Wilfredo Lam (1902-1982) : Tionghua-Kuba & Pelukis Dunia

 

Wifredo Oscar de la Concepción Lam y Castilla atau Wilfredo Lam adalah pelukis Tionghua-Kuba yang paling terkenal dan karya lukisannya sampai dipajang di museum Guggenheim , New York. [Lihat tulisan “Jendral Tionghoa dalam Revolusi Kuba” ]

Dia dilahirkan pada tanggal 8 Desember 1902 di Sagua la Grande , Cuba. Di tahun 1916 , keluarganya pindah ke Havana.  Sejak awal dekade 20an , Wilfredo Lam memamerkan karyanya di Salón de la Asociación de Pintores y Escultores , Havana.  | Continue Reading 

 

Jin Yan (1910-1983)

Richard Meyer menyebut aktor berdarah Korea ini sebagai Rudolph Valentino versi Shanghai di masa tahun 1930 sampai 1950an.  Jin Yan (April 7, 1910–December 27, 1983) seorang bintang film ketika Tiongkok sedang dilanda kekacauan dan serangan Jepang dan pendudukan Tiongkok. Popularitasnya juga menjangkau baik kubu Nasionalis maupun Komunis yang sedang bertikai.

Feng Xiaogang : Sutradara Yang Sukses Komersial

Feng Xiaogang dilahirkan pada tahun 1959 di Beijing., Dia adalah salah satu sutradara terkemuka di Tiongkok yang cukup sukses secara komersial  dan juga terkadang menjadi aktor baik dalam beberapa film. Uniknya Feng mempelajari pembuatan film bukan melalui pendidikan formal tetapi melalui sisi produksi televisi.    Serial televisi awalnya adalah Stories From A Editorial Office (1991) dan di tahun berikutnya bersama Zheng Xiaolong menyutradarai serial drama televisi Beijingers In New York (1993) yang diadaptasi dari novel Cao Guilin.  Sementara itu karya-karya terakhirnya selalu menjadi box-office. Continue Reading

Kwa Geok Choo (1920-2010) : Menara Kekuatan Bagi Lee Kuan Yew

Photo : Lee Kuan Yew & Kwa Geok Choo , channelnewsasia.com

Budaya-Tionghoa.Net |   Kwa Geok Choo merupakan istri dari figure terkemuka Singapura , Lee Kuan Yew. Kwa GC dilahirkan pada 21 Desember 1920 ,  merupakan putri  dari Kwa Siew Tee , general manager Oversea-Chinese Banking Corporation (1935-1945) .Kwa menempuh kuliah di sekolah perempuan Methodist di Singapura. Setelah lulus Kwa melanjutkan pendidikan di Raffles College di bidang seni dan lulus pada tahun 1947.

Di bulan Agustus 1947 , Kwa berangkat ke Inggris dan meraih beasiswa Queen Scholarship untuk studi bidang hukum di Girton College – Cambridge University dan menjadi wanita pertama dari Malaya (Singapura ketika itu belum berdiri) yang lulus dengan memuaskan dari Cambridge. Di akhir tahun Kwa menikah dengan Lee Kuan Yew. Kwa dan Lee kembali ke Singapura melalui kapal Belanda Willem Ruys meninggalkan London pada 14 Juli 1950. Di Singapura mereka menikah kembali pada 30 September 1950. Pasangan ini dikaruniai tiga anak , Lee Hsien Loong , Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling.

Continue Reading

Silsilah Tionghoa Jose Rizal [1] – Domingo Lam-co / Ke Yinan

Budaya-Tionghoa.Net |  Domingo Lam-co ( Ke Yinan  ) seorang imigran Tionghoa yang menempuh perjalanan dari Jinjiang , Quanzhou ke Filipina di pertengahan abad 17. Quanzhou adalah daerah dimana Jesuit  (kemudian Dominican) masuk ke Tiongkok untuk misi penyebaran agama. Lam-co dikenal diantara masyarakat setempat yang kemudian tinggal bersamanya di Binan-Filipina sebagai figur pemimpin.

Lam-co dibaptis di gereja Parian di San Gabriel di suatu hari Minggu di bulan  Juni 1697. Nama kedua orang tuanya adalah Siang-co dan Zun-nio. Catatan baptis ini masih dapat dilihat di catatan di gereja tersebut di San Gabriel. Segera setelah Lam-co datang ke Manila kemudian Lam-co tinggal di Binan. Lam-co berpengaruh dalam pembangunan Tubigan barrio, salah satu bagian terkaya dalam tanah perkebunan yang besar. Isterinya bernama Inez de la Rosa. Mereka menikah di gereja yang sama saat Lam-co dibaptis 13 tahun sebelumnya.

Diantara Tionghua Filipino , arti sebuah nama sangat penting demikian juga alasan pemberian nama dari orang tua terhadap anaknya. Domingo Lam-co  memberikan nama anaknya satu terjemahan Spanyol dari nama Tionghua , Sangley , Mercado dan Merchant bermakna sama. Fransisco Mercado

Silsilah Tionghoa Jose Rizal

1. Domingo Lamco (Ke Yinan / Kho Gi-lam)
2. Francisco Mercado (Kakek Buyut)
3. Juan Mercado  (Kakek)
4. Francisco Engracio Mercado (Ayah)
5. Jose Rizal

Contine Reading

Wang Shu : Pemenang Pritzker Architecture Prize 2012

Budaya-Tionghoa.Net | Awal tahun ini tepatnya , pada akhir bulan Februari , Thomas J Pritzker , ketua yayasan Hyatt yang mensponsori penghargaan tersebut mengumumkan bahwa Wang Shu menjadi pemenang penghargaan arsitektur Pritzker. Upacara resmi penyerahan penghargaan arsitektur Pritzker,  diadakan di Beijing pada 25 Mei dimana Wang Shu akan menerima hadian 100 ribu USD dan sebuah medali perunggu.  Fakta bahwa seorang arsitek dari Tiongkok terpilih oleh dewan juri , menggambarkan langkah signifikan dan peran Tiongkok yang akan memainkan ideal perkembangan arsitektural menurut Thomas Pritzker .  Continue reading

Justin Lin Yifu : Ekonom Top Dunia

 

Photo Credit : Bdwgast ,
“Justin Lin bersama istrinya di Frankfurt Bookfair 2009”

Budaya-Tionghoa.Net | Justin Lin adalah seorang top ekonom dunia yang menjadi chief economists Bank Dunia untuk masa bakti 2008-2012. Justin Lin Yi-Fu 林正义 kelahiran 15 Oktober 1952 di Yilan Taiwan. Di tahun 1971 dia masuk kampus bergengsi di Taiwan , National Taiwan University . Kemudian Lin masuk ROC Military Academy dan lulus pada tahun 1975. Lin melanjutkan studi dengan beasiswa militer  di National  Chengchi University , Taipei , Taiwan . Setelah menerima MBA pada tahun 1978 , Lin kembali ke dinas militer dan ditempatkan di Quemoy.

Perubahan penting dalam hidupnya terjadi ketika sebagai seorang kapten di militer Taiwan , Lin desersi dan menyeberang ke mainland Tiongkok. Lin berenang sejauh 2.3 km dengan bantuan dua bola basket dari Kinmen ke wilayah selatan Fujian pada 16 Mei 1979. Dia meninggalkan istri dan anaknya masih berada di Taiwan . Kenekatan Lin kembali ke mainland ini sudah diperhitungkan Lin berdasarkan pemahaman kultural , politik , ekonomi dan historis , kembali ke mainland merupakan pilihan optimal. (The Weekly Standard , 14 Februari 2008). Pihak militer Taiwan pertama kali menganggap Lin sebagai orang hilang . Istri dan keluarganya mendapatkan kompensasi 31 ribu USD dari pemerintah Taiwan.

Justin Lin Yi Fu yang pada tanggal 4 Februari 2008 diangkat menjadi top ekonom Bank Dunia di Washington ( NRC , 5 Februari 2008) , yang tentu merupakan satu bank yang berpengaruh besar didunia. Presiden dari Bank Dunia Robert Zoelick mengatakan bahwa Justin Lin merupakan kombinasi yang unik dari pengalaman dan kepandaian. Justin Lin  adalah pakar dalam bidang perkembangan ekonomi dan Dengan pengangkatan Justin Lin Yi-Fu (55) menjadi ekonom kepala dari Bank dunia merupakan satu tindakan yang penting. Dia bukan hanya orang Tionghoa yang pertama mendapatakan fungsi ini, tetapi juga adalah orang pertama dari negara berkembang yang mendapatkan fungsi ini. Lin dianggap sebagai kandidat kuat peraih Nobel Ekonomi ( Taipei Times 7 Februari 2008)

Continue Reading

Dr. Kwa Tjoan Sioe (1893-1948) : Pendiri RS Husada

Photo : Rumah sakit yang didirikan Kwa Tjoan Sioe
akperhusada.ac.id

Budaya-Tionghoa.Net |  Kwa Tjoan Sioe (Ke Chuanshou ) dilahirkan di Salatiga pada tahun 1893 . Dia menempuh pendidikan di ELS – Salatiga . Di tahun 1908 dia masuk HBS Semarang . Di tahun 1913 Kwa berangkat ke Belanda untuk studi dibidang medis dan lulus pada tahun 1920. Selain itu selama setahun Kwa studi di Colonial Institute – Amsterdam dibidang spesialisasi penyakit di iklim tropis.

Kembali ke Hindia Belanda , Kwa berkerja di General Hospital – Jakarta , kemudian Instituut Pasteur – Jakarta. Mulai tahun 1922 , Kwa mulai praktek sendiri sebagai dokter.  Di tahun 1924 Kwa bersama Ang Yan Goan  mendirikan Rumah Sakit Jang Seng Ie dan menjadi direktur pertama . Pada masa revolusi kemerdekaan , rumah sakit ini mempunyai unit palang merah Jang Seng Ie . Kelak nama rumah sakit ini berubah menjadi Rumah Sakit Husada.

Continue Reading

Yap Ah Loy – Pendiri Kuala Lumpur

Photo : Guyfrombronx

Budaya-Tionghoa.Net | Yap Ah Loy (1837 – 1885) adalah seorang pemuda Hakka berusia 17 tahun ketika dia pindah dari kampung halamannya di prefektur Huizhou, Guang Dong ke Melaka. Diduga orang tuanya adalah petani miskin yang tidak memiliki dana untuk membiayai anaknya untuk sekolah yang layak. Di Melaka, Yap muda berjumpa dengan kerabatnya yang kemudian mengatur pekerjaan di tambang timah. Dari pekerjaan ditambang , Yap beralih menjadi seorang asisten di toko kecil. Setelah hampir setahun , pemilik toko , Yap Ng , menasehati Yap Ah Loy untuk kembali ke Tiongkok dan memberikan ongkos yang cukup untuk kembali.Nasib berkata lain , Yap Ah Loy kehilangan tiketnya dalam sebuah permainan judi saat dia menunggu kapal yang akan membawa dia dari Singapura. Tidak ada pilihan lain bagi Yap Ah Loy untuk tetap bertahan di Malaya.

Yap kemudian  mendapatkan pekerjaan di kongsi tambang timah yang dipimpin oleh Hakka Huizhou bernama Chong Chong. Setelah berkerja selama tiga tahun , Yap Ah Loy berhasil menabung cukup uang untuk memulai usaha perdagangan babi. Yap Ah Loy bergabung dalam serikat rahasia Hai San dimana Kapitan Shin dan pengawal Liu diduga sebagai pemimpin Hai San [Khoo 1972 : 117 ] .

Di tahun 1862 , Yap Ah Loy mendapat undangan dari teman lamanya , pengawal Liu Ngim Kong yang sekarang sudah menjadi seorang kapitan di Kuala Lumpur , kawasan hunian yang sedang berkembang. Yap memegang peranan penting dalam pembangunan kelenteng yang didedikasikan untuk bekas atasannya , mendiang kapitan Shin. Kesuksesan Yap di Kuala Lumpir paralel dengan area yang terus bertambah luas. Yap Ah Loy terus menghimpun kekuatan , termasuk dengan mengirim adik termudanya ke Tiongkok untuk merekruit pengawal baru. Tahun 1870 menandai dua tahun kampanye dan pertempuran. Chong Chong menghimpun Hakka Jiayingzhou ke utara dan selatan Kuala Lumpur. Kekuatan pemimpin Malaya lokal di pimpin oleh Sayid Mashor , sementara Sutan Puasa dan yang lainnya mendukung Yap Ah Loy.

Continue Reading

Wong Fei Hung – “Tiger After The Ten Tigers”

Foto : by Ardian Cangianto , Museum Wong Fei Hung di Foshan ,

Budaya-Tionghoa.Net | Wong Fei Hung [1847-1924]  adalah seorang ahli bela diri dan juga ahli Traditional Chinese Medicice [TCM] . Wong Fei Hung secara revolusioner menjadi figur pahlawan dan subjek dari berbagai seri televisi dan film. Sebagai ahli TCM , Wong mempraktekkan dan mengajari akupuntur dan bentuk TCM lainnya di Po Chi Lam. Kliniknya berada di Foshan , Guangdong . Wong terkenal dengan keramahan dan kebaikan hatinya dalam memperlakukan setiap pasien. Sebuah Museum di Foshan didirikan untuk menghormati figur Wong Fei Hung.

Wong Fei Hung memiliki beberapa murid yang terkenal seperti Lam Sai Wing , Leung Foon dan Lin Gai. Wong juga sering diasosiasikan dengan Chi Su Hua , yang dikenal sebagai Pengemis So. Ada legenda yang mengatakan bahwa Wong Fei Hung lahir di Foshan , di hari ke sembilan , bulan ketujuh dan tahun ke duapuluh-tujuh pemerintahan Kaisar Dao Guang , tahun 1847. Ayahnya, Wong Kei Ying ,  adalah salah satu dari “Ten Tiger of Canton” . Ayahnya pula yang mengajari anaknya seni bela diri sejak Wong berusia lima tahun. Untuk menopang kondisi ekonomi keluarga , Wong kecil mengikuti ayahnya untuk berkeliling provinsi Guangdong melakukan pertunjukan bela diri dan juga menjual obat-obatan.

Continue Reading