Tata Cara Yang Lazim Dalam Berbahasa

Dialek, bahasa daerah perlu di lestarikan, karena membawa budaya yang sangat berharga bagi bangsa ybs, kadang-kadang bagi dunia internasional.

Di Tiongkok, bahasa yang sudah musnah, bahasa Mancu misalnya, dipelajari lagi oleh para ahli, satu dua orang tua yang masih bisa bicara bahasa Mancu, direkam pembicaraannya demi melestarikan jangan sampai bahasa itu musnah.

Bangsa / suku yang punya bahasa tapi tak punya tulisan, atau tulisannya tak sempurna, dibantu pemerintah untuk diperbaiki, yang tak punya huruf dibuatkan huruf baru, agar bahasanya bisa dituliskan.

Untuk mempercepat mereka mempelajarinya, biasanya dibuatkan dengan ejaan Latin. Salah satu contoh, adalah daerah yang belum lama saya kunjungi, Wilayah Otonomi (setingkat propinsi) Bangsa Zhuang Guangxi.

Kalau anda ke sana,bisa melihat, nama jalan sering ditulis dalam dua huruf, huruf Tionghoa dan huruf Zhuang (huruf Latin), misalnya naih, adalah nenek dari ayah. Lihat sebetulnya masih ada kaitan dengan Mandarin, dalam Mandarin nenek dari ayah adalah nainai. Continue Reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s