Wilayah China itu besar dan kontinental , tetapi saya sendiri kurang setuju pembangunan jalan berbasis jalan tol. Jalan tol bukan solusi , apalagi mengatasi kemacetan , malah menambah kemacetan terutama di pintu tol. Menumbuhkan pemakaian kendaraan pribadi yang menimbulkan pemborosan BBM . Saya sendiri lebih suka model Jepang apalagi untuk pulau Jawa yang berpenduduk padat , mobilitas tinggi dan lahan terbatas. Jadi yang dibangun itu Kereta Api , MRT , Subway . Kalau tidak salah di Singapura apa Taiwan yang tidak menerapkan jalan tol dinegaranya? …Zaini .
Rinto Jiang | Tulisan ini untuk menanggapi pertanyaan Zaini (terlampir diatas) dan tulisan Mang Ucup yang berjudul Jalan Tol Indonesia Versus Jalan Tol Cina.
Dua negara , Singapura dan Taiwan ada jalan tol. Malah sebenarnya, jalan tol adalah primadona transportasi di Taiwan. Jalan itu sebenarnya sudah sangat diperhatikan pembangunannya dalam sejarah politik Tiongkok. Zamannya Dinasti Qin, Qin Shi-huang itu malah harus menetapkan berapa panjang axis roda kereta (jarak antara kedua roda kereta) biar bisa dengan cepat melewati jalan2 yang sudah di-paved dengan batu atau tanah yang keras.
Untuk beberapa jalan yang berada di luar kota yang belum di-paved, maka axis roda yang seragam di seluruh negeri itu akan dapat menimbulkan 2 jalur roda yang seperti rel yang akan dapat dilewati dan bertambah dalam dan bertambah dalam seiring bertambahnya kereta yang lewat di atasnya. Jalan kuno seperti ini masih ada di beberapa tempat di Tiongkok, tentu sebagai objek wisata dan bukan berfungsi sebagai jalan. Ini adalah salah satu bentuk highway pertama di dunia. Qin Shi-huang malah pernah keliling Tiongkok lewat “highway” ini.
Memang yang Mas Zaini bilang itu bener, bahwa kita harus menitik beratkan pada MRT (mass rapid transit), bisa memindahkan banyak orang dalam waktu cepat, termasuklah subway, kereta api dan lain-lain . Namun tetap saja ada perbedaan tingkat mobilitas bila dibandingkan dengan jalan misalnya. Jalan bisa mencapai ke tempat2 yang tidak bisa dicapai oleh jaringan KA atau subway. Ini penting sekali buat mobilitas barang atau orang misalnya. Jadi, jalan seharusnya tetap sebagai yang utama, dan KA serta subway jadi alternatif.
Taiwan dulu juga pernah menjadi koloni Jepang selama 50 tahun, waktu itu seperti juga Jepang, transportasinya dititikberatkan pada KA. Juga karena mobil belum merata seperti sekarang yah. Setelah Taiwan di bawah kekuasaan KMT, pada tahun 1971 mulai dibangun jalan tol pertama yang menghubungkan Taipei dengan Kaohsiung di selatan. Kebijakan pemerintah ini menjadi bahan kritikan karena ada anggapan jalan tol adalah monopoli orang kaya, juga tidak akan lebih optimal daripada KA untuk sarana transportasi. Terus ditambah lagi, waktu itu ada krisis minyak dunia, kritik makin keras. Perlu diketahui, waktu ini Taiwan belum makmur, malah GDP-nya masih lebih kecil daripada Indonesia di zaman yang sama, makanya pemerintah Taiwan juga ngutang sana sini untuk membangun jalan tol ini, dengan teknologi sendiri tentunya. Taiwan memang punya teknologi ini karena mereka punya tentara konstruksi, para veteran unit konstruksi inilah yang kemudian diarahkan untuk membangun berbagai proyek sipil di seluruh Taiwan……READ MORE