Asal Mula Tiongkok

Pertanian sudah ada di Tiongkok sekitar 10ribu tahun lalu. Di Tiongkok Utara, pertanian millet di, pertanian paling awal di dunia di gali dan di temukan dibebeberapa situs , Chishan , Peiligang. Juga di temukan dekat desa Nanzhuangtou ,Xushui country di selatan Hebei. Dari sample dan uji radiokarbon sangat dekat dengan waktu di sekitar 10ribu tahun lalu. Tipe millet yang di temukan salah satunya panicum miliacerum. Continue reading

Kaisar Qing Renzong (Jiaqing , 1796-1820)

Aisin Gioro Yongyan (1760-1820) atau Kaisar Qing Renzong (Jiaqing , 1796-1820) mewarisi kekuasaan atas kekaisaran Qing yang sudah melalui masa emas dalam tiga masa kekuasaan Kangxi , Yongzheng dan Qianlong. Suatu fasa dimana Tiongkok mencapai rekor wilayah dalam sepanjang sejarahnya. Disisi lain Yongyan juga menanggung beban dari pencapaian kaisar pendahulunya. Masa pemerintahan ayahnya , Aisin Gioro Hongli  (Qing Gaozong , Qianlong) meninggalkan sejumlah masalah seperti korupsi yang dilakukan Niuhuru Heshen (Ho-shen). Continue Reading

Ly Bi – Sekali Lagi Raja Vietnam Berdarah Tionghoa

Zhao Tuo dianggap sebagai kaisar pertama Vietnam tetapi disisi lain juga dianggap sebagai orang asing (Han) yang datang menjajah. Penguasa Vietnam yang berdarah Tionghoa berikutnya adalah Ly Bi , beberapa abad setelah Zhao Tuo.

Ditahun 540 , Tiongkok dalam kondisi konflik internal menyusul periode Dinasti Utara dan Selatan. Ly Bi atau Ly Nam De 李南帝 adalah pejabat regional berdarah Tionghoa dikawasan utara Vietnam.

Frustasi dengan keadaan korupsi dipemerintahan , Ly mengundurkan diri dari posisinya dan mengumpulkan bangsawan lokal dan suku-suku setempat dikawasan utara Vietnam dan melakukan mobilisasi dan berhasil mengusir pemerintahan administrasi Tiongkok (via Dinasti Liang) di Vietnam dan kemudian mengangkat dirinya sebagai kaisar. Continue Reading

Asal Usul Melayu

Bagi kita di Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di sekolah dasar sampai menengah , sudah akrab dengan teori “Out of Yunnan” , bahwa orang Melayu berasal dari Yunnan. Dalam bukunya yang berjudul “Sejarah Hubungan Tiongkok Dan Malaysia” , seorang professor sastra Zhou Weiming dari Universitas Hainan , mengemukakan bahwa menurut para ahli Barat maupun Timur ada beberapa teori mengenai asal usul Melayu.Teori pertama , orang Melayu berasal dari Yunnan [Out of Yunnan]. Pakar yang mengemukakan tentang hal ini adalah Dr. R.V Heine Gelden dari Jerman , A Meisier dari Perancis , Dr. Van Ronkel dari Belanda , Sir R.O. Winserdt dan G.D Darsort dari Inggris. Teori berikutnya yang mengatakan bahwa orang Melayu berasal dari Tiongkok tenggara diungkapkan oleh para pakar seperti Luo Xianglin, Xu Songshi dan Zhang Guangzhi dari Amerika Serikat. Continue Reading

Source Image : Wiki Media

 

Tradisi Perjuangan Vietnam Bermula Dari Trung Sisters

Su Ting yang mengatur prefektur Jiaozhi di tahun 29 M. Dia seorang yang tamak dalam catatan Tiongkok maupun Vietnam . Pemerintahannya yang ngawur itu mendorong pemberontakan yang dipimpin oleh Trung Sisters. Walaupun singkat , pemberontakan ini menginterupsi pengaruh Tiongkok untuk sesaat di Vietnam dan pemberontakan ini meluas sampai ke prefektur Yue di Guangzi. Dan aksi Trung Sisters ini juga memulai tradisi perlawanan ketat bangsa Vietnam kepada Tiongkok (Womach , p102) . Bermula ketika Su Ting membunuh Thi Sach . Istri Thi Sach yaitu Trung Trac dan saudaranya Trung Nhi paham seni perang . Mereka dua wanita bersama wanita-wanita lain  mulai menyusun pasukan untuk mengusir kekuatan Han di Vietnam .Continue Reading

Bangsa Xianyun – Leluhur Xiongnu

Dimasa Dinasti Zhou dan juga dinasti-dinasti sebelumnya Tiongkok dikelilingi beberapa bangsa asing yang berada diluar Zhongyuan (Tionggoan) yang secara umum disebut Rong , Yi , Man Di . Nama ini kemungkinan bukanlah autonym melainkan nama yang diberikan bangsa Tionghoa kepada mereka.

Salah satu suku barbarian dinamakan Xianyun  dianggap sebagai ancaman bagi Zhou .[1]  Wang Guowei dalam esai terkenalnya membawa diskusi istilah seperti Guifang , Kunyi , Xunyu dan Xianyun  dari berbagai teks pra-Qin. Di Eropa sendiri , Hunyun dan Xianyun diidentifikasi dengan Xiongnu sebagai bangsa Hun.[2]

Dalam catatan tradisional sumber pembahasan utama berasal dari karya Sima Qian dalam Shiji dalam bagian catatan genealogical Xiongnu .[3] Dalam dokumen tersebut Sima Qian menyebut beberapa masyarakat kuno seperti Xianyun , Hunyu , Shanrong , Quanyi , Xirong dan Quanrong yang mungkin dianggap sebagai leluhur kultural bangsa Xiongnu.  Continue Reading


[1] Di Cosmo, Nicola. 1999. “The Northern Frontier in Pre-Imperial China.” In The  Cambridge History of Ancient China, ed. M. Loewe and E. Shaughnessy, 885–966.  Cambridge: Cambridge University Press.

[2] Wang Guowei , (1923) , “Guifang Kunyi Xianyun kao”

[3] Sima Qian on the Xiongnu: Sima Qian, “The Account of the Xiongnu,” Records of the Grand Historian (Shiji ch. 110), Han dynasty, vol. 2, trans. Burton Watson (New York: Columbia University Press, 1993)

Etnohistorikal Tiongkok : Yakut

Photo : http://ebuff.hrt.hr/

Budaya-Tionghua.Net | Orang Yakut sering menyebut diri sebagai Sakha atau Saka . Dalam sejarah mereka dikenal sebagai Tungus , Jekos , Urangkhai Sakha. Mereka merupakan salah satu grup etnik di Siberia. Populasi Yakut berkembang dari 296 ribu orang [1970] , 328 ribu orang [1979] dan 400 ribu orang [1990].Sebagian besar dari mereka tinggal di otonomi khusus di Russia. Bahasa Yakut merupakan cabang dari bahasa Turkic walaupun perbendarahaan katanya terpengaruh oleh kebudayaan Mongol dan Tungus. Continue reading

Changde – Kota Dengan Tembok Seni

Budaya-Tionghoa.Net | Kota Changde yang terletak di bagian barat laut Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah adalah sebuah kota budaya yang bersejarah lebih dua ribu tahun. Untuk memperagakan budaya yang dimiliki, kota tersebut pada tahun 1990-an telah membangun Tembok Seni Syair, Kaligrafi, Lukisan dan Ukiran yang paling panjang di dunia. Kini tembok seni tersebut sudah tercantum dalam catatan Guinness Sedunia.

Pembangunan Tembok Seni Changde dimulai pada tahun 1991 dan selesai pada tahun 2000. Tembok itu dibangun di tanggul penahan banjir tepi utara Sungai Yuanjiang yang mengalir melintasi kota Changde.

Pada tembok granit sepanjang 3 kilometer itu terukir lebih 1.200 syair terkenal dari berbagai zaman di Tiongkok dan dunia.

Syair-syair itu terlebih dulu dituliskan dengan tangan oleh 900 ahli kaligrafi terkenal di Tiongkok, kemudia diukirkan di atas batu granit oleh tukang. Selain itu, pada tembok seni itu diukirkan 43 lukisan ukir batu ukuran besar yang isinya sesuai dengan syair-syair tersebut.

Lukisan-lukisan itu juga karya pelukis terkenal Tiongkok zaman sekarang. Setelah diadakan pembuktian berulang-ulang, tembok itu pada tahun 2000 dicantumkan dalam catatan Geneese Sedunia sebagai “Tembok Seni Syair, Kaligrafi, Lukisan dan Ukiran Yang Terpanjang di Dunia”.

Continue Reading

Situs Fosil Yunnan Masuk Daftar Elit

Budaya-Tionghoa.Net | Sebuah kawasan di Baratdaya Tiongkok  terkandung fosil berasal dari 530 juta tahun yang lalu dan termasuk dalam World Heritage List. Situs Fossil Chengjiang merupakan satu diantara 36 situs yang dipertimbangkan untuk masuk list komite World Heritage UNESCO dalam pertemuan yang berlangsung dari 24 Juni sampai 4 Juli di Saint Petersburg , Russia. Continue reading

Tembok Besar Tiongkok Ternyata Jauh Lebih Panjang

Budaya-Tionghoa.Net | Tembok Besar Tiongkok secara resmi dinyatakan lebih panjang dari sebelumnya. Pengukuran panjang tembok adalah sepanjang 21.196 kilometer atau 13.170 mil berdasarkan survey negara terakhir menurut laporan Xinhua.

Studi pendahuluan dirilis tahun 2009 mengestimasi bahwa panjang tembok adalah 8.850 kilometer. Tembok Besar Tiongkok adalah struktur terbesar buatan manusia yang dibangun untuk melindungi perbatasan utara Tiongkok. Continue reading

Sejarah Demografi Tiongkok Dan Populasi Dunia

Bayi perempuan yang terlahir di Filipina , Danica Camacho menjadi milestone dunia sebagai bayi yang ketujuh milyar pada tanggal 31 Oktober 2011 menurut United Nations Population Fund [UNPF]. Bagi planet bumi kehadiran bayi ini adalah tantangan bagi kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang tampaknya tidak akan berubah selama ribuan tahun , juga kesenjangan antara masyarakat yang cenderung “lekas mati” [negara dimana rakyatnya memiliki usia harapan hidup yang rendah] dan masyarakat dinegara yang “panjang umur”. Kesenjangan lain dimana sebagian masyarakat dunia mengalami kelangkaan air bersih , bahan makanan pokok berbanding terbalik dengan yang serba berkelimpahan.

SEJARAH DEMOGRAFI TIONGKOK

Menurut perhitungan tradisional dan [kemudian[ berbagai sensus penduduk [Chen  Zhucai  , 1985]. Populasi rakyat Tiongkok pada jaman Dinasti Xia [2070-1060SM] sudah mencapai sekitar 13.5 juta. Populasi relatif tetap pada masa Dinasti Shang dan Dinasti Zhou (abad 11 SM) . Dimasa Negara Berperang , Warring States [475-221SM], populasi penduduk mencapai 40 juta jiwa , dengan kondisi  perang berkepanjangan yang merenggut jutaan jiwa rakyatnya.

Pada masa Dinasti Han , tahun 2 Masehi , populasi bangsa Tiongkok sudah mencapai 60 juta jiwa [setara dengan estimasi populasi penduduk di wilayah Kekaisaran Romawi] atau sekitar seperempat populasi dunia pada saat itu.  Memasuki masa Tiga Negara , Samkok , Sanguo [221-280 M], populasi penduduk menyusut drastis menjadi 7.7 juta jiwa. Penyebabnya adalah perang kolosal berkelanjutan diantara para warlord selama puluhan tahun. Continue Reading

 

Prajurit Terracota dan Chinese Purple

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam bulan Maret 1974 sumber air dari irigasi pertanian di dekat Xi’an, Tiongkok , sembilan petani membuat satu penemuan arkeologis yang menakjubkan. Delapan ribu pasukan ukuran hidup dari para prajurit dan kuda di masa Qin Shi Huang ditemukan. Muncul pertanyaan menarik mengenai teka-teki pikmen sintetik berwarna ungu [“Chinese Purple”, “Han Purple]  di sekujur prajurit terracota. Dan para “prajurit” kuno ini sekali lagi membantu ilmuwan dari National High Magnetic Field Laboratory untuk mengungkap kompleksitas misteri alam.

Prajurit-prajurit Terracotta itu sebenarnya memiliki warna , tidak berwarna seperti tanah seperti yang biasa kita lihat (Gambar 2)  . Tetapi begitu digali dan bersentuhan dengan udara warna pigmennya menghilang. Akhirnya prajurit yang masih terkubur tidak digali sampai ditemukan teknologi yang lebih memungkinkan dimasa mendatang. Dahulu Jepang menawarkan teknologi penggalian dan reservasi yang lebih maju tapi mengajukan syarat bahwa setengah dari yang ditemukan harus menjadi milik Jepang dan untuk ini Tiongkok menampik dan memutuskan untuk menunggu teknologi terbaru yang mencukupi untuk melanjutkan penggalian.

Continue Reading

Meluruskan Sejarah Pao An Tui

 

Budaya-Tionghoa.Net | Pao An Tui adalah pasukan penjaga keamanan keturunan Tionghua yang dibentuk pada masa awal kemerdekaan RI. Beberapa buku sejarah menyudutkan Pao An Tui sebagai musabab kebencian terhadap etnis Tionghua. Benarkah demikian? Kita akan mengulas kasus berdasarkan apa yang terjadi Sumatera Utara.

Pada era 1945-1947 terjadi situasi yang tidak aman di Sumatera Utara. Ketika itu, terjadi transisi antara pemerintah pendudukan Jepang yang sudah kalah dengan pemerintah RI, yang saat itu telah mengangkat T. Moh Hasan sebagai gubernur Sumatera. Sementara itu, Belanda yang datang kembali untuk menegakkan kekuasannya turut bermain di air keruh.

Untuk memahami Pao An Tui, kita perlu memahami bagaimana sikap para sultan dan raja terhadap republik, dimana sikap mereka berbeda-beda. Raja-raja dan sultan di Sumatera Timur (Deli, Serdang, Langkat, Kualuh, Bilah, Panei, dll) memang bersikap menunggu. Mereka ingin mengetahui bagaimanakah kebijakan republik terhadap kedudukan mereka. Setelah ada jaminan bahwa kedudukan daerah swapraja akan dihormati berdasarkan pasal 18 UUD 45, barulah mereka menyatakan dukungan terhadap Republik.

Malangnya kondisi yang kacau itu dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang dikenal sebagai Barisan Harimau Liar (BHL). Mereka inilah yang melakukan pengacauan keamanan. Lebih malangnya lagi mereka mengatas-namakan Republik dan “rakyat.” Kaum keturunan Tionghua juga kerap merasakan teror barisan liar yang memang liar ini. Demikian juga para raja dan sultan, karena slogan BHL adalah “ganyang feodalisme.” Di sinilah timbul peran Pao An Tui, yakni sebagai penjaga keamanan bagi etnis Tionghua.

Mereka sering dituduh antek Belanda, padahal yang dikehendaki adalah ketertiban. Memang patut diakui bahwa otoritas Republik masih lemah di saa itu. Etnis Tionghua bukanlah pro Belanda, tetapi yang mereka kehendaki adalah ketertiban. Buktinya tidak sedikit pemuda2 Tionghua yang ikut berjuang di pihak tentara Republik (TRI).

Continue Reading

Sino-Vietnamese War Di Masa Qianlong

.

Budaya-Tionghoa.Net | Diabad 18 , Bangsa Vietnam menyebut diri mereka sebagai Dai Viet.  Seperti halnya Burma yang berbatasan langsung dengan Tiongkok , Vietnam juga dibanjiri arus migrasi dari Tiongkok yang berprofesi sebagai penambang , pedagang , pengangguran sampai bandit yang berasal dari Sichuan , Yunnan , Guangxi.

Di Vietnam Utara , pusat pemerintahan berada di Hanoi [Thanglong, 昇] dibawah kekuasaan dinasti Le [1427-1788]. Dinasti Le membuat usaha yang tidak efektif untuk mengusir penambang asala Tiongkok di tahun 1767 setelah ribuan Cantonese yang berasal dari dua prefektur Guangdong  mulai bertempur satu sama lain sehingga mengancam stabilitas sosial politik di Vietnam

Pemerintah Qing lantas mengeksekusi pemimpin utama kelompok Cantonese yang terlibat dalam pertempuran tersebut setelah mereka dikembalikan ke Tiongkok. Sebagian besar lainnya dikaryakan sebagai “serf” di kawasan Xinjiang.

Ada tiga pria yang dikenal sebagai Tayson [西山] bersaudara yang berasal dari selatan-sentral Vietnam mengambil keuntungan dari ketidakstabilan yang terjadi dan di tahun 1786 memimpin pemberontakan melawan dinasti Le di utara kemudian menduduki Thanglong. Kaisar Le meninggal . Cucunya dan suksesornya didampingi sejumlah anggota dari keluarga bangsawan Le mengungsi ke Guangxi dan memohon intervensi militer kepada pemerintah Qing untuk merestorasi keadaan.

Continue Reading