<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Dicari, Imlek Bangsa Indonesia</title>
	<atom:link href="http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/</link>
	<description>Studying Indonesian-Chinese culture</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 11:04:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Fanzou</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3318</link>
		<dc:creator>Fanzou</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 01:21:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3318</guid>
		<description>Imlek jelas PERAYAAN KEAGAMAAN atas rasa
syukurnya kepada PENCIPTA
anda juga bisa lihat sendiri betapa banyak
tgl2 sembayang agama tsb dgn kalender Chinese tsb
kalo bukan mereka maka tradisi ini
sudah mati/enggak ada yg nerusin

namun seiring waktu dan jaman, siapa saja boleh
kok ikut merayakannya namun dgn konteks
yg berbeda dgn tujuan kebersamaan
yg dirayakan dgn penuh sukacita
jadi kegembiraan tsb bisa dirasakan siapa saja
geto lho dan disatu sisi orang yg merayakan keagamaan
juga dpt melaksanakan ritual ibadahnya tanpa rasa takut
pencekalan
semoga bisa menjadi pencerahan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Imlek jelas PERAYAAN KEAGAMAAN atas rasa<br />
syukurnya kepada PENCIPTA<br />
anda juga bisa lihat sendiri betapa banyak<br />
tgl2 sembayang agama tsb dgn kalender Chinese tsb<br />
kalo bukan mereka maka tradisi ini<br />
sudah mati/enggak ada yg nerusin</p>
<p>namun seiring waktu dan jaman, siapa saja boleh<br />
kok ikut merayakannya namun dgn konteks<br />
yg berbeda dgn tujuan kebersamaan<br />
yg dirayakan dgn penuh sukacita<br />
jadi kegembiraan tsb bisa dirasakan siapa saja<br />
geto lho dan disatu sisi orang yg merayakan keagamaan<br />
juga dpt melaksanakan ritual ibadahnya tanpa rasa takut<br />
pencekalan<br />
semoga bisa menjadi pencerahan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bersama Toba</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3302</link>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 19:06:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3302</guid>
		<description>Anda tidak akan menyangka sama sekali bahwa kelak anda akan tertekan dengan agama dan keyakinan anda!

Pelaksanaan syariat Islam di Indonesia sudah mulai diberlakukan dimana-mana, dan kekerasan dengan membawa nama agama telah menjadi alat paling ampuh di negara kita...

Sedih...semoga Imlek versi Indonesia ini tidak akan menjadi hampa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tidak akan menyangka sama sekali bahwa kelak anda akan tertekan dengan agama dan keyakinan anda!</p>
<p>Pelaksanaan syariat Islam di Indonesia sudah mulai diberlakukan dimana-mana, dan kekerasan dengan membawa nama agama telah menjadi alat paling ampuh di negara kita&#8230;</p>
<p>Sedih&#8230;semoga Imlek versi Indonesia ini tidak akan menjadi hampa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Menggugat Mualaf</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3298</link>
		<dc:creator>Menggugat Mualaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 02:26:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3298</guid>
		<description>masih seperti air keluar dari sumbatan yaa.. kenceng banget alirannya. menjadi glamour , konsumerisme dsbnya... semoga ke depan keramaian perayaan imlek akan lebih mereda dan lebih menemukan salurannya yang terindah di rasa seluruh indonesia kita..

saya setuju dicari imlek bangsa indonesia, 
mari dengan imlek menjadi  indonesia sejati :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masih seperti air keluar dari sumbatan yaa.. kenceng banget alirannya. menjadi glamour , konsumerisme dsbnya&#8230; semoga ke depan keramaian perayaan imlek akan lebih mereda dan lebih menemukan salurannya yang terindah di rasa seluruh indonesia kita..</p>
<p>saya setuju dicari imlek bangsa indonesia,<br />
mari dengan imlek menjadi  indonesia sejati :D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Politics Brat</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3229</link>
		<dc:creator>Politics Brat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 16:52:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3229</guid>
		<description>Emang apa bedanya gebyar Tahun Baru Imlek sama Tahun Baru Masehi, sama Natal &#38; Lebaran, sama 17 Agustusan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang apa bedanya gebyar Tahun Baru Imlek sama Tahun Baru Masehi, sama Natal &amp; Lebaran, sama 17 Agustusan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maholtra</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3221</link>
		<dc:creator>maholtra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 09:07:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3221</guid>
		<description>thanks untuk artikelnya.. jadi masukan positif untuk kita mengenal budaya tionghoa lebih lagi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks untuk artikelnya.. jadi masukan positif untuk kita mengenal budaya tionghoa lebih lagi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: munggur</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3216</link>
		<dc:creator>munggur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 11:24:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-3216</guid>
		<description>semoga imlek mendapatkan posisinya sebagai wahana merawat tradisi dan mengajarkan kebajikan. bukan melulu ajang pesta dan dimanfaatkan oleh dorongan konsumerisme.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga imlek mendapatkan posisinya sebagai wahana merawat tradisi dan mengajarkan kebajikan. bukan melulu ajang pesta dan dimanfaatkan oleh dorongan konsumerisme.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jimmy kosasih</title>
		<link>http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-946</link>
		<dc:creator>jimmy kosasih</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2007 00:48:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iccsg.wordpress.com/2007/02/18/dicari-imlek-bangsa-indonesia/#comment-946</guid>
		<description>saya sependapat dengan anda mengenai perayaan imlek yang harusnya didasari kepada semangat cinta kasih, seperti orang pacaran pan kudu memberi kepada pacarnya, dan seperti pepatah di tiongkok yang bunyinya kurang lebih adalah apa yang bisa kamu berikan kepada bangsa dan negara dan jangan kamu meminta apa yang negara bisa berikan kepada kamu. 
mengenai perayaan imlek yang gelamor dan mewah seperti adanya pesta yang berlebihan adalah perbuatan yang boros dan tidak sesuai dengan semangat etnis tionghoa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sependapat dengan anda mengenai perayaan imlek yang harusnya didasari kepada semangat cinta kasih, seperti orang pacaran pan kudu memberi kepada pacarnya, dan seperti pepatah di tiongkok yang bunyinya kurang lebih adalah apa yang bisa kamu berikan kepada bangsa dan negara dan jangan kamu meminta apa yang negara bisa berikan kepada kamu.<br />
mengenai perayaan imlek yang gelamor dan mewah seperti adanya pesta yang berlebihan adalah perbuatan yang boros dan tidak sesuai dengan semangat etnis tionghoa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
