Tionghoa dalam Dinamika Sejarah Indonesia Modern: Refleksi Seorang Sejarawan Peranakan****

Tionghoa dalam Dinamika Sejarah Indonesia Modern: Refleksi Seorang Sejarawan Peranakan
Heterogenitas Golongan Tionghoa
Kekerasan atas Tionghoa dan “Koloborasi”: Kasus Jaman Jepang
Hubungan Pribumi–Tionghoa
Tidak Banyak Hal Yang Baru Dalam Social Policy Tionghoa
Catatan Kaki
All Pages
Page 1 of 6

oleh: Didi Kwartanada++++
“. . .Indonesia, the largest country in the world with a Chinese problem”[1]

Pendahuluan: Love and Hate Relations
Pertama-tama saya mohon maaf, karena tidak banyak waktu untuk melakukan persiapan penulisan makalah ini. Waktu penelitian kepustakaan di Belanda yang hanya dua bulan sama sekali tidak menyisakan banyak waktu untuk hal-hal lainnya. Jadi kebanyakan bahan yang disajikan disini adalah yang masih terekam dalam benak saya, sehingga pemaparannya jauh dari lengkap dan bersifat fragmentaris. Walaupun judul ceramah ini sangat luas, namun saya akan membatasi diri pada peran atau kontribusi Tionghoa dan juga hubungan Tionghoa dengan pribumi. Saya akan mengajak Bapak Ibu serta hadirin sekalian secara sersan—serius tapi santai—untuk berkelana sejenak ke masa lampau.

Artikel Terkait :

Di Indonesia dijumpai adanya hubungan –mengutip istilah Dr Mely G.Tan–“love and hate relations” (hubungan cinta-benci) antara orang Tionghoa dan Indonesia.[2] Sebagai contoh yang paling mudah, saat pertandingan olahraga (khususnya badminton), orang akan memuji-muji para atlet Tionghoa apabila mereka memenangkan suatu kejuaraan internasional. Namun saat media massa mengungkapkan penyelewengan dalam bidang ekonomi dan moneter yang dilakukan pengusaha Tionghoa (lengkap dengan nama Cinanya!), orang akan memaki-maki mereka.
Baru-baru ini saya mendapatkan di KITLV satu tabloid bernafaskan Islam yang cukup radikal bernama “Jurnal Islam” (selanjutnya disingkat JI) yang terbit setelah lengsernya Soeharto. Isi tabloid ini penuh dengan makian dan kekhawatiran (phobia) terhadap Yahudi-Zionis Israel–Barat–Nasrani dan Cina (Perantauan). Bahkan selalu dituduhkan adanya konspirasi  mereka berempat untuk melawan Islam (sic!). Yang menarik, walaupun memaki-maki Cina, namun tabloid ini juga menyajikan satu atau lebih laporan yang simpatik tentang aktivitas Tionghoa Muslim maupun organisasi mereka, yakni PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Muncullah judul2 berita yang provokatif tentang Cina sbg berikut:
·“Awas, Cina Perantauan Ancam Umat Islam” (JI, 2-8/2 2001: 8-9);
·“Konglomerat Cina Mau Makar” (JI, 9-15/2 2001: cover);
·“Siluman Cina Ingin Jadi Presiden” (JI, 16-22/2 2001);
·“Ekonomi Umat Islam Dicengkeram Yahudi dan Cina Kafir” (JI, 8-14/12 2000: 14-15).

Namun nada dan pandangan yang berbeda muncul saat berbicara tentang Tionghoa Muslim:
·“PITI: Berpotensi Besar untuk Membesarkan Islam” (JI, 29/9-5/10 2000: 14);
·“Persaudaraan Muslim Tionghoa Indonesia: Embrio Baru dalam Syiar Islam” (JI, 3-9/11 2000: 14).
· “PITI: Menyiapkan Pemimpin yang Solid” (JI, 22-28/9 2000: 23)

Disini tampak bahwa love and hate relations sudah menjadi “us” (kita) and “them” (mereka). Ini sekedar contoh saja dan tentunya rekan-rekan dari IAIN bisa berbicara lebih dalam soal ini.

Tabu di Jaman Rezim Orde Baru

Rezim Orde Baru (1966-1998) dikenal menabukan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tionghoa, bahkan disebut “mempunyai masalah Tionghoa terbesar di dunia” (lihat kutipan di atas). Rezim ini menciptakan konglomerat2 Tionghoa (mayoritas Tionghoa totok).[3] ,sehingga kesan Tionghoa sebagai economic animal yg amat serakah menjadi sangat kuat. Akan tetapi orang sering lupa, bahwa konglomerat bisa bebas beraksi karena mendapatkan dukungan dari penguasa, birokrasi dan militer (dengan kompensasi pembagian keuntungan, tentunya!).
Rezim Orba juga memarjinalkan fakta bahwa golongan Tionghoa ikut berperan  dalam pembentukan nasion Indonesia, khususnya dalam bidang bahasa, pers dan sastra.  Pers Tionghoa dalam bahasa Melayu ikut menyebarluaskan bahasa Melayu sebagai lingua franca di Indonesia sejak 1890-an. Dari penelitian Claudine Salmon (sejarawan Perancis) dalam periode 1870-an hingga 1960an, sastrawan Tionghoa peranakan telah menerbitkan lebih dari 3,000 judul karya sastra dalam bahasaa Melayu dari berbagai bentuk: sandiwara, syair, terjemahan karya-karya Barat atau Tiongkok, novel dan cerpen.[4] Ternyata hasil sastra inipun dinikmati oleh publik non-Tionghoa.[5] Hasil penelitian Claudine ini berhasil memperkenalkan genre sastra ini ke hadapan publik internasional. Ironisnya, hingga kini Sastra Melayu Tionghoa masih belum sepenuhnya diakui sebagai kesusasteraan Indonesia modern. Buku pelajaran Sejarah Nasional Indonesia (SNI) pun sama sekali tidak menyinggung berbagai sumbangan tersebut.[6] Pada periode Orba juga tidak banyak literatur yang tersedia tentang golongan Tionghoa, jadi keberadaan mereka kurang banyak dipahami masyarakat umum.
Kejatuhan Orde Baru ternyata diiringi dengan kemunculan kembali minat yg besar ttg soal-soal “ketionghoaan”, dengan bermunculannya berbagai kegiatan ilmiah dan publikasi bermacam bahan tentang sejarah, adat istiadat dan budaya Tionghoa, yang sebelumnya ditabukan, seperti yang sudah kita saksikan dalam film tentang Imlek di Semarang tadi.[7] Di pihak lain, kita disadarkan pula bahwa tidak banyak akademisi dari kalangan generasi muda –baik Tionghoa maupun non-Tionghoa–yg memfokuskan diri dalam bidang ini.[8] Dengan demikian kajian tentang Tionghoa tidak banyak tersedia di toko-toko buku.  Oleh karena memang para akademisi belum banyak melakukan riset tentang komunitas Tionghoa di luar Jawa,[9] maka kajian yang ada masih bersifat “Jawa sentris” dan hanya ada satu dua studi tentang Sumatra[10] dan beberapa mengenai Kalimantan Barat.[11] Dari segi jender, kajian atau sumber-sumber tentang perempuan Tionghoa Indonesia masih sangat sedikit.[12] Namun hal yang menggembirakan, ternyata di kalangan Tionghoa (non-akademisi) juga terdapat beberapa peneliti dan pengamat yang cukup handal.[13]

Siapakah orang Tionghoa itu?
Siapakah orang Tionghoa itu? Banyak jawaban yang bisa diberikan, namun menurut penulis orang Tionghoa adalah mereka yang mengidentifikasi dirinya sebagai orang Tionghoa, mempunyai darah Tionghoa (walaupun sudah banyak bercampur) dan mempunyai nama Tionghoa (namun banyak Tionghoa Indonesia yang lahir dimasa Orba tidak lagi mempunyai nama Tionghoa). Satu hal yang khas dari Tionghoa peranakan dari Indonesia (khususnya Jawa), bahwa mereka sudah tidak bisa lagi berbahasa Mandarin. Banyak cerita tentang peranakan dari Jawa, saat mereka melakukan perjalanan ke Singapura, Hongkong, RRT ataupun di Barat, selalu ditanya:  “anda orang Chinese, mengapa tidak mampu berbahasa Mandarin?“[14]
Bagi generasi pra-Orba,  istilah “Cina” jelas berkonotasi merendahkan, oleh karena itu mereka lebih suka disebut “Tionghoa”. Sejarah pemakaian kata “Tionghoa” berawal di kalangan perkumpulan Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) Batavia pada tahun 1900. Pada saat itu istilah “Tjina” atau “Tjienna” –yang dipakai sejak lama– mulai dianggap merendahkan. Pada tahun 1928 Gubernur Jendral Hindia Belanda secara formal mengakui penggunaan istilah “Tionghoa” dan “Tiongkok” untuk berbagai keperluan resmi.[15] Penggunaan istilah “Tionghoa” ini hanya bertahan selama 38 tahun saja, karena di tahun 1966 Orde Baru kembali menggunakan istilah “Cina”. Menarik sekali bahwa istilah “Tionghoa” ini sangat khas Indonesia, karena di Malaysia dan Singapura istilah “Cina” masih lazim digunakan.

Tionghoa dalam Dinamika Sejarah Indonesia Modern: Refleksi Seorang Sejarawan Peranakan
Heterogenitas Golongan Tionghoa
Kekerasan atas Tionghoa dan “Koloborasi”: Kasus Jaman Jepang
Hubungan Pribumi–Tionghoa
Tidak Banyak Hal Yang Baru Dalam Social Policy Tionghoa
Catatan Kaki
All Pages
Page 1 of 6
About these ads

55 thoughts on “Tionghoa dalam Dinamika Sejarah Indonesia Modern: Refleksi Seorang Sejarawan Peranakan****

  1. Mas Didik. saya mau menanyakan lebih jelas. pandangan Bung tentang orientasi oraNG cina yang berada di Malang,khususnya yang berbicara tentang etnsi Cina yang dibantai pada peristiwa 1947.
    Organisasi Cina apa saja yang berhubungan dengan Tiongkok-indonesia?

  2. Artikel ini banyak memberikan informasi yang bermanfaat. Saya sedang meneliti tentang peran orang Tionghoa dalam seni-budaya di kota Malang tahun 1960an, dan ingin kontak dengan Bpk Didi dan teman-teman lain yang dapat membantu.

  3. Saya membuat research tentang orang Tiong hoa. Siapa bisa mengetahui tentang hal ini. Bantu mengirim ke E-mail saya. Terimah Kasih

  4. mas saya tertarik bgt nih sama tulisannya…oh iya kira2 saya bisa bertanya2 soal ini sama mas.saya mau membuat fil dokumenter ttg sejarah perkembangan tiong hoa khususnya di glodok untuk tugas semester.mungkin saya bisa menjadikan mas sebagai salah satu narasumber saya dengan informasi yang mas punya..saya tunggu jawabanya di email saya ya mas..terima kasih

  5. saya seorang pribumi, turunan betawi-jawa. dalam hal ini saya ingin menulis skripsi tentang penghabat terjadinya akulturasi budaya tionghoa dgn tionghoa. sebab banyak terjadi permasalahan kultural yang pada akhirnya berakhir pada kekerasan. bagi saya hal ini karena dendam sejarah dan konflik mitos yang terus terjaga dikedua belah pihak. yang saya ingin capai adalah proses sejarah yang dapat mempengaruhi prame berpikir agar menaruh sejarah sebagai eksistensi dari dinamika kehidupan manusia. jadi tolong bantu saya untuk menuntaskan tulisan saya dengan memberikan informasi dan data-data mengenai hal itu teruama pada masa VOC, kolonial belanda, jepang dan proses proses kultural yang menghambat integrasi baik itu bahasa dan lain-lainnya. data-data dan informasinya dapat dikirim ke sasi_ireng@yahoo.co.id.
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  6. Dear Bung Ketel,

    Saya hanya bisa menyarankan Bung untuk mengikuti milis budaya tionghua dan mencoba mencari data yang anda perlukan di milis tersebut (linknya ada di sebelah kanan web ini).
    Jika tidak menemukan data yang diperlukan, Bung bisa juga melontarkan pertanyaan ke milis.

  7. kawan-kawan, salam kenal….

    membaca artikel ini cukup menarik, tapi tiba-tiba saya ingat satu buku yang sempat dicetak (kembali) oleh kawan-kawan dari surabaya, judulnya “indonesia dalem api dan bara” oleh seorang penulis tionghoa, cambuk berduri, nama pena dari kweek Thiam tjing (semoga benar tulisan saya).
    buku ini menarik, ditulis dnegan gaya bahasa yang masih ada pada jaman itu (ejaan lama dan campur-campur melayu, jawa, belanda, dll.) tentang mulai masuknya jepang ke malang dan endingnya tentang pembantian etnis tjina di malang.
    buku itu sangat informastif untuk menfapatkan gambaran tentang hubungan dan kondisi pada saat itu.
    demikian kawa-kawan, semoga bermanfaat

    salam

  8. mas didi halo bagaimana kabarnya, aku lagi membaca bebrapa sumber tionghoa perempuan, bisa membantu

    salam
    arief akhyat

  9. Artikel ini membantu saya lebih memahami sejarah sosial warga tionghoa di Indonesia, tapi ada bagian yang terlewatkan dari artikel ini, yaitu peran beberapa perkumpulan tradisional Tionghaa seperti Hoo Hap Hwee, yang ada di beberapa kota besar di Jawa dan beberapa di Sumatera.
    Kalau Bung Didik mempunyai sumber sejarah Hoo Hap, khususnya yang di Yogyakarta, bisakah kami dibantu?

  10. maaf apa bila tulisan ini agak menyentakkan dada para pembaca/dan membakar tubuh para penipu.dan akan menghancurkan kebatilan.akan tetapi kebenaran haruslah tetap di ungkap dan di jelaskan kepda masarakat.sebelum lebiih jauh membahas apa yang akan di sampekan.terlebih dahulu saya ingin bertanya kepada penulis di blog ini.sudahkah anda mengetahwi sejarah yang sebenarnya sehingga anda dengan mudah mmeponis dan menyatakan satu satu kesepakatan yang menurut anda valid.silahkan anda belajar kembali mengenai sejarah indonnesia yang asli,atau kalo mau mundur ke sejarah yang sebelumnya silahkan anda pejari sejarah nusantara.kebenaran itu bukanlah atas dasar kebencian akan tetapi yang benar adalah benar.dan yang lebih penting adalah kita menempatkan permasalahan pada tempatnya,sehingga kita adilo dalam menilai sesuatu dan tidak ceroboh terhadap apa yang memang kita tidak ketahwi.kalo kikta mengembalikan permsalah ini kepada AL-QUR’AN dan perjalan sejarah yang sangat panjang dari bangsa -bangsa yang besar.di antaranya.bangsa romawi.bangsa arab,bangsa cina.bangsa india,bangsa cina,bangsa nusantara.marilah kita membahsa terlebih dahulu depenisi bangsa.apakah sebenrnya depenisi bangsa itu.mari kita lihat bangsa india contohnya.india memilki ciri khas tersendri berbeda dengan bangsa selain india.dia memiliki bagian INDIA UATAR DAN INDIA SELATAN.dan india mempunya BAHSA TERSENDRI.DAN MEMPUNYA KEBUDAYAAN TERSENDRI.sperti itulah bangsa -bangsa di dunia ini.kalo sudah seprti itu tentu orang india tidak akan mahau apa bila tanaha yang memanbg ALLAH berikan kepada mereka di rmapas oleh penjajah.dan mencampuri urusan blitral mereka tentu mereka akan marah dan akan tersinggung karna mereka sebagai pribumi india .Allah telah membagi bagi manusia ini baagian dan temapt untuk manusia itu sendri/contohnya Allah berfirman:AKU CIPTAKAN MANUSIA BERBANSA-BANGSA DAN BERSUKU SUKU SUAPAYA KALAN SALING MENGENAL.dan dalam surat AN-NUR Allah berfirman BERSIAP SIAGALAH DI PERBATASAN -PERBATSAN NEGRIMU.nah kita sudah memilki wilayah masing-masing.lalu ada kepntingan apa orang di luar wilayah tersebut menerobos masuh ke nengri orang lain untuk mencari kepentingan perutnya.contohnya bangsa cina yang sekarang ini telah banyak merampas dan banyak mengambil hak-hak pribumi.mereka melakukan tipu daya dan tipu muslihat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.saya tidak meramalkan sesuatu yang belum terjadi.itu hanya ALLAH yang tahu.akan tetapi apa bila kita lihat populasi dan rencana meraka yang sangat licik dan sangat rahasia,dan bahkan tidak kelihatan oleh mata-mata yang rakus dan tamak terhadap kepentingan bersama yang meraka rencanakan untuk negri inonesia ini.ingatlah wahai penjual tanah tanaha rakyatkepda para penjajah yang notabenenya CINA,.Ingatlah pejuang negri ini tidak akan diam dengan segala tipu daya kalian yang bergabung dengan musuh.dan rela menggadaikan harta yang dimilki oleh pribumi ini.pejuang negri ini tidak akan tidup melihat negri kelahirannya di acak-acak oleh musuh yang bergabuing dengan pribumi yang abangan (londo ireng)lihatlah apa yang akan tarjadi di hari yang akan datang .apakh kemungkaran yang menang/ataukah yang hak itu kalah/tidak akan mungkin yang benar itu kalah.oke lah untuk sementara waktu kalin bisa berlenggang llenggang kaki di rumah kalian yang mewah dan apartemen kalian yang yang megah.tunggulah kehancuranmu wahai para pendusta.kami lahir di negri ini.kami di besarkan di negri ini.tanah air kami akan kami bela sampe titik darah penghabisan.tunggulah saatnya apa bila yang mempunya barang akan meminta kembali hknya .walapun kalin mengatakan kalian yang berbicara untuk kemajuan zamn.dan untuk kemajuan prekonomian di negri kita ,apakha kalin menganggap pribumi ini bodoh-bodoh semua sehingga tidak mampu untuk mengurusi negrinya.atau kah kalin menganggap pribumi ini primitif/ataukah kaln menggap apa bila tidak di datangkan penjajah yang bernama cina itu indonesia tidak akan maju.dan bahkan hancur.apakah hanya kalin yang pinter.atau paham cananya mengelola sebuah negri.tanyakan pada hatimu wahai para lomdo ireng.mungkin hanya ini yang bsia saya sampekan.semoga dengan ini membuat sadar para tamu yang tak di undang agar denagn cepat pamit meninggalkan rumah yang memang buka rumahnya.dan membuat sadar para beo yang rela dan senang dengan merak hanya karna rupiah ,walaupun menjual bangsa sendri.dan semoag dengan tulisan ini membuat sadar para pribumi yang masih berlenggak-lenggok dan masih simpati kepda mereka.

  11. Faham Yang Mengerikan
    Kemerdekaan , Kebebasan dan Persamaan

    Assalamualaikum Wr ……Wb …..
    Saudara-saudari se-Bangsa, Se-Bahasa, Se-Aksara, Se-Iman, Se-Perjuangan, dari dan demi ALLAH Maha Pengatur antara siang dan bergantiya malam serta Maha Pengasih dan maha Penyayang. Saudara – saudara dalam tulisan ini saya akan mencoba menarik benang merah dari beberapa kejadian dengan beberapa kata – kata dan Faham yang membahayakan kehidupan umat manusia khususnya terhadap cita- cita pembentukan Kebangsaan Nusantara Tunggallistik di masa – masa yang akan datang
    Kiranya dapat kita saksikan bersama pada saat sekarang ini manusia pada umumnya didunia ini mempunyai beberapa kecenderungan sifat – sifat dan prilaku buruk yang sangat menjijikan, memalukan dan kurang menghargai diri sendiri sebagai Mahluk yang paling mulia, Bahkan manusia cederung lebih biadab yang lebih dari binatang yang paling buas di Alam semesta ini yaitu Tak bermoral dan tak beretika antara lain Sebagai Berikut :

    1. Sabar sampai mati karena takut dan bodoh mengahdapi penguasa yang dzolim dan kafir serta tak berperasaan karena system pemerintahan yang super sentrallistik.
    2. Tahan menghadapi pelecehan, dan penghinaan yang menimpa dirinya ,merangkak dan merunduk jika ditekan dan diinjak–injak/dijajah oleh sesamanya.
    3. Tidak mampu memanfaatkan sebuah kesalahan dan kegagalan guna memperbaiki diri dan keadaan.
    4. Gemar dan merasa bangga melangar hukum ( Al-Qur’an dan Al-Hadist ) bahkan, manusia bangga dengan dosa – dosa yang telah mereka perbuat.
    5. Senang dan bangga berbuat Kriminal/kajahatan baik terang – terang maupun sembuyi – sembunyi.
    6. Suka hidup pura – pura dan akting fantasi sok tahu padahal bodoh tak ber-Ilmu
    7. Suka meniru / plagiatisme dan hafalan belaka karena malas berfikir dan tak mau kreatif.
    8. Tega mengorbakan kebahagiaan orang lain demi kebahagiaan diri sendiri bahkan rela mengorbanan umat dan Kehidupan akhiratnya demi Sepotong Kue/ indomi.
    9. Sok berkuasa, sok kuat, sok paling kaya padahal diriya lemah dan miskin ilmu dan amal.
    10. Berkeinginan bebas tak mau diatur dan memuja nafsu dan Uang serta Emas terbiasa mepersekutukan ALLAH SWT.
    Dengan adanya sifat-sifat kepengecutan dan kebiadabannya manusia yang sok tahu dan sok pinter serta megangap partai adalah jalan penyelesian yang terbaik dan demokratis ini akan menjadi kesempatan emas bagi para politikus busuk untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara memerintahkan agen-agen rahasia mereka/Antek–anteknya agar membisikan kepada sekelompok manusia bodoh tersebut bahwa peleceha, penghancuran, kekerasan, kekejaman dan penghiantan yang dilakukan adalah :
    1. Semata – mata demi kesejahteraan dan demi kemenangan bersama.
    2. Demi kebersamaan, kekompakan, kebersamaan, kesamaan hak, kemerdekaan, kelompok kita .
    3. Untuk menunjukkan bahwa kelompok kita adalah yang paling bener, paling mampu, paling kuat dan paling baik di atas segala – galanya.
    4. Demi menjujung tinggi demokrasi dan kemerdekaan 1000%
    5. Dan bermacam-macam alasan.
    Padahal sesungguhnya apa yang dikerjakan para politkus tersebut adalah sebuah kesesatan yang benar – benar nyata serta tak berdasar pada Al-Qur’an dan Al-Hadist. Juga beberapa akibat yang ditimbulkan dari tindakan para politikus yang busuk dan kafir serta Fasik tersebut adalah keaadaan sebagai berikut :
    · Manusia akan menjadi lebih buas dan tak bermoral serta siap melawan orang–orang yang lurus/kebenaran yang datang apabila kedatanganya akan menghalang – halangi niat jahat mereka .
    · Manusia akan membiarkan politikus tersebut/partai berbuat jahat dan buruk asalkan mereka dapat memberikan kebahagian dan kesejahtetraan berupa roti, indomi, uang, emas dan kedudukan.
    · Manusia agar dirinya tetap makan dan hidup serta agar dapat mengikuti hawa nafsunya akan membela mati-matian majikannya, partainya, si kafir dengan tetap melakukan teror, kekacauan, menebarkan rasa takut di sana sini guna mendapatkan order dan keuntungan materi yang besar dari situasi kacau balau tersebut.

    Dan para politkus busuk tersebut tetap akan mempersenjatai diri mereka dengan tipu daya, acting kepura-puraan sok social, dermawan seolah–olah sebagai dewa penolong padahal dialah otak dari segala kejahatan yang paling kejam di alam ini dengan menjajikan “ Kebebasan , Kesamaan Hak , Sama rasa, sama rata, Kesenangan duniawi, Kemerdekaan dll Senjata Kepura–puraan tersebut guna bertempur melawan dan mengahancurkan segala bentuk kebenaran dan kebaikan yang menghalang– halangi cita–cita busuk sang politikus walaupn harus melawan ALLAH Swt Sekalipun ( Al-Qur’an dan Hadist yaitu Hukum – Hukum ALLAH Swt ) Serta siap menhancurkan seluruh nilai–nilai, norma–norma serta adat istiadat yang baik dengan tetap menerapkan peradapan kejahiliyahan yang dimapan-mapankan selama ini.
    Maka dari itu di dalam peradaban kebangsaan Nusantara Tungallistik meniadakan, menolak segala faham yang berdasarkan Metreialisme dan Kapitalsmme Yaitu: Kemerdekaan, Kebebasan. Persamaan, Komonisme, Premanisme, Sosialisme, Anarkisme dll .Karena sesuai isi kandungan Al-Qur’an dan Al-Hadist Sesunguhnya Kemerdekaan, Kebebasan adalah hak ALLAH Yang Maha Kuasa sebagai Maha Pencipta yang bebas berbuat apa saja, kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja yang beliau kehendaki.
    Dan daripada itu melihat begitu jahatnya dan sangat mengerikan sekali bahaya yang diakibatkan dan ditimbulkan oleh faham / istilah tersebut antara lain manusia menjadi seperti gerombolan binatang buas yang kejam tak berperasaan yang haus akan kekuasaan, harta, benda, dan sabagian yang lainya di ninabobokan sehinga mereka tertidur pulas tak bersemangat yang ada hanya mimpi–mimpi panjang yang tak terealisasikan.
    Maka di dalam peredaban bangsa Nusantara yang berfaham Tunggalistik melarang faham-faham di atas untuk dijadikan slogan, acuan dan pedoman hidup dalam arti harus ditinggalkan untuk segera digantikan dengan falsafah Tri Falaq Kreatifitas Tunggallistik agar hidupnya tidak tersesat dan jahiliyah.
    Kita juga harus tahu bahwa di dalam perjalanan umat manusia sekarang ini, sebaik apapun Azas yang kita akan anut dan fahami semuanya tidak akan dapat terwujud dengan baik. Jikalau kita sendiri dalam pelaksanaanya tidak didasari dengan keiklasan, ketulusan, kejujuran kita, untuk benar-benar ingin melaksanakanya dengan sebaik – baiknya dan harus merasa memiliki serta bersedia mempertahankanya dengan cara tetap mewariskan faham tersebut kepada anak cucu Bangsa Nusantara dengan harapan sedikit demi sedikit mereka akan melupakan dan meninggalkan budaya kebiadaban.
    Agar Bangsa Nusantara dimasa–masa yang akan datang insya-ALLAH menjadi bangsa yang terunggul / bangsa pemimpin di antara bangsa-bangsa dunia. Sekalipun harus bersaing dengan kecerdasan dan kehebatan bangsa Yahudi, Amerika, Cina, Arab, Eropa, Rusia, bangsa jin bahkan bangsa Syetan sekalipun. Karena anak cucu bangsa Nusantara sudah memiliki jatidiri kembali Seperti kakek moyangnya di masa lalu.
    Demikianlah penjelasan yang bisa saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaikan ini bisa dipahami dengan benar dan meyadarkan kita semua dari segala macam kesalahan–kesalahan yang kita perbuat selama ini serta mau memperbaiki diri ke arah yang lebih ber-adab, ber-moral dengan memperhatikan dan memikirkan setiap ucapan dan perbuatan yang akan kita kerjakan, agar apa yang kita cita-citakan bersama berjalan sesuai dengan rencana yaitu Bangsa Nusantara menjadi bangsa yang lebih ber-Adab, ber-Moral, ber-Budi luhur, dari bangsa manapun di dunia dan meninggalkan istilah-istilah\paham-paham sesat sebagai mana yang sudah saya jelaskan di atas.
    Sebagai kata penutup dari penjelasan ini, saya selaku pemimpin tertinggi peradaban Bangsa Nusantara berpesan kepada seluruh warga Bangsa Nusantara dimana saja anda berada agar selalu mengahayati, mengamalkan dan mempertahankan jatidiri kita sebagai Bangsa Nusantara dan selalu mentaati Azas yang sudah ada.
    Semoga Allah menjadikan Bangsa Nusantara sebagai Bangsa yang di Ridhoi dan di Rahmati. sampai ke anak cucu kita nanti di masa – masa yang akan datang.
    Amin Ya Rabbal Alamin …………………..
    Ass………Wr……….Wb……….
    Bagi para pembaca dan seluruh rakyat silahkan menghubungi kami di alamat ini
    Al_lumbuky@yahoo.com
    majapahitbangkit@yahoo.com
    nusantara_bersatu@yahoo.co.id
    02170108374.

  12. haiyaaaaa ciilaka luuwa weelas

    mwahahahaha Anjing Arab bertebaran di-mana2,pura2 sok Nasionalisme

    Umar Abdan bagaimana klo kamu dgn konco2 kamu dtg di FC Kaskus.us

    ntar ngai kasih Penataran ttg ke Toowloolan Oouwllooh dan Seelam

    Seelam adalah Sumber Petaka manusiya

    Karena Seelam Indonesiya hancur dan terkebelakang

    Semuwa Negara Besar diduniya jadi Terkebelakang dgn masuknya Seelam

    Agama Najis yg disebarkan dgn Pedang dan Darah

    Kagak ada Manusiya yg lebih Nista dr Muslim yg Rela Mengkhianati Leluhur mereka,menghina Ibu mereka demi Dongengan 1001 Malam

    haiyaa

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=311498

  13. Assalamu’alikum wr. wb.

    Bung Didik yang baik.
    Artikel anda sangat bagus dan menantang untuk dibuktikan secara ilmiah. kalo hanya dikomentari (seperti diatas) Bung Didik tentu akan maklum dan memaafkannya.

    Saya punya niat mau menulis tentang Peran Pers Tionghoa – Melayu dalam penyebaran bahasa yang kemudian kita kenal dengan nama Bahasa Indonesia, yang kemudian menjadi modal dasar dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
    Bisa tidak dibayangkan suatu negara menggunakan 250 bahasa nasional? kan harus satu bahasa nasional, nah bahasa nasional itu kan tidak tiba tiba ada dan di digunakan semua orang, tentu ada yang menyebarkannya, yang menjadikan bahasa itu digunakan oleh banyak orang. Bahasa yang bisa diterima oleh semua fihak.
    Saya punya asumsi, untuk saya bangun menjadi hipotesa (semacam itulah), bahwa pers Tionghoa-Melayu merupakan sarana penting yang melahirkan bangsa Indonesia, melalui bahasa yang digunakan dalam penerbitan suratkabar Tionghoa-Melayu yang terbit dan beredar di kota-kota besar di seluruh Nusantara.

    Saya hanya ingin mengungkap apa yang seharusnya terungkap, melalui pembuktian pembuktian yang didukung oleh data…..
    Mohon kiranya Bung Didik dapat membantu saya mengumpulkan bahan.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.
    Salam hormat dari Jogja

  14. oi umar abdan…
    dodol banget sih lho…!!!! ini negara bukan kamu yang cipatain, emang milik nenek moyangmu… tapi mengambil kehidupan dan menyiksa orang bukan hakmu bodoh!

    kalo ngga gara2 orang tiong hua yang memperbaiki dan bantu banyak ekonomi bangsa dan negaramu ini.. ga bakalan maju2 lah orang yang punya pikirtan kayak kamu dodol!

    kalau aja semua orang berdarah sama kayak kamu mikir kayak kamu semua…..
    ajur negaramu dodol polllll!!!!!!!!
    ga sekolah ya mas????

  15. umar abdan2, mau jadi apa orang kayak kamu di masa depan….. kayaknya di list masa depan kamu ngga ada di sana d… malu-maluin aja kamu itu…!

  16. bagi saya tulisan mas didi cukup baik, namun sangat ada komentar yang akan menarik garis sebuah perbedaan. mungkin ini adalah salah satu dampak dari sejarah. tapi mbok ya kita melihat sejarah biar kita mengerti akan sebuah pwermasalahan. objektif dikit dong

  17. dear Umar abdan
    pennyakit saudara sudah parah tolong cepat-cepat perisakan diri anda, sebab nanti bisa( sory disensor). manusia sekarang sudah masuk dalam tataran hiper-moralitas. segala bentuk-bentuk nilai ( hal yang mapan) tidak dapat menjamin manusia untuk kembali pada sejarahnya. anda sebagai orang yang konservatif saya cukup bangga, ternyata masih ada dialektika dalam dinamika kehidupan sekarang ini. sejarah adalah sebuah flim besar yang beraktorkan banyak manusia. dimana skenario tuhan telah mati, yang pasti adalah skenario kematian.

  18. Untuk UMAR ABDAN

    Cara berpikir yang cukup sempit. Mohon jangan membawa2 agama saya dalam hal ini. Anda hanya mempermalukan umat2 Islam, maupun agama2 lain, Indonesia yang berkeinginan untuk mempersatukan bangsa ini tanpa memandang suku, warna kulit, ras, budaya, dan agama.

    Anda pikir hanya orang2 keturunan Tionghoa saja yang korup?? mungkin anda perlu mengaca, kulit2 warna apa yang menghiasi gedung MPR/DPR kita?? Tanyakan kemana larinya uang2 pajak kita??

    Terima kasih.

    Untuk HAIYAA

    Anda tampaknya orang yang cukup bodoh. Dari cara bicara anda bisa dilihat anda kurang pendidikan dan mudah terpancing emosi. Apalagi bacaan anda FC Kaskus, subforum di Kaskus yang terkenal banyak orang kampungnya.

    Terima kasih.

  19. Untuk Semua…
    Apakah kita pernah ingat bahwa kita meminta kepada TUHAN untuk dilahirkan sebagai orang indonesia? atau sebagai orang cina? atau orang amerika? atau orang arab? pernahkah?
    Ingatkah kita bahwa kita meminta dilahirkan dengan kulit hitam? hidung macung? rambut merah? pernahkah?
    Mengapa kita dilahirkan dengan kondisi seperti kita dilahirkan?
    Semua yang diciptakan TUHAN pasti ada maksud dan tujuannya, dan maksud dan tujuan itu pastilah KEBAIKAN….

    Khusus untuk Umar Abdan (Saya juga Muslim),
    Islam diciptakan untuk apa? Untuk membenci umat lain selain islam? untuk memerangi secara fisik umat lain? Apakah Nabi Muhammad menganjurkan untuk membenci umat lain dimuka bumi ini? Apakah ALLAH SWT menurunkan Islam untuk membenci umat selain umat Islam di muka bumi ini?
    Apakah bumi ini hanya diciptakan untuk umat Islam saja? Apakah umat Islam adalah umat yang terbaik di muka bumi ini? Apakah setiap orang yang mengaku sebagai Islam dengan otomatis menjadi sosok yang terbaik? Pertanyaan yang akan sangat sulit dijawab oleh umat Islam yang ada di Indonesia.

  20. Salam. Menarik baca artikel ini. Bila ada referensi soal dinamika politik Tionghoa, Saya suka bila dishare di sini. Saya kebetulan lagi riset topik itu untuk studi di pasca Universitas Airlangga. Sukses. xie-xie.

  21. Mas, suka banget dapat informasi yang Mas tulis. Saya pingin dapat informasi tentang etnis Tionghoa di Yogyakarta, dari sejak kapan etnis ini masuk ke Yogyakarta serta perkembangannya. Kalau ada bukunya, judulnya apa dan dimana saya bisa mendapatkannya. Mohon dibantu ya Mas. Saya lagi mau persiapan penelitian disertasi saya. Saya sangat senang sekali bila Mas Didi bisa membalas message saya ini lewat email saya :dhonodrs@hotmail.com. Trimakasih.

  22. saya suka sela;i rubrik2 sejarah, palagi yg membahas sejarah warga tionghoa di Indonesia. oia, kalo mas nya tau komunitas tionghua muslim di surabaya, kasih tau saya OK…trims

  23. Asslammualaikum. mas didik mau tanya, sebenarnya keberadaan PITI pada awalnya tahun 1958an apa memang ingin melindungi warga Muslim Tionghoa dari image buruk BAPERKI?tapi yang saya heran disini kenapa BAPERKI di identikan dg komunis?pdhal pernah saya tanyakan langsung sama salah satu pengurus klenteng di Malang, beliau mengekspresikan kebingungannya…dan mengatakan beda antara BAPERKI dg komunis…
    trus menurut mas, kalo dlm analisis terbnetuknya PITI sbg suatu organisasi massa (dg basic sosial keagamaan)dalam psikologi kelompok pake teori apa ya mas? bisa dibales lewat blog ini mas?maksh sebelumnya. wasslamkm
    ohya NB: untuk mas/mbak perdana, komunitas muslim Tionghoa tu ada kok di SBY tepatnya di JL. Gading no.2 belakang TMP kusuma bangsa (dpn THR, subhanallah mereka semua ramah dan benar2 menikmati keislaman mereka…pernah dger mesjid Cheng ho kan ya itu punyanya PITI (persatuan islam tionghoa indonesia d/h pembina iman tauhid islam) dlm perawatan yayasan HMCI. coba d kesana….

    • PITI memang sudah ada sejak dulu. Baperki juga. Ya itu salah satu kegilaan propagandanya orba semua yg berbau cina diidentikkan komunis, termasuk baperki. Memang baperki nggak sama dgn komunis koq. Saya juga pernah ke Jl Gading 2 dan masjidnya bagus, tapi tanah mereka kecil, seiring dengan realita bahwa agama Islam tidak memiliki citra yg bagus di kalangan Tionghoa. Memang ini akibat lain dari orba juga : orang Tionghoa tidak hanya clash dengan pribumi, tapi juga dengan sesama Tionghoa yg beragama lain.

  24. anti cina !!!!!
    fuck the comunist!!!!
    penghisap bangsa pribumi!!!!!!!!!!!
    Dikasi untung ama pemerintah tahunya main seenaknya aja !!!!!
    Sok kaya ,…padahal pemberian bangsa pribumi!!!!!!
    Dukung pembangunan bangsa pribumi seutuhnya bukan atas dasar kepentingan bangsa cina!!!!!
    Mereka suka nyolong akses pengusaha pribumi!!!!
    Hidup kaum pembebasan!!!!!

  25. Pandangan sempit sudah menjadi momok di kalangan bagsa Indonesia. misal agama tidak lagi menjadi hakikinya sebagai pedoman manusia PER Individu. Orang memaksakan kebenaran yang diyakininya, tanpa mau mengenal korbannya. Pernahkah anda mendengar di forum-forum ketika Umat Islam dunia berteriak bahwa mereka bukan teroris, dan minta dimengerti. Bukankah juga dapat dilihat dalam kasus Tionghoa disini. Mereka bukan untuk dijauhi, namun dipahami. Sadarilah… kalau Tuhan emang tidak berkenan pada Tionghoa, mereka sudah lama hilang, tapi tidak kan? atau ada orang-orang yang merasa dirinya adalah “Tuhan”?

    Untuk Riko, aku berikan sedikit catatan. Sadar engga? kalau selain orang Tionghoa, ada suku bangsa lain yang cukup sukses dalam ekonomi, masih ada bangsa arab atau suku bangsa lainnya? Pemberian? kalau tidak berusaha mana ada hasil?
    Dari kata-kata yang anda utarakan saya dapat simpulkan bahwa anda mengalami sindrom inferioritas yang parah terkait dengan etnis. Selain itu anda sebut apa para TKW/TKI yang bekerja di luar negeri?
    Mereka juga merebut pekerjaan para penduduk di negara yang mereka tempati.
    Pribumi, non pribumi… bagaimana definisi anda untuk dua kata ini, warna kulit? etnis? agama? atau anda hanya menggunakan kata-kata ini karena anda pernah mendengar sambil lalu di sebuah artikel atau demonstrasi?

    Peace… semoga anda membuka mata lebih lebar.

  26. Saya tidak menambahkan banyak, komentar2 di atas sudah cukup bagus. Khusus untuk saudara riko, pola pikir anda sudah sangat-sangat KUNO sekali. Anda bicara seperti manusia-manusia bermental penjajah yang hidup sebelum Perang Dunia kedua, yang hanya mau menghisap darah orang, yang menganggap etnis lain hanyalah binatang yang tidak pantas dimanusiakan. Sadarkah anda bahwa anda itu juga korban orde baru, membuktikan betapa lihainya orba mengindoktrinasi anda ? Tentang komentar anda (maaf) “fuck the communist”, apa anda tahu orang komunis itu juga multikultural ? Ada orang Rusia, Kuba, Kamboja, Vietnam, Ceko, Polandia, ex Jerman Timur, dll. Saya tidak membela komunis, tapi anggapan semua orang Tionghoa sebagai antek komunis yang menghisap darah kaum pribumi jelas-jelas tidak pantas dianut oleh manusia2 yang menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup mereka. Anggapan itu sudah menghancurkan budaya suatu kelompok etnis selama 30 tahun (cultural-cide= pembunuhan budaya), dan ikut memporak-porandakan kehidupan bernegara Indonesia selama itu, dan dunia sudah melihat dan tidak akan melupakan cacat cela sejarah kita yang memalukan ini untuk selama-lamanya.

    Orde Baru sudah tumbang dan sisa-sisanya akan segera tenggelam, bahkan banyak mantan pendukung orba yang membuang ideologi orba dan berbalik mendukung reformasi dan keterbukaan, supaya mereka bisa tetap berkuasa. Perubahan itu nyata dan akan berlangsung terus. Sdr. Riko, anda ingin tenggelam bersama orba atau tidak, keputusan di tangan dan hati anda…

  27. saya sangat tertarik dengan apa yang anda kemukakan, saya sangat berharap dapat bediskusi tentang masalah ini, kebudayaan tionghoa dan pribumi merupakan sesuatu yang mempunyai ciri khas masing2 dan bisa juga di katakan mempunyai egoisme yang sama2 besar. Saya dapat mengatakan demikian karena saya sendiri mempunyai darah pribumi – tionghoa atau tionghoa – pribumi, dimana perbedaan – perbedaan yang ada di keluarga saya dapat di satukan, walaupun tidak mudah, namun kita bisa melakukannya asalkan dengan kepala dingin dan hati tenang. Pribumi tidaklah buruk begitu juga Tionghoa, saya percaya kita berbeda namun masih memiliki hati, hanya saja satu sama lain belum meengenal dengan baik, semoga semua perbedaan yang ada tetap menjadikan INDONESIA satu,amin

  28. Sdr. Angga, justeru keberadaan orang2 berdarah campuran spt anda ini yang semakin membuat pengkotak2an pri & non pri semakin tidak masuk akal. Sekarang memangnya siapa orang Indonesia yg bisa mengklaim berdarah murni orang Indonesia ? Bukankah cukup sulit ? Nenek moyang org Indo sendiri berasal dari macam2 kelompok nomaden yg tidak semuanya jelas asal-usulnya. Dalam sejarahnya berbagai bangsa juga pernah mampir di bumi nusantara (termasuk Cina), mulai hanya mampir sebentar, berdagang, berperang, menetap, bahkan menjajah spt Belanda. Kontak2 yg demikian lama jelas bisa memunculkan kawin campur. Keturunan campuran2 tsb ya kita2 ini. Kita berandai-andai sejenak, misalkan semua org Indonesia kulitnya diubah menjadi sewarna, putih atau coklat, bukankah wajah kita semua menjadi cukup mirip satu dengan yang lain ? ^_^ Jadi pengkotak2an itu menjadi tidak relevan kan…

  29. ti ko apasih
    fan kwie apasih
    wah nang apasih
    ………. Apasih
    julukan apa indentifikasi apa pribumi apa cina penjajah
    atau apa ya

  30. salam juga dari ujang, toridin sholeh , nur , ibu ade , dan salam dari tamim pardede jangan lupa senen dan tetap hancurkan komonis cina sampai akar akarnya
    salam tri falq tunggallistik yes

    • Maksudnya partai komunis cina daratan (RRT) ? Tinggal tunggu waktu saja koq pasti nggak akan berusia panjang. Saya berani ngomong gitu karena dengan keterbukaan yg begitu gencar, mereka kudu berubah (=menjadi tidak terlalu komunis) atau mati. Mungkin nasib PKC nanti akan spt komunis Rusia, bubar tapi berdiri lagi dalam bentuk yg lebih moderate, tidak radikal.

      Klo yg anda maksud komunis cina di Indo, wah otak anda perlu dikembalikan pakai mesin waktu ke abad 21 supaya nggak telmi. Tahun 1960-an sudah berlalu hampir 1/2 abad… ^_^

  31. Hai orang orang yang masih cinta sama Nusantara kita akan berhadapan dengan budaya asing : ondel ondel sudah di makan borangsai . … PRJ di ganti pekan budaya cina apakah anda akan terus menjadi nusantara atau jonggos

    • @ wardijeinKMM : Dikotomi omong kosong macam apa ini ? ondel2 vs barongsai, PRJ vs pekan budaya cina ?? Kayaknya semua itu bisa berjalan bersama tanpa saling mengganggu. Apa juga hubungannya dgn nusantara vs jongos ? MAKSUD LOH ???

  32. Wew , kok semua pada emosi ya, yang perlu di garis bawahi adalah, negara ini namanya indonesia bung ! bukan negara Arab , bukan Negara Eropa juga bukan negara cina . Indonesia itu banyak suku suku bangsa nya , agamanya juga banyak ragamnya tetapi kita harus sama sama bersatu. Yang menjadi pertanyaan menarik adalah kenapa kita mau menjadi sebuah bangsa yang namanya indonesia itu ? Karena kita sama sama di jajah oleh belanda kah ? atau karena kita merasa bahwa kita harus bersatu untuk sama sama bekerja membangun negara ini agar menjadi kuat dan segala macam tetek bengek normatif yang terus di dengungkan oleh pemerintah itu ? , Persoalan Etnis cina diIndonesia mengingatkan saya pada suatu cerita pengalaman teman saya (Keturunan Cina) dengan keturunan cina juga , ceritanya mobil nya ditabrak oleh orang (etnis cina juga ) singkat cerita karena sama sama orang dari etnis cina , maka mereka sepakat untuk berdamai , dengan tidak sengaja kawan saya itu mengeluarkan perkataan untung sama sama Chinese , coba kalau sama Pribumi wah Habis gw di peras ……….. kemudian saya balik bertanya kepada kawan saya itu Identitas yang kamu pegang itu KTP atau Passport ?? lalu dia jawab KTP ,warga negara asing atau warga negara indonesia ,…. Lanjut saya … Warga Negara Indonesia jawabnya , terus kenapa kamu mau di peras ? saya cecar lagi dia dengan pertanyaan ,sama sama warga negara indonesia kan ? Intinya kamu aja yang pengecut ,…. jangan bawa bawa ras untuk menutupi pengecutnya kamu . Untuk saudara saudara saya yang beretnis tionghoa ….. kalau kalian merasa bahwa kalian adalah warga negara indonesia LAWAN HAL HAL YANG MEMBUAT KALIAN TIDAK NYAMAN SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA !!! JANGAN CUMA BISA CENGENG DAN LARI KELUAR NEGERI MENGHIBA HIBA KEPADA NEGARA LAIN SERTA MEMPERGUNAKAN MODAL KALIAN YANG KALIAN KUMPULKAN DI NEGARA INI UNTUK MENCARI PERLINDUNGAN DI NEGARA LAIN !!! Kita sebagai saudara di Indonesia tidak mungkin tidak akan berselisih paham , gebuk gebukan , babak belur, mati sekalipun, tetapi kita harus tau bahwa kita adalah saudara setanah air yang sama sama mengingini peningkatan taraf hidup , kalian bukan warga negara tionghoa , tetapi warga negara indonesia , semua perintang dan kendala yang menjadikan kalian semua keturunan etnis tionghoa untuk melebur Kepada Indonesia sudah tidak ada lagi , secara hukum , politis , dan sosial kami ingin belajar siap untuk menerima kalian, kalau pada praktek nya dilapangan masih ada oknum oknum yang menghalangi ,kalian harus LAWAN!! tunjukan keinginan tulus kalian untuk menjadi warga negara indonesia , ini tanah air kalian juga kok ! jangan memberikan racun suap kepada pejabat pejabat sontoloyo itu , kalau kalian terus melakukan hal tersebut ya kalian memberikan racun juga kepada kami , dan stigma itu akan selalu menempel pada kalian . Etnis yang eksklusif , cuma mau untung , gak mau repot , cengeng dan pengecut

    • @bobby : Good point, sdr Bobby. Memang baik bahwa para elit politik dan kaum berpendidikan sudah berpikiran maju, tidak rasialis lagi. Jujur klo saya jadi teman anda saya akan tetap menuntut ganti rugi meskipun yg menabrak saya juga Tionghoa. Saya justru berani melakukan itu karena saya tahu bahwa ybs akan memandang masalah ini murni sbg kecelakaan, dan salah satu (atau dua2nya) harus bertanggung jawab. Demikian juga bila saya bertabrakan dengan, katakanlah pegawai PNS atau karyawan BUMN yg kebetulan pribumi, saya juga akan berani menuntut pertanggungjawaban. Tetapi sdr Bobby, tidak semua pribumi seperti anda, masih ada juga mereka2 yg rasial, terutama mereka2 yg miskin dan terpuruk di kampung2 dan kantong2 kemiskinan. Bahkan bila ada juga kaum2 terpelajar, akademis, karyawan, bahkan pengusaha pribumi yang masih rasial, anda tentu tidak bisa mengetahui isi hati semua orang kan. Orang2 semacam itu tidak akan memandang konflik dgn Tionghoa sebagai murni konflik wajar dalam kehidupan bermasyarakat, tapi pasti sudah ada tendensius diskriminatif, yang ujung2nya perilaku mereka tetap merugikan kaum Tionghoa juga. Dan karena norma kita juga tidak boleh melawan hal tsb scr langsung, karena ini sudah masalah isi hati manusia, tentu harus dilawan dengan cara2 “pintar” seperti pendidikan, peningkatan kesejahteraan, dll. yang hasilnya tidak akan kelihatan dalam waktu singkat. Sbg ilustrasi, kebetulan pembantu saya tinggal di kampung dekat rumah kami. Suatu hari anaknya ikut dan waktu melihat anak saya yg masih balita, dia berkomentar, “bu, anak ini CINO ya ???” Sbg org dewasa pembantu kami cukup sopan dengan tidak bicara sembarangan, tetapi kepolosan seorang anak kecil sudah bicara banyak akan isi hati orang2 tidak berpendidikan yang tinggal di kampung2 perkotaan… Saya bayangkan anak itu 20-30 tahun lagi tetap memiliki hati yg rasial, bagaimana anak itu nanti dalam kehidupan bermasyarakat… Sdr. bobby, belajar dari pengalaman negara2 lain, sepertinya masalah rasial ini juga tidak akan benar2 selesai dalam puluhan tahun ke depan.

    • Sdr Bobby, masalah suap saya rasa sekarang siapa yg berani melakukan ? Hampir semua bidang pelayanan masyarakat sudah direformasi, juga sekarang ada KPK. Jadi konyol saja klo ada orang, apapun etnisnya klo masih berani menyuap pejabat pemerintah, bisa cepat ketahuan. Dan bila di lapangan masih ada masalah suap ini, saya rasa sekarang semua orang yang terjun jadi pengusaha, apapun etnisnya (sekarang banyak pengusaha etnis non-Tionghoa), bila diminta amplop dengan ancaman akan dihambat bila tidak memberi, tentu akan menghadapinya dengan pola pikir untung-rugi, karena usaha2 mereka melibatkan hajat hidup orang banyak, melibatkan modal dan barang yg tidak sedikit.

      Mengenai modal lari ke negara lain, itulah seninya mengelola sebuah negara. Perlu anda tahu, uang tidak mengenal nasionalisme. Jadi setiap negara dituntut pintar2lah menarik investasi sebanyak2nya, entah dari asing atau dalam negeri. Saya rasa modal lari ke LN itu bukan karena pemiliknya tidak nasionalis atau menghindari rasialisme, tapi semata2 murni demi menyelamatkan modal tsb. supaya bila terjadi anarki di Indonesia modal tsb. tidak hilang. Lihat saja sekarang modal2 LN berebut masuk Indonesia… Pengusaha2 Tionghoa juga kembali investasi di Indonesia kan… Saya rasa sudah cukup banyak yg dibenahi pemerintah kita untuk urusan investasi ini.

  33. Hmmm Saudara Christian , saya tidak sependapat dengan anda , yang saya mau tekan kan di sini adalah etnis china adalah saudara kita sebangsa juga , penekanan saya ada pada kewarga negaraan anda , bukannya pada etnis anda, kita ini warga negara mana ? Indonesiakah atau warga negara mana? kalau ada hal yang bersifat diskriminasi terhadap etnis anda , anda lawan saja , tokh kalian juga warga negara indonesia ,namun saya juga mempunyai pertimbangan lain terhadap SBKRI , sebagai contoh saja , bagaimana kita membedakan antara warga negara indonesia ber etnis tionghoa dengan warga negara china yang dapat berbahasa indonesia ? Dari mulai sejarah kedatangan orang orang tionghoa ke indonesia pada masa kolonial dan bahkan masa pendudukan jepang ( Sebenarnya etnis tionghoa sangat tidak senang ter hadap jepang karena pada waktu itu mereka pernah terjajah oleh negara jepang) banyak terjadi keberpihakan etnis tionghoa terhadap pemerintah belanda dan jepang untuk menjaga keselamatan bisnis dan jiwa mereka. Hal ini membuat tanda tanya oleh masyarakat diluar etnis tionghoa tersebut, dimana letak nasionalisme mereka ? dan bahkan sampai sekarangpun orang orang diluar etnis tionghoa masih mempertanyakan hal tersebut , kalian seperti memeluk kemana angin berhembus yang dapat membuat kalian untung atau bunglon yang bisa beradaptasi kedalam nasionalisme mana saja . Mengenai suap ,…. hehehehehe hal itu sampai sekarang pun masih ada dalam berbagai macam bentuk ,sampai KPK pun ikut di gembosi untuk melestarikan budaya yang tidak baik itu ,memang ada banyak karakter didalam kebudayaan feodal zaman dahulu dan kebudayaan china pada zaman dahulu yang melestarikan budaya upeti, uang terima kasih dan lain sebagainya, dan hal tersebut menjadi tugas kita untuk mengikisnya , hal itu memang tidak mudah bahkan sangat sangat sulit ,namun dapat dikerjakan seiring dengan berjalannya waktu . mengenai pelarian modal keluar negeri,memang uang tidak mengenal nasionalisme , kalian bisa menghisapnya dari mana saja dan melarikannya kemana saja itu hak kalian , tetapi kami juga punya hak untuk mencap kalian vampir dan semakin mengucilkan etnis kalian . Yang anda maksud pengusaha pengusaha tionghoa yang mana ? pengusaha tionghoa warga negara china atau pengusaha indonesia etnis tionghoa , kalau anda maksudkan pengusaha indonesia etnis tionghoa anda membuat saya tertawa , banyak sekali kasus penjualan usaha yang melibatkan massive production seperti penjualan Sampoerna , Bank Ekonomi , Semen Tiga Roda ,Bank Haga , dll yang notabene merupakan perusahaan milik pengusaha indonesia etnis tionghoa . Kalau yang anda maksudkan investasi dari pengusaha warga negara china ? hmmmmmm saya balik bertanya kepada anda , investasi apa yang diberikan para pengusaha tionghoa tersebut ? pendirian pabrik nya di indonesia ? saya kira tidak , justru indonesia dijadikan china sebagai salah satu sasaran eksportnya ,anda bisa melihat sendiri bagaimana produk produk buatan cina menggulung produk produk buatan indonesia dengan haraga nya yang murah , walaupun dengan mutu yang tidak bagus , lalu siapa yang mendistribusikan produk produk buatan china tersebut di indonesia? ya para pengusaha indonesia etnis tionghoa tentunya, hal ini lama kelamaan akan menjadi bom waktu bagi timbulnya lagi kerusuhan kerusuhan primordial yang tentu saja akan merugikan kalian sebagai warga negara etnis tionghoa di Indonesia dan juga kita sebagai saudara kalian . Kita dapat melihat warga negara Indonesia etnis lain seperti Arab , India , dan lain sebagainya dapat dengan mudah berasimilasi di Indonesia dengan masyarakat , mengapa etnis kalian kurang bisa berasimilasi? jadi daripada anda berteriak teriak mengenai diskriminasi dan ketidak adilan yang kalian alami apakah tidak lebih baik kalian berasimilasi kedalam perahu RI untuk berlayar bersama sama ?

  34. Sdr Bobby

    Sepertinya kita menyoroti aspek yg berbeda dari masalah ini. Tapi sebelumnya saya ingin ungkapkan satu penghalang besar yg menyebabkan masalah ini tidak beres2. Tidak jauh2, batu sandungannya adalah pikiran kita sendiri !

    Yg saya maksud adalah dikotomi tionghoa vs non tionghoa, WNI keturunan vs WNI asli, pribumi vs non-pri, dll. Sebenarnya apa sih kriteria seorang pribumi, non-pri, WNI keturunan/pribumi ??? Apa dikotomi ini perlu ???

    Menurut saya syarat seorang pribumi/bumiputra suatu daerah adalah :
    1. Lahir di daerah itu, dan
    2. Menghabiskan masa kecil dan tumbuh dewasa di daerah tsb.
    Point 2 adalah optional, jadi tidak selalu seorang anak menghabiskan masa kecil dan tumbuh besar di tempat dia lahir. Anda pasti setuju dalam hal ini. Kita juga tahu bahwa tempat lahir adalah info penting, karena bagian dari identitas, asal-usul.

    Jadi berdasarkan point 1, saya menganggap bahwa kelompok yg selama ini disebut etnis cina, Tionghoa, cina Indonesia, WNI keturunan, dll. adalah ORANG PRIBUMI, karena lahir dan besar di Indonesia, dengan demikian memiliki hak atas tanah dan sumber daya alam Indonesia, sebagai kaum PRIBUMI INDONESIA. Dari sini dikotomi tionghoa vs non tionghoa, WNI keturunan vs WNI asli, pribumi vs non-pri, dll. sudah tidak masuk akal lagi bagi saya, BAHKAN SAYA TOLAK. Anda lihat sendiri balasan saya sebelumnya sudah tidak ada lagi dikotomi itu. Dikotomi yg ada dlm konteks ini adalah WNI vs WNA (expat/turis/ex WNI yg memilih jadi WNA). Saya tambahkan juga bahwa hampir semua etnis Tionghoa menghabiskan masa kecil dan tumbuh besar dalam batas2 wilayah NKRI (point 2 di atas), jadi mereka lebih berhak lagi untuk diakui kepribumiannya.

    Nah, sekarang akan saya jawab opini2 anda :

    “penekanan saya ada pada kewarga negaraan anda , bukannya pada etnis anda, kita ini warga negara mana ? Indonesiakah atau warga negara mana? kalau ada hal yang bersifat diskriminasi terhadap etnis anda , anda lawan saja , tokh kalian juga warga negara indonesia ,namun saya juga mempunyai pertimbangan lain terhadap SBKRI , sebagai contoh saja , bagaimana kita membedakan antara warga negara indonesia ber etnis tionghoa dengan warga negara china yang dapat berbahasa indonesia ? ”

    Masalah administratif, catatan sipil. Gampang saja, minta dia tunjukkan KTP/Paspor ^_^ ketahuan dia warga negara mana. Dari KTP/Paspornya juga ketahuan tempat lahirnya dimana kan ? Masalah nasionalisme : org yg nggak mau bikin KTP Indonesia pasti nggak mau jadi WNI, ya nggak ? Dulu SBKRI dibuat untuk membedakan WNI dan WNA, sekarang fungsi itu sudah diambil alih oleh KTP, jadi SBKRI tidak perlu lagi. Sekarang hampir semua etnis Tionghoa pasti punya KTP, kecuali segelintir yg haknya sbg org pribumi msh belum diakui resmi oleh negara (blom ada KTP karena dipingpong aparat). Carut-marut catatan sipil :-(

    “Dari mulai sejarah kedatangan orang orang tionghoa ke indonesia pada masa kolonial dan bahkan masa pendudukan jepang ( Sebenarnya etnis tionghoa sangat tidak senang ter hadap jepang karena pada waktu itu mereka pernah terjajah oleh negara jepang) ”

    Ehm, perlu kita ketahui dan ingat bahwa org2 tionghoa yg benar2 datang dari Cina daratan pada jaman Jepang & Belanda sudah banyak yg meninggal karena tua atau sebab2 lain. Kini tinggal keturunan mereka yg lahir dan besar di Indonesia (=Pribumi).

    “banyak terjadi keberpihakan etnis tionghoa terhadap pemerintah belanda dan jepang untuk menjaga keselamatan bisnis dan jiwa mereka. Hal ini membuat tanda tanya oleh masyarakat diluar etnis tionghoa tersebut, dimana letak nasionalisme mereka ? dan bahkan sampai sekarangpun orang orang diluar etnis tionghoa masih mempertanyakan hal tersebut , kalian seperti memeluk kemana angin berhembus yang dapat membuat kalian untung atau bunglon yang bisa beradaptasi kedalam nasionalisme mana saja . ”

    Saya bertanya, apa sih tujuan hidup bernegara, bermasyarakat dari aspek personal ? Untuk RASA AMAN, ya nggak ? Aman untuk hidup, aman untuk mencari nafkah, aman dari tindak kejahatan dan penghinaan, dll. ya kan ? Pd jaman belanda org Tionghoa ditempatkan sbg kambing hitam, yg harus mengemis2 pd penjajah untuk rasa aman. Setelah Belanda hengkang, muncul Jepang, yg memberi rasa aman semu dengan fasisme mereka. Itu masa perang. Apakah para pejuang yg mayoritas non-Tionghoa bisa memberi rasa aman ? Coba anda pikirkan situasi tsb, bandingkan dgn Afganistan atau Irak sekarang, dan lihat byk org pribumi yg mengungsi dari sana. Lihat juga Meksiko dimana kemiskinan dan kejahatan merajalela, banyak org pribuminya yg lari ke US juga kan ?

    Sekarang Indonesia lebih aman daripada tahun 98an, coba lihat apa sekarang WNI ramai2 exodus ke luar negeri ? Tidak juga kan. Yg exodus itu mereka2 yg merasa tidak bisa berkembang, seperti peneliti, akademisi, orang2 kaya yg ingin masa depan yg lebih baik u/ anaknya, dll. dan mereka terdiri dari macam2 etnis… jadi tidak melulu Tionghoa. Juga mayoritas mereka tidak membuang status WNI mereka, jadi status mereka di negara pendatang adalah permanent resident, sewaktu2 bisa pulang/dideportasi balik ke Indonesia. Klo mo bicara etnis & nasionalisme, selalu ada bunglon dari setiap etnis, ya kan ?

    “uang tidak mengenal nasionalisme , kalian bisa menghisapnya dari mana saja dan melarikannya kemana saja itu hak kalian , tetapi kami juga punya hak untuk mencap kalian vampir dan semakin mengucilkan etnis kalian . ”

    Anda menghisap uang perusahaan anda bila anda digaji ? Pedagang menghisap uang pelanggannya bila dibayar untuk barang yg dibeli ? Tukang cuci kendaraan menghisap uang pelanggannya bila ybs mencuci kendaraan dan dibayar untuk itu ??? Ini masalah moral. Mencari nafkah memang baik, tapi bila memperkaya diri sendiri dan menyengsarakan orang lain itu tidak baik. Silahkan saja anda bilang pengusaha2 itu vampir, wong saya dan sesama pribumi etnis Tionghoa juga bilang mereka vampir. Lihat saja kesudahan bisnis mereka, berantakan diakuisisi/dilikuidasi. Lebih lucu lagi klo sampai mengucilkan etnis Tionghoa. Apa urusannya sebagian besar dari 4juta-an etnis Tionghoa yg tidak mampu melarikan uang keluar negeri dan nafkahnya hanya cukup untuk hidup sehari2 dengan pengusaha2 nakal itu ?

    “kalau anda maksudkan pengusaha indonesia etnis tionghoa anda membuat saya tertawa , banyak sekali kasus penjualan usaha yang melibatkan massive production seperti penjualan Sampoerna , Bank Ekonomi , Semen Tiga Roda ,Bank Haga , dll yang notabene merupakan perusahaan milik pengusaha indonesia etnis tionghoa . ”

    Makanya itu PR buat pemerintah, seputar masalah kepemilikan enterprise. Saya nggak ngurusin pengusaha2 itu. Saya bukan pengusaha cuma karyawan biasa. Koq aneh sekali anda bisa belokkan masalah yg murni ekonomi ini ke masalah Tionghoa – non Tionghoa. Pengusaha2 itu org pribumi juga kan…

    “Kalau yang anda maksudkan investasi dari pengusaha warga negara china ? hmmmmmm saya balik bertanya kepada anda , investasi apa yang diberikan para pengusaha tionghoa tersebut ? pendirian pabrik nya di indonesia ? saya kira tidak , justru indonesia dijadikan china sebagai salah satu sasaran eksportnya ,anda bisa melihat sendiri bagaimana produk produk buatan cina menggulung produk produk buatan indonesia dengan haraga nya yang murah , walaupun dengan mutu yang tidak bagus , lalu siapa yang mendistribusikan produk produk buatan china tersebut di indonesia? ya para pengusaha indonesia etnis tionghoa tentunya, hal ini lama kelamaan akan menjadi bom waktu bagi timbulnya lagi kerusuhan kerusuhan primordial yang …..”

    Sbg bagian dari globalisasi, bersama negara2 lain kita ikut merasakan dampak geliat bisnis di Cina daratan : membanjirnya barang2 murah ke seluruh dunia. Sekali lagi aneh juga anda mengkait2kan hal ini dengan kaum pribumi Tionghoa. Apa anda yakin bahwa para distributor itu pasti etnis Tionghoa ? Bukankah etnis2 lain juga ada yg punya reputasi sbg pedagang & pengusaha spt Melayu, Minang, Bugis, dll. Apalagi di jaman serba internet ini, siapapun dari etnis apapun bisa jadi pedagang… Saya punya teman pedagang, sbg org Tionghoa dia punya banyak supplier & customer yg non-Tionghoa, dan mereka semua adalah pedagang.

    “Kita dapat melihat warga negara Indonesia etnis lain seperti Arab , India , dan lain sebagainya dapat dengan mudah berasimilasi di Indonesia dengan masyarakat , …”

    Mungkin karena peradaban mereka mempengaruhi Indonesia jauh lebih lama dan lebih intens daripada peradaban Asia Timur (Cina) sehingga asimilasi lebih mudah, juga ditunjang dengan kesamaan agama.

    “mengapa etnis kalian kurang bisa berasimilasi? jadi daripada anda berteriak teriak mengenai diskriminasi dan ketidak adilan yang kalian alami apakah tidak lebih baik kalian berasimilasi kedalam perahu RI untuk berlayar bersama sama ?”

    Kasih dong rasa aman dan penerimaan yg dibutuhkan mereka, supaya mereka berani berjuang, berani berteriak. Ingat etnis Tionghoa adalah orang PRIBUMI, penduduk ASLI Indonesia (=lahir & besar di Indonesia), jadi berhak atas rasa aman yg juga didapatkan org pribumi lainnya.

  35. Sdr Christian ….
    Saya sependapat bahwa yang merintangi hal ini semua adalah pikiran kita sendiri ,namun siapa yang bisa membaca dan mengerti pemikiran ?? gak ada kan ? jadi kita bisa melihat ketimpangan ketimpangan tersebut dari hasil pekerjaan manusia manusianya, masalah Pribumi dan non pribumi adalah masalah yang sudah ketinggalan zaman ,karena alasan hak asasi manusia dan sikap non-diskriminasi, sejak masa pemerintahan B.J. Habibie melalui Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998 Penggunaan Istilah Pribumi dan Non-Pribumi sudah dihapus ! jadi kita tidak perlu perdebatkan lagi. Adanya pembedaan pembedaan yang berujung pada konflik SBKRI bukanlah dibuat bukan hanya untuk membedakan WNI dan WNA , tapi lebih kepada legitimasi pengakuan orang keturunan tionghoa tersebut memilih kewarganegaraan mana ? Karena menurut Historis nya SBKRI muncul karena politik luar
    negeri RRC pada saat itu yang menyatakan bahwa setiap orang Tionghoa dimanapun berada sebagai WN RRC. Maka itu, RI yang tidak menganut dwikenegaraan menerbitkan surat sebagai HAK bagi warga negaraketurunan untuk memilih ‘tetap’ menjadi WNI. dan juga masalah sbkri ini sudah ketinggalan zaman juga karena sudah ada penghapusan terhadap SBKRI tersebut .
    Saya dan anda mungkin sependapat bahwa negara Indonesia ini adalah negara yang kaya , baik itu dalam sumber daya alam maupun sumberdaya manusianya, hal ini menyebabkan banyak nya terjadi penumpukan penumpukan modal dan ketidak seimbangan distribusi kekayaan yang kebanyakan penumpukan modal tersebut ada pada etnis tionghoa yang menguasai hampir 75 % perekonomian negara ini yang juga katanya adalah warga negara indonesia , tetapi kemudian melarikan diri beserta modal tersebut keluar negeri dengan alasan tidak kondusif , memang tidak semua nya etnis china adalah orang kaya, tetapi jumlah yang dilarikan itu akan dapat membuat perekonomian negara goyang, hal ini yang memicu pertanyaan dimana loyalitas anda sebagai warga negara ? kalau cuma kalian yang kabur dengan alasan ada kerusuhan etnis di jakarta dan kota kota besar lainnya untuk menyelamatkan diri lalu kalian kembali lagi ke Indonesia pada saat sudah reda sih itu terserah saja , tetapi kemudian modal anda yang anda kumpulkan disini lalu ikut terbang bersama anda hehehehehe, ini bukan murni masalah ekonomi sdr christian , ini masalah loyalitas pengusaha Indonesia etnis tionghoa tersebut pada NKRI .Demikian juga kasus kasus penjualan perusahaan yang berskala massive kepada asing bukan hanya masalah ekonomi , tetapi juga masalah politik dan ini bukan menjadi PR pemerintah saja , tetapi dari semua komponen bangsa dan negara ini
    Anda mengatakan Lihat saja sekarang modal2 LN berebut masuk Indonesia… Pengusaha2 Tionghoa juga kembali investasi di Indonesia kan… oleh karena itu saya tanyakan kembali kepada anda Pengusaha pengusaha Tionghoa yang mana ? pengusaha Indonesia etnis tionghoa ataukah Pengusaha warga negara Tionghoa , karena menurut saya 2 2 nya tidak berebut menanamkan investasi di Indonesia , argumen argumen saya diatas hanyalah contoh massive saja bahwa argumen anda keliru , pengusaha Indonesia etnis tionghoa menjual perusahaan nya kepada pihak asing demikian pula pengusaha china yang hanya membuat indonesia sebagai sasaran ekspor perdagangannya saya kira kita bisa membedakan mana yang bersifat investasi dan mana yang bersifat perdagangan.
    Sdr Cristian , Keberanian untuk berjuang dan keberanian untuk berteriak tidak memerlukan rasa aman ! , itu bersifat karakteristik ! justru karena saya merasa tidak aman saya akan melawan dan memperjuangkannya karena saya merasa bagian dari negeri ini dan saya adalah orang indonesia,keamanan bukan bersifat given , tatapi harus diperjuangkan ,lagi pula Kebutuhan akan keamanan bukan hanya dimonopoli oleh etnis tionghoa saja (egois betul!!), tetapi juga etnis jawa, sumatra , arab , india dan lain etnis lainnya . Mengenai mereka dapat berasimilasi saya rasa bukan disebabkan oleh kesamaan agama saja , namun ada keinginan untuk berbaur dengan masyarakat sekitar dan menjadi bagian dari masyarakat tersebut.

  36. Kalo saya boleh menambahkan, menurut pandangan saya seuatu daerah yang dihuni oleh beragam latar budaya, suku, ras ataupun agama biasanya semakin maju daripada daerah2 lain yang keragaman etnis / budayanya hanya sedikit atau bahkan cuma 1.
    Kita bisa lihat kota JAKARTA dengan komposisi nya yang beragam latar belakang didalamnya, Sunda, Jawa, Batak, Ambon, Medan, Arab, Tionghoa, India dan beragam latar belakang lainnya lebih maju dibandingkan daerah2 yang keragaman latar belakangnya kurang.

    Atau kita lihat negara maju seperti United STates, mereka adalah bangsa yang bisa dibilang tanpa budaya asli, komposisi penduduknya sangat sangat beragam dari Eropa (kulit putih) , Afrika (kulit hotam) , ASIA (termasuk Cina,Jepang,KOrea,Vietnam,dll), juga Timur Tengah.

    Jadi kemajuan suatu daerah, kota, bangsa ataupun negara berhubungan erat dengan bagaimana mereka membuka diri terhadap keregaman budaya didalamnya yang akan menambah kekayaanb baik itu dalam hal budaya maupun sumber daya manusia dengan beragam latar.

  37. Bpk/Ibu/Sdra/ri yth apakah kalian sendiri ada memberi Sumbangsihnya utk Republik ini…sprti…membangun Industri/Pabrik/Swalayan/Mall menciptakan Lap. Kerja dsb…? Bpk/Ibu/sdra/ri.. mesti Turun ke Lap.melakukan Analisa mencari Data, Fakta….memang Anda Tionghao yg baik dan Jahat hampir sama dgn Etnis/Suku dan Bangsa lainnya yg ada di Planet Bumi ini, ttpi para Analisa kebykkan lebih, mempublikasikan yg Negatif saja, saya akan memberi Contoh: Jika kamu didlm keluarga sering kali di Tindas dan dilecehkan serta ada masalah slalu dijadikaan tempat pelapiasan, apakah suatu saat anda akan lari dan pergi dari keluargamu, jelas 1.000% anda mungkin akan membeci dan Dendam kpd mereka, Apakah Bpk/Ibu/dra/ri pernah ke Sumatra, Kalimatan, Sulawesi dan lainnya. Jika sewktu kita kecil ada yg mengangu kita, pasti kita akan melaporkan kpd Orgtua atau Kakak utk melindungin kita. ini jelas 1.000% supaya kita aman tdk tertekan Mentalnya swkt ketemu Org-Org tsb dan berpergian kemanapun juga, krna selama ini mungkin kita sngt tertekan, di Negara manapun juga Pemerintahan sngt membutuhkan Para Investor(Pengusaha)utk mengerakan Ekonominya, jika suata Negara mengalami Krisis bukan semata-mata kesalahan Pengusaha, tetepi oleh para Oknum Pjbt_Pjbt yg menjalankan Roda Pemerintahannya atas kebijakan-kebijakannya, Sprti penempatan SDM-nya(Sumber Daya Manusianya) yg tepat pd posisinya dan tdk melakukan KORUPSI, jika Para PJBt-PJBT jujur dan Intergritasnya bagus, serta Alam dan Hasil Buminya yg mendukung, Negara tsb akan dpt mensejahterakan Rakyatnya maka, akan Aman, Makmur dan Damai, jgn sedikit-sedikit menyalahkan Etnis TIONGHAO saja, byk daerah.2/tempat/kota yg sebelumnya didatangin Etnis Tionghao tempat tsb, sngt terbelakang, ketika mrka datang, maka berdirilah Bangunan, Industri, Pabrik dan harga Tanah menjadi naik, khusus Etnis Melayu byk yg kaya mendadak, maka terciptalah Lap. Kerja dan Pemasukan Pajak APBD ke-kas negara, siapa yg mesti disalahkan…? kemanakah Uang-Uang..Pajak…yg dibayar Pengusaha Perorangan dan Perusahaan…tsb…?(Memang ada Pengusaha Tionghao yg Nakal dan tdk benar, ttpi yg baik dan benar juga lebih byk) ttpi mereka dlm berusaha bkan dgn mudahnya mendpt keuntungan, byk sekali rintangan/kesulitan yg dipersulit, yg dilakukan Oknum Pjbt dan Masyarakat Pribumi. Org Tionghao bisa Kaya dan maju bkan didapat dlm satu bulan dua bulan atau setahun dua tahun, ttpi puluhan Tahun, dri Hasil Kerja Keras, Displin, Hemat, Ulet, Kreatif, Bertangung jawab dan tahan menderita, tdk bersenang-senang terlebih dahulu, tdk byk Istri(ini yg sering menghancurkan keuangan), berpikir Positiflah jika ada org yg lebih maju kita mesti byk belajar, bukan hanya kerja menghakimin org dan rasa Iri dan dengki saja, Hidup tdk ada yg Gratis mesti berjuang, contoh; Singapore: luasnya hanya -/+ 50 km persegi, Buminya tdk ada apa-apanya mengapa mrka begiru Maju, Aman, Makmur dan Damai, semua berpulang pada Para Pjbt dan Masyarakat itu sendiri, JIka kita mengatakan semua ini adalah Kehendak TUHAN mka kita tdk boleh menyia-nyiakan pemberiannya, dan Iri kpd Org yg Lebih baik dari pada kita, mesti Itropeksi diri, Siswa yg bisa Juara mrka bkan dtng dgn Gratis Harus belajar, Disiplin dan Tekun dan mematuhi tata tertib sekolah tsb. Tuhan Menciptakan segala isinya harus dikelolah dgn baik dan benar, bukan hanya kerjanya Ngomong melulu, Protes, Iri, Dengki dan byk menghakimin Org, jika kita Hidup hanya Tinggal disatu daerah/Kota saja Ibarat “KATAK DALAM TEMPURUNG”.

    • @Rusli : saya setuju dengan anda…..kita hidup dan mencari nafkah dengan kerja keras dan memang bukan kaya mendadak tetapi disiplin dan ulet kita baru bisa berhasil….seperti dalam pengalan lagu Mandarin “ai pia cia e yia ” dalam arti bahasa Indonesia : ” mau berusaha baru bisa sukses “. oleh karena itu singkirkan semua perbedaan dan tanamkan sikap yang positif dan hal2 yang positif agar kelak di generasi yang mendatang kita bisa melihat anak cucu kita semua bergandengan tangan satu sama lain membangun Negara Tercinta kita Indonesia menjadi negara yang maju dan terpandang di mata dunia. memang benar sekarang ini msh byk timbul perbedaan antar etnis yang dari dulu sampai sekarang tapi kita harus bijak menyikapi itu semua jangan kita ikut masuk ke dalam jurang yang makin lama makin curam dan lebar yang menjadi pemisah antar umat indonesia yang beragam ini. masih banyak orang2 yang mimiliki pemikiran dan ego masing2 tentang masa lalu yang kelam, dan rasa iri, dengki dan benci dari dalam diri dan setiap orang tidak kita hapus maka kita tidak akan mencapai apa yang di maksud dalam Pancasila “Kerukunan antar umat”, mulai dari sekarang kita ubah pemikiran yang kolot, picik dan ego kita masing dan jangan menghakimi krn apabila krn ada orang tertentu dari etnis tertentu membuat kita marah atau sakit hati, karena perlu kita sadari tidak semua orang tertentu dari etnis tertentu itu semua jahat….apapun orang itu baik dari pihak etnis thionghoa, pribumi atau pun etnis lainnya.
      kita harus seperti negara singapura walaupun mereka terdiri dari berbagai macam suku bangsa di dalamnya tapi mereka bisa hidup berdampingan dan mengesampingkan sikap ego masing2….walaupun negara singapura kecil tapi cara pemikiran yang luas serta para pejabat yang bersih maka negara singapura menjadi negara yang maju dan berkembang.

      melalui ini, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia apapun itu untuk sama2 bergotong royong membangun paradigma yang baru dan menghapus perbedaan yang memisahkan kita. karena bila sebuah negara bobrok maka semua warga negara Indonesia juga terkena imbasnya.
      sekian dan terima kasih.

    • With Trust And Respect.

      From shantal keita

      Dearest one,

      Compliment of the season.

      I am Miss shantal keita, from Ivory Coast. I am an orphan being that i lost my parents.My father was a serving director of the Cocoa exporting board until his death.He was assassinated by the rebels following the political uprising. Before his death he made a deposit of ($8,500,000.00) here in Cote dIvoire in one prime banks.

      This fund he intended to buy a cocoa processing machine.I want you to help me for us to retrieve this fund and transfer it to your account in your country or any safer place as you will be the beneficiary and recipient of the fund.I have plans to do investment in your country, like real estate and industrial production. This is my reason for writing to you.

      Please if you are willing to assist me ,indicate your interest in replying soonest.

      Thanks and best regards .

      Miss shantal keita

    • With Trust And Respect.

      From shantal keita

      Dearest one,

      Compliment of the season.

      I am Miss shantal keita, from Ivory Coast. I am an orphan being that i lost my parents.My father was a serving director of the Cocoa exporting board until his death.He was assassinated by the rebels following the political uprising. Before his death he made a deposit of ($8,500,000.00) here in Cote dIvoire in one prime banks.

      This fund he intended to buy a cocoa processing machine.I want you to help me for us to retrieve this fund and transfer it to your account in your country or any safer place as you will be the beneficiary and recipient of the fund.I have plans to do investment in your country, like real estate and industrial production. This is my reason for writing to you.

      Please if you are willing to assist me ,indicate your interest in replying soonest.

      Thanks and best regards .

      Miss shantal keita

  38. With Trust And Respect.

    From shantal keita

    Dearest one,

    Compliment of the season.

    I am Miss shantal keita, from Ivory Coast. I am an orphan being that i lost my parents.My father was a serving director of the Cocoa exporting board until his death.He was assassinated by the rebels following the political uprising. Before his death he made a deposit of ($8,500,000.00) here in Cote dIvoire in one prime banks.

    This fund he intended to buy a cocoa processing machine.I want you to help me for us to retrieve this fund and transfer it to your account in your country or any safer place as you will be the beneficiary and recipient of the fund.I have plans to do investment in your country, like real estate and industrial production. This is my reason for writing to you.

    Please if you are willing to assist me ,indicate your interest in replying soonest.

    Thanks and best regards .

    Miss shantal keita

  39. It is a toy consisting of magnetic chrome steel spheres and magnetic rods to construct number of structures and shapes. And the most important thing is to make sure your child ENJOYS his or her toy, rather than getting frustrated and losing interest from the beginning. Spykee doesn’t require a lot of knowledge to construct it and you can connect it with all Meccano construction set components.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s