Yasser Arafat Kemungkinan Mati Diracun

Budaya-Tionghoa.Net | Kematian mantan pemimpin Palestina , Yasser Arafat  disebabkan oleh racun tak dikenal menurut seorang dokter Yordania yang memulai  penyelidikan insiden tersebut. Laporan medis tidak memungkinkan diagnosa penyakit  tapi indikasi menunjukkan bahwa ia diracuni oleh racun yang luput dari pemeriksaan  pada waktu itu menurut dokter Abdullah al-Basheer dalam konferensi pers di Tepi  Barat seperti yang dilaporkan Xinhua (12 /7).

Mahmoud Abbas , pengganti Arafat , memerintahkan penyelidikan setelah Al – Jazeera  menyiarkan laporan investigasi  yang menyimpulkan Arafat diracuni oleh radioaktif  polonium. Untuk mengkonfirmasi laporan ini , tubuh Arafat harus digali kembali  untuk pemeriksaan lebih lanjut. Arafat meninggal di sebuah rumah sakit di Perancis  setelah menghabiskan dua tahun terakhirnya dalam kepungan Israel .

Hillary Clinton , Menlu AS , seperti yang diberitakan Al-Jazeera , mengatakan  bahwa Washington akan menunggu hasil pemeriksaan terhadap tubuh Arafat dan tidak  akan menanggapi rumor tersebut. Investigasi yang dilakukan oleh Al-Jazeera selama  sembilan bulan menunjukkan bahwa Arafat dalam kondisi sehat sebelum jatuh sakit  dan wafat pada tahun 2004.

Polonium telah digunakan oleh mantan spy Russia untuk membungkam Alexander  Litvinenko yang tewas di tahun 2006  setelah meminum teh di sebuah hotel di  London. Francois Bochud , ketua Institut Fisika Radiasi di Universitas Laussane adalah salah satu ilmuwan yang berkerja sama dengan Al-Jazeera untuk menganalisa kematian Arafat. Bochud mengatakan kepada Al Jazeera seperti yang dilaporkan Telegraph (4/7)  bahwa yang telah ditemukan kandungan sejumlah polonium secara signifikan.

(Sumber : Xinhua , Al-Jazeera , Telegraph, AFP )