Tanya: Anak2 sering dinasehatkan orang tua untuk tidak sembarangan menggunakan jari menunjuk ke bulan, apalagi bila bulan sedang sabit karena nampak seperti pisau karena akan dipotong telinganya oleh bulan. Apakah ini benar adanya?
Rinto Jiang | Ini ada ceritanya, di zaman dulu, orang2 percaya bahwa dewi bulan itu sangat buruk rupanya. Karenanya ia merasa bahwa bila ada orang yang menunjuk kepadanya, maka orang itu pasti sedang membicarakan keburukan rupanya. Makanya, ia akan memotong telinga orang yang menunjuk kepadanya, baik sengaja maupun tidak.
Dari sinilah, kemudian muncul kepercayaan bahwa seseorang akan dipotong telinganya bila menunjuki bulan, dipotong bukan dalam arti kehilangan telinga, namun cuma terluka sedikit di bagian bawah telinga, terutama dekat bagian pertemuan juntai telinga dengan sendi tulang rahang.
Saya sendiri ingin mencerita pengalaman saya. Seingat saya, setua ini saya cuma pernah 1 kali menjadi korban “potongan” sang bulan. Namun bila ditanya apakah benar ini dikarenakan saya sebelumnya berani2nya menunjuki bulan? Terus terang saja, saya sudah lupa. Namun ada satu hal yang sangat saya pastikan, bahwa saya sering menunjuk ke bulan tanpa sengaja, namun pada akhirnya tidak menjadi korban potongan telinga sang bulan.
Bagi, saya bulan tidak ada hubungannya dengan telinga kita yang terluka. Biasanya, jenis luka pada telinga tersebut bukan luka sabetan pisau atau benda tajam, melainkan adalah luka infeksi yang memang lumrah terjadi pada anak kecil di zaman dulu. Di zaman dulu, kebersihan dan higienis memang merupakan hal yang mewah. Apalagi telinga memang merupakan bagian tubuh yang sering tidak mendapat ||| READ MORE