<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perjalanan Tjerita Silat di Indonesia</title>
	<atom:link href="http://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/</link>
	<description>Studying Indonesian-Chinese culture</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 10:37:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Andreas Gunawan (Wong Tjok Djiioe)</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-2196</link>
		<dc:creator>Andreas Gunawan (Wong Tjok Djiioe)</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 02:14:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-2196</guid>
		<description>Bagi para penggemar cersil tionghua, perlu refleksi diri mengapa anak-anaknya (generasi muda ) lebih senang hary potter atau komik jepang daripada cersil yang sebenarnya mutunya tidak kalah ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para penggemar cersil tionghua, perlu refleksi diri mengapa anak-anaknya (generasi muda ) lebih senang hary potter atau komik jepang daripada cersil yang sebenarnya mutunya tidak kalah ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bambang purwantoro</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-250</link>
		<dc:creator>bambang purwantoro</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2006 01:02:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-250</guid>
		<description>Saya juga penggemar cersil terutama karya Kho Ping Hoo yang biasanya dalam satu cersil bisa terdiri dari berjilid-jilid, namun mata ini tak terasa lelah karena saking nikmatnya membaca serta dalam membayangkan para wajah para tokohnya dan tempat kejadiannya di Tiongkok pada masa silam. Saya melihat juga adanya prasasti ddua bangsa di Keraton Yogyakarta, tepatnya di kawasan Keben belakang Masjit Keben. Hal ini sangat menggembirakan kami. Namun saya masih kurang mengerti tentang pusaka-pusaka yang terkenal di kerajaan Tiongkok dan siapa-siapa empu pembuatnya. Dalam cersil misalanya Sin kiam hook mo dll. biasanya sudah ada pusaka yang sakti, namun riwayat pusaka tersebut tidak diceritakan. Nah barangkali ada yang mengetahui beberapa riwayat dari pusaka-pusaka tersebut? mohon kiranya dapat menceriterakan kepada kami terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga penggemar cersil terutama karya Kho Ping Hoo yang biasanya dalam satu cersil bisa terdiri dari berjilid-jilid, namun mata ini tak terasa lelah karena saking nikmatnya membaca serta dalam membayangkan para wajah para tokohnya dan tempat kejadiannya di Tiongkok pada masa silam. Saya melihat juga adanya prasasti ddua bangsa di Keraton Yogyakarta, tepatnya di kawasan Keben belakang Masjit Keben. Hal ini sangat menggembirakan kami. Namun saya masih kurang mengerti tentang pusaka-pusaka yang terkenal di kerajaan Tiongkok dan siapa-siapa empu pembuatnya. Dalam cersil misalanya Sin kiam hook mo dll. biasanya sudah ada pusaka yang sakti, namun riwayat pusaka tersebut tidak diceritakan. Nah barangkali ada yang mengetahui beberapa riwayat dari pusaka-pusaka tersebut? mohon kiranya dapat menceriterakan kepada kami terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: detta</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-212</link>
		<dc:creator>detta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 07:49:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-212</guid>
		<description>bolehkah saya minta nomer penghubung komunitas cerita silat indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bolehkah saya minta nomer penghubung komunitas cerita silat indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: akhmad fikri af</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-128</link>
		<dc:creator>akhmad fikri af</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 06:11:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://iccsg.wordpress.com/2006/01/30/perjalanan-tjerita-silat-di-indonesia-by-hiang-phek-tauwtoo/#comment-128</guid>
		<description>Beberapa waktu lalu, kompas, pernah memuat tulisan panjang tentang suka duka para pemburu buku-buku cersil (cerita silat) dari masa ke masa. Bagi saya tulisan di kompas itu sangat menarik. Saya dikejutkan oleh artikel Hiang Phek Tauwtoo tentang sejarah cersil. Bagaimanapun tulisan ini tampaknya lebih kuat sebagai bahan studi. Jelaslah, di Indonesia, saya teringat Kho Ping Ho dan G. Tan, dua tokoh yang ikut mewarnai perjalanan sastra cersil paska kemerdekaan. untuk Bung Tauwtoo, saya ingin mengenal anda lebih dekat. salam hangat, fikri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, kompas, pernah memuat tulisan panjang tentang suka duka para pemburu buku-buku cersil (cerita silat) dari masa ke masa. Bagi saya tulisan di kompas itu sangat menarik. Saya dikejutkan oleh artikel Hiang Phek Tauwtoo tentang sejarah cersil. Bagaimanapun tulisan ini tampaknya lebih kuat sebagai bahan studi. Jelaslah, di Indonesia, saya teringat Kho Ping Ho dan G. Tan, dua tokoh yang ikut mewarnai perjalanan sastra cersil paska kemerdekaan. untuk Bung Tauwtoo, saya ingin mengenal anda lebih dekat. salam hangat, fikri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
