Maksud dan Kegunaan dari Kata Kedua dari Nama Tionghua

November 29, 2006

1. Kenapa kebanyakan nama orang chinese terdiri tiga kata?
KH:
Nama Tionghoa terdiri dari sne (marga) dan mia (nama). Sebagian besar sne orang Tionghoa terdiri dari 1 huruf. Ada beberapa sne yang terdiri dari 2 huruf. Mia bisa terdiri dari 1 atau 2 huruf. Di Indonesia (Asia Tenggara) umumnya orang menggunakan 2 huruf untuk mia. Karena itu, kita lebih sering melihat nama Tionghoa yang terdiri dari 3 huruf (1 sne dan 2 mia). Misalnya: Kwik Kian Gie (郭建義), Siauw Giok Tjhan (萧玉燦).  Untuk Sne dengan 2 huruf, jika menggunakan nama 2 huruf maka total hurufnya menjadi 4 huruf. Misalnya: Auwjong Peng Koen (歐陽炳昆).

Read the rest of this entry »


Shang Fang Bao Jian : Pedang Pusaka Kekaisaran

November 23, 2006

ABS menulis :
Sudah cukup banyak contoh di mana moderator akhirnya menghunus poo kiam-nya, memotong diskusi yang melebar nggak karuan pada ketiga topik itu.

Rinto Jiang :
     Tertarik dengan sepenggal kalimat dari ABS-heng di atas, saya ingin menulis tentang pedang pusaka yang terkenal dalam sejarah. Poo kiam adalah dialek Hokkian dari bao jian yang artinya pedang pusaka.

Read the rest of this entry »


Uang Kertas

November 23, 2006

     Ide mengenai uang kertas di dunia memang pertama digunakan oleh orang Tiongkok, menurut catatan sejarah boleh diusut ke zaman Dinasti Han pada masa pemerintahan Han Wu-di (sekitar abad 2 SM). Waktu itu ada semacam alat pembayaran dengan lembaran-lembaran yang terbuat dari kulit rusa. Kulit ini tidak berharga, yang berharga adalah logam2 mulia yang diwakilinya. Jadi, lembaran kulit tadi adalah bertindak sebagai lembaran kredit, ini dapat dimengerti karena untuk pembayaran yang besar, tentu tidak mudah mengangkut berkilo2 logam mulia untuk melakukan perdagangan.

Read the rest of this entry »


Unit berat Tiongkok dan hubungannya dengan uang Tiongkok (Takaran obat)

November 23, 2006

Dalam takaran obat 1 qian itu berapa gram?
PH menulis :
dalam penghitungan 1 qian adalah 3,73 gram.
Sistem penghitungan ini berbasis kepada 1 Jin 16 liang.
Tapi dalam penghitungan modern terkadang 1 qian suka dihitung dengan jumlah 5 gram.Range perbedaan tidak terlalu jauh.

Read the rest of this entry »


Tionghua-Agama-Islam

November 23, 2006

Lihat saja ketika orang China merantau ke negeri kristen seperti Filipina, Australia, Kanada dan Amerika.Secara otomatis mereka cenderung menjadi kristen juga. Ketika merantau ke negeri Buddha seperti Thailand, tiba - tiba merekapun menjadi penganut Buddha yang setia juga. Namun ketika mereka mendatangi negeri muslim seperti Malaysia dan Indonesia justru mereka cenderung anti kepada agama mayoritas dua negara muslim tersebut. hanya sedikit sekali dikalangan mereka yang mau menerima islam itupun dengan resiko diusir dan dikucilkan oleh keluarga dan komunitasnya.Ketika mendatangi kristen mereka menjadi kristen, ketika mendatangi buddha merekapun jadi penganut buddha namun ketika mendatangi islam mereka enggan menjadi muslim.”

RJ:
     Ini salah satu bentuk ketidakmengertian akan sejarah dan sifat2 migrasi orang Cina.
     Leluhur orang Cina itu sebenarnya bangsa yang sangat sekular, tidak peduli dengan tetek bengek agama yang mengikat. Yang penting bagi mereka adalah menyatu dan hidup harmonis dengan alam supaya kehidupan mereka dapat menjadi lebih baik. Tahukah kita bahwa agama Buddha, agama Kristen, agama Islam itu lebih dulu sampai ke Cina daripada Indonesia? Tahukah kita bahwa orang Cina juga punya andil dalam menyebarkan Islam di Indonesia? Jadi pernyataan “mendatangi kristen mereka jadi kristen, mendatangi buddha mereka jadi buddha” itu adalah pernyataan yang tidak dapat saya terima sejalan dengan pengertian saya akan sejarah keagamaan di Cina dan cara pandang orang Cina terhadap masalah keagamaan.

Read the rest of this entry »


Jiang Yudi (Chiang Yu Tie) - Terus Berkarya Meski Sudah Senja*

November 22, 2006

Oleh : Yudi Marhadi **
     Diantara seniman yang masih hidup mungkin sosok perempuan yang satu bisa dikatakan salah satu yang ‘langka’. Usianya sudah 88 tahun tapi masih saja berkecimpung dalam seni dengan menghasilkan puluhan lukisan.
Bagi masyarakat umum nama Jiang Yudi (Chiang Yu Tie) rasanya masih sangat asing. Namun bagi komunitas lukis dan kaligrafi China, Jiang sudah akrab bahkan sangat dikenal. Karya-karyanya selalu saja diminati dan tak ingin dilewatkan untuk dikoleksi bagi para kolektor lukisan.
     Semangatnya yang tak pernah padam selalu saja terpancar meski usia sudah senja. Ketika penulis  menyambangi secara langsung untuk mengorek lebih dalam pribadinya di Jl. Suwatama, Bandung, Jawa Barat, dengan lugas meski agak terbata-bata bahasa Indonesianya tapi setiap pertanyaan selalu dijawab.

Read the rest of this entry »


Sacred Mountains of China

November 22, 2006

     With accurate historical records of events that occurred over three thousand years ago, China has some of the oldest recorded history of any country on earth. It is from the legendary era however, long before historical records were compiled, that we find the first mention of sacred mountains in China. Why were certain mountains believed to be sacred? Perhaps the most primitive reason was the belief that mountains, especially the tallest ones, were pillars separating heaven from earth. According to one ancient Chinese cosmology, the realm of heaven covered the realm of earth and from this belief arose the idea that heaven could fall down if not supported. The mountains were believed to perform this function. In the myth of the ‘Reparation of Heaven’, the Goddess Nu Wa, having repaired the broken sky, killed a huge turtle and erected its four feet as supporting pillars in the four quarters. These four pillars allowed the world to again enjoy a peaceful and harmonious life, and later came to be regarded as the earliest sacred mountains.

Read the rest of this entry »