Filipina Memperingatkan Tiongkok Dalam Krisis Naval

Budaya-Tionghoa.Net | Filipina berupaya untuk mencari solusi diplomatik berkaitan dengan ketegangan diantara sebuah kapal perang Filipina dan dua kapal pengawas Tiongkok di Laut China Selatan. Sebagai bagian dari ketegangan panjang dikawasan perairan yang diperebutkan oleh Tiongkok dan beberapa negara-negara ASEAN.

Sekretaris Luar Negri Filipina , Albert del Rosario berkata bahwa dia berjumpa dengan Duta Besar Tiongkok , Ma Keqing dan keduanya menegaskan kembali posisi pemerintah masing-masing bahwa Scarborough Shoal , dimana kapal-kapal itu bertemu merupakan bagian dari teritorial negara mereka sendiri dan masing-masing pihak tidak siap untuk mundur.

Albert del Rosario memperingatkan bahwa Filipina akan mempertahankan diri jika diserang , namun tetap mengusahakan solusi diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Duta Besar Tiongkok menganggap bahwa mereka memiliki kedaulatan penuh atas Shoal Scarborough ” kata del Rosario kepada para wartawan seusai pertemuan di Manila.”Dalam arti kita telah mencapai kebuntuan dalam posisi . Dan ada tantangan nyata bagi kita dalam hal kesepakatan untuk terus berdialog”

Menurut Associated Press , pejabat Filipina sekarang mengusulkan pengaturan untuk memecahkan kebuntuan. Dua pejabat Filipina mengatakan bahwa Tiongkok , melalui duta besarnya di Manila diharapkan untuk merespond lebih awal pada saat kedua belah pihak kembali melanjutkan pembicaraan.

Presiden Filipina Benigno Aquino III kembali menyerukan agar bersikap tenang dalam kawasan perairan yang kaya energi dan sedang diperebutkan tersebut.”Tak ada seorangpun yang mendapatkan keuntungan jika terjadi konflik.”

Dua angkatan laut berhadapan satu sama lain setelah kapal Filipina mencoba menahan nelayan-nelayan asal Tiongkok yang sedang berlabuh di Scarborough Shoal — yang terletak di barat laut Filipina yang juga diklaim oleh Tiongkok.

Kapal pengawas Tiongkok kemudian ikut campur untuk mencegah penangkapan. Pelaut Filipina menemukan koleksi koral dan ikan hiu hidup disalah satu kapal nelayan Tiongkok.

Tiongkok terlibat dalam sengketa wilayah yang melibatkan Filipina , Vietnam , Bruney , Malaysia , Taiwan yang semuanya mengklaim baik seluruh maupun sebagian sebagai wilayah kedaulatan masing-masing negara atas kekayaan alam dan cadangan potensial yang ada.

Tahun 2011 , Vietnam dan Filipina telah menuduh PLA-Navy telah melecehkan kapal eksplorasi minyak yang beroperasi di zona ekonomi maritim yang ditetapkan PBB. Beijing membantah dan memperingatkan Filipina dan Vietnam yang mem-prospek kawasan itu tanpa ijin.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila mengeluakan pernyataan yang mengatakan bahwa 12 kapal nelayan mencari perlindungan dari badai di laguna. Dua kapal pengawas Tiongkok berada di area itu untuk tugas pengamanan berkaitan dengan hak dan kepentingan maritim. Bahwa kawasan Shoal merupakan teritorial Tiongkok dan perairan sekitar adalah area nelayan tradisional.

Kementrian luar negri Tiongkok mengatakan bahwa Filipina telah melanggar sebuah persetujuan untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan.”Kami berharap Filipina dapat fokus terhadap persahabatan Tiongkok-Filipina , perdamaian dan stabilitas dan tidak membuat gangguan baru,” menurut juru bicara kementrian luar negri Liu Weimin.

Washington telah meningkatkan ikatan diplomatic dan ekonomi dengan Hanoi dan Manila , menyediakan peralatan baru , bernama Gregorio del Pilar , untuk angkatan laut Filipina tahun kemaren dan menjanjikan untuk mengirim peralatan lain.

Minggu berikutnya , militer Amerika Serikat dan Filipina akan kembali memulai latihan militer tahunan , termasuk berlatih didekat kawasan konflik.

Latihan ini terlihat seperti untuk menimbulkan kegusaran Beijing. Minggu ini , seorang jendral hawkish Tionghua memperingatkan Filipina untuk menghadapi kesempatan terakhir untuk memecahkan sengketa dengan damai.

Mayjen Luo Yuan , menulis di Global Times , Luo  memperingatkan Manila bahwa provokasi tanpa bukti Manila akan gagal. “Kesalahan terbesar Filipina adalah salah estimasi kekuatan Tiongkok untuk mempertahankan keutuhan teritorialnya,”tulis Jendral Luo.

Walau tidak mencerminkan pandangan pemerintah Tiongkok , komentar Luo menunjukkan tanda meningkatnya ketidaksabaran Tiongkok terhadap Filipina setelah Manila mulai bersikap agresif terhadap kawasan Laut China Selatan.  Presiden Benigno Aquino III yang terpilih di tahun 2010 telah meningkatkan ikatan antara Filipina – Amerika Serikat.

Filipina juga meningkatkan hubungan yang lebih dekat dengan Vietnam. Sebelumnya hanya sedikit kontak yang terjadi diantara dua negara , tetapi sekarang hubungan militer antar dua negara meningkat dalam bentuk latihan militer bersama. Sebagai tambahan , Filipina mengusulkan pertandingan sepakbola antar pasukan dua negara di salah satu atoll yang sedang dipersengketakan.

HZW

Sumber :  Wall Street Jurnal Asia

Budaya-Tionghoa.NetFacebook Group Tionghua Bersatu