Meluruskan Sejarah Pao An Tui

 

Budaya-Tionghoa.Net | Pao An Tui adalah pasukan penjaga keamanan keturunan Tionghua yang dibentuk pada masa awal kemerdekaan RI. Beberapa buku sejarah menyudutkan Pao An Tui sebagai musabab kebencian terhadap etnis Tionghua. Benarkah demikian? Kita akan mengulas kasus berdasarkan apa yang terjadi Sumatera Utara.

Pada era 1945-1947 terjadi situasi yang tidak aman di Sumatera Utara. Ketika itu, terjadi transisi antara pemerintah pendudukan Jepang yang sudah kalah dengan pemerintah RI, yang saat itu telah mengangkat T. Moh Hasan sebagai gubernur Sumatera. Sementara itu, Belanda yang datang kembali untuk menegakkan kekuasannya turut bermain di air keruh.

Untuk memahami Pao An Tui, kita perlu memahami bagaimana sikap para sultan dan raja terhadap republik, dimana sikap mereka berbeda-beda. Raja-raja dan sultan di Sumatera Timur (Deli, Serdang, Langkat, Kualuh, Bilah, Panei, dll) memang bersikap menunggu. Mereka ingin mengetahui bagaimanakah kebijakan republik terhadap kedudukan mereka. Setelah ada jaminan bahwa kedudukan daerah swapraja akan dihormati berdasarkan pasal 18 UUD 45, barulah mereka menyatakan dukungan terhadap Republik.

Malangnya kondisi yang kacau itu dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang dikenal sebagai Barisan Harimau Liar (BHL). Mereka inilah yang melakukan pengacauan keamanan. Lebih malangnya lagi mereka mengatas-namakan Republik dan “rakyat.” Kaum keturunan Tionghua juga kerap merasakan teror barisan liar yang memang liar ini. Demikian juga para raja dan sultan, karena slogan BHL adalah “ganyang feodalisme.” Di sinilah timbul peran Pao An Tui, yakni sebagai penjaga keamanan bagi etnis Tionghua.

Mereka sering dituduh antek Belanda, padahal yang dikehendaki adalah ketertiban. Memang patut diakui bahwa otoritas Republik masih lemah di saa itu. Etnis Tionghua bukanlah pro Belanda, tetapi yang mereka kehendaki adalah ketertiban. Buktinya tidak sedikit pemuda2 Tionghua yang ikut berjuang di pihak tentara Republik (TRI).

Continue Reading

28 thoughts on “Meluruskan Sejarah Pao An Tui

  1. Orang2 beretnis China ada yg baik dan jahat di negara kita. Justru orang2 beretnis China yg kaya raya malah sombong pada pribumi dan mendukung kapitalisme dan liberalisme yg membuat para buruh bagai budak. Oh ya jgn lupa, Edy Tansil dan para Mafia Berkeley membawa kabur ratusan triliun Rupiah adalah orang2 beretnis China !!

    • saya muslim, lahir dan besar di indonesia. tapi tidak suka dengan RASIS. Jika menyebutkan satu nama utk menyudutkan satu etnis krna kejahatannya (korupsi misalnya) seperti Edy Tansil, maka “pribumi” mempunyai Suharto, kroni2nya, konco2nya, anak2nya, kolega2nya yg memperkaya diri selama hampir 50th.

      hitung2an kuantitas koruptor, tentu banyak dr “pribumi” ketimbang orang “luar”.

      • diingat jga, kroni Suharto bukan cma pribumi, tpi Cina2 yg dekat rejim Orba jga yg sogok semua lini sehingga bisa kuasai ekonomi RI, dan mereka berkuasa sampai sekarang ini. Elite Pribumi dri oknum TNI-Pejabat pemerintah semua mudah melacur pada Cina2 ini.

  2. kenapa suharto cs memakai tangan tangan cina untuk berkuasa secara ekonomi??? karena suharto cs sadar orang cina lebih pandai berdagang dan setia!! tidak seperti pribumi yang malas dan penghianat! contohnya kalau korupsi ketangkap langsung tarik yang lain ..contohnya nazarudin yang langsung teriak teriak…
    anggodo wijoyo yang ketangkap mark up diam diam saja sendiran masuk penjara tidak berteriak yang lain…(pasti ada pribumi diatas nya!!!)

  3. yup betul … orang pribumi akan berteriak teriak kalau ditangkap sebab mereka tidak merasakan yg besar … tetapi orang cina akan teriak teriak kepada siapa … ini bukan negeri cina bung … orang cina sekali korupsi bisa untuk membeli sebuah pulau ataupun klau yg besar bisa membeli sebuah pasukan … mereka tidak akan teriak sebab klau mereka teriak mereka akan mati … gawe opo duit okeh nek trus mati ora iso ngrasakke …. mending meneng … itulah bedanya dengan pribumi … pribumi hanya diperbudak saja bung …

    • pada lupa kalian kalo karyawan kalian adalah pribmi2 juga..yg kadang banyak dari kalian mengupah dengan upah seadanya plus maki2an dan semat2an malas, pengkhianat, tidak tahu terimakasih..kenapa kalian heran ketika terjadi betulan..jangan sok suci lah kalian juga manusia yg jauh dari kata sempurna

  4. sama Aja Dalam islam untung y yang diliat yang paling bertakwa bukan pribumi atau asing Pribumi di kata Penghiatan pada bangsa bila Melanggar aturan dan Asing Bisa di kata penjajah Karena Melanggar aturan Karena Aturan Manusia Yang buat Jadi Gampang di langgar. Buakan dalam islam Itu jelas “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan danmenjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnyaorang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah swt ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.Sesungguhnya Allah swt Maha mengetahui lagi Maha Mengena Al-Hujurat/49:13l” .sejarah bisa di putar balikan di dunia nanti ketauan kalau kita Sudah meningal saya inggat sebuak Kalimat nanti kalian Akan di mintai pertangung jawaban Hakekatnya Manusia Itu hanya di haruskan saling mengenal bukan membuat kerusakan

  5. kalian pada bodoh semuanya……bisanya saling memaki,apa kalian punya cermin di rmh? sejarah indonesia ini sebenarnya bagaimana? dulunya kalian bukan muslim coi….

    • Yang jelas dulunya tidak ada CINA di Indonesia Coi….
      CINA-CINA bajingan ini menjajah Indonesia jaman Majapahit, tapi Gagal. sekarang balik lagi. Sono balik ke Negara mu sono, Cina di RRC melarat, di Indonesia jadi konglomerat.

  6. tulisan fakta sejarahnya tidak lengkap, malah penulis yang memutarbaliakan fakta sejarah. Dari dulu juga china itu benci kepada pribumi, coba lo gabung sama orang-2 china waktu kongow-2, mereka seenaknya merendahkan kaum pribumi. saya pernah mengalami itu

  7. ribut aja semua, etnis tuh bawaan lahir…. tidak pantas dibeda2kan, membenci salah satu etnis sama saja membenci TYME karena Tuhan sendiri yang memberikan perbedaan2 itu. Yang penting itu jangan melakukan kejahatan terhadap orang lain! itu saja kok repot

  8. baca buku karya SULARDI berjudul PAO AN TUI 1947-1949, penerbit Komunitas Bambu Depok. Secara detil akan diketahui bagaimana suasana batin masa itu..Ini skripsi yang dibukukan

  9. “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al MAidah : 08 ). Kenyataan sejarah bahwa orang Cina dipakai Belanda dalam bentuk pasukan Po An Tui memerangi pejuang kemerdekaan, namun jangan lupa juga ribuan etnis Ambon, Jawa, Menado, Madura dan sebagainya juga bergabung dalam pasukan KNIL memerangi tentara Republik Indonesia, bahkan dalam Persetujuan Renville yang sangat memojokkan R.I. delegasi Belanda dipimpin bukan oleh seorang bule tapi oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo kelahiran Salatiga yang mewakili Pemerintah Kerajaan Belanda. Di Bali, pasukan KNIL inilah yang mengakibatkan gugurnya I Gusti Ngurah Rai, anggota2 KNIL di Bali ini terdiri dari orang2 Bali asli. coba lihat ini dokumentasi foto2nya di link https://www.facebook.com/hendy.candra/posts/10205979387105724?comment_id=10205980787060722&notif_t=feed_comment_reply

  10. Isu Mendagri “meresmikan monumen Po An Tui” sudah clear karena terbukti yang diresmikan itu “Monumen Laskar Tionghoa-Jawa melawan VOC 1740-1743”, walaupun sebenarnya lebih bijak kalau itu bernama “Monumen Perang Kuning” atau “Monumen Geger Pacinan” yang netral tanpa menonjol2kan segi etnis yang rawan dengan unsur SARA. Dan memang dalam Babad Sejarah Lasem, istilah itulah yang digunakan. Kajian mengenai Po An Tui semasa Perang Kemerdekaan juga harus lebih terbuka agar tidak menjadi beban sejarah karena suatu nation yang terbelenggu dengan beban sejarah masa lalu tidak akan bisa maju. Pada waktu konflik Dayak-Madura di Sampit tahun 2001 saya dengan mata kepala sendiri menyaksikan ratusan orang Madura dipenggal kepalanya oleh orang Dayak, laki perempuan dewasa anak2 semua dihabisi tanpa ampun ; keluar dari kota Sampit satu bus bermuatan pengungsi Madura dengan pengawalan Brimob berusaha menyelamatkan diri namun malang mereka dicegat oleh orang Dayak yang bersenjatakan mandau, anggota2 Brimob pengawal tidak mampu berbuat apa2, seluruh penumpang bus itu tewas dengan kepala terpisah. Sampai sekarang kawan2 saya orang Madura yang kehilangan sanaknya dalam Peristiwa Sampit masih termenung kalau teringat kejadian itu. Foto2 yang terpajang di internet menjadi kenangan sangat pahit bagi mereka. Ketika terjadi Konflik Aceh, ulasan2 mengenai “kekejaman tentara Jawa dari masa ke masa” juga muncul dengan deras, mulai dari foto2 tahun 1900an yang memperlihatkan prajurit2 KNIL dari Jawa yang berpose menginjak mayat pejuang2 Aceh, sampai kepada foto2 masa Daerah Operasi Militer tahun 1990an. Sekarang dari ujung timur Nusantara pun sudah mulai bergaung sayup2 “usir pendatang Jawa dari Tanah Papua” yang mempersoalkan keabsahan Referendum 1969.
    Harus dicari akar permasalahannya karena policy “usir mengusir” tidak akan menyelesaikan masalah. Mau seperti kata Sri Bintang Pamungkas “usir semua Cina dari Indonesia” ?, nanti itu seperti Marsekal Idi Amin dari Uganda yang pada tahun 1972 mengusir semua orang Asia dari negerinya, dalam waktu 3 bulan ekonomi Uganda kolaps dan 2 tahun kemudian Uganda menjadi “pariah state # 1” di seluruh benua Afrika !. Tahun 1970 orang mendengar nama “Uganda” saja sudah jadi bahan olok2an. Serupa pula dengan Fiji pada tahun 1987, Letnan Kolonel Sitiveni Rabuka melakukan kudeta dan segera mengusir semua orang keturunan India, hanya dalam beberapa bulan ekonomi berantakan karena jaringan ekonomi yang selama itu sudah tercipta dengan baik oleh orang2 keturunan India langsung lenyap. Sekarang Fiji memiliki konstitusi dengan equalitas etnis ; tahun 2006 Sitiveni Rabuka yang sudah Mayor Jenderal Purnawirawan menyatakan bahwa tindakannya pada tahun 1987 itu keliru.
    Saya mengenal seorang perwira purnawiran TNI-AD, Brigjen.Purn. Herman Ibrahim, beliau mengatakan orang2 kita itu terutama pejabat hanya tertarik dengan angpaonya orang2 Cina tetapi tidak mampu memanfaatkan ilmu yang ada pada orang Cina untuk kemajuan negeri ini. Serupa juga dengan kata2 Sutan Takdir Alisyahbana tahun 1950 : “kita selalu bicara bagaimana mengindonesiakan orang Tionghoa, tapi harusnya adalah bagaimana mengtionghoakan orang Indonesia dalam arti orang Indonesia memiliki etos kerja seperti orang Tionghoa”..
    Dalam kenyataannya, suka atau tidak suka, Negeri Cina sekarang sudah menjadi salah satu negeri nomor 1 di dunia. Amerika bisa saja melecehkan negeri2 lain, sampai diplomat India saja diperlakukan dengan memalukan, Islam dan orang Arab dilecehkan setelah Peristiwa 911, tapi terhadap Cina dengan kekuatan devisanya yang begitu gigantik Amerika menjadi tidak berkutik. Padahal tahun 1970an, dalam keadaan Revolusi Kebudayaan yang memporakporandakan negeri itu, Cina adalah negeri yang miskin dan kacau. Start kemajuan ekonomi mereka baru dimulai di pertengahan tahun 1980an. Sekarang apa yang tidak mereka garap ?, 2 tahun lalu kawan yang pulang umroh membawakan saya oleh2 tasbih yang kotaknya berwarna keemasan bagus sekali, begitu saya balik di bawahnya tertulis “Made in the P.R. of China” – “Compliments from Ningxia Muslim Communities”. (Ningxia adalah wilayah di Cina yang hampir semua penduduknya beragama Islam).

  11. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan berbangsa-bangsa,dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yg paling mulia di antaramu disisi Allah ialah orang yg paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.”(Q.S al hujuraat: 13). Po An Tui musuh pejuang kemerdekaan pada masa revolusi ?. Betul. Banyak orang Cina memihak Belanda pada masa itu ? Betul. Di kota Medan pentolan Po An Tui adalah Lim Seng yang banyak menimbulkan korban di pihak R.I. Tapi jangan lupa dengan sosok John Lie (Laksamana Muda Purn., wafat di Jakarta 1988 pada usia 77 tahun). John Lie, orang Cina kelahiran Menado, Nasrani yang sangat taat, di masa Perang Kemerdekaan ia memimpin kapal “the Outlaw” menembus blokade Belanda yang sangat rapat tidak kurang dari 15 kali membawa senjata dari Phuket ke wilayah Aceh. John Lie dan semua awak kapalnya yang orang pribumi Indonesia itu samasekali tidak dibayar (di masa sulit awal kemerdekaan itu, Pemerintah R.I. memiliki uang dari mana untuk menggaji prajurit ?).Senjata2 hasil bawaan John Lie menjadi modal utama pasukan R.I. dan sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih eksis tidak seperti klaim Belanda bahwa Republik Indonesia sudah tamat. Tidak heran kalau kini John Lie memperoleh gelar Pahlawan Nasional dan namanya diabadikan sebagai salah satu kapal perang TNI-Angkatan Laut (KRI John Lie -358).Laksamana Muda Tarmizi Taher (Menteri Agama R.I. 1993-1998) pernah mengatakan “…tanpa John Lie, sejarah Republik Indonesia mungkin akan lain dengan yang kita kenal sekarang”. Jenderal A.H. Nasution dalam kesempatan lain berkata : “…prestasi John Lie tiada taranya dalam Angkatan Laut Republik Indonesia”. Ketika John Lie wafat pada tahun 1988, Presiden Soeharto yang ketika itu sedang berada di Makassar sampai minta kepada keluarga John Lie untuk menunda pemakaman agar ia bisa memberikan penghormatan terakhir.

    • Setuju, bahkan tiong hoa pun bnyk yg dihormati dan tdk pernah di cap cina. Itu adalah kwik kian gie dan bnyk lagi.

      Fakta po an tui juga memang bnar. Silakan liat catatan sejarah mengenai bandung lautan api, bahkan nasution juga mencatat kiprah po an tui.
      sekarang saya bertanya bisakah etnis tiong hoa lebih membumi dgn yg disebut pribumi, tegas tp tak kasar, pro dgn rakyat bukan ke kapitalisme, sopandan tidak memandang remeh pribumi. Bisa gak? Agar org tiong hoa spt john lie dan kwik kian gie. Saya rasa sulit.

  12. Tulisan tanpa fakta, ngarang nih. “Buktinya tidak sedikit pemuda2 Tionghua yang ikut berjuang di pihak tentara Republik” <– ga relefan :(

  13. semakin cina ngomen, makin kelihatan kl dari dulu penghianat,
    ciri licik penghianat, mengaburkan fakta sejarah, mw bilang pribumi banyak yg korup, kl dipikir2 mash wajar korup dirumah sendiri (bukan brarti membela korup ya), kl cina2 korup g tau malu, dah numpang korup. makin jelas secara sejarah anda dr dulu nyampe sekarang mash ja menjarah, tau diri lah kl numpang

  14. Ah..uraian yg hanya bersifat bersih2 dan terkesan ‘ngles’.. Tuh salah satu bukti sisa2 arrogan etnis ini,meledak di Tj.Balai Asahan… Salah siapa? Siapa salah?…

  15. Waras koh?? pengen tertib buat entisnya doank dengan beraliansi dengan penjajah untuk bekingan dan cari kekuatan. udah kuat di basmi dah pribumi…
    yaaa bs dibilang seperti parasit….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s