Resensi Buku : Chinese Bridges – Knapp

Judul : Chinese Bridges
Penulis : Ronald G Knapp
Photography : Chester Ong
Penerbit : Tutle Publishing
Bahasa : Inggris
Halaman : 271 halaman bergambar.

Dalam kungkungan ruang dan waktu maka teknologi jembatan menjadi sarana yang mempermudah manusia untuk berpergian dari tempat asal ke tujuan lain yang dipisahkan oleh hambatan alam seperti jurang , sungai , danau etc. Bagi kita manusia modern yang melintasi sebuah jembatan dengan mudah setiap saat seringkali tidak menyadari betapa sulitnya membangun dan merancang sebuah jembatan , terlebih lagi jembatan yang merupakan karya masyarakat kuno dimasa lampau dengan segala keterbatasan teknologi dimasanya dan sekaligus terobosan baru dimasanya.Peter Bol dari Universitas Harvard yang memberikan pengantar dalam buku ini berkomentar bahwa jembatan adalah suatu metafora yang baik , mereka menggabungkan apa yang terpisahkan , mereka meningkatkan komunikasi , mereka memfasilitasi sirkulasi , mereka merupakan konstruksi sosial dan kultural , para pedagang menjajakan barang dagangannya di satu jembatan di Kaifeng dimasa Dinasti Song , jembatan lain menjadi bagian dari aktivitas religius yang menghubungkan satu tempat ke kuil tujuan. Jembatan-jembatan ini menjadi monumen arsitektural sekaligus problema pelestariannya antara fungsi yang sudah mulai tergantikan jembatan modern dengan nilai estetika , kultural dan historis yang ada. Joseph Needham seorang peneliti terkemuka tentang sejarah ilmu dan teknologi Tiongkok menyebutkan bahwa jembatan Tionghoa merupakan kombinasi dari rasional dan romantis. Demikianlah jembatan Tionghoa menjadi sebuah karya arsitektur yang unik  dibandingkan kuil , istana dan rumah tinggal  . Dan jembatan juga merupakan kombinasi dari inner logic dan cita rasa estetika . Continue Reading

Para Siswa Shanghai Menciptakan Sistem Pemadam Api Yang Efisien

 

Budaya-Tionghoa.Net | Siswa siswa Shanghai telah menciptakan sebuah sistem pemadam bangunan yang mereka klaim dapat segera beraksi dalam selang waktu 10 detik , menurut Shanghai Daily.

Jika dibandingkan dengan sistem konvensional yang memerlukan waktu beberapa menit maka pencapaian siswa-siswa muda ini luar biasa.  Penemuan mereka dipuji oleh pemadam kebakaran dan akan diperkenalkan ke sekolah-sekolah dan gedung pemerintahan untuk ujicoba lebih jauh . Continue reading

Professor Higgs Berkata “Partikel Tuhan” Sebuah Lelucon

Budaya-Tionghoa.Net | Professor Peter Higgs dari Universitas Edinburg menjadi fokus perhatian setelah penemuan terakhir tentang Higgs-Boson , sebuah partikel yang diberi namanya atau sering disebut juga God Particle (Partikel Tuhan) .

Higgs tidak mengatakan bahwa temuan ilmiah tersebut adalah lelucon, tetapi mengacu pada nama “Partikel Tuhan” , dalam konferensi pers yang diadakan di Universitas Edinburg. Nama “Partikel Tuhan”  tidak berhubungan dengan dirinya dan hanya lelucon. Continue reading

Wen Jiabao : Tiongkok Terbuka Terhadap Kerjasama Antariksa

Budaya-Tionghoa.Net | Padang rumput di Inner Mongolia tidak dapat disebut besar dibandingkan dengan angkasa luar. Tetapi tentunya lebih besar dibandingkan dengan kapsul kecil yang membawa tiga astronot termasuk satu astronot wanita .
Di padang rumput yang luas , para astronot dikeluarkan dari kapsul untuk menghirup udara bumi , misi berawak Tiongkok sendiri dinyatakan sukses. Continue reading

Tiongkok Akan Terus Mengirim Astronot Wanita Di Masa Depan

Budaya-Tionghoa.Net | Tiongkok mungkin akan melanjutkan pengiriman astronot wanita ke luar angkasa di misi mendatang , seorang pejabat yang bertanggungjawab untuk proses seleksi dan training astronot Tiongkok mengatakan kepada Xinhua.

Chen Shanguang , direktur dari Chinese Astronaut Research and Training Center , mengatakan dalam konferensi pers pasca-misi bahwa rencana spesifik akan ditentukan setelah riset. Continue reading

Prajurit Terracota dan Chinese Purple

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam bulan Maret 1974 sumber air dari irigasi pertanian di dekat Xi’an, Tiongkok , sembilan petani membuat satu penemuan arkeologis yang menakjubkan. Delapan ribu pasukan ukuran hidup dari para prajurit dan kuda di masa Qin Shi Huang ditemukan. Muncul pertanyaan menarik mengenai teka-teki pikmen sintetik berwarna ungu [“Chinese Purple”, “Han Purple]  di sekujur prajurit terracota. Dan para “prajurit” kuno ini sekali lagi membantu ilmuwan dari National High Magnetic Field Laboratory untuk mengungkap kompleksitas misteri alam.

Prajurit-prajurit Terracotta itu sebenarnya memiliki warna , tidak berwarna seperti tanah seperti yang biasa kita lihat (Gambar 2)  . Tetapi begitu digali dan bersentuhan dengan udara warna pigmennya menghilang. Akhirnya prajurit yang masih terkubur tidak digali sampai ditemukan teknologi yang lebih memungkinkan dimasa mendatang. Dahulu Jepang menawarkan teknologi penggalian dan reservasi yang lebih maju tapi mengajukan syarat bahwa setengah dari yang ditemukan harus menjadi milik Jepang dan untuk ini Tiongkok menampik dan memutuskan untuk menunggu teknologi terbaru yang mencukupi untuk melanjutkan penggalian.

Continue Reading

Chinese Inventions

HISTORY
The ancient nation of China was nourished by a river basin. From 3000 to 1600 B.C, the Huang Lee (Yellow River) has sustained large farming communities whose people raised silkworms and spun silk thread and cloth. They traded these products across the camel trails of Central Asia. Although an advanced society developed, the Chinese did not keep written records until the Shang dynasty of the 16th century B.C. The Shang ruled over a number of local kings who controlled walled city-states.

Continue reading