Isu Lingkungan Mewarnai Konflik Maritim Tiongkok Dan Filipina

Budaya-Tionghoa.Net | Seperti yang terjadi dibeberapa tahun sebelumnya , Tiongkok menerapkan fishing ban secara temporer di kawasan utara Laut China Selatan. Larangan ini berlaku dari tanggal 16 Mei sampai 1 Agustus. Larangan ini untuk mencegah penangkapan ikan yang berlebihan yang dapat menghabiskan cadangan ikan di kawasan itu.

Para pejabat Tiongkok mengatakan bahwa kawasan yang dimaksud mencakup Scarborough Shoal , dimana Filipina mengklaim kawasan itu sebagai bagian dari wilayahnya dan merupakan wilayah yang sedang dipersengketakan oleh kedua negara.

Filipina menanggapi dengan mengumumkan rencana mengenai fishing ban versinya. Philippines Foreign Secretary , Albert del Rosario mengatakan Senin kemaren bahwa presiden Benigno Aquino III juga bermaksud untuk mengisi kembali stok perikanan.

Del Rosario mengatakan bahwa Filipina tidak mengakui larangan yang dikeluarkan oleh Tiongkok karena itu mencakup Zone Ekonomi Eksklusif Filipina , mengacu pada zone bahari 200 mil dibawah konvensi PBB tentang hukum bahari.  Presiden Aquino telah memutuskan untuk mengeluarkan fishing ban sendiri mempercepat sumber daya laut yang menipis  (Wall Street Journal , 15 Mei 2012)

Dua angkatan laut kedua negara sebelumnya berhadapan satu sama lain setelah kapal Filipina mencoba menahan nelayan-nelayan asal Tiongkok yang sedang berlabuh di Scarborough Shoal — yang terletak di barat laut Filipina yang juga diklaim oleh Tiongkok. Kapal pengawas Tiongkok kemudian ikut campur untuk mencegah penangkapan. Pelaut Filipina menemukan koleksi koral dan ikan hiu hidup disalah satu kapal nelayan Tiongkok.

Tiongkok terlibat dalam sengketa wilayah yang melibatkan Filipina , Vietnam , Bruney , Malaysia , Taiwan yang semuanya mengklaim baik seluruh maupun sebagian sebagai wilayah kedaulatan masing-masing negara atas kekayaan alam dan cadangan potensial yang ada.(Wall Street Journal , 24 April  2012)

HZW

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Tionghua Bersatu