February 6, 2006
Raja yang tidak bermahkota dan instingtif seorang demokrat (2)
Posted on Wednesday, September 28 @ 13:26:38 PDT by xuan-tong
Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Dr. Han Hwie-Song
Jika kita membaca buku-buku Kong Fu Zi dan kita hubungkan dengan politik pada jaman modern ini, dapat kita simpulkan tidak berkelebihan bahwa secara Insting Kong Fu Zi menurut saya adalah seorang demokrat; betapa tidak, Beliau mengatakan: “ All men are brothers” atau semua orang itu adalah saudara. Beliau juga mengatakan: ”secara alamiah semua orang adalah sama. Perbedaannya disebabkan karena pendidikan dan lingkungan dimana mereka dilahirkan atau dibesarkan”. Read the rest of this entry »
No Comments » |
Filsuf dan Filsafat, Sejarah |
Permalink
Posted by RP
February 6, 2006
Sarjana dan guru yang besar- penghidupan dan ajarannya
Posted on Wednesday, September 28 @ 13:22:31 PDT by xuan-tong
Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Dr. Han Hwie-Song
Bicara tentang falsafat Tionghoa, aku senantiasa berpendapat sebisanya membaca dan mempelajarinya dari buku-buku yang ditulis oleh sarjana-sarjana Tionghoa seperti Dr. Feng Yu Lan, Dr. Tu Wei-Ming, Dr. Lin Yu Tang, Dr. Hu Shih, Dr. Wong Sit Chan dll., lebih baik lagi aku membaca dalam bahasa Mandarin. Aku berpendapat bahwa ahli-ahli Tionghoa ini dapat menulis dengan perasaan orang Tionghoa dalam arti yang sebetulnya. Read the rest of this entry »
No Comments » |
Filsuf dan Filsafat, Sejarah |
Permalink
Posted by RP
January 31, 2006
BAB III. CARA MEMBUAT/MENGUMPULKAN KEBAIKAN
Bab sebelumnya membicarakan tentang cara-cara untuk merubah kesalahan kita pada kehidupan ini, sebenarnya untuk meyakinkan bahwa kehidupan yang baik tidak akan menjadi buruk. Bagaimanapun kita masih tidak sanggup mengubah kehdupan buruk menjadi baik, walaupun kita selalu berbuat baik pada kehidupan ini, kita tidak tahu kejahatan apa yang kita telah lakukan pada kehidupan yang lalu, sehingga balasan atas perbuatan kejahatan tersebut masih berlanjut pada kehidupan ini. Oleh karena itu, untuk mengubah kehidupan buruk menjadi baik, kita tidak hanya mengkoreksi kesalahan kita tetapi juga harus melaksanakan segala jenis kebaikan untuk membangun kebajikan. Read the rest of this entry »
1 Comment |
Filsuf dan Filsafat, Serba-serbi |
Permalink
Posted by RP
January 30, 2006
Zhu BoLu (朱柏盧) dilahirkan pada tahun 1617 di provinsi JiangSu. Beliau dilahirkan dengan nama Zhu YongChun. Pada saat itu dinasti Ming digantikan oleh dinasti Qing. Pada masa hidupnya beliau menolak jabatan dari kekaisaran Qing dan memilih hidup menyepi dan memakai nama samaran Zhu BoLu.
Zhu BoLu atau disebut juga Zhu Zi mencatat gagasan Read the rest of this entry »
No Comments » |
Filsuf dan Filsafat |
Permalink
Posted by RP
January 27, 2006
BAB II. CARA MENGUBAH NASIB
Pada zaman Chun Ciu (tahun 722 SM - 481, zaman musim semi dan rontok) banyak penasehat yang mampu menebak dengan tepat rejeki dan bencana yang akan dialami seseorang, hal ini juga tertulis di buku Cho Chuan dan buku syair lainnya. Pada umumnya, seseorang akan mendapat rejeki atau menanggung bencana pasti ada gejala sebelumnya yang bersumber dari dalam hati dan terekspresi keluar yaitu di wajah atau fisiknya, orang yang bertampang welas asih, jujur, tulus, memegang janji, tingkah laku mantap tidak sembrono, biasanya dapat memperoleh rejeki. Sedang orang yang wajahnya judes, kejam, bertingkah laku sembrono, kebanyakan mendekati bencana, rejeki atau bencana pasti dapat diramalkan sebelumnya. Read the rest of this entry »
No Comments » |
Filsuf dan Filsafat, Serba-serbi |
Permalink
Posted by RP
January 27, 2006
“Menghindari segala perbuatan tidak baik dan mempraktekkan segala yang baik, akan mengurangi bencana dan mendatangkan kebaikan”
“Orang berbuat baik, manfaatnya belum kita terima, tetapi bencana sudah menjauhi, orang berbuat kejahatan, bencana belum menimpa, akan tetapi manfaat baik yang telah kita miliki sudah menjauh”.
BAB I. BAGAIMANA MEMBANGUN NASIB
Membangun nasib adalah untuk membentuk nasib daripada terikat olehnya. Pelajaran ini adalah membicarakan tentang prinsip dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengubah nasib. Berdasarkan pengalamannya, Liao Fan mengajarkan anaknya jangan terikat nasib dan berusaha sebaik mungkin melaksanakan kebaikan serta menghindarkan segala erbuatan tidak baik. Read the rest of this entry »
2 Comments |
Filsuf dan Filsafat, Serba-serbi |
Permalink
Posted by RP