Sumber : Suara Merdeka
MENINGGALNYA Sam Poo pada usia 61 tahun diduga ditangan Wang Cing Hong yang dikenal dengan nama Kyai Juru Mudi Dampo Awang. Sam Poo tokoh Cina yang beragama Islam itu dari marga Ma (bukan marga Cen/The), berasal dari Yen Nan, kota Gwen Ming, desa Cin Ling, Cina dan jenazahnya dimakamkan di gua Gedung Batu Semarang.
Dalam buku ”In Nie Hwa Jiauw She” di halaman 70, 71, 72, 73, dikatakan, makam di sebelah gua tersebut merupakan makamnya Sam Poo. Karena, waktu berlayar ke Semarang, kapalnya tenggelam, meninggal dan dikubur di tempat tersebut. Tetapi, dari penelitian Kong Kwan, ditemukan kalau itu merupakan makamnya Wang Cing Hong. Hasil penelitiannya dibenarkan para sejarahwan/ilmuwan yang menyatakan bahwa itu makamnya Wang Cing Hong.
Seorang budayawan Cina tinggal di Semarang Budi Haliman Halim ketika mengantar sejarahwan Prof Wang Gwen Cang, guru besar ”Cie Nan” ke Klenteng Gedong Batu mengemukakan pendapatnya bahwa ceritera tersebut, tidak benar. Sementara Prof Wang mengemukakan makamnya Wang Cing Hong atau Juru Mudi Dampo Awang itu baru dugaan orang.
Karena Wang Cing Hong setelah sembuh tidak mungkin mau tinggal lama di Semarang. Dan, pelayaran Sam Poo yang pertama hingga keempat tidak mampir Semarang. Singgah di Simongan, Gedong Batu, Semarang, pada pelayaran kelima. Itupun karena Wang Cing Hong sakit.
Menurut buku ”Ming She” (riwayat Ming) seri Ke-325, Sam Poo berlayar yang keenam (1421-1422) bertepatan dengan meninggalnya Raja Ming Jen Cu (Cu Tie). Pada saat pelayarannya ketujuh (1431-1433), tidak diketahui kisahnya. Buku tersebut tidak menulis kisah pelayaran ketujuh. Sementara sekretaris Sam Poo bernama Ma Hwan pada pelayaran ketujuh Sam Poo dalam bukunya ”Ing Ya Sen Lan” dan ”Ca Wa Kwok”, tidak menceriterakan kehidupan Sam Poo. Tetapi bisa menulis kematian She Cin Jing tokoh Cina yang ada di Palembang dengan jelas. Sedangkan Sam Poo dimana?, tidak ditulis.
Apakah mungkin, meninggalnya Sam Poo di tangan Wang Cing Hong?. Karena saat pelayaran ketujuh, Sam Poo masih hidup. Saat patungnya dibuat dan diletakan di dalam gua, bukan setelah Wang Cing Hong sembuh, tetapi setelah Sam Poo meninggal. Kedatangannya kedelapan kali di Palembang dan Semarang, setelah Wang Cing Hong meletakkan jabatan yang datang secara pribadi.
Bagaimana Sam Poo bisa datang ke Semarang? Ada yang menceritakan, dia datang ke Semarang sewaktu berlayar dari Jawa Timur ke Jawa Barat, Wang Cing Hong sakit, dan diputuskan untuk berhenti. Ia merawatnya di depan gua (sekarang disebut gua Sam Poo). Setelah 10 hari dirawat dan diberi obat ramuan yang dibuat Sam Poo, sakit Wang Cing Hong sembuh.
Melakukan Perdagangan
Sam Poo kemudian meneruskan pelayaran ke barat. Sedangkan Wang Cing Hong setelah sembuh, tidak pulang ke negaranya. Tetapi, bersama teman dan pengikutnya mengerjakan pertanian dan melakukan perdagangan ke sebelah utara. Wang Cing Hong yang lebih dikenal sebagai Kyai Juru Mudi Dampo Awang, meninggal pada usia 78 tahun. Dimakamkan menurut adat Islam di sebelah gua yang di dalamnya terdapat patung Sam Poo.
Sastrawan Tiongkok, Cen Ie Cin, di Harian ”Kwang Ming Re Pauw”, menuturkan, Sam Poo pada awal bulan 4 tahun 1344, dalam perjalanan pulang, di lautan Hindia sebelah barat (Guli), jatuh sakit dan meninggal. Untuk menjaga agar jenazahnya tidak rusak, lalu dikubur di Semarang.
Tentang makam Sam Poo di kota Nan Cing (Nan Keng) di gunung Niu Soo San, Cen Le Cin, melalui bukunya Lwen Cen Hee Sia Sie Yang, terbitan Hay Yang Ju Pan Sie, tahun 1985, di halaman 340, mengatakan, peti yang ada ternyata hanya berisi rambut, sepasang sepatu, dan pakaian. Kini sejarah asal usul nenek moyang Sam Poo terus diteliti.

Karena itu, saya berharap ilmuwan/budayawan/sejarahwan untuk meneliti kembali peristiwa bersejarah 6 abad lampau. Dengan harapan, agar generasi penerus kita bisa lebih jelas dan menjiwai sejarah.
Pada pertengahan bulan Februari 2003, malam Cap Go Meh, Ketua MPR Amien Rais ketika datang dalam acara tersebut, mengatakan, kita harus belajar dari rakyat Tiongkok yang berjiwa pelaut dan wirausaha.
”Saya pernah ke Tiongkok tiga kali bersama ibu. Bila ada kesempatan saya ingin berkunjung kembali,” kata Amien Rais yang juga Ketua Umum DPP PAN.Priyonggo-35)
posted By Rinto Jiang
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/1982
September 12, 2008 at 3:28 pm
ingi tahu kebenaran makam dampo cheng ho…saya harap suara merdeka dpt menyuarakan supaya dapat membuat penyelidikan tentang makam cheng ho di sebuah pulau persinggahan berhampiran pulau madura.di mana makam dampo cheng ho terletak disana.pnduduk disna mnyembunyikn rhsia ini kerana takut petualng cina mngorek nye dan di bawa pulng ke cina.. pulau trsebut prnah dikepung jet hornet US pd 2003..cheng telah bljar agama islam dr slh seorng wali songo n mempelajari ilmu persilatan d pulau tersebut dan wafat disitu..