Sun Go Kong = Hanoman?

Menjawab pertanyaan satu teman di sini, saya akan berusaha menyajikan informasi dari sudut budaya sastra. Bila ada teman yang dapat menambah dari aspek agama atau kepercayaan dipersilahkan sekali. Mohon koreksinya bila ada yang salah pada rangkuman saya di bawah.

Sun Go Kong adalah salah satu tokoh utama dalam salah satu novel klasik Tiongkok “Shi You Ji” “Perjalanan ke Barat” karya Wu Cheng-en pada masa Dinasti Ming yang kemudian populer selama berabad2 lamanya baik di dalam maupun di luar Tiongkok. Dalam novelnya itu, Wu terlihat lebih menekankan tokoh Sun Go Kong daripada tokoh sejarah asli Pendeta Xuan Zang (Tang San-zhang/Tong Sam-Cong) dapat dilihat dari penokohan Pendeta Tong sebagai seorang yang baik hati namun lemah. Padahal dalam sejarahnya, Pendeta Tong mengadakan ekspedisi sendirian yang dapat membuktikan ketegarannya. Walaupun di tengah jalan ia bertemu dengan seorang teman bernama Shih Pan Tuo, namun ia kemudian melarikan diri ketika mereka menemui kesulitan. Kesulitan yang dimaksud adalah perampokan oleh bandit2 di tengah jalan. Saya di suatu kesempatan menyimak tayangan tentang Pendeta Tong di channel Discovery. Oleh Discovery, Pendeta Tong difilmkan sedang dikejar2 oleh para bandit berparas Turkistan (Asia Tengah) sebelum akhirnya sampai ke India dalam satu penggal cerita.

Riwayat Sun Go Kong secara sekilas adalah tinggi badan 1.33 meter, pada umur 320 tahun ia menuju Gunung Hua Guo, menjadi dewa dengan gelar “Qi Tian Da Sheng” pada umur 357 tahun. 180 tahun kemudian, karena suka membangkang, ia dihukum ditimpa di bawah Gunung Wu Sing selama 500 tahun. Setelah itu, ia berguru kepada Pendeta Tong dan menjalankan perintah untuk mengawal Pendeta Tong mengambil kitab suci ke India. Ia dikisahkan adalah perwujudan dari sebuah kera batu.

Dalam perkembangannya, karena Sun Go Kong terkenal akan kesaktiannya, muncul opini bahwa Wu mengambil tokoh Sun Go Kong muncul dari inspirasinya atas cerita Ramayana dari India yang mana juga ada mengisahkan tokoh kera sakti Hanoman. Di dalam kalangan sastrawan Tiongkok sendiri juga terdapat pendapat yang mendukung opini ini, namun mayoritas menolak teori ini. Juga ada yang berpendapat bahwa Wu mendapat inspirasi dari Hanoman, namun Sun Go Kong kemudian digambarkan tanpa ada kaitan sama sekali denan Hanoman India. Lu Xun (1881~1936) adalah Bapak Sastra Modern Tiongkok yang terkenal. Ia berpendapat bahwa Sun Go Kong adalah karya Wu yang mengambil inspirasi dari cerita karya Lee Gong-zuo yang hidup di zaman Dinasti Tang. Dalam novelnya berjudul “Gu Yue Du Jing“, ia menceritakan tentang siluman sakti bergelar Huai Wo Shuei Shen yang akhirnya juga berhasil ditaklukkan oleh kekuatan Buddha. Setelahnya ia berganti nama menjadi Wu Zi Qi. Lu Xun berpendapat bahwa Wu Cheng-en mengambil tokoh Sun Go Kong atas modifikasi Wu Zi Qi. Lalu, sastrawan lain juga berpendapat bahwa tokoh Sun Go Kong adalah asli Tiongkok karena ada seorang pendeta yang juga terkenal di masa Dinasti Tang bergelar Wu Kong (Go Kong = Hokkian), nama asli Che Chao-feng.

Namun Hu Shi, sastrawan lain berpendapat bahwa Wu mengambil inspirasi dari Hanoman yang dikisahkan dalam cerita Ramayana. Karena ia berspekulasi bahwa tidak mungkin cerita Ramayana yang terkenal itu tidak sampai di Tiongkok. Jadi pasti ada pengaruh Hanoman pada karya Wu Cheng-en tadi. Ada pula sastrawan lain Ji Xian-lin yang berpendapat bahwa Sun Go Kong adalah Hanoman yang dimodifikasi menjadi Sun Go Kong tanpa ada kaitan sama sekali dengan Hanoman-nya sendiri kecuali sama2 merupakan kera sakti. Namun kera sakti Sun Go Kong jelas adalah perpaduan antara kepercayaan, cerita rakyat dan kreasi daripada penulisnya sendiri, Wu Cheng-en.

Akhirnya giliran saya mengemukakan pendapat pribadi. Menurut saya, walaupun Ramayana adalah cerita lebih awal daripada Shi You Ji, namun mengatakan Sun Go Kong adalah sama dengan Hanoman adalah suatu pendapat yang tidak seluruhnya benar. Kepopuleran Ramayana yang merupakan legenda agama Hindu di Tiongkok juga tidak terbukti karena agama Hindu tidak pernah menyebar ke Tiongkok seperti halnya di Indonesia. Sun Go Kong juga bukan ciptaan dari Wu sebenarnya, karena di masa sebelumnya, Dinasti Song Selatan, telah ada dikisahkan Sun Go Kong dalam buku “Da Tang San Zang Qu Jing Shi Hua“. Bila tetap harus mengatakan Sun adalah Hanoman, maka darimana pula munculnya tokoh Zhu Ba Jie (Ti Pat Khai)? Wu adalah seorang sastrawan dan seorang sastrawan selalu berkarya berdasarkan ilham yang muncul waktu itu.

Akhirnya, terserah kepada pribadi masing2 untuk lebih condong ke pendapat mana karena itu merupakan kemerdekaan masing2 individu.

Rinto Jiang
Dari berbagai sumber

16 thoughts on “Sun Go Kong = Hanoman?

  1. Kalo kita fokus kepada pendeta Tong sam cong dan kita banding kan dengan sejarah indonesia khususnya Sriwijaya. maka kita dapat simpulkan bisa saja ada pendeta budha China yang menuju india untuk mengambil kitab suci. tapi fakta sejarah mengatakan Bahwa Pendeta Budha dari cina menimba ilmu nya di universitas Budha yang ada di Sriwijaya dan disana lah mereka menterjemahkan sutra(Tripitaka) ke bahasa china(qing). tolong simak lagi tentang mimpi nya Kaisar tang dari negeri Tang. Penderitaan Kaisar Tang dapat di elak kan bila ada Pendeta Budha yang mampu membaca huruf POLO( sangsekerta ) dan mengambil kitab suci ke kuil Barat.

    • WAH…ELO LUPA YA BANDINGKAN ERA DAN ZAMAN NYA….CKCKCKCK
      GUE SARANIN U BELAJAR LG,KLO PERLU MULAI LG DR TK.
      HAHAHAHA////////////????????????????????????????????????????????????????????????????????

  2. Cerita Perjalanan ke Barat adalah ajaran Agama Buddha yg dikemas dalam bentuk komik. Individu yang menghayati ajaran agama Buddha, diwakilkan dalam bentuk raga (RUPA) dan rohani (NAMA). Kuda putih mewakilkan raga, Babi Cu Pa Kai/Tie Go Leng mewakilkan PERASAAN (cenderung nafsu birahi dan makan), Se Go Ceng adalah PENCERAPAN (yang mudah goyah, tergantung siapa yang mempengaruhi, antara si babi dan si kera), Si kera Sakti (Sun Go Kong) mewakilkan BENTUK PIKIRAN yang hebat luar biasa, Tong samcong adalah KESADARAN, yang memandu perjalanan bersama menuju sasaran. Pada akhir cerita kitab suci yang dibawa, rusak/hancur/hilang. Artinya jangan terpaku dengan apa yang ditulis, karena ada yang namanya Kalama Sutta, yang memuat agar kita jangan sembarang percaya terhadap apa pun yg merupakan kitab suci, tradisi, atau nilai-nilai yang disampaikan, tetapi carilah sendiri, yakinkan sepanjang itu bermanfaat dan menuntun ke arah kebahagiaan serta tidak menimbulkan sesal dikemudian hari, maka laksanakanlah. Referensi lanjut silakan berdiskusi dengan Romo Sasanaputra, Romo Ratanadhajja Nurhalim dari Majelis Rohaniwan Tridharma di Jakarta Timur, dan Bhante Subalaratano Maha Thera, yang bermukim di Ciapus, Bogor, Sangha Theravada Indonesia. Demikianlah yang saya dengar. Sadhu 3X.

  3. Cerita sun go kong adalah suatu kisah nyata, dalam perjalanan mengambil kitab suci, mereka menuliskan kisah mereka sendiri selama perjalanan. Sampai akhirnya selesai mengambil kitab suci buku perjalanan mereka pun tersebar, dan mulailah cerita itu dikarang sedemikian rupa sampai yang akhirnya dikenal masyarakat umum, dan tentu saja ada sedikit perubahan cerita…

    Jika ada kata yang salah, mohon para Buddha dan Dewa memakluminya.
    Terimah kasih.

  4. dasar budaya manusia umumnya sama.begitu juga dengan budaya orang sunda dari Jawa Barat. Indonesia, ada lagenda kera sakti yang namanya LUTUNG KASARUNG (Lutung : kera asli jawa berbulu hitam /Kasarung : tersamar atau tersembunyi didalam kain sarung yg silokanya sarung tersebut terlihat berujud kera).

  5. Cerita yang asli adalah sebagai berikut :
    Hanoman membantu Prabu Rama menyerang Alengka untuk menyelamatkan Dewi Sinta, namun setelah perang usai dia merasa penghargaan yang ia dapat tidak sebanding dengan perjuangannya, sehingga dia mengamuk memporak-porandakan istana para dewa, sehingga Budha harus turun tangan menghukum perbuatannya. Setelah masa hukuman selesai, Budha mengganti namanya menjadi Sun Go Khong dan menugaskannya mengawal pendeta Tom Sam Chong ke Barat mengambil kitab Suci. Misi tersebut akhirnya berhasil dilaksanakan dan Sun Go Khong dianugrahi sebuah pulau sebagai kerajaannya dan disembah sebagai dewa Kingkong oleh penduduk setempat. Masalah kemudian terjadi ketika sekelompok orang dari Hollywood datang ke pulau tersebut. Sun Go Khong yang telah berganti nama menjadi Kingkong tertarik dengan seorang gadis, salah satu dari kelompok tersebut. Akhirnya Kingkong diperdaya dan ditangkap untuk dibawa ke Hollywood sebagai bahan pertunjukan. Kingkong dipertontonkan di dalam kerangkeng yang sangat kuat. Namun ketika dia merasa gadisnya terancam bahaya kemudian dia menjebol kerangkengnya dan membawa gadisnya ke puncak gedung tertinggi di kota itu. Dia bersusah payah menghalau pesawat2 tempur yang menembakinya sampai akhirnya dia tewas dan terjatuh dari gedung tertinggi itu. Dewa yang melihat kejadian itu kemudian membawa jasadnya ke pulau Galapagos agar ilmuwan Darwin dapat memberikan penghargaan kepadanya sebagai nenek moyangnya manusia. Namun upaya tersebut kurang berhasil karena bukti2 yang dibawa para Dewa kurang lengkap sehingga ketika disusun terjadi mising link, dan Darwin pun menjadi pusing 7 keliling sampai2 terjadi kontroversi sampai sekarang. Karena merasa kurang berhasil dengan upaya Darwin, maka para Dewa akhirnya membebaskan rohnya di wilayah barat agar bisa reinkarnasi disana. Akhirnya dia terlahir kembali di Benua Eropa sebagai Butt, kera teman bermainnya Dora The Explorer. Bersama Dora dan Peta, dia menjelajahi dunia anak2 Indonesia…..

    • Dewi Kamu Kreatif Loh
      sifat dasar manusia kalau yang baik atau ngetop diperebutkan kalau yg jelek ditolak semua ngak ada yang mau mengakui.

      kalau ada yg pernah baca buku ” See Yu Goan Chi ” Karangan Go Goan Tojin Saya pikir sudah cukup menjelaskan.

  6. menurut saya sih sebuah novel tidaklah beda dengan novel yg ada saat ini spt novel Harry potter, pengarang bisa mengambil inspirasi dari berbagai sudut menurut pandangan dan keinginan penulisnya jadi tidak bisa diributkan pembacanya pembaca cukup menikmati nya saja dan pembaca pun harus tahu mana yg fiksi cuma hayalan penulis atau fakta sejarah Asli yg sebenarnya.
    jadi jangan sampai cerita novel Fiksi dianggap sbg hal yg nyata, jangan2 nanti 100th kedepan novel Superhero spt Superman, Spiderman sbg tokoh yg benar2 ada
    Budha dan Hindu memiliki akar Budaya yg sama di India, jadi kesamaan Hanoman dan go kong bisa diambil dari cerita rakyat india juga.

  7. Dolar ke Rupiah gratis dengan HP Android:
    1. Download Whaff Rewards melalui Play Store (https://play.google.com/store/apps/details…)
    2. Jalankan WHAFF Rewards.
    3. Login dengan Facebook (aman).
    4. Masukkan invite code premium khusus ini ya BD49541 Langsung GRATIS saldo sebesar 0,30$.
    5. Buka WHAFF PICKS, lakukan share, like, review, download app/game, dll.
    6. Buka PREMIUM PICKS, lakukan hal yg sama pada poin 5.
    7. Sebarkan informasi ini ke semua teman Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s