Tionghua-Agama-Islam

Lihat saja ketika orang China merantau ke negeri kristen seperti Filipina, Australia, Kanada dan Amerika.Secara otomatis mereka cenderung menjadi kristen juga. Ketika merantau ke negeri Buddha seperti Thailand, tiba – tiba merekapun menjadi penganut Buddha yang setia juga. Namun ketika mereka mendatangi negeri muslim seperti Malaysia dan Indonesia justru mereka cenderung anti kepada agama mayoritas dua negara muslim tersebut. hanya sedikit sekali dikalangan mereka yang mau menerima islam itupun dengan resiko diusir dan dikucilkan oleh keluarga dan komunitasnya.Ketika mendatangi kristen mereka menjadi kristen, ketika mendatangi buddha merekapun jadi penganut buddha namun ketika mendatangi islam mereka enggan menjadi muslim.”

RJ:
     Ini salah satu bentuk ketidakmengertian akan sejarah dan sifat2 migrasi orang Cina.
     Leluhur orang Cina itu sebenarnya bangsa yang sangat sekular, tidak peduli dengan tetek bengek agama yang mengikat. Yang penting bagi mereka adalah menyatu dan hidup harmonis dengan alam supaya kehidupan mereka dapat menjadi lebih baik. Tahukah kita bahwa agama Buddha, agama Kristen, agama Islam itu lebih dulu sampai ke Cina daripada Indonesia? Tahukah kita bahwa orang Cina juga punya andil dalam menyebarkan Islam di Indonesia? Jadi pernyataan “mendatangi kristen mereka jadi kristen, mendatangi buddha mereka jadi buddha” itu adalah pernyataan yang tidak dapat saya terima sejalan dengan pengertian saya akan sejarah keagamaan di Cina dan cara pandang orang Cina terhadap masalah keagamaan.

     Buddhisme itu telah mulai masuk ke Cina sejak zaman Dinasti Han (abad ke-2) dan mencapai puncaknya pada zaman Dinasti Tang (abad ke-8). Waktu itu di Indonesia juga ada kerajaan Sriwijaya yang beragama Buddha. Kristen Nestorian masuk ke Cina pada abad ke-7, juga Yudaisme yang dibawa orang Yahudi juga masuk bersamaan pada waktu itu. Islam kemudian masuk melalui 2 jalur yaitu jalur laut, lewat orang Arab dan jalur sutra lewat orang Persia, ini terjadi pada abad 8. Suku Hui itu adalah hasil asimilasi orang Han (Cina) dengan orang Persia yang kemudian secara turun temurun memeluk agama Islam. Cheng Ho itu suku Hui.
     Koq kelihatannya orang Cina itu selalu diidentikkan dengan Buddhisme, ini salah kaprah dari orang yang tidak mengerti pandangan religius orang Cina. Orang Cina itu banyak yang tidak beragama sebenarnya, mereka hanya menganut kepercayaan tradisional yang mengambil intisari dari ajaran agama yang merupakan mayoritas di Cina sana. Mereka mengambil filsafat hidup Konfusianisme, konsep ritual Taoisme dan konsep kehidupan setelah mati dari Buddhisme. Jadi orang Cina itu sebenarnya bukan orang beragama, kalaupun mau dipaksakan beragama, maka mereka itu abangan menurut istilah kita. Untuk yang ingin mendalami ajaran agama, biasanya mereka baru menjalani kehidupan beragama mereka di kuil2 dan vihara2.
     Cara2 hidup religius seperti ini tentu saja terbawa sampai ke daerah perantauan. Di Filipina, Cina2 yang totok masih tetap menganut ini kepercayaan. Di Malaysia, Singapura juga, di Thailand juga serupa. Di Indonesia, karena kebijakan Orba terhadap kepercayaan dan kebudayaan Tionghoa menyebabkan banyak orang Cina harus memilih satu agama Buddha, Kristen dan Islam guna mengikuti kebijakan pemerintah bahwa semua orang harus beragama supaya tidak dituduh jadi komunis. Padahal apa itu kaitan komunis dan tidak beragama? Orang PKI dulu banyak yang muslim koq. Saya juga pernah lihat itu kuil Cina di India, orang2 Cina di India tidak pernah jadi Hindu koq.
     Untuk yang masih salah kaprah membandingkan keadaan “istimewa” di Indonesia dan menjadikannya sebagai satu patokan untuk mendiskusikan bagaimana pandangan orang Cina terhadap Islam, saya ingin memberitahu bahwa dalam sejarah Tiongkok yang 5000 tahun itu, pernah ada bentrokan antara orang Cina vs Kristen,  Taoisme vs Buddhisme namun tidak pernah ada itu bentrokan antara Cina dan Islam. Islam dari dulu hidup tenang dan damai di Cina. Kalau saja orang Cina begitu anti akan muslim, Cheng Ho tak kan mungkin jadi laksamana di istana Ming dan tidak mungkin akan menjejakkan kakinya di separuh belahan dunia.
     Saya yakin, kalau saja Indonesia tidak pernah dijajah Belanda yang melakukan politik apartheid Eropa-Cina-Pribumi yang kebetulan juga berbeda dalam agama (Kristen-Kepercayaan-Islam), mungkin keadaannya akan lain sekarang. Tidak akan ada jurang kecurigaan yang berlebihan antara ras/agama di Indonesia.

SkLaras:
Ada sebuah Anekdot, bolehlah direnungkan:
Ada tiga kota yang bertetangga dekat: kota Tengah, kota Timur dan kota Barat. Penduduk masing2 kota ini memiliki kebiasaan makan yang berbeda; Penduduk kota Tengah  makanan utama adalah bakmi, makan apa saja pasti dilahap bersama bakmi. Sedangkan kota Timur makanan utama adalah nasi, segala hidangan harus dimakan bersama nasi. lain dengan kota Barat, semua sajian makanan mereka pasti dibarengi dengan kentang.
Kebiasaan makan ini tidak berhenti dengan menunya, tapi juga cara makannya. orang kota Tengah terbiasa makan dengan sumpit, orang kota Timur dengan sendok garpu, orang kota Barat dengan pisau garpu.
Karena kebiasaan makan yang berbeda ini, restaurant yang ada di ketiga kota ini otomatis juga berbeda gaya dan isinya, masing2 bertahan dengan ciri masing2.
Suatu hari, seorang pengusaha dari kota Timur datang membuka restaurant cabangnya di kota Tengah, tak lama berselang, pengusaha kota Barat juga buka  restaurant cabangnya di kota Tengah. ke dua restaurant ini adalah restaurant kelas satu di kota masing2, mereka mencoba mempromosikan budaya makan dari kotanya penduduk kota Tengah, yang terkenal kolot.
Setelah berjalan beberapa bulan, ternyata usaha restaurant Barat mengalami sukses besar, tamunya ber-duyung2, pelanggannya tidak saja penduduk yang berasal dari kota Barat, juga penduduk asli kota Tengah. sedangkan restaurant Timur sepi pengunjung, pelanggannya paling penduduk yang memang berasal dari kota Timur, sedikit sekali penduduk asli kota Tengah yang datang.
Pimpinan restaurant Timur pun bingung, dia mencoba mencari tahu sebabnya, dia lalu bertanya pada kenalannya, penduduk asli kota Tengah :” Mengapa kalian begitu mudah menerima hidangan restaurant Barat? dan segan mencoba masakan kami? apakah memang makanan kami lebih buruk? “
” Oh, untuk itu, seluruh team management anda harus mencoba melakukan introspeksi, menurut saya, restaurant anda harus mengoreksi cara pelayanan yang sangat tidak profesional dan buruk. Masak pelayan anda begitu sering bertengkar dengan para tamu.”
Mendengar masukan ini, Pimpinan restaurant bukannya berterima kasih, malah naik pitam: ” Kalian penduduk kota Tengahlah yang harus introspeksi, kalian memang orang yang tak memliki selera makanan yang baik, dan kalian juga tidak tahu cara makan yang bersih dan sehat! Pelayan kita kan coba membetulkan, tapi kalian tetap ngeyel, kukuh dengan kebiasaannya! kalianlah yang harus berubah. bukan kami”
Mendengar kemarahan ini, sang kenalan tak melanjutkan sarannya dan pergi. Setahun kemudian, restaurant kota timur tutup karena bangkrut, sedangkan pertaurant kota Barat makin berjaya dengan membuka cabang di berbagai sudut kota.
Seorang wartawan mencoba menggali apa sebetulnya alasan utama sukses dan gagalnya kedua restaurant ini. Setelah melakukan berbagai survey lapangan dan wawancara dengan penduduk setempat,  dia menemukan sebuah gambaran menarik:
Pada awalnya,  penduduk kota Tengah sama2 ragu terhadap kedua restaurant asing itu, tapi mereka tak menolak untuk mencoba. Saat memasuki restaurant Timur, mereka tak menemukan ada bakmi dalam daftar, merekapun  minta khusus pada pelayan, dan sang pelayan menjawab :” Menurut kami, jenis makanan yang ada di menu kami adalah makanan yang paling enak, jauh lebih enak dari bakmi kalian, tinggalkanlah kebiasaan makan kalian yang buruk itu. “
Semua tamu mulai tidak suka mendengar perkataan ini, tapi karena sudah terlanjur pesan, ya coba bertahan. saat pesanan muncul, mulailah mereka makan, dan sang tamu memanggil pelayan :” mana sumpitnya? saya minta empat pasang “
Sang pelayan menjawab dengan arogan :” Tuan, di sini tidak disediakan sumpit, menurut pandangan kami, cara makan yang paling bersih dan sehat adalah dengan sendok dan garpu, segera tanggalkanlah sumpit kalian yang bodoh itu”
Mendengar jawaban ini, kontan semua tamu berhenti mencicipi makanan, segera berhamburan pergi meninggalkan restaurant. Kejadian ini terus berulang, akhirnya tidak ada penduduk kota Tengah yang mau mencoba masakan di restaurant Timur.
Berlainan dengan Restaurant Barat, meski jenis masakannya berbeda dengan masakan kota Tengah, mereka tetap menyediakan bakmi di menu mereka, penduduk kotapun memakan steik tidak dengan kentang, tapi dengan bakmi. dan di restaurant ini juga disediakan sumpit! Bahkan, segala macam bumbu penyedap khas kota Tengah juga mereka sediakan di meja. Karuan saja semua pengunjung merasa familiar, merekapun merasa senang memasuki restaurant ini, inilah kunci sukses mereka.
Dan setelah beberapa tahun, berkat semakin meluasnya jaringan restaurant Barat, penduduk kota ini juga mulai terbiasa makan kentang, tidak berkukuh dengan bakmi saja, bahkan anak2 remaja mereka paling cepat menyesuaikan diri , mereka sudah pintar menggunakan pisau dan garpu.

5 thoughts on “Tionghua-Agama-Islam

  1. bolehkah saya bilang,semua agama itu benar dan akan mengajarkan kepada kebaikan.orang yang benar-benar beragama atau paling tidak tau akan ajaran agama yang dia anut akan mendapatkan sebuah sandaran batin yang akan membuat ketenangan dalam menjalani hidup yang sebentar ini.tuhan itu pasti ada dan kekuasaanNYA serba maha…tuhan itu kekal dan esa.oarang yang demikian seperti pohon yang tumbuh dekat sungai yang daunnya akan tetap hijau walaupun musim kemarau telah datang.
    dan kalo semua agama benar lantas siapa yang paling benar, mendekati benar atau samar.apakah penafsiran oleh ORANG-ORANG akan sejarah yang terjadi 2000 tahun lalu masih otentik kebenarannya atau ajaran yang terjadi 1400 tahun yang lalu yang masih terjaga keasliannya yang anda percaya?atau sejarah yang lebih tua lagi tentang seoarang raja yang meninggalkan istri dan selirnya yang mengorbankan hidupnya untuk orang banyak menjadi sebuah kepercyaan anda??
    dalam alam bawah sadar kita bisa kita cari dan ketrahui yang sempurna dan benar adanya……………..

  2. Saya ingin menyampaikan sedikit pernyataan tentang ketidak mengertian atas hubungan migrasi dan agama. Telah dipahami bahwa pola pikir bangsa chinese (walaupun tidak semua) secara general diatas bahwa mereka “menyatu dan hidup harmonis” dalam berbagai perbedaan yg kaya; dapat harmonis dalam hal seperti itu merupakan keagungan/kemuliaan.
    Islam yang bukan Islam-Indonesia (sebagian), Islam-turki, dan semacamnya (Islam modern). Ajaran Islam dari asalnya/yang asli tidak memiliki hal tersebut (ter-expose jihad).

  3. bagi saya, yang paling mendasar kalau ajaran agama itu mengajarkan menyakiti makhluk lain apapun jenis dan motifnya, itulah yang saya tolak. agama adalah kecocokan.

  4. Agama adalah tingkat klasifikasi ke-iman-an yang ada di manusia, dan mulai dilakukan definisi tingkat ke-iman-an tsb, di saat pemerintah RI mulai menggalakan hal tsb. Sesungguhnya, Tuhan YME itu adalah ya Gusti tersebut. Sang Khalik. Maha Pencipta. Dan lain sebagai nya. Atau apapun itu sebutan nya. Hingga ke-lima agama tsb muncul di negara RI, Republik Indonesia. Tuhan itu ada di dlm hati manusia. Tdk lebih dr 30 centimeter dari hati. Jk dr sisi manusia yang beragama Islam, sejak di dlm kandungan, sudah ditiupkan cahaya/nur Illahi dari Sang Pencipta. Dengan bukti, ketemu nya sperma dan sel-telur, maka akan muncul/tercipta anggota badan manusia. Bayi. Dan bisa hidup berkembang di dalam rahim, karena sudah diberikan nur/cahaya Illahi. Nah di saat orang tua nya beragama Islam, maka seharusnya bayi yang sudah lahir ke dunia, akan dikeluarkan suara adzan, dari mulut suami, ke telinga kanan (kalo gak salah, kanan ya…) bayi tsb. Sehingga ada nya adzan tsb, sebagian kecil nur Muhammad s.a.w akan masuk ke dalam tubuh/badan bayi nya. Maka terkadang, jika dibandingkan antara bayi dengan manusia-dewasa tsb (bayi yg sdh dewasa, manusia-dewasa) akan ada perbedaan ‘aura’ yang akan timbul di wajah, badan tsb. Jk manusia-dewasa tsb selalu melakukan ‘dzikir’ kpd Allah swt, maka secara otomatis, hijab yang menutupi hati tsb, akan hilang hijab tsb. Dan akan terlihat bersinar di wajah dan badan yang selalu dijaga kesucian nya, dari perbuatan yg dilarang oleh Allah swt, yang tidak dilakukan nya. Serta selalu melaksanakan apa yg diperintahkan Nya.
    Nah kembali ke agama selain Islam, sesungguhnya, tanpa agama pun, yang sudah dikenal di Indonesia, manusia sudah pernah hidup. Tuh bukti nya, ada kerajaan Tionghoa yang hidup di tahun 5000 Sebelum Masehi. Tanpa mereka beragama, masih bisa hidup kan, dan mempunyai keturunan anak dimana pun skg ini mereka berada. Di belahan dunia maupun negara manapun. Sesungguhnya, Tuhan YME, Sang Khalik itu bersifat Dzat. Tetapi Dia ada di mana pun. Kekal. Bisa saja bersifat energi, dimana kita ketahui bahwa energi bisa hidup dimana dan kapan pun.
    Nah, jika ingin melakukan penelusuran secara leluhur, sesungguhnya ada cara tersendiri, untuk mengetahui hal tsb. Dr sisi Islam, saya tahu prosedur nya, tetapi dr agama lain, saya belum paham akan ranah tsb.
    Jadi, di diri manusia tsb sesungguhnya ada sifat nur Illahi yang sdh tertanam, sjk pembentukan bayi di dalam rahim. Sehingga di saat kita ada masalah, setidaknya komunikasi kan lah kepada Tuhan mu. Kepada Sang Khalik, kpd yang membuat kita bisa hidup dan terciptakan di dunia ini. Dg begitu, segala hal bisa sinkronisasi, bisa sinergi, bisa terhubung secara vertikal maupun horisontal. Vertikal adl dengan yang menciptakan kita sbg manusia dan salah satu makhluk hidup. Sedang horisontal adl dengan sesama umat manusia mana dan apa pun.
    Makhluk diciptakan Tuhan dibagi mjd dua, yaitu:
    Makhluk Hidup dan Makhluk-Tidak-Hidup.
    Makh.Hidup dibagi mjd dua pula, yaitu makh.hidup-nyata dan makh.hidup-tidak nyata.
    Dimana pembagian dan contoh makh.hidup-nyata, seperti: manusia, tumbuhan, dan hewan.
    Pembagian dan contoh makh.hidup-tidak nyata, seperti: Iblis, Setan, Genderuwo, Jin, Pocong, Kuntilanak, ….dan lain sebagai nya.
    Makh-Tidak-Hidup, seperti: batu, kayu (setelah ditebang, dan tidak ditanam lagi dg tanah), …dan lain sebagai nya.

    Jika uraian kata ada yang bersifat salah dari sisi pemahaman manapun, mohon maaf sebesar-besar nya serta sedalam-dalam nya, disini kita hanya sebatas menyampaikan opini dan diambil intisari yang terbaik bagi kenyamanan kita semua, di dalam hidup di tanah air Indonesia, serta bumi yang kita sedang pijak. Menyatukan visi, misi dan hakikat hidup yang sebenarnya, tanpa menyenggol satu sama lain nya.

    Terima kasih.
    Salam persatuan,
    Anyone in anywhere

  5. ada 20 juta muslim di China dan ada propinsi di China yg mayoritas Muslim…dan muslim sudah berperan dari jaman dinasti Tang dimana tentera Muslim membantu dinasti Tan dalam pemberontakan An Lu shan…berperan besar dinasti Yuan, kemudian di dinasti Ming..Untuk Indonesia dimana etnis China yg muslim kemudian lebur menjadi penduduk pribumi, saya bisa bilang krn memang banyak contoh famili yg keturunan China yg menjadi orang pribumi padahal nenek dan kakeknya masih engkoh2..atau encim kalo ditelusuri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s