Etnis, Seni & Literatur

 

Tags: ,

Happy Dongzhi : Tradisi Perayaan Dongzhi Dan Pilar Budaya Tionghoa

邯郸驿里逢冬至,抱膝灯前影伴身。
想得家中夜深坐,还应说着远行人。

Saat perayaan Dongzhi di tengah wisma di kota Handan,
di depan lentera memeluk lutut bayangan menemani badan.
membayangkan  larut malam yang berjaga di dalam rumah,
kiranya sedang membicarakan insan yang jauh bepergian.

(Zhou Fuyuan)

Budaya-Tionghoa.Net| Jaman dahulu belum ada tanggal yang pasti untuk merayakannya. Tanggalnya tidak menentu. Baru pada masa enam dinasti itu ditetapkan tanggal 8.  Sejak hari itu orang-orang bersiap menghadapi tahun baru imlek , makanya kadang disebut juga xiao nian (nian/th.kecil) Secara tradisi , orang-orang memakan bubur 8 la. Yang isinya adalah beras ketan , kacang merah , angco , gui yuan , biji terate , kacang etcetera. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2011 in Adat & Tradisi

 

Tags:

Gambang Kromong Dan Wayang Cokek

David Kwa |  Anggapan  bahwa gambang kromong ini adalah kebudayaan Betawi ,  tidak tepat. Justru etnik Betawi-lah yang mengadopsi Gambang kromong dan Wayang Cokek yang asalnya dari kaum peranakan di Betawi, bukan sebaliknya ! Etnis Cina Bentenglah yang mempertahankan kesenian yang asalnya dari Jakarta , sewaktu masih bernama Batavia. Kesenian ini kemudian tersebar sampai ke Bogor, Tangerang dan Bekasi (Botabek). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 19, 2011 in Adat & Tradisi

 

Tags: , , ,

Kisah Qi Huang Gong – Berdekatan Dengan Orang Berakhlak Mulia Adalah Satu Keberuntungan

Xie Zheng Ming  | Qi Huang Gong adalah salah satu dari lima raja yang paling berpengaruh pada jaman Chunqiu. Beliau memiliki seorang pejabat senior yang setia bernama Guan Zhong. Seiring dengan berjalannya waktu,usia Guan Zhong tidaklah muda lagi.Sebagai seorang raja , tentunya Qi Huang Gong ingin mempersiapkan calon pengganti Guan Zhong.

Pada waktu itu Qi Huang Gong memiliki tiga orang pejabat muda kesayangan, mereka adalah Yi Ya, Kai Fang, Shu Diao. Suatu ketika Qi Huang Gong menanyakan kepada Guan Zhong mengenai apa pendapatnya tentang mereka? Kelak, siapa diantara mereka yang layak untuk menggantikan kedudukannya? Apakah Yi Ya/Kai Fang/Shu Diao?

Dalam pandangan Guan Zhong tak satupun diantara mereka yang layak untuk menggantikan kedudukannya kelak. Mereka semua adalah orang rendah budi. Guan Zhong juga menasehati Qi Huan Gong agar kelak tidak memberikan jabatan yang strategis dan vital kepada mereka.

Tak lama setelah itu Guan Zhong telah tiada, Qi Huan Gong dengan begitu cepatnya melupakan nasehat tersebut. Qi Huan Gong memberikan jabatan strategis dan vital kepada Yi Ya, Kai Fang, Shu Diao. Pada akhirnya ketiga orang tersebut berkomplot untuk ||| READ MORE

 
Leave a comment

Posted by on December 19, 2011 in Tokoh & Ceritera

 

Tags:

Puisi Alam [2] : Sanjak Alam Dinasti Song | Ceng Gongliang , Mei Yaochen , Ouyang Xiu , Su Shi , Lu You , Yang Wanli

Zhou Fuyuan | Kalau sebelumnya saya paparkan sanjak alam dari Dinasti Tang, sekarang giliran sanjak alam yang berasal dari masa Dinasti Song. Sanjak alam Song memiliki ciri yang berbeda dengan Tang. Dalam sanjak Tang keterlibatan subyek penyair sangat terasa, alam adalah media untuk mengungkapkan suka duka penyair, berkesan subyektif. Sedangkan dalam sanjak Dinasti Song  alam hadir sebagai obyek mandiri. pelukisannya terkesan obyektif. Cara pelukisan di masa Dinasti Tang lebih global, sedangkan pada masa Dinasti Song lebih mendetail. Selamat menikmati,Zhou Fy Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 18, 2011 in Seni & Literatur

 

Tags: , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.