Adat Pernikahan

Sumber : Jelajah Vol 3 Tahun 1999

Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan teritorial, yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di Indonesia. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat leluhurnya. Tulisan ini membahas dua upacara adat yang cukup dominan dalam kehidupan yaitu tentang adat pernikahan dan adat kematian (editor: adat kematian ada di posting terpisah).

ADAT PERNIKAHAN
   Upacara pernikahan merupakan adat perkawinan yang didasarkan atas dan bersumber kepada kekerabatan, keleluhuran dan kemanusiaan serta berfungsi melindungi keluarga. Upacara pernikahan tidaklah dilakukan secara seragam di semua tempat, tetapi terdapat berbagai variasi menurut tempat diadakannya; yaitu disesuaikan dengan pandangan mereka pada adat tersebut dan pengaruh adat lainnya pada masa lampau.
   Umumnya orang-orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Salah satu adat yang seharusnya mereka taati adalah keluarga yang satu marga (shee ) dilarang menikah, karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. Misalnya : marga Lie dilarang menikah dengan marga Lie dari keluarga lain, sekalipun tidak saling kenal. Akan tetapi pernikahan dalam satu keluarga sangat diharapkan agar supaya harta tidak jatuh ke orang lain. Misalnya : pernikahan dengan anak bibi (tidak satu marga, tapi masih satu nenek moyang).
   Ada beberapa yang sekalipun telah memeluk agama lain, seperti Katolik namun masih menjalankan adat istiadat ini. Sehingga terdapat perbedaan di dalam melihat adat istiadat pernikahan yaitu terutama dipengaruhi oleh adat lain, adat setempat, agama, pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing.

UPACARA-UPACARA YANG DILAKSANAKAN DALAM PERNIKAHAN
Pesta dan upacara pernikahan merupakan saat peralihan sepanjang kehidupan manusia yang sifatnya universal. Oleh karena itu, upacara perkawinan selalu ada pada hampir setiap kebudayaan. Demikian pula halnya dengan adat pernikahan orang Tionghoa yang mempunyai upacara-upacara antara lain:
A. Upacara menjelang pernikahan :
Upacara ini terdiri atas 5 tahapan yaitu :
    * Melamar : Yang memegang peranan penting pada acara ini adalah mak comblang. Mak comblang biasanya dari pihak pria.
    * Penentuan : Bila keahlian mak comblang berhasil, maka diadakan penentuan bilamana antaran/mas kawin boleh dilaksanakan.
    * “Sangjit” / Antar Contoh Baju : Pada hari yang sudah ditentukan, pihak pria/keluarga pria dengan mak comblang dan kerabat dekat mengantar seperangkat lengkap pakaian mempelai pria dan mas kawin. Mas kawin dapat memperlihatkan gengsi, kaya atau miskinnya keluarga calon mempelai pria. Semua harus dibungkus dengan kertas merah dan warna emas. Selain itu juga dilengkapi dengan uang susu (ang pauw) dan 2 pasang lilin. Biasanya “ang pauw” diambil setengah dan sepasang lilin dikembalikan.
    * Tunangan : Pada saat pertunangan ini, kedua keluarga saling memperkenalkan diri dengan panggilan masing-masing, seperti yang telah diuraikan pada Jelajah No. 3.
    * Penentuan Hari Baik, Bulan Baik : Suku Tionghoa percaya bahwa dalam setiap melaksanakan suatu upacara, harus dilihat hari dan bulannya. Apabila jam, hari dan bulan pernikahan kurang tepat akan dapat mencelakakan kelanggengan pernikahan mereka. Oleh karena itu harus dipilih jam, hari dan bulan yang baik. Biasanya semuanya serba muda yaitu : jam sebelum matahari tegak lurus; hari tergantung perhitungan bulan Tionghoa, dan bulan yang baik adalah bulan naik / menjelang purnama.

B. Upacara pernikahan :
    * 3 – 7 hari menjelang hari pernikahan diadakan “memajang” keluarga mempelai pria dan famili dekat, mereka berkunjung ke keluarga mempelai wanita. Mereka membawa beberapa perangkat untuk meng-hias kamar pengantin. Hamparan sprei harus dilakukan oleh keluarga pria yang masih lengkap (hidup) dan bahagia. Di atas tempat tidur diletakkan mas kawin. Ada upacara makan-makan. Calon mempelai pria dilarang menemui calon mempelai wanita sampai hari H.
    * Malam dimana esok akan diadakan upacara pernikahan, ada upacara “Liauw Tiaa”. Upacara ini biasanya dilakukan hanya untuk mengundang teman-teman calon kedua mempelai. Tetapi adakalanya diadakan pesta besar-besaran sampai jauh malam. Pesta ini diadakan di rumah mempelai wanita. Pada malam ini, calon mempelai boleh digoda sepuas-puasnya oleh teman-teman putrinya. Malam ini juga sering dipergunakan untuk kaum muda pria melihat-lihat calonnya (mencari pacar).

C. Upacara Sembahyang Tuhan (“Cio Tao”)
Di pagi hari pada upacara hari pernikahan, diadakan Cio Tao. Namun, adakalanya upacara Sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam menjelang pernikahan. Upacara Cio Tao ini terdiri dari :
. Penghormatan kepada Tuhan
. Penghormatan kepada Alam
. Penghormatan kepada Leluhur
. Penghormatan kepada Orang tua
. Penghormatan kepada kedua mempelai.

Meja sembahyang berwarna merah 3 tingkat. Di bawahnya diberi 7 macam buah, a.l. Srikaya, lambang kekayaan.
Di bawah meja harus ada jambangan berisi air, rumput berwarna hijau yang melambangkan alam nan makmur. Di belakang meja ada tampah dengan garis tengah ?2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir, timbangan, sumpit, dll. yang semuanya itu melambangkan kebaikan, kejujuran, panjang umur dan setia.
Kedua mempelai memakai pakaian upacara kebesaran Cina yang disebut baju “Pao”. Mereka menuangkan teh sebagai tanda penghormatan dan memberikan kepada yang dihormati, sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud. Upacara ini sangat sakral dan memberikan arti secara simbolik.

D. Ke Kelenteng
Sesudah upacara di rumah, dilanjutkan ke Klenteng. Di sini upacara penghormatan kepada Tuhan Allah dan para leluhur.

E. Penghormatan Orang tua dan Keluarga
Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua, keluarga, kerabat dekat. Setiap penghormatan harus dibalas dengan “ang pauw” baik berupa uang maupun emas, permata. Penghormatan dapat lama, bersujud dan bangun. Dapat juga sebentar, dengan disambut oleh yang dihormati.

F. Upacara Pesta Pernikahan
Selesai upacara penghormatan, pakaian kebesaran ditukar dengan pakaian “ala barat”. Pesta pernikahan di hotel atau tempat lain.
Usai pesta, ada upacara pengenalan mempelai pria ( Kiangsay ). Mengundang kiangsay untuk makan malam, karena saat itu mempelai pria masih belum boleh menginap di rumah mempelai wanita.

G. Upacara sesudah pernikahan
Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari :
1. Cia Kiangsay
2. Cia Ce’em
   Pada upacara menjamu mempelai pria (“Cia Kiangsay”) intinya adalah memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita. Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama.
Sedangkan “Cia Ce’em” di rumah mempelai pria, memperkenalkan seluruh keluarga besar mempelai wanita.
Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah famili yang ada orang tuanya. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cina yang lebih sederhana.

PERUBAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ADAT UPACARA PERNIKAHAN
    * Ada beberapa pengaruh dari adat lain atau setempat, seperti: mengusir setan atau mahkluk jahat dengan memakai beras kunyit yang ditabur menjelang mempelai pria memasuki rumah mempelai wanita. Demikian juga dengan pemakaian sekapur sirih, dan lain-lain.
    * Pengaruh agama, jelas terlihat perkembangannya. Sekalipun upacara Sembahyang Tuhan / Cio Tao telah diadakan di rumah, tetapi untuk yang beragama Kristen tetap ke Gereja dan upacara di Gereja. Perubahan makin tampak jelas, upacara di Kelenteng diganti dengan di gereja.
    * Pengaruh pengetahuan dan teknologi, dapat dilihat dari kepraktisan upacara. Dewasa ini orang-orang lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara yang berbelit-belit. Apalagi kehidupan di kota-kota besar yang telah dipengaruhi oleh teknologi canggih.
  
   Sebagai suatu pranata adat yang tumbuh dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat yang terlibat di dalamnya, sasaran pelaksanaan adat pernikahan Tionghoa mengalami masa transisi. Hal ini ditandai dengan terpisahnya masyarakat dari adat pernikahan tersebut melalui pergeseran motif baik ke arah positif maupun negatif dan konflik dalam keluarga.
   Dewasa ini masyarakat Tionghoa lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara adat. Hampir semua peraturan yang diadatkan telah dilanggar. Kebanyakan upacara pernikahan berdasarkan dari agama yang dianut.

as posted by Rinto Jiang in Milis Budaya Tionghua
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/1160

—————————————————————————————————
Addition by Julie Lau

Lagi iseng ah, berhubung kemaren baru kondangan, jadi kepengen cerita cerita mengenai tata cara perkawinan adat tionghua. Ya nggak adat adat amat sih, soalnya disini sana banyak “penyesuaian” dan mix n match pake budaya barat, kecampur lagi sama budaya Jawa (setahu saya). Jadi terpikir bahwa budaya Tionghua di Indonesia sebetulnya adalah “budaya gado gado”. Di singapur sini yang gado gado gitu disebut “Peranakan” atau “Nonya”, satu istilah yang akrab di telinga, sebab Oma saya suka menyebut diri sebagai “Cina Peranakan” maksudnya adalah Keturunan yang lahir atau tumbuh dewasa di Indonesia, sudah tidak akrab dengan bahasa Mandarin, dan ciri khas satu lagi adalah koleksi kebayanya itu lhoh, hehehe. Yang disebut “kebaya encim” itu kali yah. Tapi belakangan koleksi kebaya si Oma udah tinggal jadi koleksi doang sebab Oma lebih suka pakai blus dan celana panjang yang lebih praktis.
 
Balik lagi ke tata cara perkawinan, hmmm enaknya mulai darimana yah. Dari alkisah deh….
 
COMBLANG
Alkisah, jaman dulu, jaman masih Siti nur buaya, dimana cowok dan cewek yang mau kawin masih  dijodoh jodohin sama orangtua, peran “comblang” pengaruh banget. (Buat yang nonton MULAN versi Disney, pasti tahu khan yah, heheheh, film fave tuh). Eh jaman sekarang comblang masih ada lhoh, saya pernah dilirik ama comblang mau dijodohin, hiiiiiii, untuuuuung enggak jadi.
Jaman dulu kalau ada anak gadis yang sekiranya layak jadi menantu, pihak cowok langsung kirim comblang ke pihak ceweknya sambil kirim kirim bingkisan gitu. Nah kalo bingkisannya dari si nyonya anu diterima dengan baik dan benar berarti pihak cewek setuju, kalau dikembaliin berarti enggak setuju. Bagusnya cara begini, dua dua pihak ngga ada yang kehilangan muka merasa ditolak, katanyaaaa.
Jaman sekarang dimana anak udah bisa cari pacar sendiri, udah kaga pake comblang comblangan lagi deh. Anak sama anak tinggal omong omongan, begitu anak sama anak udah setuju mau nikahan tinggal bilang sama ortu. Kalau ortu enggak ada keberatan tinggal nentuin tanggal omong omongan. Ceritanya “diminta” secara resmi gitu sebelum acara lamaran.
 
SHIO, JAM, DAN TANGGAL LAHIR
Jaman dulu, dimana orang masih piara abu leluhur, begitu para ortu udah oke oke nih, comblang mintain jam dan tanggal lahir si cewek, otomatis ketauan shionya dan elemennya, apa kayu, api, air, logam, atau tanah. Tanggal ini terus ditaroh di meja sembahyang selama tiga hari. Dalam jangka waktu tiga hari ini kalau ada tanda tanda jelek, misalnya ortu sama ortu cekcok, atau mendadakan ada yang sakitan, lantas dicurigai tanggalnya “ciong” atau tidak cocok. langsung deh dibawa tuh tanggal ke tukang “kuamia” minta tolong dilihat antara si cowok dan si cewek ada jodoh ngga. Kalau tukang kuamia bilang boleh, baru calon besan ketemuan. kalau tukang kuamia bilang jangan, batal deh acara kawinan.
Jaman sekarang biasanya anak sama anak bilang mau kawin dulu, terus orangtua dateng ke tukang ngitung hari itu, biasanya pake buku “Tong su” itu minta dicariin tanggal yang bagus buat dua belah pihak. Enggak ada acara bilang “jangan” pokoknya mau kawin si A sama si B minta tanggal yang paling bagus. Nah masalahnya si tanggal ini suka suka susah keluarnya. Yaaa kalau yang susah gitu diambil yang paling mendingan aja, sama kayak kita pilih capres kali ya, yang mana yang dianggep mendingan aja deeeh.
Oh iya masalah tanggal ini, biasanya dikasih pilihan, tanggal ini hari minggu, lumayan bagus atau tanggal ini paling bagus, tapi jatuhnya hari kamis, atau tanggal itu… nah jadi dua keluarga bisa pilih pilih dan atur atur tanggal mana mau mengadakan pesta kawin.
 
LAMARAN/PINANGAN
Yang ini kayaknya adpatasi dari budaya Jawa, sebab yang saya tahu di Cina enggak ada acara lamaran langsung acara kirim tanda meminang, termasuk di dalamnya baju pengantin yang warna merah itu berikut tutup kepalanya yang beratnya lima kilo itu. Cuman di Indonesia ini orang Tionghua ada acara lamaran, pihak cewek diksaih tahu dulu hari apa jam berapa pihak cowok mau datang supaya bisa mempersiapkan, dimana pihak cowok datang bersama kerabat yang biasanya pintar diplomasi, bicara dengan kata kata kiasan mengutip puisi atau kalimat kalimat indah penuh arti. Wali pihak perempuan juga harus punya keahlian yang sama jadi di acara lamaran ini ada kayak berbalas pantun gitu sih.Selama acara berpantun pantun ini si cewek diumpetin di kamar ngga boleh keluar. Terus setelah acara berpantun ria selesai,  si cewek dipanggil, dikasih tahu ini lhoh calon mertuamu, sekarang harus panggilnya Mama sama Papa, begitu. Dimana pihak cewek biasanya dikasih seperangkat perhiasan. Biasanya orangtua pihak cowok memasangkan perhiasan tersebut pada calon mantunya, istilahnya pengikat begitulah. Sebagai tanda bahwa si cewek ini sudah menjadi milik si cowok, dengan kata lain ngga boleh lirik lirik cowok cakep yang lain begitu. Dan cowok lain juga ngga boleh ganggu ganggu ini anak gadis yang sudah jadi  milik orang. Hihihihik, jadi inget kalung dogi yang menandakan dogi ini ada yang punya bukan dogi liar, harap dikembalikan pada yang punya, hihihihi…..
 
ACARA TUKAR BAKI/SANGJIT
Sesudah lamaran, berikutnya pada hari bertuah, jam tertentu pihak cowok datang lagi ke rumah pihak cewek. Kali ini ortu cowo enggak ikut, cuman kirim perwakilan keluarga yang dituakan, plus segerombolan gadis gadis yang belum nikah. Tiap gadis bawa satu baki, jumlah baki plus pembawanya tergantung kemampuan si cowok, tapi yang penting disitu ada seperangkat pakaian cewek maksudnya kebutuhan sandang si cewek bakalan ditanggung sama pihak cowok, jangan kuatir.  manisan dan permen supaya sepanjang perkawinannya manis terus, buah buahan supaya cepet berbuah kali,  arak, teh, apalagi ya, seinget saya ada 8 atau 12 macam itu tapi apa aja lupa.
Pihak cewek harus mempersiapkan “penerima baki” jadi sebelum datang udah ketauan duluan berapa baki yang dibawa. Kalau pihak cewek memasrahkan anak perempuannya ke keluarga cowok, dilepas enggak akan ikut campur lagi, isi baki diambil semua. Tapi kalau orang tua cewek masih mau campur tangan atas keluarga penganten nih, isi baki dibagi dua separoh dikembalikan ke pihak cowok plus seperangkat baju cowok sebagai ganti baju cewek.
Saya nggak tau adaptasi darimana, tapi di acara sangjit ini biasanya pihak cowok memberikan “angpau” pada ibu dari cewek, katanya uang susu, ASI kali maksudnya. Pihak cewek mengembalikan dengan sepasang “angpau” pada pihak cowok tapi maksudnya apa ya saya ngga inget tuh.
Oh ya, sampai hari ini saya dan kerabat ada memperdebatkan, yang bawa baki harusnya gadis yang belum menikah atau justeru yang sudah menikah, belum ada kesepakatan, kalau ada yang tahu tolong jelaskan sama saya berikut latar belakang dan alasannya, trims.
 
ACARA KIRIM KOPER DAN PASANG SPREI
Istilahnya enggak tahu. Pokoknya pada hari yang bersangkutan ini pihak cewek mengirim wakil, biasanya perempuan yang sudah menikah, mapan dan punya anak laki laki untuk mendadani kamar pengantin. Otomatis pihak cowok sudah menyediakan si kamar pengantin berikut tanjangnya donk. Wakil dari pihak perempuan yang pasang spreinya, maksudnya biar anak cewek itu ketularan cepat punya anak laki laki gitu, seperti yang kita tahu anak laki laki buat keluarga tionghua khan penting untuk melanjutkan marga. Plus pihak cewek mengirimkan koper, tanda bahwa si anak gadis sudah “masuk” ke rumah itu atau ke keluarga cowok.
Acara koper koper lucu juga nih. Mula mula kopernya dialasi uang, uangnya makin gede makin bagus, supaya si anak gadis ini masuk ke keluarga cowok dengan bermodal gitu supaya jangan dipandang rendah oleh keluarga mertuanya kelak. Si uang ini bisa ditebarkan gitu aja, bisa juga disusun susun berbentuk kipas, jumlahnya harus genap dan komplit mulai dari pecahan terbesar (di indo seratus ribuan) sampai pecahan terkecil (limaratus rupiah apa seribu rupiah gitu). Terus di dalam koper ditebarkan “angco” atau red dates sama biji teratai. katanya si biji teratai itu bunyinya serupa sama tahun( lian = nian), biji serupa sama  anak (ci =tze), dan red dates itu bunyinya serupa sama apa ya, pokoknya sebangsa buru buru atau cepet cepet atau pagi pagi gitu. Maksudnya biar cepetan punya anak gitu.
Isi koper biasanya baju baru, berapa banyak terserah, makin banyak makin mentereng. Tapi bawa kopernya harus 2 biji, sepasang, gedenya sih terserah.terus dalemnya komplit mulai baju dalem, sikat gigi, sabun, minyak wangi, alat make up, perhiasan, pokoknya segala keperluan cewek musti kumplit disitu supaya si cewek pindah nanti nggak usah minta apa yang enggak ada sama mertuanya. Terus isi koper ini sama perwakilan keluarga cewek dibongkar disaksikan sama kerabat pihak cowok, dipindah ke dalam lemari. Katanya makin komplit isi kopernya makin “dipandang” lah si menantu di keluarga suaminya. Di acara pasang sprei dan kirim koper ini si calon pengantin ngga boleh ikut. Pokoknya isi kamar pengantin bakalan jadi surprise.

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/5448

————————————————
Addition by Lim Wiss
(as an answer to member’s question)
Saya tdk tahu ttg adat istiadat Tio Ciu ttp saya bisa bantu dlm pemberian info San Jit secara Khek
 
Acara Sanjit & bawa koper boleh hari bersamaan, asal tdk lebih dari jam 4 sore. Biasanya bisa tanya hari baik pada klenteng or vihara.
Barang untuk San Jit lebih baik didiskusikan oleh 2 belah pihak krn permintaan msg2 berbeda.
Secara keseluruhan hrs siapkan : (Pihak Pria)
1. Mie buat lambang panjang umur
2. Kue satu buat lambang kebahagiaan
3. Arak Merah buat lambang kebahagiaan = 2 botol
4. Apel buat lambang keselamatan
5. Jeruk buat lambang keberhasilan
6. Buah kelengkeng (boleh kalengan) buat lambang selamanya bersatu
7. Zhu Kiong ( kalengan daging babi) buat lambang hoki
8. Kain merah sepanjang 2,5 meter
9. Uang susu
10. Uang lamaran
11. Permen manis
 
Pihak wanita :
Item 1, 2, 4 – 7, 11 hrs dibagi dua dan dikembalikan
Item 3 dikembalikan berupa sirup merah
Item 8 diambil, dipasang pagi hari pada hari resepsi pernikahan
Item 9 wajib diambil
Item 10 diambil lembar pertama & lembar akhir sbg tanda ada awal & ada akhir
 
Jumlah item di atas harus ditanyakan ke pihak wanita. Ada yg suka angka 8 = hoki, or 9 = selamanya bersama or 10 = angka hidup
Terpenting semua makanan hrs manis sbg tanda kebahagiaan.
Org yg bawa barang San Jit hrs tanya pihak wanita. Ada yg mau pasangan married yg bahagia hingga anaknya besar
Acara San Jit sekitar jam 8 – 10 siang, tdk baik lebih dari jam 10 siang
Pihak wanita hrs menjamu pihak pria, boleh di restaurant boleh di rumah.
Stl acara Sanjit ada acara bawa koper dari rumah pihak wanita ke rumah yg akan ditempati.
 
Acara bawa koper :
Satu Koper diisi pakaian yg baru sbg lambang awal permulaan lembaran baru
Satu koper diisi kosmetik baru
Satu koper isi bed cover & satu set sprei
Dua koper di atasnya ditaruh hiasan berupa kipas yg dibuat dari uang, boleh ribuan, puluhan, ratusan. Terpenting hrs genap sbg lambang angka hidup.
Samping koper ditaruh dgn 2 apel & 2 jeruk sbg lambang keselamatan & keberhasilan.
Kamar pengantin dihias dgn tulisan Shi = bahagia
Di atas kasur ditaruh sepasang boneka angsa
Sprei dipasang oleh sepasang keluarga yg harmonis & sukses sbg lambang kebahagian berumah tangga
Pihak Pria menjamu pihak wanita boleh di rumah boleh di restorant.
 
-Lim Wiss-
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/5559

About these ads

61 thoughts on “Adat Pernikahan

  1. Syalom.. terus terang saya sangat tertarik pada kebudayaan masy Tionghoa. kebetulan saya menuntut ilmu di bidang hukum dan mengambil bidang keperdataan di pasca sarjana UGM. kerena ketertarikan saya pada budaya Tionghoa, maka saya menulis tesis mengenai pewarisan masyarakat Tionghoa, yang mana pewarisan untuk masyarakat Tionghoa di atur dalam KUHPerdata namun dalam penelitian saya dilapangan sebagian besar masy. Tionghoa yang mengalami peristiwa pewarisan, mereka (ahli waris) membagi harta peninggalan si pewaris berdasarkan tata cara pewariasan tionghoa. saya ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai pewarisan Tionghoa. sehingga harapan saya agar dapat dijelaskan bagaimanakah tata cara pewarisan pada masyarakat Tionghoa. terima kasih. Tuhan Memberkati

  2. Tolong tanya, apakah ada masalah “ciong” dalam perkawinan antar marga Lim dan Tan di Indonesia? Terima kasih.

  3. mo tanya, saya denger2 katanya kalo lamaran makan2nya ngga bole dirumah pihak cewe ya? apa harus keluar makan di restoran? soalnya selama ini sodara2 saya lamaran juga makan2 dirumah pihak cewe. mohon cepet ya balesannya, urgent nih 13 hari lagi hahaha
    tolong balesannya ke email saya ya
    thx

  4. Tidak pernah ada ‘ciong’ karena marga. Ciong dihitung dari tanggal, bulan,tahun dan jam kelahiran. Setahu saya loh.

  5. Syalom, saya agama kristen, pacar saya kong hu cu. kami sama2 suku tiong hoa. saya mau tanya jika kami menikah dengan adat tiong hoa, jadi berarti saya yang kristen protestan harus ikut memberi hormat kepada leluhur dan dewa2 jg ya ? sebenarnya saya tidak ingin tapi jika saya tidak bisa memberi hormat kepada para dewa2 dan leluhur, orang tua pacar saya tidak izinkan kami menikah.. karena pacar saya merupakan anak cowok tunggal dan anak sulung.

  6. mao tanya donk… lg pusing nech.. please mohon bantu yach.
    dalam adat tionghoa itu apakah pihak cwe itu selain bawa 2 koper.. jg apakah harus mengisi isi kamar spt tempat tidur, lemari dan meja rias???

    please jawabannya yach….
    thanks..

  7. E. Penghormatan Orang tua dan Keluarga
    Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua, keluarga, kerabat dekat. Setiap penghormatan harus dibalas dengan “ang pauw” baik berupa uang maupun emas, permata. Penghormatan dapat lama, bersujud dan bangun. Dapat juga sebentar, dengan disambut oleh yang dihormati.

    Acara diatas tersebut, apakah ada nama specific dalam bahasa China?

  8. maaf karena sedikit tidak nyambung

    saya ingin tahu tentang resiko perbedaan umur dalam pernikahan atau apa pernah dibahas.. kalau pernah bole beritahu saya ada dibagian mana

    maksud yg saya tanya itu seperti kalo beda umur 3, 6, dan 9 tahun tidak baik dalam hubungan setelah pernikahaan itu alasannya kenapa.. lalu kenapa yg paling baik ada lah 2, dan 4

    karena baru2 ini teman2 saya membahas ini… jadi bikin sedikit kawatir.. masa depan

    saya tunggu untuk jawabannya
    thanks

  9. Kamar pengantin dihias dgn tulisan Shi = bahagia

    Menurut saya itu adalah tulisan Suang Shi (Double Happiness), karena kata shi ditulis ganda, dan tulisan ini adalah kata spesial yang tidak ada di kata biasa.

  10. Dear Lidya,

    saran saya dengan rendah hati hanya satu:

    Kasihilah Tuhan Allah mu jauh lebih daripada engkau mengasihi manusia siapapun.

    Shallom,

  11. Saya mau nanya soal menikah dengan perbedaan umur 3 thn. Mnrt bbrp orang tua tidak masalah dan malahan mereka bilang ada yang beda 3 tahun tapi bisa sukses dan rumah tangga harmonis. Padahal secara umumnya orang tionghua kebykan bilang beda 3 thn itu chiong. Selain itu, dlm hal mencocokan tanggal lhr wanita dengan pria itu gmana? Apakah dari jam, tanggal, bulan dan tahun itu harus “HAP” ( Cocok )? Gimana kalo salah satunya gak cocok? Saya lhr thn 1983 dengan cowok yang beda 3 tahun dengan saya tahun 1980. Apakah mmg tidak bagus? Mohon dibalas.

  12. dear lidya..
    mnrt saya dalam adat perkawinan menghormati leluhur adlh hal yg wajib mengingat pacar anda adlh kong hu cu… mmg susah klo pcran beda agama apa lg mencapai proses pernikahan ibarat kata ga mgkn dalam mengemudikan 1 kapal bisa 2 nahkoda? tergantung ke kamu dan pasangan lagi,jika kamu keberatan jgn di lakukan karna melakukan sesuatu dengan kepaksa hasilnya tidak akan bagus…
    JBU…

  13. Mohon bantuannya..
    gimana caranya ngitung hari baik buat married, soalnya taun ini aku mau married, tapi tanggalnya ga cocok mulu, krn terlalu banyak orang yang terlibat.. bkin bt aja. sblmnya thank’s atas masukannya. gbu

  14. Saya mau tanya tentang hub. dgn pacar. Beda umur 4 tahun pacar 1975 saya 1979. Walaupun keluarga pacar kristen tetapi msh sangat kental akan tradisi. Saya melayu, pacar saya tionghoa pontianak. Kita kenal karena satu kantor dan akhirnya pacaran tapi skrg saya pindah kerja. Saya sudah kenal dengan keluarganya di jakarta, tetapi belum kenal dengan orang tuanya. Mama,papa pacar tinggal di pontianak. Apakah kaum chinese harus menikah dengan chinese lagi?? Masa pacaran sudah 2th..
    thanks for replying

  15. Teman-teman, saya mau tanya. Ada yang tau gak kalo mau rental baju kawin adat tradisional cina dimana yah? (Baju mempelai pria dan wanita nya. Baju yang mempelai wanita warna merah, pakai tutup cadar dan ada pita merah yang dipegang bersama-sama antara si mempelai pria dan wanita. Re:itu loh yang kayak di film2 cina, ckckckck) Ada tempat rental baju itu gak ya? Trus kira2 harga rental nya berapa ya? Karena saya ingiiin sekali pake baju itu waktu saya menikah. Tolong bantuannya temen-temen sekalian ya. Please email langsung aja ke email saya, add nya: laura_setiawati@yahoo.com
    Makasih banyak yah temen-temen.

  16. Teman2…
    Mau tanya nih tentang budaya china di Indonesia…
    Gini…
    Apakah ada larangan dari pihak orang tua jika seorang laki2 jawa menikah dengan seorang perempuan berdarah china/tionghoa?
    Kok dilarang kenapa?
    Apa ada budaya seperti itu, masyarakat china hanya boleh menikah dengan masyarakat china?atau boleh dengan Jawa?
    Yang saya tekankan disini adalah yang laki2 jawa yang perempuan china/tionghoa?
    Mkasih jawaban dan komentarnya…
    Bisa di balas di email saya…
    dhito_26082k5@yahoo.com

  17. Pingback: PERNIKAHAN ADAT TIONGHOA « o happy day!

  18. Mohon bantuannya. Saya seorang warga RI keturunan tionghoa dan telah melakukan pernikahan pd 7 Juli 2007 dan telah bercerai pada tgl 4 Maret 2008. Perceraian ini merupkan gugatan dari suami saya. Pernikahan kami hanya berlangsung selama 4 bulan dan dilanjutkan dengan pisah rumah (saya dikembalikan ke rumah orang tua).

    Pd tgl 10 April 2008 saya menerima surat dari kantor pengacara mantan suami mengenai permintaan harta bersama hadiah pernikahan teh pai dikembalikan setengah. Bagaimana hukum yg mengatur mengenani perhiasan yg didapat oleh pengantin perempuan, apakah hal tersebut harus dikembalikan? Apakah mantan suami saya berhak meminta perhiasan tersebut?

    Perlu diketahui pada saat sbl pernikahan, tepatnya pada saat prosesi sang jit, tidak ada mas kawin, karena diakui oleh pihak keluarga suami (adat Chinese – Aceh) bahwa mas kawin diberikan pada saat teh pai. Dan pada saat teh pai saya hanya mendapatkan sebuah kalung, gelang dan liontin seberat 8,8gram yang dipakaikan oleh orang tua suami setelah saya menuangkan teh tersebut.

    Mohon bantuan teman2 semua. Apakah bisa memberikan informasi mengenai ahli adat kita ini? Tolong, saya benar2 tidak mengetahui hal tersebut. Keluarga besar mengatakan bahwa perhiasan yg diberikan kepada pihak perempuan pd saat teh pai adalah hak perempuan tersebut, sedangkan perhiasan dan angpau yg diterima oleh psuami adalah hak suami.

    Sekali lagi mohon bantuan teman2 semua. Terima kasih.

  19. Untuk semua teman-teman yang akan segera menikah, kami menjual segala keperluan pernikahan suku Tionghoa. Boleh dibilang A to Q lah (karena tidak mungkin bisa A to Z, soalnya suku tionghoa ada beribu2 macam dan semua adatnya beda). Kalo teman-teman berada diluar kota Medan, barang pesanannya akan kami kirim dengan biaya pengiriman ditanggung pembeli. Semua barangnya diimport dari beberapa negara: Taiwan, China, dan Malaysia.
    Jika barang yang teman-teman mau tapi tidak ada dalam FS kami, kami bisa carikan. Lagi pula banyak barang dagangan kami yang tidak kami masukkan kedalam FS acc kami. Teman-teman tinggal email ke kami. Lebih bagus kalo ada penjelasan atau gambar barang tersebut. Mudah-mudahan segala keperluan teman-teman bisa kami penuhi.
    Coba liat fiendster account kami, Eternal Marriage. Kalo mo add kami, emailnya emarriage@yahoo.com.

    Thanks.

  20. Biasanya barang” apa saja yang di hantarkan pada saat sang jit oleh pihak laki”? dan apa saja yang di hantarkan oleh pihak perempuan? sesuai adat hokkian. thx!

  21. Biasanya barang” apa saja yang di hantarkan pada saat sang jit oleh pihak laki”? dan apa saja yang di hantarkan oleh pihak perempuan? sesuai adat hokkian. thx! balas na langsung ke email saya aja di Lusi_mail@yahoo.com

  22. mohon bantuannya.saya mau menanyakan apakah tradisi perkawinan semarga masih ditabukan dan dilarang sampai saat ini?
    Menurut anda jika orang yang memiliki margaq yang sama tetap melangsungkan pernikahan apakah mungkin akan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi keluarga serta keturunannya?
    Menurut anda pewarisan marga sekarang ini apakah hanya berdasarkan garis keturunan pihak ayah saja?Jika memang ada yang menurunkan marga dari garis keturunan ibu,apa yang menyebabkan nya?
    terima kasih.

  23. Kami minta ijin mengambil data di web ini untuk menambah bahan buku muatan lokal pendidikan multikultur untuk SMP di Kalimantan Barat.
    kami akan mencantumkan sumbernya dari web ini.
    terima kasih

  24. syalom…saya keturunan tionghoa dan enggkong Alm. saya berasal dari tiongkok asli di keluarga saya sangan di tentang kuat masalah adat-istiadat khususnya adat kita tioghoa namun buat saya pribadi kita pake adat Kristus aja setelah perberkatan dan ucapan syukur undang keluarga dan teman2 ini jauh lebih baik dari pada kita mempertahankan adat dan istiadat kita… ribet bangat…. Jbu

  25. Hi! Saya punya pertanyaan, nih:

    Apakah benar kakak-beradik tidak boleh menikah bersamaan dalam 1 tahun shio? Katanya bisa mengurangi rejeki dari salah satu pasangan tersebut. Tapi, ada yang bilang boleh, asal kakak-beradik tersebut berlainan gender.

    Saya (wanita) shio Ayam Jago dan pasangan (pria) shio Babi. Apakah baik jika menikah akhir tahun 2008?

    Mohon bantuannya yah, jika ada rekan yang paham adat ini…

    Terima kasih…

  26. For: September 2008 and the Implementations!

    I care about someone special to talk to, asked me too. All you have to learn . . . use to be that I believe in:

    THE WEAK TO WATCH OVER YOU RATHER THAN NG I/O’S LABA OR BAAL

    They, The Weak . . .

    Slanderers, God-haters, insolent, arrogant and boastful; they invent ways of doing evil; they disobey their parents;

    Put to death, therefore, whatever belongs to your earthly nature: sexual immorality, impurity, lust, evil desires and greed, which is idolatry. Because of these, the wrath of God is coming.You used to walk in these ways, in the life you once lived. But now you must rid yourselves of all such things as these: anger, rage, malice, slander, and filthy language from your lips. Do not lie to each other, since you have taken off your old self with its practices and have put on the new self, which is being renewed in knowledge in the image of its Creator.

    Cause I know!

  27. Umpan Papan

    Penyataan Penguasa Kerajaan Angkasa yaitu Metrotv Indonesia tentang “ISLAM RADIKAL”

    Penyataan Noname:
    Tidak ada ISLAM RADIKAL di INA, yang ada adalah ISLAM BRUTAL macam PARPOL: PPP, PKB, PAN, PKS dsb. Fatwa-2 mereka adalah buktinya! yaitu Kesombongan relegi mereka! Sejauh ini mereka para separatis, teis, tradisionalis, pragmatis dan modernis. Jelas, Modality mereka hanyalah untuk kaum-2 yang kuat di INA ini, tidak untuk kaum yang lemah:entah kaya, miskin, fakir atau milyader dsb. ISLAM adalah agama yang baik dan Kafirnya adalah para kafir dalam ISLAM itu sendiri yang cenderung memberikan beban yang berat kepada orang-2 lemah dengan alasan yang penuh dengan nuansa hiperbola sifatnya.

    Hormat saya,
    Pemerhati Program TV INA

  28. About Making Love:
    TRUE:Laki tulen kawin sama Wanita Tulen.
    TRUE:Tidak boleh mengawini famili sendiri, apalagi Ortu.
    TRUE:Keduanya harus berdasarkan LOGIKA:CINTA KASIH.

    Hormat saya,
    Pemerhati Seputar Kelamin

  29. Pingback: Mengenal Pernikahan Adat Tionghoa | RepublikFoto

  30. mau tanya nih apa ada hubungan dan masalah jika terjadi pernikahan antara orang tionghoa dan pribumi?
    kalo ada apa efeknya bagi pernikahan dan kehidupan berumah tangga nantinya?trims

    • Nggak apa-apa kok; kan yang penting kehidupan rumah tangga pasutri.

      Yah… kalau keluarga besar nggak suka ya jangan dekat2 dengan mereka…

      Reaksi mereka biasanya tergantung berapa banyak pasangan campur di keluarga besar itu sendiri. Contohnya; dari keluarga mama aku, tidak ada yang menikah campur jadi mereka gampang sewot kalau sepupu2 aku mau menikah campur atau bahkan menikah beda agama. Bahkan mereka tidak suka kalau ada yang menikah dengan orang China asli dari P.R.China.

      Sedangkan dari keluarga papa, karena banyak yang menikah campur (dan mungkin tingkat pendidikan juga berpengaruh?) mereka lebih menerima pernikahan campur.

      *At the end of the day its your life and your family that you’re going to build; its up to you how much you’re gonna let the others interfere with your marriage :) Good luck!!!

  31. mau tanya saya mau cari hari baik buat meried

    andri : 1o juni 1982 shi o anjing
    eni : 9 Januari 1982 shio ayam

    kapan yah kira2 hari baik kalau bisa januari 2010 keatas
    thx b4

  32. aku mohon yang bisa bantu aku,
    aku butuh bantuannya neeeehhhh…
    terutama kepada saudara Octorio Ramiz, kepada yang laen yang mau bantu, aku sangat berterimakasiihhhh…
    aku mahasiswi fak hukum brawijaya. yang aku pengen tanyain,,
    bagaimana tata cara dan hukum materiil n formil yang mana yang dipake ketika ada warga negara tionghoa yang bergama Islam mau menikah sekalian sama pembagian waris warga tionghoa yang beragama slam. aku bingung banget…

  33. salam hangat buwat masyarakat tionghoa
    saya tertarik untuk menggali dan mengangkat budaya dan adat istiadat masyarakat tionghoa yang saat ini masih dianggap bukan kebudayaan masyarakat indonesia,padahal kalau boleh jujur masyarakat tionghoa juga sudah memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi perkembangan bangsa indonesia

    • @iman

      Wah terharu deh…pak

      Dulu saya ‘kabur’ dari indo bertahun-tahun yang lalu; kalau semuanya begitu hangat kayak bapak, saya bakal mikir balik ke indo lagi…

      Mungkin bisa kontribusi ilmu yang sudah saya colong dari negara2 lain untuk kemajuan Indonesia…

  34. saat ini saya sedang ingin membuat suatu proposal untuk tugas akhir kuliah saya..

    dsini saya ingin mencoba membahas tentang budaya tionghoa
    namun yang ingin saya tanyakan
    mengapa ketika orang tionghoa pada saat melakukan pernikahan masih menggunankan tradisi-tradisi tertentu, seperti acara tea pai. sedangkan pada saat resepsi pd mlm hari mengapa kita menggunakan pakaian “ala barat”??
    tolong dbantu ya.. nope_gabson@yahoo.ie
    terima kasih

    • @Novita:

      Hmm, bukannya karena budaya peranakan tionghoa di indo tuh udah kecampur2 ya? Dan ada tendensi merasa bangga kalau kebarat-baratan; katakanlah mereka merasa modern/nggak kampungan, tapi pada saat yang sama masih menunjukkan kalau punya budaya sendiri (bagian pesta tradisionalnya)

      Dan agama juga berpengaruh. Ortu aku dulu tahun 79 pestanya 3 macam; tradisional tapi dibuat simple, nggak pakai kostum gede2an, paling2 pakai ciong sam sederhana; misa di gereja, lucu dong kalo pake ciong sam, entar diketawain tamu; resepsi, pakai gaun model china modern kayak bintang film shanghai jaman dulu tuh.

  35. Pingback: Adat Pernikahan suku Tionghoa « INDOCULTURE ONLINE

  36. mau tnya,,,saya kn bkan orang china dan agma saya islam tpi sya pnya cowok yg orang china n agma na islam,,,
    truz gimna bsok klau acra prnikhan???????
    pkai adat china atau tdak?????????
    ortu cowok si k2 na china cuman yg ce islam n cowok budha,,,,
    ksi sran donk !!!!!!!!!!

  37. Wah, ruwet banget ya…

    Jadi malu saya orang keturunan sering ke pesta pernikahan sepupu2 tapi kok nggak tau ada beginian. Bentar lagi mau menikah sama tunangan saya tapi karena kita berdua keukeuh mau bayar sendiri biaya pernikahan jadi kita simpel-in aja… Daripada buat bayar pesta, duitnya buat bulan madu ato beli rumah aja hahaha…

  38. Kenapa manusia bikin adat yang ribet2? bukankah inti dari sebuah pernikahan adalah menyatukan 2 anak manusia? Kalau beda suku tapi seagama bukankah yang lebih utama adalah agama? Dalam Islam setau saya dari yang telah saya baca, yang utama adalah ijab-kabul, mahar dan walimahan (semampunya). Manusia membuat peraturan sendiri dan mempersulit keadaan dengan budaya ini itu sehingga menjadi ribet dan bermasalah. Nikah aja sederhana, pernikahan itu hanyalah gerbang suatu kehidupan jadi sebaiknya duit ditabung aja buat kebutuhan rumah tangga kelak (melahirkan, pendidikan anak, gizi dan kesehatan, dll). Kita nggak pernah tau apa nantinya kita akan tetap punya uang atau tidak. Yesterday is history and tommorow is mistery. Betul tidak?

  39. Mau tanya donk soal ciong nih, memang betul kalau selisih 6 thn itu ciong besar?? maksudnya bagaimana?? Kan kita sudah ada Tuhan yang selalu mengatur hidup kita, apa betul ciong itu masih berpengaruh?? Mohon comment donk bagi orang yang bener2 mengerti tentang ciong itu.

  40. saya tahu uang susu itu biasanya brp duit dan tata cara pernikaan tionghoa gimana yah dari salon lalu kemana dan gimana lagi apalagi saya akan pemberkatan digereja.

  41. Saya dapat informasi kalo pernikahan yang dilaksanakan dalam satu keluarga sebanyak 2 kali dalam satu tahun itu tidak diperbolehkan,apakah benar?
    Apabila tetap dilakukan pernikahan tersebut apa ada ritual khusus yang harus dilaksanakan oleh kedua belah pihak untuk menghidari jionk?

    Mohon jawaban bisa dijawab via email saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s