Partner Baru NATO — Monggolia

Budaya-Tionghoa.Net | Ada pepatah Tiongkok sebagai berikut: “Orang yang berjalan kaki dijalanan tembus melihat hati (tujuan) Mr. Si Ma Chao. (司马昭之心路人皆知, Sī Mǎ zhāo zhī xīn lù rén jiē zhī). Pepatah ini sangat cocok buat situasi ini.

Pada tanggal 20 Mei yang akan datang ,  ‘NATO 2012 Summit’ akan diadakan untuk pertama kali diluar Washington DC, yaitu dikota Chicago. Akan tetapi, yang membuat topic hangat ini bukanlah kotanya Chicago alias Windy City, melainkan adanya delegasi tingkat tinggi dari Negara Monggolia (PRM) untuk pertama kali. Dibawah bendera Individual Partnership and Cooperation Program (IPCP), delegasi ini berpedoman untuk meningkatan kedudukan Monggolia menjadi Negara yang memupuk perdamaian dan kerja sama antar bangsa.

Perlu dicatat, sejak 2009, Monggolia telah mengirim tentara penjaga keamanan ke Afganistan sebanyak 150 tentara, menjadikan negara ke 45 yang turut mengirim tentara ke Negara tersebut. Sekarang diperkirakan tentara PRM mencapai 1400 orang.

Foto courtesy of Richard Rozoff

PRM, yang selama ini menjadi zona pengendap tegangan (buffer zone) sino-soviet split zaman lalu, juga menjadi incaran NATO, karena sangat strategis lokasinya buat Amerika. Oleh karena itu, Amerika rela mengeluarkan dana besar membentuk sebuah kamp khusus melatih peace keeping forces di Ulanbator. Menurut laporan, anggota peace keeper dari tentara PRM sudah mencapai sepuluh ribu personir. Selama 10 tahun terakhir ini, kira-kira 5600 tentara PRM telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemeriharaan perdamaian.

Diduga, tujuan Monggolia selain mendapatkan dana pembangunan dan memperbarui angkatan bersenjata, PRM juga berusaha mengurangi dipendensi terhadap tetangga, sekalian mencoba mengakhiri stigma sebagai anak tiri dari beruang dan naga. Apa bisa?