Dahulu kala di China, ada seorang hakim bernama Wang Wenzheng. Dia terkenal akan kesabaran, toleransi dan pemaaf. Tak pernah ada yang melihatnya marah-marah dengan orang lain atau menggerutu.
Suatu hari keluarganya ingin mengetes taraf kesabarannya. Mereka menghidangkan semangkuk nasi putih yang bersih dan semangkuk sop daging dengan kotoran diatasnya. Saat Wang Wenzheng melihat kotoran tersebut, dia tidak menyentuh sup itu. Dia dengan tenang hanya makan semangkuk nasi tanpa lauk sampai habis.
|
||||
Saat tetangga Wang membangun rumahnya, ia menumpukkan bahan bangunan dan gunungan semen di depan pagar Wang, sehingga Wang tidak bisa masuk ke rumah melalui pagar depan. Wang harus masuk melalui pintu samping yang kecil dan pendek sehingga setiap kali masuk dia harus merunduk. Namun Wang tidak komplain kepada tetangganya atau menggerutu kepada siapapun juga. Terus hingga tetangga Wang selesai membangun rumahnya dan pintu depan sudah bisa digunakan kembali.
Toleransi dan sifat memaafkan yang ditunjukkan Wang adalah teladan bagi manusia sekarang yang umumnya tidak terima apabila dirugikan oleh orang lain.
Dikutip dari Milis Budaya Tionghua , diposting oleh Putu Budiastawa
sungchaokengtokachouchasengtoraco
menarik..
terima kasih telah menyediakan info ini….
mmang menarik..
cerita ya sih menarik baugus lagi kita melatih tentang ke sabaran ya mas
sssssssss
massa iya ada orang yang gak pernah marah?
minta cerita lengkapnya dong
Ceritanya kurang menarik tapi kita harus meniru sikapnyan
makasih yaaa..
cerita x bagus, tpi sayang nanggung !
cerita ini sangat menarik hati selepas baca!!!
bagus…baik…hebat!!!
bagus…..saye suke sgt…..
hebat…………:)
kamsiah ,
join grup FB Budaya Tionghoa , http://www.facebook.com/home.php?sk=group_158431907544147&ap=1
tatabahasanya kurang . tapi sikapnya bagus
gw juga lagi nyari nii dongeng cerita rakyat malah guru gw sukaa hehehehe’
pendek banget
pegel gw nulis …..