Riwayat Hidup Nabi Khongcu

September 15, 2006

“Hanya Kebajikan Berkenan Thian, Tuhan YME”,
“Sungguh Satu Saja: Kebajikan”
(Su King)
 
” Di Empat Penjuru Lautan, Semuanya Saudara.”
(Sabda Suci XII: 5) 
 
=================
Episode Pembuka. Gan Hwee Murid Yang Terkasih Senantiasa Tekun Rajin Mengikuti Bimbingan Nabi
 
Gan Yan dengan menarik napas berkata, “Bila kupandang terasa bertambah tinggi, semakin kugali terasa bertambah dalam. Kadang-kadang kupandang nampak berdiri di muka, sekonyong-konyong ternyata telah ada di belakang.
 
Demikianlah Guru selalu dengan baik meluaskan pengetahuanku dengan Kitab-Kitab dan melatih diriku dengan Kesusilaan, sehingga walaupun kadang-kadang ingin menghentikan belajar, ternyata tidak dapat.


Aku sudah menggunakan segenap kepandaianku, sehingga terasa teguh dan nampak jelas di mukaku; tetapi untuk mencapainya ternyata masih belum dapat juga.” (Sabda Suci IX: 11).
 
Ketika Gan Yan bertanya tentang pemerintahan, Nabi bersabda, “Pakailah penanggalan Dinasti He (Iem Lik), gunakanlah ukuran kereta Kerajaan Ien, kenakanlah topi kebesaran Kerajaan Ciu, bersukalah di dalam musik Siau dan Bu. Jauhkanlah musik Negeri Ting dan jauhilah orang-orang yang pandai memutar lidah. Musik Negeri Ting itu membangkitkan nafsu dan orang-orang yang pandai memutar lidah itu membahayakan.” (Sabda Suci XV: 11).

 

Read the rest of this entry »


Rangkuman Filsafat Cina

September 4, 2006

Filsafat China adalah salah satu dari filsafat tertua di dunia dan dipercaya menjadi salah satu filsafat dasar dari 3 filsafat dasar yang mempengaruhi sejarah perkembangan filsafat dunia.
Filsafat dasar lainnya adalah Filsafat India dan Filsafat Barat. Masing-masing filsafat tentunya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang berkembang dari masa ke masa. Di bawah ini saya kutip sejarah filsafat China dari situs Filsafat Kita. Mohon ditanggapi baik dari segi kebudayaan, sejarah ataupun agama, karena ini juga adalah rangkuman dari seorang peminat filsafat Indonesia.

Read the rest of this entry »


Pemikiran Xun Zi (313 - 238 BC)

March 23, 2006

Xun Zi ,tokoh Legalisme yang terkenal dengan perkataan “MANUSIA PADA DASARNYA JAHAT” memang bisa disebut anti tesis dari Meng Zi yang mengatakan “MANUSIA PADA DASARNYA BAIK”. Xunzi sendiri menganggap dirinya adalah seorang Confuciust dan menganggap Meng zi itu confuciust yang menyimpang dari ajaran KongZi. Xun Zi termasuk seorang kritikus, bukan saja Meng Zi yang dikritik tapi gurunya Song Xing juga termasuk yang dikritik. Yang menarik dari pemikiran Xun Zi adalah ernyataannya mengenai penciptaan. Xun Zi beranggapan bahwa penciptaan itu tidak ada tapi melalui proses dan tiada pencipta. Xun Zi beranggapan jika ada pencipta yang masih memiliki perasaan , emosi , dan keinginan maka pencipta itu cacat dan tidak bisa disebut pencipta. Read the rest of this entry »


Silsilah dan Riwayat Singkat Kongzi

February 21, 2006

A. Nenek Moyang Nabi Kongzi yang perlu diketahui:

1. Raja Suci Huang Di (2698 SM-2598 SM): Seorang Raja Suci purba yang berjasa
besar dalam membangun peradaban dan kebudayaan serta mengatur tata pemerintahan.

2. Xie, seorang menteri Pendidikan pada jaman Raja Yao (2357 SM-2255 SM) dan Raja Shun (2255 SM-2205 SM).

3. Cheng Tang, pendiri Dinasti Shang atau Yin (1766 SM-1122 SM).

4. Wei-zi Qi, kakak tertua Raja Zhou, Raja terakhir dinasti Shang.
Setelah dinasti Shang roboh Wei-zi Qi diangkat menjadi Raja Muda yang pertama di Negeri Song. Karena tidak mempunyai anak, adiknya yang bernama Wei Zhong diangkat sebagai penerusnya. Wei Zhong inilah yang menurunkan Raja-raja Muda Negeri Song. Read the rest of this entry »


Tokoh Sejarah: Kong Fu Zi (6)

February 7, 2006

Kong Fu Zhi -
Zi Gong dengan berani membelah gurunya dan mengritik Pangeran Ai

Posted on Wednesday, September 28 @ 13:43:13 PDT by xuan-tong

Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Kong Fu Zi telah berpuluhan tahun pergi ke banyak negara untuk mempraktekkan teori-teorinya, tetapi tidak ada satu raja yang mau memakainya, karena Beliau berani memberi kuliah raja-raja bagaimana mereka harus bertindak dengan teorinya tentang kebenaran, kejujuran, humanisme, keadilan dan senantiasa memberi komentar dan bahkan kritik. Bekerja dengan Beliau akan memberikan pengalaman yang tidak nyaman. Beliau lain dengan murid-muridnya Ran Qiu, Fan Chi, Zi Gong, Zi Xia, Zi Lu sebagai contoh cepat, cerdas, efisien, berbudi dan banyak akalnya. Read the rest of this entry »


Kitab Klasik,Filsafat: Ajaran Kong Zi

February 6, 2006

Kitab Klasik,Filsafat: AJARAN CONFUCIUS
Posted on Sunday, March 06 @ 15:35:18 PST by xuan-tong

BAGIAN 1

Confucius (Khung Fu Zi/ Khung Zi atau Guru Khung) merupakan seorang Guru Agung, yang mana kumpulan tulisannya telah dikutip secara luas oleh berbagai kalangan sampai kehidupan saat ini.

Salah satu pandangannya yang sangat berarti adalah bahwa segala pengetahuan yang sesungguhnya berarti mengatakan apa yang diketahui bila memang mengetahui, dan mengatakan apa yang tidak diketahui bila memang tidak mengetahui. Ungkapan lainnya yang sering dijadikan tolak-ukur dan membangun semangat kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan ini, adalah nasehatnya yang mengatakan bahwa kita janganlah bersedih hati hanya karena tidak diakui oleh orang lain, tetapi lebih baik tanyakan diri kita sendiri (instropeksi) apakah sudah sepantasnya diakui orang.

Ajaran utama Confucius menekankan cara menjalani kehidupan yang harmonis dengan mengutamakan moralitas atau kebajikan. Seseorang dilahirkan untuk menjalani hubungan tertentu sehingga setiap orang mempunyai kewajiban tertentu. Sebagai contoh, kewajiban terhadap negara, kewajiban terhadap orang tua, kewajiban untuk menolong teman, dan suatu kewajiban umum terhadap kehidupan manusia.

Kewajiban-kewajiban tersebut tidaklah sama dimana kewajiban terhadap negara dan orang tua lebih diutamakan daripada kewajiban terhadap teman dan kehidupan manusia. Sifat-sifat mulia yang diajarkan oleh Confucius bertujuan untuk menciptakan manusia yang berbudi-pekerti luhur yang disebut Budiman (C’un Zi), suatu proses latihan yang meliputi peningkatan kualitas diri secara tetap, dan kemampuan berinteraksi di dalam kehidupan bermasyarakat secara berkelanjutan. Walaupun Beliau menekankan proses belajar sebagai ’suatu kepentingan untuk diri sendiri’, dimana pada akhirnya terbentuk pengetahuan diri dan realisasi diri, namun Beliau juga menyatakan bahwa kebanyakan orang akan memperoleh pendidikan sejati secara alami. Read the rest of this entry »


Tokoh Sejarah: Han Fei Zi

February 6, 2006

Tokoh Sejarah: Han Fei Zi, legalist pada jaman Chankuo (Warring States era)

Posted on Thursday, June 09 @ 11:36:50 PDT by xuan-tong

Untuk mempelajari strategi dan taktik peperangan, kebijakan pemimpin negara, psy-war dll. adalah dengan membaca buku-buku sejarah kuno Tiongkok sangat luas, belum pernah aku membaca buku yang terdapat begitu banyak variasi yang tidak ada duanya di dunia. Saya kira membaca buku-buku kuno Tiongkok terutama pada jaman Chun-Chiu (772-481 BC musim semi hingga musim gugur) dan jaman Chan-Kuo (481-221 BC, Warring States,Perangan Antar Negara) dan jaman sesudahnya, terutama yang ditulis oleh filosof-filosof dan ahli strategi Tiongkok. Disini aku akan ceritakan sebuah cerita pendek yang ditulis oleh Han Fei, seorang legalis, penganut undang-undang dan dianggap sebagai ahli hukum yang besar pada jamannya dan seorang pangeran dari keturunan kerajaan Han.

Pangeran Wu dari Negara Cheng akan menyerang Negara Hu, tetangganya yang jauh lebih lemah dari Negara Cheng. Raja dari Negara Hu, yang belakangan ini mengetahui keinginan negara tetangganya yang kuat dan kelemahannya sendiri; untuk menghindari keruntuhan negaranya, raja Hu membicarakan akalnya dengan putrinya lalu menikahkan putrinya yang cantik untuk diambil sebagai istri dari raja Wu. Raja Wu sangat mencintai putri kerajaan Hu yang cantik dan yang dapat memainkan peranannya dengan baik. Karena itu raja Wu memperlemah penjagaan batas-batas dengan kerajaan Hu. Read the rest of this entry »


Kitab Klasik,Filsafat: Legalisme (FA JIA)

February 6, 2006

Posted on Saturday, October 02 @ 12:06:49 PDT by xuan-tong

Kitab Klasik & Filsafat Legalisme atau Fa Jia yang dikembangkan oleh Han Fei Zi, Shang Yang, Zi Xia, Wu Qi dan Xun Zi merupakan dasar dari manajemen modern dan sistem pemerintahan.

Fa Jia dibenci karena Li Se sebagai penganut aliran ini memprovokasi Qin SeHuang (YingZheng) agar membantai aliran Confuciusm dan melakukan sensor besar2an.

Tapi jika kita tilik sistemnya , ternyata dinasti Han jugamenggunakan sistem Fa Jia yang dibungkus oleh ajaran Confuciusm. Read the rest of this entry »


Confucianisme dan Daoisme (2)

February 6, 2006

Kitab Klasik,Filsafat: Confucianisme dan Daoisme,
bagaimana kalau dikombinasikan menjadi satu?(bagian ke dua)

Posted on Sunday, October 17 @ 02:11:46 PDT by xuan-tong

Ren (Djien), Yi (Gie) , Li (Lie), Zhi (Tie) dan Xin ( Sien) adalah Alam (Dao,Tao) yang menjelmakan dan menunjukkan sifat baik (virtue) manusia. Alam yang disini kutulis adalah Alam yang diajarkan oleh Lao Zi, Zhuang Zi, Lie Zi dan bukan yang dikatakan dalam arti dalam pembicaraan kita sehari-hari. Untuk jelasnya dan sebagi contoh saya ambil alam manusia, manusia dilahirkan dengan alam dasarnya.
Dasar alam manusia itu bisa baik atau jelek. Meng Ke (Mencius) seorang filosof konfusianis yang besar mengatakan bahwa alam dasar manusia itu baik, karena seorang penjahat kalau kelihatan seorang anak bahaya akan jatuh ke sumur, spontan secara reflektoris, dia menolongnya. Sebaliknya Xun Zi (bukan strateg kenamaan Sun Zi), juga seorang konfusianis yang besar mengatakan bahwa dasar alam manusia itu jelek, karena manusia mempunyai keinginan dan ambisi. Read the rest of this entry »


Confucianisme dan Daoisme (1)

February 6, 2006

Kitab Klasik,Filsafat:
Confucianisme dan Daoisme, bagaimana kalau dikombinasikan menjadi satu?

Posted on Saturday, October 16 @ 14:15:57 PDT by xuan-tong

Kemarin saya mendapatkan kemoterapi sessi yang terachir, karena reaksi sampingan sebelumnya dan ini kali, saya sudah beberapa hari tidak bisa keluar dan tinggal dirumah, apalagi reaksi sampingan mules-mules yang agak hebat dengan disertai diare. Teman yang dapat kusandari adalah keluargaku, buku-buku dan lagu-lagu jaman mahasiswaku.

Pada hari-hari ini aku kebanyakan merebahkan diriku disofa dan mengompres perutku dengan air panas dan diatasnya aku pakai selimut wol. Aku gunakan buku-buku sebagai bantal sambil berpikir mengenai Dao, kebenaran dari penghidupan manusia. Tetapi aku berasa sukur masih tidak melupahkan untuk melakukan Qigong selama 30 menit. Read the rest of this entry »


Kitab-kitab yang mendasari Confucianism

February 6, 2006

Posted on Saturday, October 02 @ 11:33:24 PDT by xuan-tong
Kitab Klasik & Filsafat Kitab2 yang mendasari Confuciousm

1. Zhou Yi, berasal dari kitab Yi Jing adn Yi Zhuan yang digabung menjadi 1
2. Shang Shu, catatan2 politik dinasti Zhou dan jaman sebelumnya.
3. Se Jing, catatan nyanyian2 pada jaman dinasti Zhou.
4. Zhou Li, mencatat sistem pemerintahan dan organisasi negara pada jaman dinasti Zhou
5. Yi Li,adat istiadat para bangsawan. Read the rest of this entry »


Kong Fu Zhi (7)

February 6, 2006

Confusius: Tiga Unsur Pemerintahan Terpenting

Posted on Saturday, January 28 @ 22:59:10 PST by xtnv

Seorang murid pandai Kong Hu Cu bertanya pada gurunya, “Apa unsur-unsur terpenting sebuah pemerintahan yang baik?”

Beliau menjawab, “Ada tiga. Cukup pangan, cukup persenjataan (sekarang kita menyebutnya militer), dan kepercayaan dari rakyat.”

“Seandainya Guru harus memilih melepaskan salah satu dari ketiga unsur itu, yang mana yang terpaksa Guru lepaskan?” Read the rest of this entry »


Tokoh Sejarah: Kong Fu Zi (5)

February 6, 2006

Kong Fu Zhi, sarjana yang besar tidak dapat menjawab pertanyaan dua bocah angon
Posted on Wednesday, September 28 @ 13:41:23 PDT by xuan-tong
Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Dr. Han Hwie-Song

Disini aku akan ceritakan satu kejadian dimana seoarang sarjana yang tinggi tidak dapat menjawab pertanyaan dua anak kecil yang memelihara kerbau di Gunung Tai. Waktu Kong Fu Zi bersama-sama muridnya dengan kereta melalui dibawah gunung Tai, jalanan tidak baik, kadang-kadang murid-muridnya harus mendorong.

Dijalanan mereka tidak bertemu seorang pun dan tidak terdapat desa, mereka tidak tahu dimana mereka nanti harus bermalam. Tidak jauh lagi mereka melihat dua kerbau, dan kudanya sangat gelisah. Mereka gembira mungkin mereka bertemu dengan petani, dimana mereka bisa menginap, tidak perlu tidur di alam terbuka. Mereka tidak melihat petani namun dua bocah dengan kerbaunya yang sedang ramainya bertengkar mengenai sesuatu. Read the rest of this entry »


Tokoh Sejarah: Kong Fu Zi (4)

February 6, 2006

Perbedaan antara guru Kong dan empat murid kesayangannya (4)
Posted on Wednesday, September 28 @ 13:30:20 PDT by xuan-tong

Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Disini akan membicarakan dua perbedahan antara guru dan murid dalam praktek sebagai politikus, administrator negara dan sebagai pengajar dan ilmuwan, baiklah aku mulai dengan yang pertama. Sesudah meninggalnya Perdana menteri Ji Huanzi, pemerintahan Lu diberikan pada Ji Kangzi. Ji Kangzi berencana akan memanggil Kong Fuzi kembali ke Lu, tetapi bawahannya bernama Gong Zhizhong dan bawahan lainnya sangat tidak setuju tindakan ini dan mereka berkata bahwa pangeran yang lalu pernah memakai Kong Fu Zi sebagai menteri kehakiman dan acting perdana menteri, tetapi dengan Kong Fu Zi tidak gampang untuk bekerja sama, karenanya Beliau meninggalkan pekerjaannya. Ji Kangzi lalu bertanya:” Apakah kita lebih baik memanggil muridnya saja untuk datang ke Lu?” Mereka mengusulkan untuk memanggil Ran Qiu, murid Kong Fu Zi yang berumur tigapuluhan, dia ternyata sangat pandai sering dipuji oleh gurunya sebagai murid yang banyak talennya, suatu administrator yang hebat. Ran Qiu dipanggil dan diangkat sebagai kepala dari daerah tanah sewahan di Feiyi. Read the rest of this entry »


Tokoh Sejarah: Kong Fu Zhi (3)

February 6, 2006

Tokoh Sejarah: Kong Fu Zhi, sarjana yang berprinsip dan memegang teguh etika (3) Posted on Wednesday, September 28 @ 13:29:16 PDT by xuan-tong Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Dr. Han Hwie-Song Lain dengan kebiasaan orang Tionghoa yang biasa kita lihat terutama di Indonesia, Beliau tidak makan kalau Beliau datang menghormati jenazah keluarga atau teman. Mungkin Beliau berpendapat bahwa kesempatan ini ialah bukan kesempatan untuk makan dan minum, tetapi kesempatan memberi penghormatan yang terakhir, satu suasana kesedihan. Bahkan beliau tidak menyanyi atau main musik pada hari itu. Umumnya pada orang Tionghoa menghormat jenazah dilakukan setiap malam selama lima hari sampai seminggu untuk dikunjungi teman-teman atau keluarga untuk memberi penghormatan yang terakhir dan pada kesempatan tsb. biasanya disediakan makanan kecil dan minum, bahkan pada akhir malam kadang-kadang masih disediakan bakmi dan nasi goreng. Read the rest of this entry »