RSS

Tag Archives: festival

Asal Mula Dan Legenda Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-autumn)

Budaya-Tionghoa.Net | Festival Zhong Qiu Jie mempunyai sejarah yang panjang, seperti festival tradisional yang lainnya, yang terbentuk dan berkembang secara perlahan-lahan, kaisar kuno mempunyai system melakukan upacara persembahan pada musim semi (春天祭日[chun1 tian1 ji4 ri4]), dan musim gugur (秋天祭月[qiu1 tian1 ji4 yue4]), dimana perayaan festival Zhong Qiu Jie sudah tercatat dalam buku《周礼》[zhou1 li3].

Kemudian diikuti oleh para aristocrat dan scholar dengan melihat kelangit untuk mengamati dan merasakan keindahan bulan purnama dalam yang terang dan bulat untuk menyalurkan kasih dan perasaan, perayaan tersebut kemudian diikuti oleh rakyat menjadi sebuah aktivitas tradisi, sampai dynasty Tang perayaan tersebut sangat diperhatikan oleh orang, dan menjadi sebuah perayaan yang tetap, hal tersebut tercatat dalam buku Tang 《唐书 太宗记》[tang2 shu1 tai4 zong1 ji4] dimana perayaan tersebut dilakukan pada setiap tgl 15 bulan 8 imlek. Perayaan ini sangat penting pada Dinasty Song, begitu juga pada Dinasty Ming dan Qing, sudah merupakan sebuah perayaan yang sama terkenalnya dengan hari Raya imlek, menjadi sebuah festival pokok dalam Negara ini.

Legenda tentang festival ZhongQiu ini sangat kaya dengan cerita mitologi seperti: 嫦娥奔月 [chang2 e2 ben1 yue4] (Dewi Chang-e terbang ke bulan), 吴刚伐桂 [wu2 gang1 fa2 gui4] (Wu Gang menebang pohon Gui), 玉兔捣药 [yu4 tu4 dao3 yao4] yang sangat berkembang dan tersebar di tengah masyarakat. || READ MORE

 
Leave a comment

Posted by on April 2, 2012 in Adat & Tradisi

 

Tags:

[00001] Sembahyang Rebutan Dan Tradisi Purba

Author :  Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Orang sering menyamakan antara sembahyang qiyue ban る yang berkaitan dengan GuiJie 碍竊 (festival hantu ) atau sembahyang rebutan yang merupakan tradisi “kelenteng” dengan sembahyang ulambana versi Buddha. Hal ini ada benar dan ada salahnya, tergantung darimana kita menilainya. Tapi sepanjang yang saya tahu, tradisi penyebrangan roh itu tidak terjadi begitu saja, adanya pengaruh Buddhism (disamping Taoism )yang kemudian berkembang menjadi Buddhism Mahayana Tiongkok yang menyerap budaya setempat juga yang nantinyaakan memberikan pula warna bagi tradisi sembayang rebutan di kelenteng.

Sembahyang pada bulan tujuh ini adalah untuk memberi kesempatan bagi para arwah dan roh-roh di neraka dilepaskan ke dunia untuk mendapatkan ‘liburan’ dan bebas dari alam sengsara atau kita katakan saja kembali ke tempat yang layak. Oleh karena itu pada momen tersebut, orang kelenteng mengadakan upacara untuk memberi makan mereka dan upacara ritual penyebrangan arwah. Hal ini ditujukan untuk mengembangkan welas asih tidak hanya kepada sesama manusia atau binatang tetapi juga kepada mahluk2 yang tak terlihat.

Tradisi ini sebetulnya sudah dikenal semenjak jaman sejarah purba Tiongkok tapi waktu perayaan tidak selalu sama, tergantung keinginan penguasa atau orang yang ingin mengadakan upacara itu. Dalam kitab Liji 搂癘; disebutkan bahwa upacara ini disebut Fuli 確搂. Sedangkan maksud Fu disini adalah memanggil roh orang yang meninggal atau disebut pula Zhao Hun ┷活. Pada upacara ini, arwah orang yang sudah meninggal, biasanya leluhur kita, diundang untuk kembali dan dihantar menuju ke tempat asal muasal leluhur tersebut berasal. Kitab Li Ji mengatakan bahwa tindakan ini adalah suatu perwujudan untuk menunjukkan rasa cinta kasih dan bakti.||| READ MORE

 
Leave a comment

Posted by on October 26, 2011 in Adat & Tradisi

 

Tags: ,

Chinese Valentine Day

14 Februari adalah hari Valentine Barat yang diperingati luas di dunia. Namun sebenarnya orang Tionghoa juga punya hari valentine sendiri. Chinese Valentine memang masih lama, namun menyambut hari Valentine 14 Februari, saya turunkan juga tulisan tentang Chinese Valentine yang populer di kalangan Tionghoa di seluruh dunia.

Chinese Valentine disebut “Qi Shi“, yang artinya malam ketujuh di bulan tujuh penanggalan Imlek. Jadi Chinese Valentine jatuh pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan Imlek. Asal usul perayaan hari kasih sayang ala Chinese ini berasal dari sebuah legenda yang diceritakan turun temurun.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on September 6, 2006 in Adat & Tradisi, Ragam & Peristiwa

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers