Kompetensi Sebagai Sebuah Modal

Budaya-Tionghoa.Net |  Seringkali kita2 yang punya keahlian atau kompetensi tertentu dan melihat sebuah peluang bagus untuk digarap atau tertarik untuk mendirikan bisnis baru namun merasa tak punya modal. Misalnya kita ingin mendirikan perusahaan di bidang tertentu namun tak punya modal. Kalau kondisinya seperti itu, jangan langsung loyo dan berhenti bercita2. Ada salah satu kiat yang cukup efektif yang bisa menjadi solusi

Ingat bahwa kita juga bisa menjual kompetensi kita ke pihak pemodal untuk segera memulai usaha dan kita akan mendapatkan saham, sesuai kontribusi dan peran-peran yang bakal kita berikan. Dalam dunia bisnis pola seperti sudah biasa, jadi bukan omong kosong. Banyak sekali contoh2 perusahaan besar yang dibangun dengan pola ini dimana ada orang ‘pinter’ yang punya pengalaman dan kompetensi yang kemudian mengajak pemodal untuk masuk di sebuah bisnis baru.

Ingat para pemodal juga butuh bisnis baru untuk ekspansi dan mereka cari orang yang punya kompetensi. Kemampuan kita di sebuah bidang dan kemampuan memasar jasa kita, bisa kita jual dan kita akan dihargai saham. Biasanya kita bisa diangkat general manager atau direktur di bisnis baru itu. Kalau untuk besarnya saham kita, tergantung negosiasi, namun biasanya tak lebih dari 20%. Yang terbesar tetap pemodalnya. Tapi sebagai sebuah step memulai berwirausaha, itu sudah sangat bagus.

Sebenarnya cara inilah yang menjadi rahasia kenapa di Indonesia kemudian muncul group-group besar besar yang punya bisnis bermacam-macam. Sehebat-hebatnya konglomerat atau pengusaha besar pasti tak akan tahu detil semua bisnisnya yang digarap. Tapi ia punya para tangan kananyang ahli di masing-masing bidang itu. Biasanya, ketika akan masuk di sebuah industri baru, big boss mengangkat seorang yang ahli dan pengalaman di bidang itu, kemudian diangkat jadi CEO atau GM dan dikasih saham gratis. Pemberian saham ini juga menjadi cara agar mereka punya sense of belonging.

Kawan bisa juga melihat contoh-contoh lain orang yang punya keahlian lalu menjual ide ke pengusahanya dan dihargai saham seperti ini. Misalnya ada orang ini lalu diberi saham 15% di perusahaan pakan ternak besar, karena mendirikan dan menset up bisnisnya dari nol. Padahal tidak setor modal, hanya memberikan kompetensinya. Sekarang beliau sangat sukses sebagai pengusaha lelang.

Kisah sukses pengusaha lelang ini selengkapnya bisa kawan2 lihat di buku laris terbitan Gramedia Pustaka Utama, “10 Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis dari 0 ” disusun Sudarmadi

Darma , 30507

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s