Arsitek Perancis Dibebaskan Kepolisan Kamboja Untuk Bersaksi Dalam Kasus Yang Berkaitan Dengan Bo Xilai

Budaya-Tionghoa.Net | Pihak kepolisian Kamboja telah mengambil langkah yang tidak biasa dari rilis sebuah video interview dengan seorang arsitek Perancis yang pergi ke Tiongkok pada hari Selasa minggu ini untuk berkerjasama dengan pemeriksaan terhadap skandal yang berkaitan dengan Bo Xilai  menurut sebuah artikel dari Wall Street Journal

Video ditayangkan di situs kepolisian Kamboja menunjukkan Patrick Henri Devillers mengatakan kepada pewawancara yang tidak teridentifikasi bahwa dia pergi ke Tiongkok dengan sukarela . Patrick juga berterimakasih terhadap otoritas Kamboja karena melepaskan dirinya.

Kantor berita Perancis , Agence France Presse (AFP) mengutip seorang jurubicara dari pihak kepolisian setempat yang mengatakan bahwa video dirilis untuk membuktikan bahwa Devillers tidak berada dalam tekanan untuk meninggalkan Kamboja.

Berikut ini wawancara yang dialihbahasa secara bebas dari Wall Street Journal.

Pewawancara : Patrick , saya ingin bertanya , setelah pembebasan mu , kemana kamu akan pergi ?
Deviller : “Saya akan pergi ke Shanghai , sebelum mungkin ke Beijing untuk menjawab , untuk pergi dan berkerjasama dalam kasus investigasi terhadap Gu Kailai.

Pewawancara : Apa anda yakin ? Apa ini keinginanmu untuk kembali ke Tiongkok ? Benar atau tidak ?
Devillers : Yah ini sungguh benar adanya.

Pewawancara : Sekali lagi , saya ingin lebih spesifik . Apa ini merupakan keinginanmu — bahwa tidak ada tekanan — untuk kembali ke Tiongkok ? Dan apa pesan terakhir anda untuk pemerintah Kamboja ?
Devillers : Saya ilang kembali bahwa saya pergi dengan bebas untuk tujuan ini. Untuk pemerintah Kamboja , saya ingin berterimakasih terhadap mereka atas  bebasnya saya , dan terutama terimakasih saya ucapkan untuk pihak polisi imigrasi …untuk perhatian dan pershabatan. Terima kasih.

Kamboja , mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Tiongkok , menarik kritik internasional di tahun 2009 ketika mendeportasi 20 Tionghoa pencari suka dari sebagian besar orang Uigur.

Devillers , berusia 52 tahun yang sudah menetap di Kamboja selama beberapa tahun , ditahan polisi pada tanggal 13 Juni sebagai respon terhadap permintaan ekstradisi dari Tiongkok menurut pejabat Kamboja.

Setelah Perancis mendesak Kamboja agar tidak bertindak tanpa basis legal , otoritas Kamboja mengatakan bahwa di akhir Juni mereka tidak akan mengekstradisi orang Perancis tersebut , tetapi melanjutkan investigasi terhadapnya.

Pejabat Kamboja kemudian mengumumkan bahwa di hari Selasa , Devillers dibebaskan tanpa tuntutan dan pergi menuju Tiongkok untuk menjadi saksi dalam investigasi terhadap istri dari Bo Xilai yaitu Gu Kailai.

Gu Kailai ditahan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Neil Heywood , seorang pengusaha konsultan asal Inggris yang ditemukan tewas di kamar hotelnya di Chongqing pada bulan November tahun lalu.

Deviller dan Heywood keduanya menjadi bagian dari lingkaran kecil pertemanan dan penasehat disekitar Gu Kailai di Dalian pada dekade 90an , ketika Bo Xilai menjadi walikota disana.  Devillers dan Gu Kailai keduanya merupakan partner konsultan untuk Horas Consultancy .

Devillers menikan dengan seorang wanita dari Dalian selama beberapa tahun dan juga berbagi alamat tempat tinggal dengan Gu Kailai di Bournemouth , selatan Inggris antara tahun 2000 sampai dengan tahun 2009. (Sumber : Wall Street Journal , AFP)

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Tionghoa Bersatu