4 Nasihat Liao Fan (bag.3)

January 31, 2006

BAB III. CARA MEMBUAT/MENGUMPULKAN KEBAIKAN


Bab sebelumnya membicarakan tentang cara-cara untuk merubah kesalahan kita pada kehidupan ini, sebenarnya untuk meyakinkan bahwa kehidupan yang baik tidak akan menjadi buruk. Bagaimanapun kita masih tidak sanggup mengubah kehdupan buruk menjadi baik, walaupun kita selalu berbuat baik pada kehidupan ini, kita tidak tahu kejahatan apa yang kita telah lakukan pada kehidupan yang lalu, sehingga balasan atas perbuatan kejahatan tersebut masih berlanjut pada kehidupan ini. Oleh karena itu, untuk mengubah kehidupan buruk menjadi baik, kita tidak hanya mengkoreksi kesalahan kita tetapi juga harus melaksanakan segala jenis kebaikan untuk membangun kebajikan. Read the rest of this entry »


Perjalanan Tjerita Silat di Indonesia

January 30, 2006

by Hiang Phek Tauwtoo

Tjerita Silat adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh seorang mantan wartawan harian Sin Po, Tan Tek Ho. Istilah ini digunakan sebagai nama berkala baru yang didirikannya pada 1932 yang khusus memuat terjemahan cerita silat dari bahasa Cina.

Jenis cerita ini, yang di tempat asalnya dinamai wuxia xiaoshuo atau harafiahnya “roman kependekaran” baru saja tumbuh pada perempat terakhir abad 19, tapi dengan sangat cepat disukai oleh khalayak pembacanya. Roman wuxia (atau boehiap dalam dialek Hokkian) sebenarnya merupakan cabang terujung dari tradisi sastra populer Cina yang berkembang dari kisah-kisah kesejarahan yang menceritakan para bangsawan dengan segala permasalahan, dan baru di awal abad 19, jenis ini berkembang ke kisah-kisah penyidikan kejahatan yang dilakukan oleh para magistrat. Read the rest of this entry »


Prinsip-prinsip Hidup oleh Zhu Zi (朱柏盧之治ê )

January 30, 2006

Zhu BoLu (朱柏盧) dilahirkan pada tahun 1617 di provinsi JiangSu. Beliau dilahirkan dengan nama Zhu YongChun. Pada saat itu dinasti Ming digantikan oleh dinasti Qing. Pada masa hidupnya beliau menolak jabatan dari kekaisaran Qing dan memilih hidup menyepi dan memakai nama samaran Zhu BoLu.

Zhu BoLu atau disebut juga Zhu Zi mencatat gagasan Read the rest of this entry »


Tai Jiao (pendidikan janin)

January 30, 2006

Jauh sebelum orang-orang modern memahami pentingnya pendidikan janin, orang-orang Tiongkok kuno sudah menyusun cara-cara pendidikan janin dan pendidikan bayi.

Istilah Tai Jiao atau pendidikan janin sudah dirangkum dan dicatat dalam buku Fu Ren Liang Fang(terapi bagi ibu) bagian Tai Jiao Men Lun (pembahasan Pendidikan Janin) oleh Chen Zi Ming , seorang tabib terkenal pada masa dinasti Song.
Anjurannya antara lain adalah , ketika ibu sedang mengandung , harus memperhatikan perbuatan baik , berujar yang baik, sering membaca syair-syair yang mengandung isi yang baik , mengenakan batu giok di pinggang agar janin bisa tenang.
Read the rest of this entry »


Mengapa ada tradisi angpao pada tahun baru Imlek

January 28, 2006


Tanya:
Asal usul tradisi memberikan angpao sewaktu menyambut tahun baru Imlek.

Read the rest of this entry »


4 Nasihat Liao Fan (bag.2)

January 27, 2006

BAB II. CARA MENGUBAH NASIB
Pada zaman Chun Ciu (tahun 722 SM - 481, zaman musim semi dan rontok) banyak penasehat yang mampu menebak dengan tepat rejeki dan bencana yang akan dialami seseorang, hal ini juga tertulis di buku Cho Chuan dan buku syair lainnya. Pada umumnya, seseorang akan mendapat rejeki atau menanggung bencana pasti ada gejala sebelumnya yang bersumber dari dalam hati dan terekspresi keluar yaitu di wajah atau fisiknya, orang yang bertampang welas asih, jujur, tulus, memegang janji, tingkah laku mantap tidak sembrono, biasanya dapat memperoleh rejeki. Sedang orang yang wajahnya judes, kejam, bertingkah laku sembrono, kebanyakan mendekati bencana, rejeki atau bencana pasti dapat diramalkan sebelumnya. Read the rest of this entry »


4 Nasihat Liao Fan (bag.1)

January 27, 2006

“Menghindari segala perbuatan tidak baik dan mempraktekkan segala yang baik, akan mengurangi bencana dan mendatangkan kebaikan”
“Orang berbuat baik, manfaatnya belum kita terima, tetapi bencana sudah menjauhi, orang berbuat kejahatan, bencana belum menimpa, akan tetapi manfaat baik yang telah kita miliki sudah menjauh”.

BAB I. BAGAIMANA MEMBANGUN NASIB
Membangun nasib adalah untuk membentuk nasib daripada terikat olehnya. Pelajaran ini adalah membicarakan tentang prinsip dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengubah nasib. Berdasarkan pengalamannya, Liao Fan mengajarkan anaknya jangan terikat nasib dan berusaha sebaik mungkin melaksanakan kebaikan serta menghindarkan segala erbuatan tidak baik. Read the rest of this entry »


Etnik Tionghoa, Pribumi Indonesia…….

January 27, 2006

Etnik Tionghoa, Pribumi Indonesia dan Kemajemukan:
Peran Negara, Sejarah, dan Budaya dalam Hubungan antar Etnis

A Foreword
Leo Suryadinata (Institute of Southeast Asian Studies)

Semenjak berabad-abad lalu, etnik Tionghoa berada di Indonesia dengan jumlah cukup besar. Tetapi, karena persoalan menyangkut etnis masih dianggap peka, sebelum tahun 2000, jumlah suku bangsa/etnis di Indonesia tidak pernah dimasukkan ke dalam sensus penduduk epublik Indonesia. Perhitungan jumlah etnik Tionghoa ditaksir berdasarkan sensus tahun 1930. Pada waktu itu, jumlah etnik Tionghoa hanya 1,2 juta, kira-kira 2,03% penduduk Indonesia. Menurut pendapat lain, jumlah etnik Tionghoa di antara 2,5% dan 3% atau bahkan lebih besar, yaitu berkisar antara 4–5%. Sensus 2000 tidak memberikan jumlah etnik Tionghoa yang lengkap. Hasil perhitungan menunjukkan angka 1,7 juta, atau kira-kira 0,86%. Jika ditambah dengan etnik Tionghoa asing, jumlahnya kira-kira 1,8 juta, yaitu 0,91%. Read the rest of this entry »


Akar Masalah Sentimen Anti Cina - DR. Wong Chin Na, SE,Ak,MBA

January 27, 2006

Awal Januari 1998
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Polemik masalah Cina di forum Apakabar dewasa ini, telah berkembang menjadi tulisan- tulisan yang sifatnya menghasut, baik yang ditulis oleh kalangan pribumi maupun yang ditulis oleh keturunan Cina sendiri. Tulisan-tulisan seperti ini sangat berbahaya dan mudah dimanfaatkan oleh unsur-unsur tertentu untuk mengacaukan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kalau kita tidak ingin negara kita bertambah kacau, marilah kita secara sadar berusaha mencegah timbulnya kekacauan yang lebih parah dengan cara menghentikan tulisan yang tak tentu arahnya tersebut dan merubahnya menjadi suatu diskusi yang sehat yang didasari oleh suatu tujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Read the rest of this entry »


Perayaan & Festival: Tang Che (Relevansi Imlek dengan Khonghucu)

January 26, 2006

Tang Che mengapa selalu jatuh di 22 Desember (Relevansi Imlek dengan Khonghucu)?

Eddy Tlessh menulis:
kok bisa ya jatuhnya makan ronde (ciak ie) selalu tgl 22 Desember ya? padahal kan 2 jenis penanggalan yang berbeda, antara lunar dan solar ?

Sampai sekarang, di keluarga kami masih ada acara ciak ie (makan ronde), dan alasannya sama, biar setiap makan ronde, umurnya tambah 1 :) , baru tahu sekarang ttg perayaan itu maksudnya apa… thanks ya Rinto-heng

Best Regards,
Eddy
Read the rest of this entry »


Perayaan & Festival: Relevansi Imlek dengan Khonghucu

January 26, 2006

Artikel:

Perayaan Imlek sebenarnya sudah ada sejak zaman dinasti Xia (2100-1600 SM), dinasti ini didirikan oleh Yu The Great, yang merupakan penyelamat banjir ketika Cina dilanda air bah.
—————————–
Imlek bagi sebagian orang Tionghoa, khususnya yang beragama Khonghucu, merupakan suatu perayaan besar yang sangat sakral/suci. Saat Imlek adalah saat yang baik untuk saling bermaaf-maafan, berkumpul, berdoa, mengucapkan rasa syukur atas berkah dan rahmat yang diberikan oleh Thian Tuhan YME.
Read the rest of this entry »


SERIAL SEJARAH : Catatan Pinggir Dinasti Qin

January 23, 2006

Latar belakang pembakaran buku-buku oleh Qin ShiHuang sebenarnya lebih ke arah pemersatuan ideologi. Perlu kita ketahui bahwa kerajaan Qin sudah menerapkan faham Legalism sejak reformasi oleh ShangYang.

Sedangkan faham Ru Jia (cat: Confuciusm) tetap diterima oleh kerajaan Qin tapi tidak dipakai sebagai landasan pemerintahan.

Sikap Qin shiHuang yang membuat standara sisa dalam banyak bidang tentunya juga mencakup bidang politik. Read the rest of this entry »


SERIAL SEJARAH: Catatan Pinggir: Kaisar Dinasti Tang mendidik putra mahkota

January 23, 2006

Kaisar Dinasti Tang, Taizong Melatih Putra Mahkota Melalui Hal-hal yang Terjadi pada kehidupan Sehari-hari Li Jian

Di China, Taizi (putra mahkota) disebut juga Chujun (Raja dalam masa penantian). Membina penerus kerajaan yang baik adalah suatu pekerjaan yang sangat penting, karena hal ini menyangkut kesehatan kerajaan dalam jangka panjangn. Kaisar Taizong dari Dinasti Tang memandang hal ini dengan sangat serius. Putra mahkota Li Zhi adalah seorang yang baik dan lurus namun kurang berani dan kurang memiliki keteguhan hati. Read the rest of this entry »


Fit dan Hangat Di Peraduan Berkat Chinese Food - by Pangesti Admadibrata

January 23, 2006

Jamur Hitam China (Shiitake Mushroom)
Ia popular sebagai jamur Shiitake dari Jepang, padahal asalnya dari daratan China. Ia juga popular sebagai jamur dengan aroma khas yang lezat, padahal selain lezat dia juga berfungsi sebagai aphrodisiac — pembangkit gairah cinta anda!

Popular sebagai jamur khas Jepang dengan nama Shiitake, jamur yang sebenarnya berasal dari China ini banyak dijual di berbagai toko makanan kering di Asia. Read the rest of this entry »


Jantan atau Tidak? Pijat Saja Jempol Si Dia! - by Pangesti Admadibrata

January 23, 2006

Ada cara mudah untuk tahu apakah seorang pria cukup “perkasa” atau tidak. Cara praktis ini biasa dilakukan oleh para tabib Cina dan telah dipraktekkan selama ribuan tahun sejarah ilmu pengobatan Cina tradisional.

Caranya sederhana saja. Cukup perhatikan jempol kakinya. Jempol kaki yang bulat dan kencang menunjukkan kondisi si pemiliknya sangatlah sehat dan prima. Jempol kaki yang peot atau gepeng bisa diindikasikan sebagai adanya masalah dengan kesehatannya. Jika kepingin tahu lebih lanjut, cukup pencet jempol kaki sekerasnya dengan tangan. Read the rest of this entry »