Jamur Ulat (Himalayan Viagra) Sekarang Lebih Bernilai Daripada Emas

Budaya-Tionghoa.Net | Harga jamur ulat atau dongchong xiacao telah naik sejak awal Mei , permulaan musim mengumpulkan dan harganya meroket naik pada awal bulan Juli ini. Jamur ini tumbuh dikawasan barat Tiongkok termasuk Qinghai , Sichuan dan Tibet — yang dipercaya oleh praktisi Traditional Chinese Medicine (TCM) — dapat memberikan energi ekstra bagi pria yang hendak meningkatkan kinerja seksual mereka. Ini membuat jamur tersebut disebut sebagai “Himalayan Viagra“. 

Asosiasi TCM di Tiongkok dalam situs resminya mengatakan bahwa harga rata-rata dari tipe jamur ini naik 30% setiap tahunnya dengan rentang harga 59,660 USD perkilogram sampai dengan 21,970 USD perkilo. Variasi jamur yang tumbuh di Tibet berada pada harga tertinggi.Harga eceran dari jamur ini juga semakin tinggi. Jamur premium bisa dibeli seharga 888 yuan atau 139 USD pergram dari Tongren Tang , salah satu perusahaan farmasi TCM terkemuka , ini berarti dua kali dari harga emas yang seharga 388 yuan pergram.

Seorang pedagang obat lokal seperti yang dikutip dari Wall Street Journal mengatakan bahwa harga jamur ini naik drastis dalam beberapa tahun ini . Pada tahun 2004 harga satu kilo diperdagangkan sekitar 25 ribu Yuan tetapi sekarang harga termurah di toko saya bisa mencapai 20o ribu yuan per kilo.

“Bencana Serangga di provinsi barat berkontribusi pada naiknya harga dengan mengurangi output dan juga aksi spekulasi ,” kata Wang Guan , manajer investasi dari Agricultural Industrial Development Fund of the Chinese Academy of Agricultural Sciences , dengan menambahkan bahwa produksi saat ini sangat kecil sehingga dealer dengan sekitar 100 juta atau 200 juta yuan di tangan dapat berdampak pada pasar dengan menahan pada pasokan sampai harga melompat naik.

Meskipun harga naik, para ahli mengatakan jamur bukan sarana investasi yang baik karena penyimpanan dan mengevaluasi kualitas keduanya hal yang sulit.”Mereka spekulan yang menyimpan untuk harga yang lebih tinggi mengetahui sedikit saja  tentang jamur ulat. Mereka mungkin tidak tahu bahwa jamur ulat hampir tidak dapat disimpan untuk waktu yang lama, “kata Ke Chuankui, seorang profesor medis dan penulis buku tentang jamur ulat yang berbasis di Hangzhou.”Tren menyusutnya output dan meningkatnya  permintaan tidak bisa dihindari,” kata Mr Ke. “Saya menganjurkan  industrialisasi budidaya untuk mempersempit kesenjangan ini.” Seperti yang dikutip dari Wall Street Journal

Harga domestik jamur ulat telah lama menjadi rollercoaster. Mencapai puncaknya pada tahun 2007 tetapi menurun menjadi kurang dari setengah dari harga puncak pada April 2009. Inflasi dan spekulatif disalahkan untuk banyak kasus tetapi  kemerosotan pada tahun 2009 juga disebabkan oleh penurunan penjualan yang berasal dari kasus, di mana kawat besi dicampur ke dalam jamur ulat untuk menambah bobot lebih untuk dijual.

Jamur yang bernilai ini menjadi berkah sekaligus kutukan bagi warga miskin di kawasan Himalaya . Disatu sisi jamur ini mendatangkan penghasilan yang besar , disisi lain menimbulkan kecemburuan sosial dan kriminalitas seperti kasus pembunuhan tujuh orang di Nepal . (Sumber : Wall Street Journal, BBC  )

[Photo : Nicolas Merky , “Cordyceps sinensis”, Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0])

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Tionghoa Bersatu