Tata Krama dan Gaya Berbicara

Budaya-Tionghoa.Net | Tata krama mungkin berhubungan dengan cara-cara berbudaya orang Tiongkok di zaman dulu. Sebagaimana diketahui dalam masyarakat feodal, kebudayaan Tionghoa itu dapat dibagi atas kebudayaan tinggi dan rendah yang digunakan berbeda melihat golongan2 masyarakat yang ada di dalam susunan feodalisme Tiongkok di zaman lalu. Golongan kasta ini terbagi secara jelas mulai dari zaman Dinasti Jin yang disebut dengan Masyarakat Men Di dan setelah Dinasti Tang berubah menjadi Masyarakat Ke Di sampai penghujung Dinasti Qing.

Jadi, gaya berbudaya mereka yang seperti anda lihat di serial Samkok adalah budaya dan protokoler orang terpelajar ataupun bangsawan yang lebih tinggi dan lain dibandingkan dengan rakyat biasa ataupun budak (pelayan). Tentu saja ini bukan berarti rakyat biasa dan pelayan tidak ber-tatakrama di antara mereka, cuma protokolernya tidak serumit budaya tinggi tadi.

Mengenai gaya berbicara adalah erat kaitannya dengan perkembangan bahasa yang digunakan sehari2 pada masa tersebut. Di zaman lalu, bahasa Han klasik belum berkembang sempurna seperti sekarang ini, ini ditandai dari kosa kata dan karakter yang digunakan masih dalam bentuk mono-syllable di mana 1 kata dapat mengandung arti beberapa kata dalam bahasa sekarang ini, seperti kata2 bijak Konfusius yang singkat2 saja namun padat berisikan makna2. Bahasa klasik ini dinamakan Wen Yan Wen (bahasa klasik) atau Ya Yan (bahasa halus). Perkembangan bahasa Han dari zaman kuno sampai sekarang telah pernah saya tuliskan di artikel Bahasa Tionghoa beberapa bulan lalu.

Continue Reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s