Tanya:
Dewa pintu adalah karakter umum yang ada dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Bagaimana sejarah dewa pintu di dalam kebudayaan Tionghoa?
Dewa Pintu
August 30, 2006Older terracotta figurines found
August 25, 2006
BEIJING Aug 15 (Xinhua) — Chinese archaeologists have discovered two terracotta figurines dating back to about 2,500 years ago, older than the famous terracotta warriors buried with first Chinese emperor Qinshihuang.
The rough-hewn, 10-centimeter tall statues might be the oldest terracotta figurines produced by the Qin State at the beginning of the Warring States Period (475 BC-221 BC), said some experts.
Read the rest of this entry »
Makna singa batu di depan arsitektur tradisional Tiongkok
August 17, 2006Tanya:
Tata-cara penulisan nisan (bongpay) tradisional Tionghoa
August 17, 2006Tanya:
Nisan tradisional Tionghoa sangat banyak pernak-pernik tulisannya, apa makna dan apakah ada aturan tertentu dalam penulisan nisan tersebut?
Jawab:
Bongpay (Mandarin: Mu-bei) adalah sebutan dalam dialek Hokkian untuk papan nisan pada makam tradisional Tionghoa yang biasanya terbuat dari batu, marmer ataupun batu sejenis lainnya. Di atas bongpay biasanya terdapat tulisan-tulisan dalam karakter Han yang mengandung makna dan nilai artistik tersendiri. Bongpay biasanya selain menuliskan mengenai mendiang pemilik makam tadi, juga melambangkan bakti dari anak cucu sang mendiang.
China: Penghinaan atau Bukan?
August 17, 2006
China dalam sejarahnya memang banyak sekali padanan yang menyertainya dikarenakan sejarah China sendiri yang panjang mencapai 5000 tahun. Istilah “Zhong Guo” atau “Negara Tengah” sendiri sebenarnya baru populer setelah terbentuknya republik setelah revolusi 1911. Tentunya istilah Zhong Guo tidak serta merta muncul begitu saja, namun berasal dari istilah Zhong Yuan (Hokkian : Tiong Goan) yang artinya dataran tengah. Dataran tengah ini merujuk kepada daerah di antara Sungai Kuning di utara dan Sungai Panjang (Yang-tse) di selatan yang merupakan mobilitas orang2 yang berbudaya Han. Dulu, orang Han masih menganggap mereka sederajat lebih tinggi daripada bangsa barbar yang belum “cukup” berbudaya. Jangan heran, sikap egosentris seperti ini memang lazim pada negara besar di zaman dulu.
Filosof-filosof Tiongkok dan cerpen-cerpennya revisited
August 17, 2006
Pada jaman 400 sampai 100 tahun BC banyak cerita cerita, fabel yang sangat berguna, karena pada masa itu cerpen-cerpen meningkat mencapai yang kita katakan sekarang sophistication. Dynasti Zhou tidak mempunyai kekuasaan dan banyak daerah-daerah berdiri sendiri dipimpin oleh elites seperti pangeran atau dukes etc. Mereka saling bertempur untuk memperluaskan daerahnya. Pada masa yang chaos ini raja tidak berfungsi sebagai raja, ayah tidak berfungsi sebagai ayah dan dunia Tiongkok kalut dan tidak aman. Dalam keadaan yang chaos ini banyak kaum intelektual memperkembangkan budaya untuk meringankan kechaosan dan kemiskinan rakyat banyak dan mengembalikan keadaan yang tenang, aman dan makmur. Maka timbullah berbagai pikiran dan isme-isme sebagai ratusan bunga yang sedang berkembang sampai dengan puncaknya. Banyak budayawan-budayawan seperti Lao Zi, Zhuang Zi, Kong Fu Zi, Meng Ke (Mencius), Mo Zi, Han Fei Zi, Sun Zi, Wang Zhong, Kong Sun Long, etc. etc. Karangan-karangan mereka diteruskan turun menurun dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan Kultur Tionghoa di jamannya dan seterusnya.
Lun gwee: Bulan kabisat dalam kalender Imlek
August 17, 2006Tanya:
Kita mengenal istilah lun-gwee di dalam kalender Imlek. Apa sebenarnya lun-gwee ini? Mengapa harus ada lun-gwee? Mengapa lun-gwee kelihatan sepertinya tidak beraturan penentuannya?

Jawab:
Masalah lun-gwee telah beberapa kali dibahas di milis oleh Bung KH, Bung Chris dan lain2nya dalam pembahasan tentang kalender Tionghoa. Sekarang saya akan coba membahas masalah lun-gwee saja.
Lun-gwee dapat dikatakan adalah bulan kabisat dalam kalender Imlek. Di dalam kalender Gregorian (Masehi) kita kenal tahun kabisat, di mana setiap 4 tahun sekali ada 29 hari dalam bulan Februari. Di dalam kalender Imlek, kita kenal bulan kabisat, di mana ada 2 bulan yang sama dalam setahun, artinya 1 tahun Imlek tersebut mempunyai 13 bulan.
Vampire Tiongkok
August 17, 2006Tanya:
Saya sering melihat film Hong Kong tentang vampire Tiongkok yang berpakaian seragam hitam-hitam dan melompat2. Apakah benar vampire seperti itu ada? Apakah benar mayat dapat dihidupkan untuk melompat sendiri ke kuburannya di Tiongkok zaman dulu?
Tentang Triad
August 17, 2006Tanya:
Apakah benar Chiang Kai-shek anggota Triad? Triad bagi saya adalah kumpulan orang jahat, mengapa dikatakan berjasa oleh Sun Yat-sen? Apa kaitan Chiang Kai-shek, Sun Yat-sen dan Triad?
Jawab:
Triad punya sejarah yang panjang, Triad juga tidak dapat disamakan dengan organisasi sejenis seperti Yakuza di Jepang ataupun Mafia di Italia. Triad di dalam sejarah Tiongkok mempunyai sebuah kedudukan yang tidak dapat dinihilkan.
Bakmi Tertua Ditemukan di China
August 16, 2006Sisa-sisa bakmi tertua di dunia telah ditemukan dalam sebuah penggalian di China. Untaian sepanjang 50 cm berwarna kuning itu berada dalam wadah yang mungkin tertimbun tanah ketika terjadi bencana banjir.
Penanggalan radiokarbon terhadap bakmi yang diambil dari situs arkeolog Lajia di tepi Sungai Kuning tersebut mengindikasikan usianya kurang lebih 4.000 tahun.
Para peneliti mengatakan bahwa bakmi itu dibuat dari biji semacam padi-padian, tidak seperti bakmi modern yang dibuat dari tepung terigu.
Penemuan ini diperkirakan akan memunculkan kembali pertanyaan mengenai orang-orang manakah yang pertama kali membuat bakmi.
Pangkat dalam tradisi kematian Tionghoa
August 16, 2006Tanya:
Dalam adat tradisional Tionghoa mengenai kematian, sering kita lihat keluarga yang ditinggalkan mendiang akan mengenakan pangkat di lengan atau di topi. Apa perbedaan masing2 pangkat? Apa maknanya?
Jawab:
Yah, di dalam tradisi kematian orang Tionghoa memang banyak pernak-pernik simbolisasi. Pangkat di lengan anggota keluarga yang ditinggalkan bermacam2, namun pada dasarnya adalah kain goni, kain polos warna biru tua, biru muda, kuning maupun merah muda. Sebenarnya pangkat di lengan ini adalah penyederhanaan dari pernak-pernik ritual asalnya. Ini erat kaitannya karena di Indonesia beriklim tropis sehingga tidak cocok mengenakan baju berlapis2.
Keakraban Arab-Tionghoa: Kampung Pekojan di Jakarta Barat Menjadi Contoh
August 16, 2006oleh: Iwan Santosa

Bila ingin menyaksikan komunitas Tionghoa yang bersopan-santun gaya Islam, datanglah ke Kampung Pekojan di sisi kawasan Glodok, Jakarta Barat. Masyarakat Tionghoa asli kampung Pekojan memiliki tradisi bersalaman ala Muslim sebagai dampak budaya yang dibawa warga Arab dan India selama berabad-abad.
Siang itu di warung mi ayam milik Ah Lim di sebelah Masjid Annawier Pekojan, orang yang datang Tionghoa, Arab atau Melayu silih berganti dan selalu memberi salam sebelum duduk. Ah Sen dan beberapa orang Tionghoa yang datang belakangan, selalu berjabatan kemudian menyentuhkan ujung jemari ke dada mereka bak seorang Muslim.
Erlang Shen
August 16, 2006
ErLang Shen merupakan dewa yang terkenal dan banyak orang yang beranggapan bahwa kuil ErLang Shen itu berpusat di GuanKou 灌口 , Si Chuan 四 川.
Hal ini dapat dibuktikan kuil ErWang Miao yang hingga sekarang masih ada di Du Jiang Yan 都 江 堰 , Si Chuan 四 川。Kuil ini dibangun untuk mengenang jasa Li Bing 李 冰 dan anaknya yaitu Li ErLang 李 二 郎 terutama karena jasanya membangun kanal yang berguna bagi para petani untuk pengairan dan mencegah
banjir.
Saat-saat Terakhir Revolusi Kebudayaan Cina
August 16, 2006Sumber : Frances Wood, Hand-Grenade Practice in Peking, My Part in the Cultural Revolution, 2000/SL, dimuat di Intisari tahun 2001.
Sejak 1966 Cina diramaikan hiruk-pikuk gerakan antikapitalisme. Tentara Merah menyerang para dosen, dokter, seniman, novelis, dan mereka yang dianggap tidak mewakili kaum proletar. Gonjang-ganjing terus berlangsung sampai tahun 1975 meski tak lagi diwarnai kekejaman. Frances Wood, mahasiswi Inggris yang belajar di Institut Bahasa Asing dan Universitas Beijing tahun 1975 – 1976, ikut menyaksikan “The Great Proletarian Cultural Revolution”, yang pada masa Mao Zedong diteriakkan dengan penuh semangat, belakangan justru dianggap sebagai “Dasawarsa Penuh Bencana”.
Mystery of Qin Shi Huang Mausoleum revealed
August 16, 2006
Archeologists have unraveled the mysterious plan of the Qin Shi Huang Mausoleum, the 2,200-year-oldstructure which is famous as the home of 7,000 terracotta horses and warriors.
Located in Xi’an in northwest China’s Shaanxi Province, the QinShi Huang Mausoleum is the tomb of Emperor Qin Shi Huang, the first emperor of the Qin Dynasty (221-207 BC) and also of China.
Covering 2.13 square kilometers, the four-layered mausoleum, like a well-structured city, includes an underground palace, which is the center of the mausoleum, an inner city, outer city and grounds.
Posted by RP
Posted by RP
Posted by RP