Silsilah dan Riwayat Singkat Kongzi

A. Nenek Moyang Nabi Kongzi yang perlu diketahui:

1. Raja Suci Huang Di (2698 SM-2598 SM): Seorang Raja Suci purba yang berjasa
besar dalam membangun peradaban dan kebudayaan serta mengatur tata pemerintahan.

2. Xie, seorang menteri Pendidikan pada jaman Raja Yao (2357 SM-2255 SM) dan Raja Shun (2255 SM-2205 SM).

3. Cheng Tang, pendiri Dinasti Shang atau Yin (1766 SM-1122 SM).

4. Wei-zi Qi, kakak tertua Raja Zhou, Raja terakhir dinasti Shang.
Setelah dinasti Shang roboh Wei-zi Qi diangkat menjadi Raja Muda yang pertama di Negeri Song. Karena tidak mempunyai anak, adiknya yang bernama Wei Zhong diangkat sebagai penerusnya. Wei Zhong inilah yang menurunkan Raja-raja Muda Negeri Song. Continue reading

Tokoh Sejarah: Kong Fu Zi (6)

Kong Fu Zhi –
Zi Gong dengan berani membelah gurunya dan mengritik Pangeran Ai

Posted on Wednesday, September 28 @ 13:43:13 PDT by xuan-tong

Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Kong Fu Zi telah berpuluhan tahun pergi ke banyak negara untuk mempraktekkan teori-teorinya, tetapi tidak ada satu raja yang mau memakainya, karena Beliau berani memberi kuliah raja-raja bagaimana mereka harus bertindak dengan teorinya tentang kebenaran, kejujuran, humanisme, keadilan dan senantiasa memberi komentar dan bahkan kritik. Bekerja dengan Beliau akan memberikan pengalaman yang tidak nyaman. Beliau lain dengan murid-muridnya Ran Qiu, Fan Chi, Zi Gong, Zi Xia, Zi Lu sebagai contoh cepat, cerdas, efisien, berbudi dan banyak akalnya. Continue reading

Kitab Klasik,Filsafat: Ajaran Kong Zi

Kitab Klasik,Filsafat: AJARAN CONFUCIUS
Posted on Sunday, March 06 @ 15:35:18 PST by xuan-tong

BAGIAN 1

Confucius (Khung Fu Zi/ Khung Zi atau Guru Khung) merupakan seorang Guru Agung, yang mana kumpulan tulisannya telah dikutip secara luas oleh berbagai kalangan sampai kehidupan saat ini.

Salah satu pandangannya yang sangat berarti adalah bahwa segala pengetahuan yang sesungguhnya berarti mengatakan apa yang diketahui bila memang mengetahui, dan mengatakan apa yang tidak diketahui bila memang tidak mengetahui. Ungkapan lainnya yang sering dijadikan tolak-ukur dan membangun semangat kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan ini, adalah nasehatnya yang mengatakan bahwa kita janganlah bersedih hati hanya karena tidak diakui oleh orang lain, tetapi lebih baik tanyakan diri kita sendiri (instropeksi) apakah sudah sepantasnya diakui orang.

Ajaran utama Confucius menekankan cara menjalani kehidupan yang harmonis dengan mengutamakan moralitas atau kebajikan. Seseorang dilahirkan untuk menjalani hubungan tertentu sehingga setiap orang mempunyai kewajiban tertentu. Sebagai contoh, kewajiban terhadap negara, kewajiban terhadap orang tua, kewajiban untuk menolong teman, dan suatu kewajiban umum terhadap kehidupan manusia.

Kewajiban-kewajiban tersebut tidaklah sama dimana kewajiban terhadap negara dan orang tua lebih diutamakan daripada kewajiban terhadap teman dan kehidupan manusia. Sifat-sifat mulia yang diajarkan oleh Confucius bertujuan untuk menciptakan manusia yang berbudi-pekerti luhur yang disebut Budiman (C’un Zi), suatu proses latihan yang meliputi peningkatan kualitas diri secara tetap, dan kemampuan berinteraksi di dalam kehidupan bermasyarakat secara berkelanjutan. Walaupun Beliau menekankan proses belajar sebagai ‘suatu kepentingan untuk diri sendiri’, dimana pada akhirnya terbentuk pengetahuan diri dan realisasi diri, namun Beliau juga menyatakan bahwa kebanyakan orang akan memperoleh pendidikan sejati secara alami. Continue reading

Legenda Sin Cia (Xinnian/Chun Jie)

Posted on Saturday, January 28 @ 23:09:23 PST by xtnv

Konon di zaman dahulu kalah hidup seekor monster bernama nian (年) (*1) monster tersebut bertanduk tunggal, bermata besar dan berkuku tajam. Monster tersebut bertempat tinggal di dalam lautan, sepanjang tahun dia habiskan waktunya untuk tidur (seperti tidur musim dingin pada beruang). Namun setiap musim semi dia akan bangun dari tidurnya untuk mencari makanan. Makanan kesukaan monster nian tersebut adalah manusia. Bukan hanya memburuh manusia, monster tersebut juga memporak-porandakan ladang penduduk dan merusak panen.

Karena adanya monster tersebut yang memburu manusia setiap musim semi, maka penduduk selalu mengungsi ke dataran tinggi pada awal musim semi. Para penduduk selalu menyiapkan bekal makanan (*2) selama di pengungsian mereka, dan karena tidak ada yang tau bagaimana nasib besok mereka dituntut untuk menyelesaikan hutang piutang sebelum mengungsi (*3). Demikian juga para anak akan melakukan ronda selama orang tua mereka tidur (*4). Tidak lupa mereka diwajibkan untuk berkumpul (*5) bersama-sama dalam keluarga supaya bisa saling menjaga.

Keadaan tersebut berlangsung cukup lama, hingga suatu musim semi. Seorang pengemis (*6) melewati desa tersebut untuk meminta makanan, ia mendapatkan desa dalam keadaan kosong. Ia berjalan menelusuri desa tersebut untuk mencari orang yang bisa diminta sekaligus mencari tahu menyebab hilangnya penduduk desa tersebut. Akhirnya dia menemukan seorang nenek dan menanyakan penyebab lenyapnya warga desa. Sang nenek lalu menjelaskan soal monster nian dan pengungsian penduduk. Continue reading

Adat & Tradisi: Fu lu sou + tradisi dlm imlek (bagian 3 Shou)

Posted on Tuesday, September 27 @ 23:47:42 PDT by xuan-tong

Bintang Shou mungkin merupakan bintang yang paling sering kita lihat di gambar-gambar maupun bingkisan-bingkisan ulangtahun serta produk kesehatan.

Sesungguhnya bintang Shou juga merupakan salah satu object pemujaan pada jaman kuno dan dimanusiakan dengan berbagai macam kisah. Dan banyak orang jaman sekarang yang mengenalnya dengan sebutan Nan Ji Xian Weng 南極仙翁 atau Nan Ji Lao Ren 南極老人.

Shou Xing ini sebenarnya bintang Jiao 角 dan Keng 亢dari 28 rasi bintang yang berposisi di timur atau Qing Long 青龍.

Dalam hal ini 28 rasi dibagi menjadi 4 arah yaitu timur, utara, barat dan selatan.
Pada jaman lampau bintang ini dipercaya mempengaruhi kondisi suatu negara. Jika bintang Shou atau Lao Ren Xing tidak muncul maka peperangan akan timbul dan jika timbul maka ketertiban timbul. Continue reading

Adat & Tradisi: Apa dan Mengapa Seputar Imlek

Posted on Saturday, October 02 @ 13:26:59 PDT by xuan-tong
Adat Istiadat & Tradisi: Apa itu dewa dapur dan mengapa harus mengantarnya?

Dewa dapur itu adalah dewa kuno bahkan sejak dinasti Xia sudah ada penyembahan terhadapNya. Kitab klasik Li Ji sudah mencatat bahwa dewa dapur atau Zhao Jun itu adalah Zu Rong.

Kitab2 lainnya adalah kitab Zhuang Zi bab Da Sheng menulis “Zhao You Ji” dan dijelaskan secara spesifik oleh Sima Biao bahwa ” Ji itu adalah Zhao Shen (zhao Jun ) mengenakan jubah merah serta cantik”. Kitab Bao Pu Zi juga menjelaskan masalah Zhao Jun ini bahwa Zhao Jun mencatat perbuatan2 manusia.

Dewa dapur merupakan dewa utama dari 5 dewa rumah, dewa rumah itu adalah sbb: dewa sumur, dewa tiongcit, dewa pintu dan dewa kamar mandi. Dinasti Qing mengenal istilah 3 Zun dan 6 shen dimana 3 zun itu adalah Guan Yin dan 2 pengiringNya (Jin Tong Yu Nu) serta 5 dewa rumah, dimana dewa pintu itu ada 2(sepasang). Continue reading

Kitab Klasik,Filsafat: Legalisme (FA JIA)

Posted on Saturday, October 02 @ 12:06:49 PDT by xuan-tong

Kitab Klasik & Filsafat Legalisme atau Fa Jia yang dikembangkan oleh Han Fei Zi, Shang Yang, Zi Xia, Wu Qi dan Xun Zi merupakan dasar dari manajemen modern dan sistem pemerintahan.

Fa Jia dibenci karena Li Se sebagai penganut aliran ini memprovokasi Qin SeHuang (YingZheng) agar membantai aliran Confuciusm dan melakukan sensor besar2an.

Tapi jika kita tilik sistemnya , ternyata dinasti Han jugamenggunakan sistem Fa Jia yang dibungkus oleh ajaran Confuciusm. Continue reading

Adat Kematian

Budaya-Tionghoa.Net | Kita sering melihat upacara kematian Suku Tionghoa di tempat-tempat/ruang duka di rumah-rumah sakit. Kelihatannya begitu ramai oleh aneka perhiasan rumah-rumahan dengan perlengkapannya dan upacara yang bising serta pakaian duka cita yang dipakai oleh anak, menantu dan cucu-cucunya. Tetapi sebagian besar dari kita bertanya-tanya dan belum tahu apa arti semua itu?

Continue reading