<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dampak Pengakuan Keislaman Cheng Ho</title>
	<atom:link href="http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/</link>
	<description>Studying Indonesian-Chinese culture</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 10:37:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Irawan</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3512</link>
		<dc:creator>Irawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:43:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3512</guid>
		<description>Revisi Cerita Cheng Ho Menurut Nagarakrtagama 

Dalam buku Meluruskan Penyimpangan Sistematis Sejarah Majapahit, kedatangan Cheng Ho ke Jawa Majapahit merupakan bukti pembenaran data Nagarakrtagama karya Prapanca. Nagarakrtagama pupuh 83.4 mencatat utusan dari Cina, India, Karnataka (India Selatan), Goda (India Timur) dan Syangka (Siam) dikirim ke Majapahit. Utusan tersebut dipimpin oleh para pendetanya. Mereka datang untuk mengagungkan Raja Rajasanagara. Prapanca mencatat beberapa pemimpin utusan tersebut yang diantaranya adalah Bhiksu Buddhaditya dari Kancipuri Sadwihara India, dan Brahmana Mutali Sahrdayawat. 

Pada tahun 1365 pada tahun Nagarakrtagama dibuat, wilayah Cina masih diduduki oleh bangsa Mongolia. Penyebutan utusan Cina yang datang ke Majapahit dan bukan utusan Tatar (pada masa Jawa Kuna bangsa Mongolia disebut sebagai bangsa Tatar) menunjukkan Majapahit menerapkan politik satu Cina dan bukan politik bebas aktif. Keberanian penerapan politik luar negeri Majapahit dipengaruhi oleh kemenangannya atas Dinasti Yuan (bangsa Mongolia) sebagaimana yang dicatat oleh Odorico di Pardenone tahun 1321.

Pada tahun 1368 selisih 3 tahun setelah pemberitaan Prapanca, Dinasti Ming yang berasal dari bangsa Han terbukti mampu mengusir bangsa Mongolia. Ini membuktikan pemihakan Majapahit atas merdekanya Cina berhasil. 

Kedatangan Cheng Ho dan Ma Huan selanjutnya merupakan pembenar informasi Prapanca dan merupakan kelanjutan utusan sebelumnya. Menurut informasi Ma Huan rombongan utusan Cina ditempatkan di ’daerah’ 1,5 hari perjalanan darat dari Canggu. Daerah tersebut bukan merupakan Majapahit. Karena jarak Majapahit-Canggu ditempuh perjalanan darat selama 3 hari. Penempatan ini menempatkan utusan Cina sebagaimana utusan dari Sunda yang ditempatkan di Bubat. Bila Raja Sunda tidak berkenan datang tanpa pengawalan ke Majapahit karena menganggap kedatangan seperti itu sebagai tanda takluk, sehingga terjadi peristiwa Pasundan Bubat. Utusan Cina bersedia. Karena itu utusan para pendeta Cina yang datang tanpa pengawalan Cheng Ho dengan mudah kemudian terbunuh dalam peristiwa huru-hara di Majapahit. 

Informasi Ma Huan tentang para pendeta yang datang ke Majapahit merupakan bukti kebenaran Informasi Prapanca dalam Nagarakrtagama. Bukan Cheng Ho yang diterima di Majapahit tapi pemimpinnya yaitu para pendeta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Revisi Cerita Cheng Ho Menurut Nagarakrtagama </p>
<p>Dalam buku Meluruskan Penyimpangan Sistematis Sejarah Majapahit, kedatangan Cheng Ho ke Jawa Majapahit merupakan bukti pembenaran data Nagarakrtagama karya Prapanca. Nagarakrtagama pupuh 83.4 mencatat utusan dari Cina, India, Karnataka (India Selatan), Goda (India Timur) dan Syangka (Siam) dikirim ke Majapahit. Utusan tersebut dipimpin oleh para pendetanya. Mereka datang untuk mengagungkan Raja Rajasanagara. Prapanca mencatat beberapa pemimpin utusan tersebut yang diantaranya adalah Bhiksu Buddhaditya dari Kancipuri Sadwihara India, dan Brahmana Mutali Sahrdayawat. </p>
<p>Pada tahun 1365 pada tahun Nagarakrtagama dibuat, wilayah Cina masih diduduki oleh bangsa Mongolia. Penyebutan utusan Cina yang datang ke Majapahit dan bukan utusan Tatar (pada masa Jawa Kuna bangsa Mongolia disebut sebagai bangsa Tatar) menunjukkan Majapahit menerapkan politik satu Cina dan bukan politik bebas aktif. Keberanian penerapan politik luar negeri Majapahit dipengaruhi oleh kemenangannya atas Dinasti Yuan (bangsa Mongolia) sebagaimana yang dicatat oleh Odorico di Pardenone tahun 1321.</p>
<p>Pada tahun 1368 selisih 3 tahun setelah pemberitaan Prapanca, Dinasti Ming yang berasal dari bangsa Han terbukti mampu mengusir bangsa Mongolia. Ini membuktikan pemihakan Majapahit atas merdekanya Cina berhasil. </p>
<p>Kedatangan Cheng Ho dan Ma Huan selanjutnya merupakan pembenar informasi Prapanca dan merupakan kelanjutan utusan sebelumnya. Menurut informasi Ma Huan rombongan utusan Cina ditempatkan di ’daerah’ 1,5 hari perjalanan darat dari Canggu. Daerah tersebut bukan merupakan Majapahit. Karena jarak Majapahit-Canggu ditempuh perjalanan darat selama 3 hari. Penempatan ini menempatkan utusan Cina sebagaimana utusan dari Sunda yang ditempatkan di Bubat. Bila Raja Sunda tidak berkenan datang tanpa pengawalan ke Majapahit karena menganggap kedatangan seperti itu sebagai tanda takluk, sehingga terjadi peristiwa Pasundan Bubat. Utusan Cina bersedia. Karena itu utusan para pendeta Cina yang datang tanpa pengawalan Cheng Ho dengan mudah kemudian terbunuh dalam peristiwa huru-hara di Majapahit. </p>
<p>Informasi Ma Huan tentang para pendeta yang datang ke Majapahit merupakan bukti kebenaran Informasi Prapanca dalam Nagarakrtagama. Bukan Cheng Ho yang diterima di Majapahit tapi pemimpinnya yaitu para pendeta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kang Maman</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3347</link>
		<dc:creator>Kang Maman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 06:28:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3347</guid>
		<description>Saya pengagum budaya tiongkok dan saya percaya eksistensi laksamana cheng ho, keberadaannya di nusantara, pengaruh ajaran islamnya di indonesia yang sangat besar sejak jaman kubilai khan dan pertempurannya dengan majapahit. Politik bangsa eropa membunuh jati diri bangsa asia perlahan2.... Tiongkok yang digdaya, Indonesia yang makmur tapi itu hanyalah sejarah yang dicoba untuk dipupus oleh keserakahan imperialisme bangsa eropa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pengagum budaya tiongkok dan saya percaya eksistensi laksamana cheng ho, keberadaannya di nusantara, pengaruh ajaran islamnya di indonesia yang sangat besar sejak jaman kubilai khan dan pertempurannya dengan majapahit. Politik bangsa eropa membunuh jati diri bangsa asia perlahan2&#8230;. Tiongkok yang digdaya, Indonesia yang makmur tapi itu hanyalah sejarah yang dicoba untuk dipupus oleh keserakahan imperialisme bangsa eropa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ariesboyz</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3332</link>
		<dc:creator>ariesboyz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 08:09:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3332</guid>
		<description>ramai rkyt indonesia tidak tahu makam cheng ho ada d sana..makamnya terletak di sebuah pulau kecil.berhampiran pulau madura.di mana krajaan indonesia membina lpngn trbng d pulau tersebut(dlm pembinaan)...penduduk d sna bru membngkar rhsia ini ke pengetahuan pemerntah...di sana juga terdapat seorg waliyah zainab yang merupakn  pewaris sunan ampel yg mrupakn seorg wanita..anda boleh mncr pulau tersebut d map.dmn pulau itu seperti 1 titik hurf nun dan pulu jawa sperti bentuk nun...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ramai rkyt indonesia tidak tahu makam cheng ho ada d sana..makamnya terletak di sebuah pulau kecil.berhampiran pulau madura.di mana krajaan indonesia membina lpngn trbng d pulau tersebut(dlm pembinaan)&#8230;penduduk d sna bru membngkar rhsia ini ke pengetahuan pemerntah&#8230;di sana juga terdapat seorg waliyah zainab yang merupakn  pewaris sunan ampel yg mrupakn seorg wanita..anda boleh mncr pulau tersebut d map.dmn pulau itu seperti 1 titik hurf nun dan pulu jawa sperti bentuk nun&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ace</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3330</link>
		<dc:creator>Ace</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:24:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3330</guid>
		<description>Alhamdulillah, tilisan ini menambah wawasan serta kebanggaan saya sebagai penganut agama di bumi ini, namun saya pun ingin agar sejarah sebenarnya tidak diburamkan agak generasi berikutnya dapat lebih menghargai jati diri bangsa sendiri juga bangsa2 yan lain, sehingga damailah bumi ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, tilisan ini menambah wawasan serta kebanggaan saya sebagai penganut agama di bumi ini, namun saya pun ingin agar sejarah sebenarnya tidak diburamkan agak generasi berikutnya dapat lebih menghargai jati diri bangsa sendiri juga bangsa2 yan lain, sehingga damailah bumi ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fanzou</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3320</link>
		<dc:creator>Fanzou</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 01:51:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3320</guid>
		<description>saya tetap dgn agama saya dan tidak tertarik dgn agama yg dianut Arab ato barat
agama timur jauh lebih mulia dan banyak budi pekertinya ketimbang agama tsb
yg banyak peperangan dan penjajahan
perbedaan ini justu bagus sekali utk mengingatkan kepada yg muda2 tentang perbedaan diantara karakter penganut tsb, sehingga bisa memilih mana agama yg lebih cocok dgn karakter genetik mereka

dan saya bersyukur ternyata negara2 penganut agama saya tsb jauh lebih maju dari agama2 lainnya di dunia kecuali negara super power dan tanpa embel2 mengagamanisasikan ato mempromosikan suatu agama apalagi memperkenalkan
dgn rayuan gombal dan kekerasan
ya bisa dikatakan menjadi di tengah2nya aja deh, penuh damai dgn cinta kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tetap dgn agama saya dan tidak tertarik dgn agama yg dianut Arab ato barat<br />
agama timur jauh lebih mulia dan banyak budi pekertinya ketimbang agama tsb<br />
yg banyak peperangan dan penjajahan<br />
perbedaan ini justu bagus sekali utk mengingatkan kepada yg muda2 tentang perbedaan diantara karakter penganut tsb, sehingga bisa memilih mana agama yg lebih cocok dgn karakter genetik mereka</p>
<p>dan saya bersyukur ternyata negara2 penganut agama saya tsb jauh lebih maju dari agama2 lainnya di dunia kecuali negara super power dan tanpa embel2 mengagamanisasikan ato mempromosikan suatu agama apalagi memperkenalkan<br />
dgn rayuan gombal dan kekerasan<br />
ya bisa dikatakan menjadi di tengah2nya aja deh, penuh damai dgn cinta kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hendrik</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3307</link>
		<dc:creator>hendrik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 12:42:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3307</guid>
		<description>saya seorang mualaf,menurut saya knp orang keturunan diindonesia terlihat memisahkan diri dari pribumi.karena mereka terlalu sering diintimidasi,sejak mereka tumbuh dewasa.termasuk saya sendiri.tapi sekarang setelah saya menjadi mualaf,saya mempunyai cita2 klo suatu hari nanti warga keturunan tidak akan diintimidasi lagi,sehingga mereka dapat menerima ISLAM dengan tanpa rasa takut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya seorang mualaf,menurut saya knp orang keturunan diindonesia terlihat memisahkan diri dari pribumi.karena mereka terlalu sering diintimidasi,sejak mereka tumbuh dewasa.termasuk saya sendiri.tapi sekarang setelah saya menjadi mualaf,saya mempunyai cita2 klo suatu hari nanti warga keturunan tidak akan diintimidasi lagi,sehingga mereka dapat menerima ISLAM dengan tanpa rasa takut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hendrik</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3306</link>
		<dc:creator>hendrik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 12:36:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3306</guid>
		<description>dfvder</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dfvder</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ALF</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3293</link>
		<dc:creator>ALF</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:06:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3293</guid>
		<description>ORDE BARU BERJASA BESAR MEMBUAT WARGA TIONGHOA IDENTIK DENGAN NON MUSLIM!
SOEHARTO BERTANGGUNG JAWAB ATAS KRISTENISASI WARGA TIONGHOA KONGHUCU!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ORDE BARU BERJASA BESAR MEMBUAT WARGA TIONGHOA IDENTIK DENGAN NON MUSLIM!<br />
SOEHARTO BERTANGGUNG JAWAB ATAS KRISTENISASI WARGA TIONGHOA KONGHUCU!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Djenambang Bin Tandjak</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3266</link>
		<dc:creator>Djenambang Bin Tandjak</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 10:46:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3266</guid>
		<description>Alhamdulillah..

Mungkin inilah yang namanya hidayah itu &quot;mahal&quot;. Kami sangat menghargai dengan tulisan ini, semoga kita semua selalu dalam bimbingan-Nya. Selanjutnya kami juga ingin pemerintah kita sedikit peduli tentang sejarah sisa pasukan jipang di pedalaman sumatera selatan.

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah..</p>
<p>Mungkin inilah yang namanya hidayah itu &#8220;mahal&#8221;. Kami sangat menghargai dengan tulisan ini, semoga kita semua selalu dalam bimbingan-Nya. Selanjutnya kami juga ingin pemerintah kita sedikit peduli tentang sejarah sisa pasukan jipang di pedalaman sumatera selatan.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ershad</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3223</link>
		<dc:creator>Ershad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 01:37:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2006/12/20/dampak-pengakuan-keislaman-cheng-ho/#comment-3223</guid>
		<description>Bpk Mourad,


Tidak wajar membenci rekan senegara, keturunan Cina atau bukan :-)
Teori Arab/Gujarat menurut saya juga bukannya tidak mungkin/salah, akan lebih baik jika kita mengakui bahwa Islam di Indonesia masuk secara damai dari berbagai sumber, akan menjadikan negara kita yang sudah kaya budaya ini lebih kaya lagi.

Dalam Islam tidak boleh ada hutang budi, hanya kesadaran diri untuk membalas perlakuan baik orang lain.


Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bpk Mourad,</p>
<p>Tidak wajar membenci rekan senegara, keturunan Cina atau bukan :-)<br />
Teori Arab/Gujarat menurut saya juga bukannya tidak mungkin/salah, akan lebih baik jika kita mengakui bahwa Islam di Indonesia masuk secara damai dari berbagai sumber, akan menjadikan negara kita yang sudah kaya budaya ini lebih kaya lagi.</p>
<p>Dalam Islam tidak boleh ada hutang budi, hanya kesadaran diri untuk membalas perlakuan baik orang lain.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
