Tata Cara Yang Lazim Dalam Berbahasa

Dialek, bahasa daerah perlu di lestarikan, karena membawa budaya yang sangat berharga bagi bangsa ybs, kadang-kadang bagi dunia internasional.

Di Tiongkok, bahasa yang sudah musnah, bahasa Mancu misalnya, dipelajari lagi oleh para ahli, satu dua orang tua yang masih bisa bicara bahasa Mancu, direkam pembicaraannya demi melestarikan jangan sampai bahasa itu musnah.

Bangsa / suku yang punya bahasa tapi tak punya tulisan, atau tulisannya tak sempurna, dibantu pemerintah untuk diperbaiki, yang tak punya huruf dibuatkan huruf baru, agar bahasanya bisa dituliskan.

Untuk mempercepat mereka mempelajarinya, biasanya dibuatkan dengan ejaan Latin. Salah satu contoh, adalah daerah yang belum lama saya kunjungi, Wilayah Otonomi (setingkat propinsi) Bangsa Zhuang Guangxi.

Kalau anda ke sana,bisa melihat, nama jalan sering ditulis dalam dua huruf, huruf Tionghoa dan huruf Zhuang (huruf Latin), misalnya naih, adalah nenek dari ayah. Lihat sebetulnya masih ada kaitan dengan Mandarin, dalam Mandarin nenek dari ayah adalah nainai. Continue Reading

Advertisements

Perkembangan Manchu Sebelum 1644

Budaya-Tionghoa.Net | Lembah Liao adalah jantung dari kawasan oleh apa yang disebut Barat sebagai Manchuria. Suatu kawasan yang terdiri dari hutan , stepa dan lahan pertanian. Kawasan ini memanjang dari sungai Amur , Heilongjiang termasuk juga kawasan administratif dinasti Ming di semenanjung Liaodong. Di timur kawasan ini mencapai laut Jepang dan perbatasan Korea. Di barat kawasan ini berbatasan dengan Jehol, memanjang dari Great Wall ke daerah pastoral Mongolia di lereng pegunungan Khingan.

Jehol menjadi kawasan strategis karena hampir semua aktivitas Tiongkok di Manchuria melalui kawasan ini. Selama masa Dinasti Ming, kawasan ini merupakan tempat tinggal beberapa grup etnik di Mongolia Timur yang dalam catatan Tiongkok , bisa dipadankan dengan istilah Tatars, termasuk juga Jurchen. Etnis utama di Manchuria adalah Jurchen, suatu kelompot etnis yang mendirikan Dinasti Jin di abad 12 [1115-1234 M] . Di masa Ming berkuasa ada tiga grup utama Jurchen : Yeh Nuchen, Hai-hsi Jurchen dan Chien-chou Jurchen. Mereka juga sering dikelompokkan dengan identitas kolektif sebagai Yeh-jen.

Continue Reading

Kuncir (Taucang)

Tanya:
Dalam kesempatan ini saya ingin minta sharing Anda tentang kuncir (taucang?) yang dimiliki para pria di masa lalu. Bisakah Anda memberikan ulasan, latar belakang, makna, waktu, serta mengapa dan kapan akhirnya kebiasaan itu tak lagi berlanjut.
Informasi ini saya sampaikan, karena dalam waktu dekat saya akan menulis artikel singkat, dengan sedikit menyinggung masalah kuncir ini.

Continue reading

“Vampire” Tiongkok (Jiangshi)

 Budaya-Tionghoa.Net | Ada pertanyaan dari seorang member . Dia sering melihat vampir Tiongkok yang berseragam hitam-hitam dan melompat-lompat di film Hong Kong. Dia mempertanyakan keberadaan Vampir seperti itu dan apakah benar mayat dapat dihidupkan untuk melompat sendiri ke kuburannya di Tiongkok pada masa lampau? Demikian pertanyaannya.

Sebenarnya Vampire atau Zombie nampaknya ada di setiap kebudayaan di dunia. Di Barat kita mengenal Dracula dari Transylvania. Untuk vampire Tiongkok ini kerap disebut sebagai jiang-shi. Sebenarnya cerita tentang vampire ini merupakan semacam cerita legenda di masyarakat.

Memang ada literatur sejarahnya namun cuma tercatat di dalam sejarah tidak resmi jadi cuma berupa catatan pengalaman dari seseorang. Perlu diketahui, catatan sejarah di Tiongkok dibagi atas 2 bagian besar, catatan resmi dari kamar sejarah kekaisaran dan catatan tidak resmi yang sumbernya dari masyarakat. Yang terakhir ini disebut “Wai-shi” atau “Ye-shi” yang artinya Catatan Tak Resmi.

Vampire dalam kebudayaan Tionghoa sebenarnya adalah sebutan untuk jenazah yang dikuburkan di tempat yang sangat kering, kurang lembab untuk memungkinkan organisme kecil membusukkan jenazah sehingga beberapa tahun berlalu, jenazah tadi tetap saja seperti sediakala. Jenazah seperti ini mengandung dan menyebarkan sejenis racun. Ini tidak heran karena mayat biasapun memang mengandung racun.

Continue Reading