Akupunktur

Pengobatan tradisional Cina sebagai sistem perawatan dan ilmu pengetahuan sudah ada selama paling tidak 2000 tahun. Buku pengobatan Cina tertua yang masih dapat ditemukan berjudul Huangti Neijing atau Raja obat dalam Kaisar Kuning, disusun antara tahun 400 – 200 SM. Sekolah dokter kekaisaran pertama didirikan pada masa pemerintahan dinasti Sui (tahun 589 – 618) dan sejak itu pengalaman selama ratusan tahun dikumpulkan dan dicatat berdasarkan pengamatan teliti.

Hasilnya, kini para sinshe memiliki berbagai pengalaman empiris yang memungkinkan mereka memperkirakan tahap perkembangan penyakit dan menentukan obat yang cocok untuk tiap tahap itu. Dalam pengobatan CIna, juga dalam akupuntur, kesehatan ditentukan oleh kemampuan seseorang mempertahankan keseimbangan dan keselarasan ‘lingkungan dalam’ tubuhnya. Penyakit timbul bila ‘lingkungan’ ini terganggu dan proses normal tubuh untuk memulihkan keseimbangan dan keselarasan tidak mampu mengatasinya. Teori ‘keselarasan dalam’ tubuhdinyatakan dalam prinsip Yin/Yang dan Lima Tahapan, yang terus berputar menjaga keseimbangan antar berbagai pengaruh yang berlawanan. Jika salah satu dari pengaruh ini berlebih atau kurang, dapat mengganggu keselarasan ‘lingkungan dalam’ tuuh. Keselarasan dan keseimbangan juga tergantung pada kelancaran aliran Qi (chi) atau vitalitas. Qi ini beredar melalui Jingluo atau kanal pembentuk jaringan tak terputus yang menghubungkan semua bagian tubuh dan berhubungan dengan organ dalam atau Zangfu. Zangfu menghasilkan Qi yang berbeda-beda namun saling berkait. Selain akupuntur, Cina mempunyai berbagai cara pengobatan, diantaranya moksibusi, jamu, pijatan otot, pijat tulang dan olahraga penyembuhan (Qi Gong, chi kung), yang semua bekerja menurut prinsip dasar pengobatan Cina. Akupuntur bukan hanya untuk mengurangi rasa sakit, melainkan mempunyai aplikasi luas dalam menangani penyakit yang mengganggu tubung sebagai makhluk hidup maupun fungsi khusus suatu bagian tubuh. Namun kekuatan utama cara ini adalah dalam mengatasi gangguan fungsional. Cara ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit akut maupun kronis, termasuk infeksi, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Yin – Yang dan Lima Tahapan

Yin/Yang dan Lima Tahapan adalah dua konsep yang mendasari sistem pengobatan Cina. Kedua konsep ini didasarkan atas pengamatan alam sekitar, membandingkan keadaan dan kejadian alam di luar tubuh dengan fisiologi dan patologi manusia, serta pengaruh alam lingkungan terhadap tubuh manusia. Yin/Yang membagi gejala alam maupun manusia ke dalam dua sifat, Yin dan Yang. Yin berkonotasi lembut, gelap, dingin dan basah, sementara Yang berkonotasi keras, terang, panas dan kering. Setiap bagian tubuh manusia memiliki kedua kualitas Yun dan Yang, namun salah satu lebih kuat, demikian pula proses fisiologis dan patologis di tubuh manusia. Istilah Yin dan Yang adalah relatif. Setiap gejala memiliki kedua aspek itu, tidak ada Yin tanpa adanya Yang, seperti tak mungkin ada malam tanpa adanya siang. Karena itu Yin/Yang merupakan sistem total dan masing-masing tidak berarti apa-apa bila berdiri sendiri. Pada orang sehat, Yin dan Yang berstatus dinamis namun seimbang. Aktivitas siang hari lebih bersifat Yang, sementara tidur bersifat Yin. Kedua daya ini selalu saling mengimbangi. Jika salah satu berlebih, hingga keseimbangan terganggu, maka akan timbul gejala keluhan. Yin/Yang memungkinkan kita memahami keluhan, sebab, serta perkembangannya. Orang yang sakit akan menampakkan gejala kelebihan Yin atau Yang. Keluhan akibat kelebihan pasokan Dingin ke dalam tubuh, atau yang tampak dengan gejala dingin (wajah pucat dan dingin pada tangan dan kaki) dinyatakan sebagai kondisi Yin. Sebaliknya kondisi akibat Panas disebut Yang. Pengobatannya berbentuk upaya menyeimbangkan kembali Yin dan Yang. Sistem Lima Tahapan juga mengelompokkan semua fenomena alam, menjadi: Kayu, Api, Tanah, Logam dan AIr. SIstem ini berakar pada pergantian musim dan proses alam yang terjadi pada masing-masing tahapnya. Setiap unsur mewakili satu tahap dalam pergantian musim. Ciri utama setiap Tahapan ditentukan oleh apa yang terjadi di alam di setiap musim. Dalam siklus tahunan, satu musim digantikan oleh musim lain sampai akhirnya kembali ke musim yang sama. Tumbuhan bertunas, tumbuh, berbiji dan mati kembali pada musim dingin. Intinya adalah keselarasan di tiap pergantian Tahapan serta keseimbangan antar tiap Tahapan. Pada manusia, Zangfu (organ dalam) dan aktivitasnya, Jingluo (kanal), jaringan dan berbagai bagian tubuh semua berkait dengan salah satu dari Lima Tahapan. Hubungan antar Zangfu menyerupai hubungan antar musim, yaitu saling mendukung dan menekan.

Konsep Qi

Sulit dicari padanan kata konsep Qi dalam bahasa lain. Umumnya diterjemahkan sebagai ‘energi’, tetapi kata energi tidak bisa mencakup kompleksuitas pengertiannya. Secara garis besar, Qi adalah daya kehidupan dalam tubuh manusia yang mengarahkan berbagai aktivitas vital, baik spiritual, mental, emosi maupun fisik. Dalam pengertian yang sempit, Qi mempunyai bentuk yang berbeda tergantung pada perannya dalam proses kehidupan, misalnya: Kesehatan umum = Jing Qi; Nutrisi = Ying Qi; Pertahanan = Wei Qi. Kesehatan seseorang ditentukan oleh cukup, seimbang dan tak terputusnya aliran Qi dalam tubuh. Qi memastikan kelancaran fungsi tubuh dengan cara mempertahankan aliran darah dan cairan tubuh, menghangatkan, melawan penyakit dan menjaga tubuh terhadap pengaruh ‘lingkungan luar’, seperti Angin, DIngin, Kelembaban dan Panas. Jika aliran Qi terputus, tersumbat, berlebih atau kurang, tubuh bisa jatuh sakit. Ada dua cara utama Qi dapat terganggu. Pertama adalah kekurangan sehingga sebagian atau semua fungsi tidak bekerja dengan baik. Kedua adalah Qi tersumbat yang biasanya mengakibatkan rasa sakit.

Jingluo (kanal)

Qi beredar melalui sistem kanal di permukaan tubuh, yang disebut Jingluo (Jing = kanal, luo = penyerta), atau di Barat dikenal sebagai ‘meridian’. Ada 12 kanal utama yang melintasi lengan, tungkai dan kepala, yaitu paru-paru, usus besar, lambung, limpa, jantung, usus halus, kandung kemih, ginjal, perikardium, sanjiao, kandung empedu dan hati. Kanal ini saling berhubungan membentuk sistem tertutup. Selain itu terdapat dua kanal melintang di tengah badan bagian muka (Ren) dan belakang (Du). Kanal-kanal utama dihubungkan melalui kanal-kanal sekunder, sementara cabang-cabang kanal menyebar ke seluruh permukaan tubuh, membentuk sistem kapiler. Hubungan antar kanal memungkinkan meratanya peredaran Qi hingga tercapai keseimbangan Yin dan Yang. Selain saling berhubungan, masing-masing kanal berhubungan dengan salah satu organ dalam (Zangfu) melalui jalur dalam. Salah satu fungsi terpenting kanal adalah menghubungkan organ dalam dengan permukaan tubuh hingga Qi tersalur dari Zangfu ke seluruh bagian tubuh. Ini juga berakibat gangguan Qi di satu kanal atau organ dapat tertular ke kanal/organ lain. Hal ini dapat menjelaskan penyebaran beberapa penyakit degeneratif. Karena kanal adalah saluran utama Qi dalam tubuh, gangguan Qi sering terasa sepanjang kanal. Dengan melihat lokasi gejala, seorang akupunturis dapat memastikan kanal mana yang terganggu. Gangguan pada organ dalam juga menunjukkan gejala di satu kanal atau lebih dan dapat didiagnosa dengan cara serupa. Misalnya untuk sakit jantung, nyeri dapat timbul pada kanal jantung yang terdapat di lengan. Pada tiap kanal terdapat titik-titik yang, jika dirangsang, mempengaruhi peredaran Qi pada kanal tersebut atau organ dalam yang berhubungan. Rangsangan pada titik-titik ini dengan jarum atau pijatan, merangsang Qi untuk memperbaiki ketidak-seimbangan penyebab penyakit. Untuk bisa memilih titik yang benar dan mendapat hasil terbaik, perlu ditetapkan diagnosa yang tepat berdasarkan prinsip pengobatan tradisional CIna. Zat penting tubuh lainnya, yaitu darah, cairan tubuh dan Jing, secara umum, juga sering disebut denagn istilah ‘Qi’. Darah memberi makan jaringan tubuh dan menunjang kerja Qi. Cairan tubuh, termasuk ludah, keringat, cairan pencernaan dan hidung melembabkan jaringan dan organ serta menjadi pelumas persendian. Jing (sering diartikan sebagai ‘sari) adalah sebutan untuk inti dasar kesehatan seseorang yang disimpan dalam ginjal dan merupakan sumber penghasil Qi bila kanal atau organ lemah atau dalam keadaan darurat. AKhir-akhir ini di Cina banyak diteliti gejala yang dikenal sebagai ‘perambatan rasa sepanjang kanal’ (propagation of sensation along the channels – PSC), yaitu rasa di sepanjang kanal jika titik-titik akupuntur di kanal tersebut ditusuk. Penelitian ini menunjukkan bahwa rasa tersebut meningkatkan efek pengobatan tusuk jarum. Sebagian peneliti dan ahli sejarah CIna yakin bahwa gejala inilah yang mendasari penemuan kanal.

Zangfu (organ dalam)

Istilah CIna untuk organ dalam adalah Zangfu, yang sebenarnya terdiri dari dua kata: Zang yang berarti ‘organ dalam’ dan Fu yang berarti ‘isi perut’. Ada lima Zang utama: paru-paru, limpa, jantung, ginjal dan hati. Zang keenam adalah selaput jantung, namun perannya kecil, sanjiao, kandung kemih dan kandung empedu Zang merupakan organ “masif” yang menyimpan Qi dan lebih bersifat Yin. Fu merupakan organ berongga tempat lewatnya makanan. Organ ini lebih aktif dari Zang yang berarti lebih bersifat Yang. Organ-organ Yin dan Yang ini dihubungkan berpasangan melalui kanal-kanal. Organ-organ inipun berpasangan dalam fungsinya. Limpa dan Lambung misalnya, mempunyai hubungan fungsi yang erat. Setiap pasangan organ dihubungkan dengan salah satu dari Lima Tahapan. Hubungan ini sangat penting dalam diagnosa dan membentuk bagian penting dalam ilmu pengobatan tradisional CIna, tubuh dan pikiran tidak dibedakan. Fungsi mental dan spiritual seseorang tidak dapat dipisahkan dari fungsi fisiknya. Gangguan emosi dapat disebabkan atau menyebabkan gangguan Qi. Emosi tertentu berhubungan dengan organ tertentu. Jantung berperan utama dalam peredaran darah. Pada pengobatan tradisional CIna, jantung juga menyimpan Shen, kesadaran seseorang. Jantung dan Sehn dianggap sebagai pengatur semua aktivitas fisiologis, spiritual dan emosi. Paru-paru bertanggungjawab untuk mengambil udara dan merubahnya menjadi Qi. Paru-paru amat berperan dalam peredaran Qi dan perlindungan tubuh terhadap penyakit-penyakit ‘luar’. Lambung bersama-sama dengan Limpa terutama pengatur pencernaan. Lambung menerima makanan, menyaring zat-zat vital yang akan diubah oleh limpa menjadi Qi dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Sebagai tempat penyimpanan Jing atau ‘Sari’, Ginjal merupakan pusat kesehatan seseorang. Ginjal sering pula disebut sebagai sumber Yin dan Yang bagi tubuh. Ginjal berperan penting mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan erat berkaitan dengan tulang dan pinggang. Hati berperan dalam mengatur pergerakan Qi dan mencegah penyumbatan aliran Qi, darah dan cairan tubuh.

Fungsi Utama Organ-organ Zangfu

Hati – kelancaran aliran Qi dan penyimpanan darah Paru-paru – pernafasan, peredaran Qi, Qi pertahanan Usus besar – memisahkan padatan dan cairan Lambung – mengubah bahan makanan menjadi ‘sari’ Limpa – peredaran Qi ke berbagai organ Jantung – peredaran darah Usus halus – mengubah bahan makanan menjadi sari Kandung kemih – penyimpanan dan pembuangan urin Ginjal – sumber Yin dan Yang dan menjaga keseimbangan cairan Selaput jantung – melindungi jantung Zangfu (organ dalam) bertanggung jawab dalam membuat, mengedarkan, memperbarui dan menyimpan Qi, Darah dan Cairan tubuh. Aktivitas masing-masing organ Zangfu mencapai puncaknya hanya selama dua jam setiap harinya pada waktu yang berbeda untuk setiap organ. Walaupun hampir semua organ ini mempunyai nama yang sama dengan nama organ dalam anatomi Barat, namun bukanlah organ yang sama secara anatomis, maupun fungsional dengan yang diterima oleh ilmu pengobatan Barat. Ilmu pengobatan CIna yang mendasari istilah dalam akupuntur menggambarkan organ dan fungsinya sehubungan dengan Qi, Darah dan Cairan tubuh.

Penyebab penyakit

Penyakit timbul karena ada ketidakseimbangan Yin dan Yang yang mengakibatkan terganggunya keselarasan dan kelancaran aliran Qi. Ini mungkin karena kurangnya vitalitas untuk menjalankan fungsi normal, atau adanya sumbatan, atau putusnya peredaran normal. Ada tiga alasan utama terputusnya peredaran Qi, darah atau cairan tubuh: faktor dalam tubuh (emosi); faktor di luar tubuh (cuaca); ketidakseimbangan makanan atau pola hidup; kelelahan ataupun stres. Seperti gangguan fisik, gangguan emosi dapat mempengaruhi Qi. Rangsangan emosi berlebihan atau emosi yang dipendam dapat berpengaruh buruk bagi organ dalam yang berhubungan. Faktor cuaca, seperti dingin, lembab, panas dan kekeringan juga mempengaruhi peredaran Qi. Kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap perubahan/peningkatan salah satu faktor di atas dapat menurun jika Qi-nya lemah. Walaupun di sini kekerasan alam tidak sehebat di Cina, faktor cuaca masih tetap berperan dalam menimbulkan penyakit, terutama keadaan seperti artritis. Kebiasaan makan dan pola kehidupan berperan penting dalam menentukan sumber penyakit. Makan terlalu banyak atau sedikit, seperti ketidakteraturan pola makan dapat merusak Qi Lambung dan Limpa dan selanjutnya dapat melemahkan Qi tubuh secara keseluruhan. Tubuh yang kurang bergerak dapat mengganggu peredaran Qi, sementara terlalu banyak gerak dapat melemahkan Qi. Tubuh yang kuat dasarnya akan lebih tahan terhadap gangguan dibandingkan dengan tubuh yang lemah.

Prinsip pengobatan

Ada tiga prinsip umum dalam pengobatan tradisional CIna. Pertama adalah pengobatan ‘akar’ (Ben) dan ‘cabang'(Biao). Yang kedua adalah pengaturan Yin dan Yang. Yang ketiga adalah menguatkan Qi normal dan mengeluarkan Qi patogen (penyebab penyakit). Pengobatan ‘akar’ (Ben) dan ‘cabang'(Biao) merupakan prinsip pengobatan terpenting dalam pengobatan CIna. Pokok prinsip ini adalah menetapkan inti atau ‘akar’ dari penyakit itu agar dapat menentukan pengobatan yang efektif. ‘Akar’ merupakan ketidakselarasan Yin/Yang, Lima Tahapan atau Qi, yang menimbulkan ‘cabang’, yaitu gejala atau aspek sekunder penyakit tersebut. Prinsip dasar pengobatan Cina adalah memulihkan keseimbangan antara Yin dan Yang. Diagnosa menentukan adanya kekurangan atau kelebihan Yin/Yang dalam tubuh dan apakah mempengaruhi satu atau lebih organ Zangfu. Titik akupuntur yang dipilih tergantung pada efek yang dituju, meningkatkan Yang dalam tubuh atau sebaliknya. Melemahnya Qi normal dapat disebabkan oleh hal-hal tersebut di atas atau dapat pula diperlemah oleh penumpukan Qi patogen yang lalu menghambat fungsi Zangfu dan Jingluo. Seorang ahli pengobatan perlu mengetahui perbandingan kekuatan Qi normal dengan Qi patogen.

Hubungan akupuntur dengan pengobatan lain

Biasanya akupunturis merasa ragu bila pasien sedang menjalani pengobatan standar, karena dapat mengacaukan diagnosa lidah, mengingat obat-obatan dapat sangat mengubah penampakan lidah. Diagnosa denyut nadi pun dapat terpengaruh. Sangat sulit untuk melacak ‘akar’ ketidakselarasan suatu penyakit sampai pasien cukup terobati melalui pengobatan akupuntur yang mengurangi/menghapuskan pengaruh obat-obatan. Hal ini dikemukakan karena pengambilan langkah harus hati-hati, dan jika pelru akupunturis bisa menanyakannya pada dokter yang memberi obat. Selain itu, dalam kondisi tertentu, obat-obat Barat tertentu dapat menghambat kemajuan pengobatan. Misalnya penderita masalah pencernaan kronis akibat ketidakselarasan Limpa akan menunjukkan gejala yang semakin parah jika diberi antibiotika, walaupun untuk pengobatan yang tak berhubungan dengan masalah pencernaannya. Di Cina akupuntur sering digabungkan dengan herbalisme dan sebagian akupunturis Barat mengikuti tradisi ini. Namun sebaiknya tidak melakukan pengobatan akupuntur bersama cara ‘pengobatan pelengkap’ lain, terutama atas penyakit yang sama. Kecuali jika ahli tersebut menguasai lebih dari satu bidang dan memutuskan untuk menggunakan lebih dari satu cara untuk pengobatan satu penyakit, atau jika ahli-ahli pengobatan tersebut bekerja sama. Hal ini penting untuk dapat mengamati perkembangan pengobatan yang diberikan untuk dapat melihat pengaruh dari masing-masing cara pengobatan.

Riwayat Kasus

Dalam proses diagnosa, seorang akupunturis dapat menghabiskan waktu antara 15 menit sampai satu jam dalam tanya jawab dengan pasien, tergantung jenis penyakit. Misalnya gangguan Jingluo (kanal) di permukaan yang tidak mempengaruhi organ dalam biasanya tidak lama, tetapi dalam masalah yang lebih kompleks, apalagi jika menyangkut Zangfu (organ) – memakan waktu agak lama dan perlu pertimbangan yang masak sebelum langkah pengobatan ditentukan. Riwayat kasus didapat dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada pasien, dengan tujuan utama mengetahui riwayat gangguan dan gejala yang dirasakkan pasien. Akupunturis menanyakan tentang kesehatan fisik, mental, emosi pasien secara umum. Pertanyaan yang kadang dianggap pasien tidak relevan sekalipun, seperti pola tidur, kesukaan akan makanan tertentu, pola hidup, pola kerja serta lingkungan sosial pasien mungkin diperlukan sebagai bahan pertimbangan.

Pemeriksaan

Pemeriksaan yang terpenting adalah pemeriksaan lidah dan denyut nadi (di atas pergelangan tangan). Bagi akupunturis berpengalaman lidah banyak menunjukkan tentang sifat, kedalaman, kekuatan dan lokasi penyakit. Sedang bentuk dan warna lidah, ketebalan, kekeringan dan adanya lapisan padanya juga membantu diagnosa. Denyut nadi kedua pergelangan tangan memberikan informasi yang sama, meskipun interpretasi nadi lebih sulit dan terselubung. Pertama diperhatikan kecepatan, kekuatan dan sifat umum denyut. Lalu ketiga posisi setiap denyut, yang menunjukkan keadaan Qi dan Darah pada setiap palpasi (rabaan) Zangfu. Lidah dan denyut nadi kurang penting dalam diagnosa gangguan Jingluo permukaan, karena keduanya lebih menunjukkan keadaan lingkungan dalam. Jika dianggap perlu, akupunturis dapat melakukan pemeriksaan fisik yang umumnya berbentuk rabaan pada bagian tubuh yang sakit atau bengkak. Pemeriksaan ini dapat membantu akupunturis menentukan kanal atau organ mana yang terganggu.

Diagnosa

Berdasarkan pemeriksaan dan riwayat kasus; hasil diagnosa akupunturis diberitahukan kepada pasien. Lama dan frekuensi pengobatan kemudian dibicarakan dengan pasien, dapat pula pasien diberikan anjuran tentang makanan, pola hidup dan kerja. Akupunturis membedakan penyakit berdasarkan pengelompokan jenis gangguan secara tradisional seperti: Yin/Yang, Lima Tahapan, Delapan Prinsip, Jingluo atau Zangfu. Ada pula sistem yang membedakan berbagai jenis demam. Sebagian orang mengkhususkan diri pada salah satu sistem, sementara akupunturis Cina modern dan banyak tenaga terlatih lain cenderung menggunakan gabungan sistem ini atau memilih salah satu sistem yang cocok untuk pasien.

Pengobatan

Dalam pengobatan, pasien mungkin perlu membuka sebagian pakaiannya agar jarum dapat ditusukkan pada titik-titik yang perlu sementara pasien berbaring. Umumnya titik-titik pengobatan terletak di lengan bawah dan tangan, tungkai bawah dan kaki, walaupun titik-titik akupuntur terdapat di seluruh tubuh. Titik penusukan tergantung pada lokasi gangguan dan cara akupunturis untuk mempengaruhi Qi. Titik ii tidak harus langsung berhubungan dengan keluhan pasien, misalnya untuk pengobatan gangguan kepala dapat saja diambil titik pengobatan pada kaki yang terletak pada kanal yang bersangkutan. Jarum akupuntur padat dan jauh lebih halus dibandingkan jarum suntik, dengan panjang antara 12 mm – 10 cm, dan dapat ditusukkan sedalam 6 mm – 7.5 cm, tergantung kurus-gemuknya pasien, lokasi titik pengobatan dan gangguan (di dalam atau permukaan). Jarum dapat dibiarkan tertancap selama beberapa detik sampai satu jam, tetapi umumnya 20 menit. Penguasaan mendalam tentang anatomi titik-titik akupuntur serta ketelitian, akan menghindarkan terkenanya pembuluh darah atau organ penting lain. Jarang sekali darah keluar dalam pengobatan inil kalaupun ada paling hanya satu dua titik. Untuk mencegah terjadinya infeksi silang, hukum mengharuskan penggunaan jarum yang steril. Tusukan jarum tidak terasa sakit, terutama bila pasien santai. Hanya ada sedikit rasa ditusuk jaruml dan bila jarum ditusukkan lebih dalam mungkin akan terasa seperti disetrum. Akupunturis dapat pula memberikan rangsangan pada jarum untuk memberikan rasa ‘tersetrum’ pada kanal tersebut. Pada beberapa kasus akupunturis mungkin memberikan moksibusi, yaitu pembakaran daun nei (Artemesia vulgaris) kering untuk menghangatkan atau merangsang titik tertentu pada tubuh pasien. Proses ini memberikan pengaruh yang kuat untuk merangsang Qi tubuh di bagian yang menunjukkan gejala ‘dingin’. Pasien dianjurkan untuk mengisi perut sebelum pengobatan, untuk menghindari rasa lelah, lesu atau pusing. Juga dianjurkan menghindari kerja berat setelah pengobatan. Pemeriksaan denyut nadi merupakan bagian penting dalam penetapan diagnosa dan pengobatan. Di setiap pergelangan tangan terdapat tiga posisi denyut nadi yang menunjukkan kondisi organ yang berbeda. Masing-masing posisi memiliki tiga kedalaman dan 28 kualitas denyut. Posisi, kedalaman serta kualitas denyut menggambarkan keadaan dan keseimbangan Qi dan Darah dalam organ dan kanal.

Disunting dari buku: Pengobatan Alternatif, Simon Mills MA, Mnimh

Dikirim oleh: Michael Suswanto

7 thoughts on “Akupunktur

  1. seperti yang kita ketahui di indonesia masih seikit sekali tenaga akupunkturis dan masyarakat pun kurang mengetahui fungsinya yaitu untuk menstimulasi titik2 akupunktur tsb hingga mencapai keseimbangan(homeostastik),,
    saya calon akupunturis..ingin menanyakan tentang bagaimana cara mengatasi pasien penyakit jantung??dan alasan untuk menggunakan titik2 yg telah di dapatkan dari hasil diagnosa tsb..
    trim’s

  2. mENGOBATI PASEN TERUTAMA BERDASAR KELUAHAN UTAMANYA DAN JUGA ADA KELUHAN TAMBAHAN. KAN ADA 8 DASAR DIAGNOSA, TENTUKAN DULU APA KELAINAN ADA DI MERIDIAN ATAU DI ORGAN. kEMUDIAN ADA MANAGEMENT KHUSUS BAGI KELAINAN DARI ORGAN CANG ATAU FU SEHINGGA BISA DITENTUKAN TITIK AKUPUNKTURNYA. dAN JANGAN LUPA SELALU MENUSUK CU SAN LIA DAN HEKU UNTUK VITAMIN PENGUAT DAN PENGHILANG NYERI

  3. saya lihat akhir-akhir ini akupunktur banyak dikenal dimana-mana
    bahkan sekarang ini sudah banyak orang yang lebioh suka diterapi akupunktur dari pada pergi kedokter dan menelan obat-obatan yang banyak
    saya ingin tahu bagaiman sih cara belajar akupunktur yang mudah
    terimakasih
    maju terus pelayanan kesehatan supaya negeri ini jadi lebih baik

  4. buat saya mah ada produk yang lebih bagus dari sekedar pengobatan melalui titik akupuntur

    jadi disamping dipijat juga dibuang racun yang ada di dalam tubuh yang melemahkan organ tubuh danjadi penyakit itu

    pake koyo kinotakara aja di sini 99762483

  5. Saya baru belajar tentang akupuntur. yang saya tanyakan di setiap titik itu kan ada namanya…?
    apa bisa diterjemahkan dengan bahasa indonesia…?

  6. Terapi akupuntur untuk penuurunan berat badan,katanya hanya untuk menekan rasa lapar saja, apa betul ? jadi keberhasilan program akupuntur ini tergantung pada diet makanan yang kita lakukan ya ? atau bagaimana, mohon penjelasannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s