Arsip Foto Tropenmuseum

Arsip bersejarah foto dari Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute (KIT)

Es Shanghai

Hai, apakabar? Sudah makan Es Shanghai? Persisnya kemarin itu saya cari resep Es Shanghai, minta tolong bung Google, eh, dikasih link ke artikel ttg asal-usul Es Shanghai, yang ternyata pernah muncul di milis kita ini. Saya kira, es Shanghai itu bukanlah dinamakan ‘Shanghai’ sebagaimana digambarkan oleh Bung Yan, seolah-olah ada kaitannya dengan pembumi- hangusan kota Shanghai di jaman perang dengan Jepang dulu.

Es Shanghai, kalau anda lihat resepnya, tidaklah memakai saus coklat atau susu coklat sebagai campuran sirupnya, yang berwarna merah, coklat, kehitaman seperti penggambaran kebakaran dalam pembumihangusan.

Walau banyak variasi isinya, es Shanghai hanya memakai sirup merah (dengan warna merah pinkish–agak pink, fuchia) dan susu kental manis yang putih. Juga, jarang yang memakai biskuit(?) wafer sebagai variasinya (yang digambarkan seolah-olah melambangkan bangunan yang terba- kar). Bahkan, banyak yang menduga, es Shanghai itu adalah penemuan orang-orang Indonesia, di Shanghai sendiri tidak ada menu ini. Continue Reading

Sino-Venezuela dan Wafatnya Chavez

Wafatnya Presiden Chavez dinilai akan membawa dampak besar bagi hubungan Sino-Venezuelan. Selama ini Venezuela menjadi sumber minyak penting bagi Tiongkok .  Roda pembangunan di Tiongkok yang cepat meningkatkan kebutuhan energi sementara Venezuela juga membutuhkan bantuan finansial dari Tiongkok yang telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi kedua terbesar didunia.

Penulis Tionghoa , Xu Shicheng, menulis biografi pertama Hugo Chavez dalam bahasa Mandarin. Xu menggambarkan Chavez sebagai pemimpin besar di Amerika Latin di abad 21. Buku yang berjudul “Biography of Hugo Chavez : From the Bolivarian Revolution to the Socialisme of 21st Century” diluncurkan di Kedubes Venezuela di Beijing di tahun 2011. Acara tersebut dihadiri oleh intelektual Tionghoa dan diplomat asing.

Chavez menjadi bagian dari sejarah Amerika Latin dan gerakan kirinya menulari kawasan lain seperti Argentina , Bolivia , Ecuador , Nicaragua , Peru dan Uruguay. Xu menganggap Chavez sebagai negarawan penting di dunia Amerika Latin dan dunia. Chavez menjadi pemimpin di negara Amerika Latin yang paling sering berkunjung ke Tiongkok , dengan total enam kunjungan , yang menjadi fakta yang membuktikan hubungan baik antara kedua negara.

Wafatnya Hugo Chavez meninggalkan tanda tanya besar akan arah hubungan bilateral Sino-Venezuelan dimasa mendatang.  Juru-bicara Kemenlu Tiongkok , Hua Chunying menyampaikan bela sungkawa menyusul wafatnya Chavez. Hua mengatakan bahwa Chavez adalah pemimpin besar dan sahabat baik rakyat Tiongkok yang telah membuat kontribusi signifikan terhadap hubungan kedua negara.

Sementara itu seorang analis via Bloomberg mengatakan bahwa administrasi pemerintahan pasca-Chavez kemungkinan akan lebih dekat ke Amerika Serikat. Dan Matt Ferchen via Voice of Russia menjelaskan bahwa kepentingan Tiongkok di Venezuela akan terpengaruh oleh kematian Chavez. Dengan besarnya investasi Tiongkok di Venezuela berarti Tiongkok akan senang jika pemimpin baru nanti melanjutkan kebijakan lama dan Venezuela tetap menjadi partner yang bisa dipercaya. Continue Reading

Jin Yan (1910-1983)

Richard Meyer menyebut aktor berdarah Korea ini sebagai Rudolph Valentino versi Shanghai di masa tahun 1930 sampai 1950an.  Jin Yan (April 7, 1910–December 27, 1983) seorang bintang film ketika Tiongkok sedang dilanda kekacauan dan serangan Jepang dan pendudukan Tiongkok. Popularitasnya juga menjangkau baik kubu Nasionalis maupun Komunis yang sedang bertikai.

Hari Wanita Internasional Dan Makian San Ba

Hari ini tanggal 8 Maret adalah hari besar yang diperingati sebagai 三八妇女节 (Hari wanita 8 Maret) di Zhongguo.

Begitu pentingnya hari ini di Zhongguo, sampai ada yang mengira itulah hari Wanita khas dari negeri Tiongkok.

Namun sesungguhnya 8 Maret yang juga dikenal sebagai The Working Woman’s Dayi ini berawal dari sebuah gerakan di negeri Amerika pada tanggal 8 Maret 1909.

Pada saat itu kaum wanita di Illinois / Chicago dan pakerja bidang tekstil / konfeksi seluruh negeri mengadakan pawai dan mogok kerja besar-besaran, menuntut kenaikan upah serta pemberlakuan jam kerja 8 jam sehari.

Inilah pergerakan terorganisir pertama dari kaum wanita yang berakhir dengan kemenangan di pihak pekerja dan sekaligus merefleksikan kemampuan dan kekuatan kaum wanita dalam berorganisasi. Continue Reading

Ly Bi – Sekali Lagi Raja Vietnam Berdarah Tionghoa

Zhao Tuo dianggap sebagai kaisar pertama Vietnam tetapi disisi lain juga dianggap sebagai orang asing (Han) yang datang menjajah. Penguasa Vietnam yang berdarah Tionghoa berikutnya adalah Ly Bi , beberapa abad setelah Zhao Tuo.

Ditahun 540 , Tiongkok dalam kondisi konflik internal menyusul periode Dinasti Utara dan Selatan. Ly Bi atau Ly Nam De 李南帝 adalah pejabat regional berdarah Tionghoa dikawasan utara Vietnam.

Frustasi dengan keadaan korupsi dipemerintahan , Ly mengundurkan diri dari posisinya dan mengumpulkan bangsawan lokal dan suku-suku setempat dikawasan utara Vietnam dan melakukan mobilisasi dan berhasil mengusir pemerintahan administrasi Tiongkok (via Dinasti Liang) di Vietnam dan kemudian mengangkat dirinya sebagai kaisar. Continue Reading

Ahok dan Korupsi

Ahad (3/3), saya dan anak saya yang baru selesai kuliah iseng-iseng menyambangi pemukiman kumuh bernama Kampung Apung. Saat pulang, melewati Jl Pesing Poglaar, Jakarta Barat, terlihat kerumunan di rumah pompa. Saya menghentikan sepeda motor, dan bertanya kepada warga yang berkerumun.

“Pak Jokowi mau datang,” ujar seorang remaja putri yang mengenakan jilbab.

Anak saya segera turun dari motor, mengeluarkan kameranya, dan menceburkan diri ke dalam kerumunan.

“Ini kesempatan mengabadikan orang nomor satu di Jakarta,” ujarnya.

Tak lama kemudian terdengar sirine. Dua sepeda motor besar berwarna putih melintasi Jembagan Genit. Di belakangnya, meluncur mobil warna hitam …Continue Reading

Feng Xiaogang : Sutradara Yang Sukses Komersial

Feng Xiaogang dilahirkan pada tahun 1959 di Beijing., Dia adalah salah satu sutradara terkemuka di Tiongkok yang cukup sukses secara komersial  dan juga terkadang menjadi aktor baik dalam beberapa film. Uniknya Feng mempelajari pembuatan film bukan melalui pendidikan formal tetapi melalui sisi produksi televisi.    Serial televisi awalnya adalah Stories From A Editorial Office (1991) dan di tahun berikutnya bersama Zheng Xiaolong menyutradarai serial drama televisi Beijingers In New York (1993) yang diadaptasi dari novel Cao Guilin.  Sementara itu karya-karya terakhirnya selalu menjadi box-office. Continue Reading

Resensi Buku : Chinese Bridges – Knapp

Judul : Chinese Bridges
Penulis : Ronald G Knapp
Photography : Chester Ong
Penerbit : Tutle Publishing
Bahasa : Inggris
Halaman : 271 halaman bergambar.

Dalam kungkungan ruang dan waktu maka teknologi jembatan menjadi sarana yang mempermudah manusia untuk berpergian dari tempat asal ke tujuan lain yang dipisahkan oleh hambatan alam seperti jurang , sungai , danau etc. Bagi kita manusia modern yang melintasi sebuah jembatan dengan mudah setiap saat seringkali tidak menyadari betapa sulitnya membangun dan merancang sebuah jembatan , terlebih lagi jembatan yang merupakan karya masyarakat kuno dimasa lampau dengan segala keterbatasan teknologi dimasanya dan sekaligus terobosan baru dimasanya.Peter Bol dari Universitas Harvard yang memberikan pengantar dalam buku ini berkomentar bahwa jembatan adalah suatu metafora yang baik , mereka menggabungkan apa yang terpisahkan , mereka meningkatkan komunikasi , mereka memfasilitasi sirkulasi , mereka merupakan konstruksi sosial dan kultural , para pedagang menjajakan barang dagangannya di satu jembatan di Kaifeng dimasa Dinasti Song , jembatan lain menjadi bagian dari aktivitas religius yang menghubungkan satu tempat ke kuil tujuan. Jembatan-jembatan ini menjadi monumen arsitektural sekaligus problema pelestariannya antara fungsi yang sudah mulai tergantikan jembatan modern dengan nilai estetika , kultural dan historis yang ada. Joseph Needham seorang peneliti terkemuka tentang sejarah ilmu dan teknologi Tiongkok menyebutkan bahwa jembatan Tionghoa merupakan kombinasi dari rasional dan romantis. Demikianlah jembatan Tionghoa menjadi sebuah karya arsitektur yang unik  dibandingkan kuil , istana dan rumah tinggal  . Dan jembatan juga merupakan kombinasi dari inner logic dan cita rasa estetika . Continue Reading

Asal Usul Melayu

Bagi kita di Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di sekolah dasar sampai menengah , sudah akrab dengan teori “Out of Yunnan” , bahwa orang Melayu berasal dari Yunnan. Dalam bukunya yang berjudul “Sejarah Hubungan Tiongkok Dan Malaysia” , seorang professor sastra Zhou Weiming dari Universitas Hainan , mengemukakan bahwa menurut para ahli Barat maupun Timur ada beberapa teori mengenai asal usul Melayu.Teori pertama , orang Melayu berasal dari Yunnan [Out of Yunnan]. Pakar yang mengemukakan tentang hal ini adalah Dr. R.V Heine Gelden dari Jerman , A Meisier dari Perancis , Dr. Van Ronkel dari Belanda , Sir R.O. Winserdt dan G.D Darsort dari Inggris. Teori berikutnya yang mengatakan bahwa orang Melayu berasal dari Tiongkok tenggara diungkapkan oleh para pakar seperti Luo Xianglin, Xu Songshi dan Zhang Guangzhi dari Amerika Serikat. Continue Reading

Source Image : Wiki Media

 

Wu Xun (1838-1896) : Orang Miskin Yang Menjadi Pahlawan Pendidikan

Wu Xun adalah contoh orang yang hidup dalam kemiskinan dan lembah penghinaan . Tetapi dia berbalik membalikkan keadaan untuk membeli tanah.  Bukan itu saja , kepeduliannya terhadap pendidikan mendorong dirinya mendirikan sekolah-sekolah Jasa-jasa Wu Xun dalam mempelopori pendidikan gratis menyebabkan namanya harus sepanjang masa. Kisah hidupnya kemudian secara resmi dicatat dalam sejarah resmi negara Qing. Sejak itu banyak sekolah-sekolah serupa yang mengusung semangat Wu Xun dan diberi nama sekolah Wu Xun. Namanya juga sempat dijadikan nama kabupaten di jaman republik. Dan kehidupannya pernah diangkat ke layar lebar seperti dalam gambar terlampir. Continue Reading

Tradisi Perjuangan Vietnam Bermula Dari Trung Sisters

Su Ting yang mengatur prefektur Jiaozhi di tahun 29 M. Dia seorang yang tamak dalam catatan Tiongkok maupun Vietnam . Pemerintahannya yang ngawur itu mendorong pemberontakan yang dipimpin oleh Trung Sisters. Walaupun singkat , pemberontakan ini menginterupsi pengaruh Tiongkok untuk sesaat di Vietnam dan pemberontakan ini meluas sampai ke prefektur Yue di Guangzi. Dan aksi Trung Sisters ini juga memulai tradisi perlawanan ketat bangsa Vietnam kepada Tiongkok (Womach , p102) . Bermula ketika Su Ting membunuh Thi Sach . Istri Thi Sach yaitu Trung Trac dan saudaranya Trung Nhi paham seni perang . Mereka dua wanita bersama wanita-wanita lain  mulai menyusun pasukan untuk mengusir kekuatan Han di Vietnam .Continue Reading

Bangsa Xianyun – Leluhur Xiongnu

Dimasa Dinasti Zhou dan juga dinasti-dinasti sebelumnya Tiongkok dikelilingi beberapa bangsa asing yang berada diluar Zhongyuan (Tionggoan) yang secara umum disebut Rong , Yi , Man Di . Nama ini kemungkinan bukanlah autonym melainkan nama yang diberikan bangsa Tionghoa kepada mereka.

Salah satu suku barbarian dinamakan Xianyun  dianggap sebagai ancaman bagi Zhou .[1]  Wang Guowei dalam esai terkenalnya membawa diskusi istilah seperti Guifang , Kunyi , Xunyu dan Xianyun  dari berbagai teks pra-Qin. Di Eropa sendiri , Hunyun dan Xianyun diidentifikasi dengan Xiongnu sebagai bangsa Hun.[2]

Dalam catatan tradisional sumber pembahasan utama berasal dari karya Sima Qian dalam Shiji dalam bagian catatan genealogical Xiongnu .[3] Dalam dokumen tersebut Sima Qian menyebut beberapa masyarakat kuno seperti Xianyun , Hunyu , Shanrong , Quanyi , Xirong dan Quanrong yang mungkin dianggap sebagai leluhur kultural bangsa Xiongnu.  Continue Reading


[1] Di Cosmo, Nicola. 1999. “The Northern Frontier in Pre-Imperial China.” In The  Cambridge History of Ancient China, ed. M. Loewe and E. Shaughnessy, 885–966.  Cambridge: Cambridge University Press.

[2] Wang Guowei , (1923) , “Guifang Kunyi Xianyun kao”

[3] Sima Qian on the Xiongnu: Sima Qian, “The Account of the Xiongnu,” Records of the Grand Historian (Shiji ch. 110), Han dynasty, vol. 2, trans. Burton Watson (New York: Columbia University Press, 1993)

Mao Zedong Dan Budaya Klasik

Saat berdiskusi mengenai ketua Mao, banyak orang yg menyebut dia sbg tokoh progesif yang anti segala budaya kuno. Berhubung dia selalu meneriakkan mengganyang yang lama menyambut yang baru! Padahal, kenyataan sesungguhnya tidak persis seperti itu. Seperti halnya para tokoh revolusi generasi pertama yang lain, Mao bukan sekedar seorang politikus, tapi juga seorang cendekia. Continue Reading

Mao Zedong Dan Macan Kertas

Photo : Forbes

Kata “Macan Kertas” janganlah ditanggapi dalam arti “letterlijk” menurut apa arti dari kata macan dan kertas, tetapi ketua Mao menulisnya dengan pengertian politis-filosofis. Mao Ze-Dong adalah seorang yang mempunyai banyak kemampuan seperti ahli sejarah, poet, filosof, politikus, dan juga dalam strategi militer. Macan adalah hewan yang kuat, ganas dan ditakuti oleh manusia dan binatang buas lainnya dihutan dan kertas adalah lemah mudah dirobek habis ceritanya. Mao Ze-Dong dalam wawancara dengan Anna Louise Strong (ingatan saya pada tahun 1946) pertama kali mengatakan tentang “Paper Tiger” yang beliau artikan sebagai imperialisme pada umumnya dan Amerika Serikat  pada khususnya waktu itu. Kemenangan bukan disebabkan oleh senjata-senjata dari imperialis, tetapi akhirnya kemenangan ditentukan oleh rakyat. Mao katakan:”All reactionaries are paper tigers.” Continue Reading