Tokoh Sejarah: Kong Fu Zi (6)

Kong Fu Zhi –
Zi Gong dengan berani membelah gurunya dan mengritik Pangeran Ai

Posted on Wednesday, September 28 @ 13:43:13 PDT by xuan-tong

Tokoh Tokoh Sejarah Tionghoa Kong Fu Zi telah berpuluhan tahun pergi ke banyak negara untuk mempraktekkan teori-teorinya, tetapi tidak ada satu raja yang mau memakainya, karena Beliau berani memberi kuliah raja-raja bagaimana mereka harus bertindak dengan teorinya tentang kebenaran, kejujuran, humanisme, keadilan dan senantiasa memberi komentar dan bahkan kritik. Bekerja dengan Beliau akan memberikan pengalaman yang tidak nyaman. Beliau lain dengan murid-muridnya Ran Qiu, Fan Chi, Zi Gong, Zi Xia, Zi Lu sebagai contoh cepat, cerdas, efisien, berbudi dan banyak akalnya.

Waktu Kong Fu Zi sakit raja dari negara Lu, Duke Ai, memberikan makanan sehat, obat-obatan dan perawatan dari dokter kerajaan, semuanya ditolak oleh Kong Fu Zi, murid-muridnya tahu bahwa penolakan itu disebabkan kurangnya penghormatan raja sewaktu hidupnya Beliau; mengapa sekarang Beliau harus menerima perbuatan yang terpaksa ini? Apalagi bagi seorang yang bijaksana dan terhormat seperti Kong Fu Zi ini? Beliau meninggal dunia di samping murid-muridnya pada tahun 479 BC.

Waktu murid-muridnya menangis datanglah utusan dari raja dan membacakan pidato yang ditulis oleh raja Ai didepan peti jenazah. Sesudah membaca pidato memorial utusan itu akan meletakkan surat raja Ai diatas peti, Zi Gong mendadak maju kedepan dan berkata dengan air mata di kedua matanya: �tunggu sebentar Tuan Zhongni (nama panggilan Kong Fu Zi) tidak akan menerimanya pidato memorial ini, berikanlah kembali pada paduka raja�. Murid murid yang lain kaget dan menanyakan pada dirinya apakah konsekuensi dari tindakan Zi Gong ini? Utusan itu bertanya: �kenapa?� Zi Gong menjawab: �Aku besok akan ke paduka raja untuk memberi keterangan tentang tindakanku ini�. Waktu Zi Gong bertemu dengan Raja Ai, Beliau berkata: �ada dua kelemahan dari pidato Anda itu. Waktu Tuan Zhongni hidup, Anda menjauhkan Beliau dari kenegaraan, sewaktu Beliau meninggal, Anda memberikan pujian-pujian, ini sama sekali tidak sesuai dengan sopan santun, kedua Anda menulis memakai sebutan suvereign (paling berkuasa) yang dipakai khusus untuk raja dari Zhou dinasti, padahal Anda hanya seorang pangeran saja. Mengapa Anda berani memakai sebutan itu? Tuan Zhongni beranggapan bahwa orang yang tidak kenal sopan santun adalah kebodohan; dan menyalahgunakan titel adalah seorang kriminal. Apakah Anda beranggapan Tuan Zhongni diatas langit mau menerimanya?�

Pangeran Ai sebetulnya akan menghukum Zi Gong berat atas tindakan yang memalukan diri pangeran Ai, tetapi melihat Zhongni baru meninggal dunia dan seluruh negara dalam keadaan sedih dan berkabung, pangeran Ai tidak berani mengambil resiko untuk kemudian dikutuk oleh seluruh dunia untuk menghukum murid kesayangannya Tuan Zhongni, hanya karena persoalan pidato memorial saja. Pangeran Ai harus menerimanya, sebab semua menteri tiada satupun yang mau berdiri untuk membenarkan pangeran Ai.

Sebagai penutup penghidupan Guru Kong dapat secara singkat disimpulkan sebagai berikut: Waktu aku umur limabelas tahun, aku giat belajar mencari ilmu. Waktu aku umur tiga puluh tahun, aku sudah mendapatkan kedudukan dimasyarakat. Waktu aku umur empat puluh tahun, aku telah menguasai kepandaian, dan tidak diganggu oleh kontradiksi penghidupan. Waktu aku berumur lima puluh tahun, aku mengerti kemauan Thian (Heaven). Waktu aku berumur enam puluh tahun, aku dapat membedakan kebenaran dan kesalahan. Waktu aku berumur tujuh puluh tahun, aku dapat mengikuti kemauan hatiku, karena hukum-hukum dao sudah menjadi alam bagiku. Beliau berkata dengan merendahkan diri: �aku tidak berani menerima julukan sebagai seorang bijaksana atau orang yang humanis. Apa yang aku kerjakan hanya tidak melemahkan pekerjaanku untuk senantiasa belajar, juga aku tidak capai untuk mengajar orang lain�. Murid-muridnya sewaktu mendengar perkataan gurunya mengatakan: �justru inilah yang tidak dapat kami perbuat�. Dasar hubungan manusia bagi Kong Fu Zi ialah: Buat orang yang senior, berilah kesenangan dan penghormatan untuk mereka, buat teman harus saling percaya dan saling menghormati, dan menangani anak-anak harus dengan perhatian & kepedulian.

Literatur:
Yang Shu-An : Kong Zi
Zhongguo Wenxue Publishing house, Beijing
The Complete Analects of confucius Volume 1 (Chinese and English)
An Asiapac Publication, Singapore

Dr. Han Hwie-Song
Breda, 25-3-2005 The Netherlands

One thought on “Tokoh Sejarah: Kong Fu Zi (6)

  1. Lunyu 2:4 juga bisa diartikan sebagai kejiwaan orang secara umum berdasarkan umurnya. Sebagai berikut:
    Suatu Pepatah ‘Umur lima belas tahun seseorang telah memiliki kesadaran untuk belajar.
    Umur tiga puluh memiliki pendirian, Umur empat puluh tahun tidak kebingungan. Umur lima puluh tahun mengerti adanya kodrat. Umur enam puluh tahun mudah mendengarkan pendapat yang masuk akal. Umur tujuh puluh tahun hatinya dapat menerima sesuatu yang menjadi nafsunya, akan tetapi tidak mampu dijangkaunya’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s