Sejarah Taiji Quan

September 1, 2006

Taiji Quan (Shadow Boxing)

Yang style Taiji QuanThe word Taiji first appeared in Book of Changes of the Zhou Dynasty. The essay says: “Where there is Taiji, there is peace and harmony between the positive and the negative.” Taiji means supremacy, absoluteness, ex¬tremity and uniqueness. Taiji Quan takes its name for the implication of superiority. Taiji Quan got its name when Shanxi secular Wushu master Wang Zongyue used the philosophy of the positive and negative from the Book of Changes to explain the principles of the boxing.

Read the rest of this entry »


Pionir agama Islam di Tiongkok

September 1, 2006

Menurut catatan resmi dinasti Tang pada masa pemerintahan Yong Hui tahun ke-2 (651 M) datang utusan yang dikirim dari Khalifah Usman ibn Affan ke Tiongkok.

Pada masa dinasti Tang, telah banyak org2 Arab yang tinggal di Tiongkok. Di kota-kota pelabuhan seperti Guang Zhou , Chang Zhou , Chuan Zhou telah banyak pemukiman2 org asing. Dan orang Arablah yang jumlahnya terbesar diantara orang asing lainnya. Mereka telah berdagang di Tiongkok sejak abad ke 4 masehi.

Dan ada kemungkinan org2 Arab itu memeluk agama Islam di Tiongkok. Nabi Muhammad SAW baru mendapat beberapa ratus pengikutnya sekitar th.618.

Read the rest of this entry »


Sejarah Cersil Tiongkok di Indonesia

September 1, 2006

Pada masa pemerintahan Soeharto telah melarang cerita silat (cersil) Tiong Hoa. Mengapa, karena cersil mengandung budaya Tiogn Hoa dan cerita-cerita sejarah Tiong Hoa yang didalamnya banyak mengandung filsafat dan ajaran Buddha, Taoisme, dan Kong Fu Chu. Padahal bukan ajaran Komunis , namun karena ada rasa anti-Tiong Hoa, maka itupun dilarang juga karena menyangkut tiga pilar: sekolah Tiong Hoa, media massa Tiong Hoa, dan organisasi Tiong Hoa.

Bahkan sejak tahun 1990 sampai sekarang cersil tidak begitu banyak dibaca oleh kalangan mudah, mereka lebih gemar membaca komik dari Jepang atau barat.
Sementara sejak Kho Ping Hoo meninggal,tidak ada lagi pengarang cersil yang melanjutinya.

Pada akhir abad ke-19, nampaknya sudah banyak cersil diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu/Indonesia antara lain :

- SAM KOK (Tiga Negara) tahun 1883-1885.
- Shih DJin Koei Tjing Tang tahun 1884
- Shi Djin Koei Tjeng See tahun 1884
- Hing Kiao Li Tan 1884-1886.

Read the rest of this entry »


Older terracotta figurines found

August 25, 2006

BEIJING Aug 15 (Xinhua) — Chinese archaeologists have discovered two terracotta figurines dating back to about 2,500 years ago, older than the famous terracotta warriors buried with first Chinese emperor Qinshihuang.

The rough-hewn, 10-centimeter tall statues might be the oldest terracotta figurines produced by the Qin State at the beginning of the Warring States Period (475 BC-221 BC), said some experts.
Read the rest of this entry »


Bakmi Tertua Ditemukan di China

August 16, 2006

Sisa-sisa bakmi tertua di dunia telah ditemukan dalam sebuah penggalian di China. Untaian sepanjang 50 cm berwarna kuning itu berada dalam wadah yang mungkin tertimbun tanah ketika terjadi bencana banjir.
 
Penanggalan radiokarbon terhadap bakmi yang diambil dari situs arkeolog Lajia di tepi Sungai Kuning tersebut mengindikasikan usianya kurang lebih 4.000 tahun.

Para peneliti mengatakan bahwa bakmi itu dibuat dari biji semacam padi-padian, tidak seperti bakmi modern yang dibuat dari tepung terigu.

Penemuan ini diperkirakan akan memunculkan kembali pertanyaan mengenai orang-orang manakah yang pertama kali membuat bakmi.

Read the rest of this entry »


Mystery of Qin Shi Huang Mausoleum revealed

August 16, 2006

Archeologists have unraveled the mysterious plan of the Qin Shi Huang Mausoleum, the 2,200-year-oldstructure which is famous as the home of 7,000 terracotta horses and warriors.

Located in Xi’an in northwest China’s Shaanxi Province, the QinShi Huang Mausoleum is the tomb of Emperor Qin Shi Huang, the first emperor of the Qin Dynasty (221-207 BC) and also of China.

Covering 2.13 square kilometers, the four-layered mausoleum, like a well-structured city, includes an underground palace, which is the center of the mausoleum, an inner city, outer city and grounds.

Read the rest of this entry »


Timeline: A Chronology Of the Ming Voyages

August 16, 2006

First Voyage 1405-1406

Zheng He's shipZheng He commanded a fleet of 317 ships, almost 28,000 men, their arms and supplies. The fleet included several massive “treasure ships,” approximately 400 feet long and 160 feet wide. The places the fleet stopped included Champa (central Vietnam); Majapahit on Java; and Semudra and Deli on the northern coast of Sumatra. It continued to Ceylon and then to Calicut, known as “the great country of the Western Ocean.” Traveling through the Straits of Malacca on its return, the Chinese defeated a pirate chief who had been threatening trading ships in the Straits. Zheng He was not able to find any trace of the deposed Emperor whom some Chinese had thought might have found asylum in Southeast Asia.

Second Voyage 1407-1409

Zheng-He did not go on the second voyage which probably returned the Siamese ambassador who had gone to China earlier on his own, and installed a new leader in Calicut. Again the fleet stopped at Champa (central Vietnam); Majapahit on Java; and Semudra and Deli on the northern coast of Sumatra; Ceylon; and Calicut.

Read the rest of this entry »


Guan Dao, pedang bulan sabit Guan Yu

August 16, 2006

Menurut Dr. Yang Jwing Ming*) dalam bukunya “Ancient Chinese Weapons: A Martial Artist’s Guide,” Guan Dao berasal dari jaman Tiga Kerajaan (221-280 AD), dan konon tingginya 8 chi (1 chi=0.3581 meter, jadi 8 chi=2.87 meter) dan beratnya antara 80-90 kati (1 kati=1 pon).  Menurut Dr. Yang, senjata yang diciptakan pada jaman dinasti Song oleh jendral Yue Fei adalah Pu Dao, seperti diilustrasikan dibawah: 

Read the rest of this entry »


Qin Liangyu (1574~1648)

August 12, 2006

秦良玉 Qin Liangyu (1574~1648) adalah seorang panglima wanita terkenal di masa jaman akhir dinasti Ming.

Beliau lahir di provinsi Sichuan, dari keturunan etnis Miao. Selama masa mudanya, beliau belajar keahlian berkuda, memanah dan bela diri dari ayahnya. Dan juga mempelajari sastra, khususnya dalam bidang
berpuisi. Ia menikah dengan seorang pemimpin militer daerah dan mendampingi suaminya dalam masa tugas dalam beberapa pertempuran kecil menghadapi panglima-panglima perang (panglima independen yang seringkali bertingkah laku seperti perampok) setempat di perbatasan barat daya dinasti Ming. Setelah suaminya meninggal, Qin Liangyu kemudian menggantikan posisi suaminya.

Read the rest of this entry »


Liang Hongyu

August 12, 2006

梁红玉 Liang Hongyu

Tahun pertama Congning (1102 CE) pada masa pemerintahan kaisar Huizhong, Liang Hongyu dilahirkan di distrik Huai’an, provinsi Anhui. Kakek dan ayahnya adalah panglima kerajaan Song (970 CE - 1279 CE). Ketika muda, ia tidak tenggelam dalam kemewahan dan sisi kewanitaannya. Justru dia lebih menyukai belajar ilmu bela diri. Di samping itu sebagai seorang wanita, dia juga belajar menari, menyanyi, menabuh genderang dan juga kerajinan tangan seperti membuat tikar.

Read the rest of this entry »


Baja , Paku, Tentara dan Tiongkok

August 11, 2006

Peribahasa Tiongkok yang mengatakan bahwa baja yang baik tidak ditempa menjadi paku dan putera laki2 yang baik tidak dijadikan tentara telah mengakibatkan (salah satu penyebabnya) Tiongkok menjadi target sasaran2 dan korban penyerbuan, perampasan, penjajahan dan intervensi negara2 tetangganya sejak jaman dahulu, seperti serbuan mulai dari bangsa2 barbar dari utara seperti bangsa , Xiungnu, Xianbei, Turki, Khitan, Jurchen, Mongol, Manchu sampai dengan bangsa Jepang, Rusia serta negara2 Barat lainnya.

Read the rest of this entry »


Cao Bin: Pria Sejati Bersikap Rendah Hati

August 11, 2006

Seorang pria sejati, tidak dilihat dari kehebatannya. Ia cukup dengan bersikap rendah hati, pemaaf dan toleran terhadap orang lain. Sifat itulah yang dimiliki Jenderal Besar Cao Bin.

Cao Bin dilahirkan di Kabupaten Linshou yang dikenal sekarang sebagai Provinsi Hebei, Tiongkok. Ia merupakan salah seorang tokoh yang membantu mendirikan Dinasti Song Utara. Walaupun telah meraih banyak keberhasilan dan penghargaan, ia tidak pernah membanggakan prestasinya dan memperoleh rasa hormat yang mendalam dari rakyat.

Read the rest of this entry »


Biara Shaolin - Shaolin She

August 11, 2006

Begitu nama Biara Shaolin disebut, biasanya yang terlintas di benak kita adalah murid-muridnya, kewajiban, kesederhanaan, heroisme, dan kerja keras. Secara umum Biara Shaolin dikaitkan dengan ketenaran kungfunya yang melegenda di seluruh dunia, di samping sebagai pusat agama Buddha. Meskipun demikian, popularitas Biara Shaolin dalam kaitannya dengan kungfu jauh melebihi kesadaran orang tentang perannya dalam pusat agama Buddha. Sedemikian populernya kungfu Shaolin sehingga sering secara “berlebihan” khalayak mengatakan bahwa semua kungfu di seluruh dunia berasal dari Biara Shaolin.

Read the rest of this entry »


Sejarah Budaya Tionghoa: Ekonomi Dinasti Han

February 6, 2006

Sejarah & Budaya: Ekonomi dinasti Han (wu wei jing ji)
Posted on Tuesday, October 19 @ 03:05:33 PDT by xuan-tong

Sejak kejatuhan dinasti Qin dan berdirinya dinasti Han , ekonomi di China hancur lebur.

Walau dinasti Qin sejak reformasi yang dimotori oleh Shang Yang membawa kemajuan luar biasa disegala bidang , ternyata setelah penyatuan 6 negara dan pemberontakan petani yang pertama kali tercatat dalam sejarah Tiongkok membawa kehancuran dalam bidang ekonomi.

Pada masa awal dinasti Han tidak bisa dikatakan membentuk suatu pemerintahan terpusat yang dikontrol oleh pusat. Han GaoZhu Liu Bang pada saat hendak membangun ekonomi, meminta pendapat dari Lu Jia 陸賈. Lu Jia memberi saran yaitu pemerintah pusat tidak mengintervensi pertumbuhan ekonomi. Biarkan ekonomi berjalan tanpa intervensi pemerintah pusat, pola ekonomi ini disebut Wu Wei Jing Ji 無為 經 濟 (saya artikan ekonomi bebas). Read the rest of this entry »


Tokoh Sejarah: Kong Fu Zhi (3)

February 6, 2006

Tokoh Sejarah: Kong Fu Zhi, sarjana yang berprinsip dan memegang teguh etika (3) Posted on Wednesday, September 28 @ 13:29:16 PDT by xuan-tong Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Dr. Han Hwie-Song Lain dengan kebiasaan orang Tionghoa yang biasa kita lihat terutama di Indonesia, Beliau tidak makan kalau Beliau datang menghormati jenazah keluarga atau teman. Mungkin Beliau berpendapat bahwa kesempatan ini ialah bukan kesempatan untuk makan dan minum, tetapi kesempatan memberi penghormatan yang terakhir, satu suasana kesedihan. Bahkan beliau tidak menyanyi atau main musik pada hari itu. Umumnya pada orang Tionghoa menghormat jenazah dilakukan setiap malam selama lima hari sampai seminggu untuk dikunjungi teman-teman atau keluarga untuk memberi penghormatan yang terakhir dan pada kesempatan tsb. biasanya disediakan makanan kecil dan minum, bahkan pada akhir malam kadang-kadang masih disediakan bakmi dan nasi goreng. Read the rest of this entry »