Resensi Buku : Chinese Houses – Knapp & Ong

Berbicara mengenai buku karya Ronald G Knapp yang berjudul “Chinese Houses”  memang bisa dikatakan sebuah buku yang bagus. Paling tidak seharusnya kita baca semua buku karya Knapp. Membaca buku Knapp, khususnya bagian “A Millionaire’s Home: Kang family manor, Henan Province” dan “A Grand Qing Manor and A Simple Ming Courtyard House: Qiao Family Manor and Ding Family Village, Shanxi Province” mungkin akan terasa biasa saja. Tetapi akan lain rasanya apabila kita sudah menonton film Zhang Yimou berjudul “Da Hong Deng Long Gao Gao Gua” alias “Raise the Red Lantern”. Di situ baru kita bisa rasakan bagaimana sebuah massa bangunan bisa “hidup”, dan silakan datang ke Pingyao (Provinsi Shanxi) untuk menyaksikan sendiri bangunan itu. Continue Reading

Resensi Buku : Chinese Bridges – Knapp

Judul : Chinese Bridges
Penulis : Ronald G Knapp
Photography : Chester Ong
Penerbit : Tutle Publishing
Bahasa : Inggris
Halaman : 271 halaman bergambar.

Dalam kungkungan ruang dan waktu maka teknologi jembatan menjadi sarana yang mempermudah manusia untuk berpergian dari tempat asal ke tujuan lain yang dipisahkan oleh hambatan alam seperti jurang , sungai , danau etc. Bagi kita manusia modern yang melintasi sebuah jembatan dengan mudah setiap saat seringkali tidak menyadari betapa sulitnya membangun dan merancang sebuah jembatan , terlebih lagi jembatan yang merupakan karya masyarakat kuno dimasa lampau dengan segala keterbatasan teknologi dimasanya dan sekaligus terobosan baru dimasanya.Peter Bol dari Universitas Harvard yang memberikan pengantar dalam buku ini berkomentar bahwa jembatan adalah suatu metafora yang baik , mereka menggabungkan apa yang terpisahkan , mereka meningkatkan komunikasi , mereka memfasilitasi sirkulasi , mereka merupakan konstruksi sosial dan kultural , para pedagang menjajakan barang dagangannya di satu jembatan di Kaifeng dimasa Dinasti Song , jembatan lain menjadi bagian dari aktivitas religius yang menghubungkan satu tempat ke kuil tujuan. Jembatan-jembatan ini menjadi monumen arsitektural sekaligus problema pelestariannya antara fungsi yang sudah mulai tergantikan jembatan modern dengan nilai estetika , kultural dan historis yang ada. Joseph Needham seorang peneliti terkemuka tentang sejarah ilmu dan teknologi Tiongkok menyebutkan bahwa jembatan Tionghoa merupakan kombinasi dari rasional dan romantis. Demikianlah jembatan Tionghoa menjadi sebuah karya arsitektur yang unik  dibandingkan kuil , istana dan rumah tinggal  . Dan jembatan juga merupakan kombinasi dari inner logic dan cita rasa estetika . Continue Reading

Kompetensi Sebagai Sebuah Modal

Budaya-Tionghoa.Net |  Seringkali kita2 yang punya keahlian atau kompetensi tertentu dan melihat sebuah peluang bagus untuk digarap atau tertarik untuk mendirikan bisnis baru namun merasa tak punya modal. Misalnya kita ingin mendirikan perusahaan di bidang tertentu namun tak punya modal. Kalau kondisinya seperti itu, jangan langsung loyo dan berhenti bercita2. Ada salah satu kiat yang cukup efektif yang bisa menjadi solusi Continue reading

Buku Laksamana Cheng Ho Dan Asia Tenggara

Budaya-Tionghoa.Net | Buku ini  tentang Cheng Ho, (juga dikenal sebagai Zheng He, Sam Po, Sam Bao, Sam Po Kong, San Bao Gong, Sam Po Toa Lang, Sam Po Taijin, San Bao Daren, Sam Po Tai Kam) dan Asia Tenggara ini diambil dari panel yang diselenggarakan oleh Huayinet (Singapura) dan Ohio University Materials on the Chinese Overseas pada Agustus 2005.

Panel tersebut merupakan bagian dari konferensi internasional dengan tema “Chinese Overseas and Maritime Asia 1405-2005”. Seperti diketahui bahwa tahun 2005 adalah tahun peringatan ke-600 pelayaran armada Cheng Ho dan pelbagai seminar, konferensi, bahkan perayaan, digelar di berbagai tempat dan negeri.

Cetakan pertama buku ini diterbitkan oleh Pustaka LP3ES Indonesia pada Desember 2005 (162 halaman) dengan DR. Leo Suryadinata sebagai editornya.

Continue Reading