RSS

Tag Archives: sembahyang rebutan

[00001] Sembahyang Rebutan Dan Tradisi Purba

Author :  Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Orang sering menyamakan antara sembahyang qiyue ban る yang berkaitan dengan GuiJie 碍竊 (festival hantu ) atau sembahyang rebutan yang merupakan tradisi “kelenteng” dengan sembahyang ulambana versi Buddha. Hal ini ada benar dan ada salahnya, tergantung darimana kita menilainya. Tapi sepanjang yang saya tahu, tradisi penyebrangan roh itu tidak terjadi begitu saja, adanya pengaruh Buddhism (disamping Taoism )yang kemudian berkembang menjadi Buddhism Mahayana Tiongkok yang menyerap budaya setempat juga yang nantinyaakan memberikan pula warna bagi tradisi sembayang rebutan di kelenteng.

Sembahyang pada bulan tujuh ini adalah untuk memberi kesempatan bagi para arwah dan roh-roh di neraka dilepaskan ke dunia untuk mendapatkan ‘liburan’ dan bebas dari alam sengsara atau kita katakan saja kembali ke tempat yang layak. Oleh karena itu pada momen tersebut, orang kelenteng mengadakan upacara untuk memberi makan mereka dan upacara ritual penyebrangan arwah. Hal ini ditujukan untuk mengembangkan welas asih tidak hanya kepada sesama manusia atau binatang tetapi juga kepada mahluk2 yang tak terlihat.

Tradisi ini sebetulnya sudah dikenal semenjak jaman sejarah purba Tiongkok tapi waktu perayaan tidak selalu sama, tergantung keinginan penguasa atau orang yang ingin mengadakan upacara itu. Dalam kitab Liji 搂癘; disebutkan bahwa upacara ini disebut Fuli 確搂. Sedangkan maksud Fu disini adalah memanggil roh orang yang meninggal atau disebut pula Zhao Hun ┷活. Pada upacara ini, arwah orang yang sudah meninggal, biasanya leluhur kita, diundang untuk kembali dan dihantar menuju ke tempat asal muasal leluhur tersebut berasal. Kitab Li Ji mengatakan bahwa tindakan ini adalah suatu perwujudan untuk menunjukkan rasa cinta kasih dan bakti.||| READ MORE

 
Leave a comment

Posted by on October 26, 2011 in Adat & Tradisi

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers