Kasim

Ada yg punya info tentang kasim gak? Kenapa musti dikebiri? Peranannya di kerajaan2 dulu apa ya ?
Sam po kong = Kasim ?

Kasim, Thai Kam (Hokkian) atau Tai Jian (Mandarin) sebenarnya bukan hanya ada di China. Fenomena ini dipercaya telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu di berbagai kebudayaan tertua dunia seperti Persia, Yunani dan India.

Kasim mulai digunakan karena istana membutuhkan tenaga2 pria sedangkan Kaisar tidak mau ada selir2-nya yang punya keturunan bukan murni darinya. Jadi sebagai hasilnya, dimasukkanlah pria-pria yang dikebiri ke dalam istana sebagai pembantu kaisar, bahkan sebagai penentu kebijakan seperti yang terjadi di beberapa masa kekaisaran Tiongkok yang terkenal akan pemerintahan Kasim-nya.

Kasim-kasim tersebut dalam kenyataannya sering menjadi penindas rakyat karena kelabilan psikologis selama hidupnya sebagai seorang pria yang tidak punya “lambang keperkasaan”. Sebagai akibatnya, mereka sering punya ego yang tinggi untuk mengimbangi kekurangan mereka itu.

“Lambang keperkasaan” sang kasim harus tetap tersimpan dengan baik dan dijadikan sebagai satu syarat untuk naik pangkat dalam lingkungan istana. Dalam pengkebiriannya, kemungkinan gagal (mati) hampir 60%, namun karena iming2 kekayaan dan hidup sejahtera maka calon kasim tidak pernah punah dan berkurang dalam zamannya. Banyak yang mati karena pendarahan atau keracunan asam urea (tak bisa buang air kecil) karena penyembuhan luka yang tidak sempurna.

Laksamana Zheng He (Cheng Ho) dikenal dengan sebutan San Pau Tai Jian (Sam Po Tai Kam) juga adalah seorang kasim Dinasti Ming. Namun ia punya keturunan dari anak kakak laki2nya yang diadopsinya. Keturunannya dipercaya masih ada di Nanjing dan Chiang Mai, Thailand Utara.

Di zaman Dinasti Ching, kekaisaran mendapatkan kasim dari 2 keluarga besar pengebiri. Setiap keluarga harus menyediakan 40 orang kasim setiap musimnya untuk istana. Calon kasim tersebut diharuskan menuliskan surat pernyataan setia kepada istana seumur hidupnya.

Sebelum proses pengebiriannya, para calon kasim meminum arak keras sebagai anestesi, penghilang rasa sakit. Tidak diketahui apakah calon kasim tadi sadar atau tidak, kemudian “lambang keperkasaan” calon kasim dipotong melingkar di pangkalnya. Lalu bagian tissue dari “lambang keperkasaan” dipotong sehingga tinggal uretra (saluran kencing). Bagian skrotum juga dipotong dan tinggal saluran untuk sperma. Saluran kencing juga harus dipotong dan disumbat dengan bulu merak atau sejenisnya, sedangkan saluran sperma harus diikat dan dimasukkan ke dalam tubuh kembali. Lalu permukaan luka ditaburi bubuk/obat untuk menghentikan pendarahan.

Setelah operasi, tak boleh makan selama 4-5 hari (koq bisa yah?), tak boleh kena angin selama 1/2 bulan, luka akan mengering setelah 1 bulan dan tinggal 1 lubang kecil untuk pengeluaran air urine. “Lambang keperkasaan” dan skrotum setelah diberi obat supaya tidak membusuk harus disimpan baik-baik. Gunanya sebagai syarat untuk kenaikan pangkat dan untuk dijahitkan kembali sebagai bagian tubuh bila telah meninggal karena kepercayaan waktu itu bahwa bila ada bagian tubuh yang kurang, maka Yen Luo Wang (Giam Lo Ong) takkan menerima mereka di alam baka.

Di masa itu, ada pejabat khusus untuk memeriksa keabsahan mereka sebagai kasim. Setiap 3 tahun sekali seluruh kasim harus menjalani pemeriksaan kecil (Hsiao Siu) dan 5 tahun sekali untuk pemeriksaan besar (Da Siu).
Pemeriksaan ini untuk memotong daging yang tumbuh kembali karena takut belum dikebiri sampai ke akar2nya.

Setiap kasim setelah masuk ke istana harus memilih seorang kasim senior sebagai pembimbingnya. Lalu membeli sebuah nama khusus kasim untuk pekerjaan yang khusus pula. Bila ia meninggal, maka yang lain akan mengisi pekerjaannya dan memakai namanya itu pula. Bila kasim-kasim yang disukai Kaisar, nama mereka kemudian diganti dan diberikan langsung oleh Kaisar.

Bila kasim ada yang berbuat salah, maka ia dijatuhi hukuman pukulan dengan tongkat kayu dan didenda. Bila seorang kasim menerima hukuman, seluruh kasim di unit tempat ia bekerja akan sama dikenai hukuman. Banyak kasim yang mempersiapkan 1 lembar kulit sapi untuk dipakai di punggung guna meringankan penderitaan.

Demikianlah sekilas kehidupan kasim di masa Dinasti Ching dan saya kira, dinasti2 sebelumnya seharusnya juga kurang lebih sama sistem per-kasim-an ini.

Rinto Jiang
Disarikan dari berbagai sumber

 

Leave a Reply