Prajurit Terracota dan Chinese Purple

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam bulan Maret 1974 sumber air dari irigasi pertanian di dekat Xi’an, Tiongkok , sembilan petani membuat satu penemuan arkeologis yang menakjubkan. Delapan ribu pasukan ukuran hidup dari para prajurit dan kuda di masa Qin Shi Huang ditemukan. Muncul pertanyaan menarik mengenai teka-teki pikmen sintetik berwarna ungu [“Chinese Purple”, “Han Purple]  di sekujur prajurit terracota. Dan para “prajurit” kuno ini sekali lagi membantu ilmuwan dari National High Magnetic Field Laboratory untuk mengungkap kompleksitas misteri alam.

Prajurit-prajurit Terracotta itu sebenarnya memiliki warna , tidak berwarna seperti tanah seperti yang biasa kita lihat (Gambar 2)  . Tetapi begitu digali dan bersentuhan dengan udara warna pigmennya menghilang. Akhirnya prajurit yang masih terkubur tidak digali sampai ditemukan teknologi yang lebih memungkinkan dimasa mendatang. Dahulu Jepang menawarkan teknologi penggalian dan reservasi yang lebih maju tapi mengajukan syarat bahwa setengah dari yang ditemukan harus menjadi milik Jepang dan untuk ini Tiongkok menampik dan memutuskan untuk menunggu teknologi terbaru yang mencukupi untuk melanjutkan penggalian.

Continue Reading

Mystery of Qin Shi Huang Mausoleum revealed

Archeologists have unraveled the mysterious plan of the Qin Shi Huang Mausoleum, the 2,200-year-oldstructure which is famous as the home of 7,000 terracotta horses and warriors.

Located in Xi’an in northwest China’s Shaanxi Province, the QinShi Huang Mausoleum is the tomb of Emperor Qin Shi Huang, the first emperor of the Qin Dynasty (221-207 BC) and also of China.

Covering 2.13 square kilometers, the four-layered mausoleum, like a well-structured city, includes an underground palace, which is the center of the mausoleum, an inner city, outer city and grounds.

Continue reading

SERIAL SEJARAH : Catatan Pinggir Dinasti Qin

Latar belakang pembakaran buku-buku oleh Qin ShiHuang sebenarnya lebih ke arah pemersatuan ideologi. Perlu kita ketahui bahwa kerajaan Qin sudah menerapkan faham Legalism sejak reformasi oleh ShangYang.

Sedangkan faham Ru Jia (cat: Confuciusm) tetap diterima oleh kerajaan Qin tapi tidak dipakai sebagai landasan pemerintahan.

Sikap Qin shiHuang yang membuat standara sisa dalam banyak bidang tentunya juga mencakup bidang politik. Continue reading

SERIAL SEJARAH : Catatan Pinggir Dinasti Qin

ZHAO GAO

Zhao Gao adalah kasim kepala pada masa Qin Shi Huang. Dia memainkan peranan yang sangat penting dalam sejarah kejatuhan dinasti Qin. Daftar korbannya adalah Fu Su, Meng Tian, Meng Yi, Li Si dan Hu Hai (Qin Er Huang). Zhao Gao sewaktu masih menjadi pejabat kecil pernah dihukum mati oleh Meng Yi karena melakukan kesalahan, namun kemudian diampuni oleh Qin Shi Huang.

Ketika Qin Shi Huang meninggal dalam perjalanan, Zhao Gao menghasut/berkomplot dengan Li Si untuk merubah surat wasiat kaisar. Qin Shi Huang sebenarnya bermaksud untuk mewariskan tahta kepada pangeran Fu Su, anak sulungnya yang diasingkan ke perbatasan Utara karena berselisih paham dengan ayahnya mengenai pembakaran buku dan pembunuhan kaum terpelajar aliran Konfusius.

Continue reading